Menolong Agama Allah


Pagi ini alhamdulillah, dikasih kesempatan Allah untuk masih memiliki berbagai kenikmatan, serta masih punya kesempatan untuk berpikir tentang kehidupan si saya yang officially menua day by day hehehe. So, I found this video from Dr. Zakir Naik about how he has amazing memory to remember so many thing including Al Quran. But it is not what I want to say or think here because you can see the video by yourself (ini linknya: https://www.youtube.com/watch?v=1HfLilX-oJA).

The first answer he gave in that video was this ayat: “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang bisa mengalahkanmu. Jika Allah membiarkanmu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (Quran surat Ali Imran ayat 160)

But then, this Ayat reminds me on this ayat:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Artinya : “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)

Allah Maha Penolong itu jelas. Allah Maha Rahman dan Maha Rahiim. Tapi di ayat kedua yang saya kutip, bahwa jika kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita, lalu kelanjutan di ayat yang pertama, jika Allah menolong kita, maka tidak akan ada orang yang mengalahkan kita dalam melaksanakan apa yang kita cita-citakan.

Nah, pertanyaan yang menggelitik diri sendiri adalah sejauh mana aksi saya menolong agama Allah? apa ikhtiyar yang saya lakukan untuk itu? sejauh mana ketangguhan saya untuk mewujudkannya?

Bentuk usaha seperti apa yang bs dilakukan untuk ini?

Dari satu artikel yang saya dapat via browsing jawabannya adalah: “Sayyid Qutb mengatakan,”Bagaimana orang-orang beriman menolong Allah sehingga mereka menegakkan persyaratan dan mendapatkan apa yang disyaratkan bagi mereka berupa kemenangan dan diteguhkan kedudukan ?” Beliau melanjutkan,”Sesungguhnya mereka memurnikan Allah dalam hati mereka dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu baik syirik yang nyata maupun yang tersembunyi serta tidak menyisakan seseorang atau sesuatu pun bersama-Nya didalam dirinya. Dia menjadikan Allah lebih dicintai dari apapun yang dia cintai dan sukai serta meneguhkan hukum-Nya dalam keinginan, aktivitas, diam, saat sembunyi-sembunyi, terang-terangan maupun saat malunya, maka Allah akan menolongnya dalam diri mereka.”*)

Jihad adalah bentuk manifestasi dan aktualisasi yang berada pada level yang lebih tinggi.. tapi pada definisi dasar yang disebutkan paragraf tersebut, jelas bahwa ini sesungguhnya adalah hal paling mendasar yang dilakukan seroang muslim… yakni memurnikan ketaatan kepada Allah.

Jadi betapa Allah Maha Penyayang yang sebenarnya tidak menyulitkan hamba2Nya.. kalo sekarang silogisme nya dilanjutkan maka:

Jika kita memurnikan ketaatan kepada Allah –> menolong agama Allah–> ditolong Allah

Namun, definisi memurnikan ketaatan kepada Allah akan termanifestasikan dengan kecintaan melakukan segala amalan yang dicintaiNya, dan juga yang sifatnya dakwah dan mengajak manusia-manusia. Karena Ustadz Sigit Pranowo dalam artikelnya menyebutkan bahwa 2 hal yang bisa dilakukan oleh seorang hamba yang mencintai Allah adalah menjadi para pelaku yang melakukan usaha meneguhkan agama Allah di muka bumi, serta yang dkedua adalah menerapkan syariat dan manhaj Islam.*) hehe,. dan tahu sendiri kan bahwa Islam itu syumul yang melingkupi segala aspek kehidupan.

Tapi yakinlah… kalo sudah ada niat dalam hati kita untuk menolong agama Allah dengan apapun yang kita bisa, menjadi cahaya bagi keluarga, menjadi makluk yang paling bermanfaat di kalangan masyarakat, atau apapun yang bisa kita lakukan maka hukum pahalanya sudah jatuh kan ya? inget hadits arba’in no 1, kan?

 

jadi tetep semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ^___^

 

(Juts a random rambling in the morning when i should face my deadline of writing)

 

*)http://www.eramuslim.co/ustadz-menjawab/apa-maksud-menolong-agama-allah.htm#.Vt0MC5wrLtQ (gapake paraphrasing punten)

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on February 28, 2016, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: