Khadijah binti Khuwailid, the true love story of Muhammad


Siapa tidak kenal Khadijah  binti Khuwailid? Seorang wanita luar biasa yang dengan segala kekuatan dan cintanya dicurahkan kepada manusia terbaik di alam semesta, Rasulullah SAW.Seorang wanita yang (seingat saya) merupakan satu-satunya wanita yang diberikan salam dari Allah dan Jibril. Seorang wanita yang memiliki status pemmpin wanita ahli surga. Wanita terbaik yang  dimiliki Rasulullah SAW yang dengannya Rasul menjalani fasa kehidupan paling penting dalam sejarah risalah juga perkembangan Islam. Khadijah jugalah sosok wanita yang yang taksegan memperjuangkan kehidupan abadinya dengan keberaniannya melamar Rasulullah terlebih dahulu, sesuatu yang mungkin wanita-wanita di wilayah timur sedikit terkendala melakukannya karena masalah budaya.

Sudah sejauh mana kita sebagai ummat Islam mengenal sosoknya yang luar biasa, mengenal karakternya, mengetahui sejarahnya, mengingat perannya sepanjang perjalanan perkembangan Islam? Mungkin selain ingat hal yang paling utama dari yang beliau contohkan yaitu meminang  nabi Muhammad duluan, ada paling tidak setidaknya 2 hal lain yang paling mencolok yang beliau contohkan. Yaitu fakta bahwa seorang wanita juga memiliki hak-hak yang sama untuk berprestasi dan bekerja, dan fakta bahwa terdapat gap usia yang besar yang dimiliki Khadijah dan Nabi Muhammad SAW yang tidak menjadi penghalang bagi kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah.

Untuk menjawab keingintahuan2 tersebut, mungkin tidak banyak buku yang beredar yang bisa digunakan untuk hanya focus kepada Khadijah semata-mata (mungkin ada,hanya si saya saja belum menemukannya). Yang saya temukan satu buku yang sangat menarik dari Pena Publishing yang memiliki info sebagai berikut:

Judul Buku: Khadijah, the true love story of Muhammad
Judul asli: Khadijah, ummul Mu’minin Nazharat Fi Isyaraqi Fajril Islam
Penulis: Abdul Mu’min Muhammad
Penerbit: Pena Publishing
Tebal: 363 halaman

image

So, tulisan ini basically adalah sebuah resensi yang saya sarikan dari apa yang saya baca. Berhubung memang lagi gencar belajar shirah juga (. Here it is

As I mentioned
di tulisan sebelumnya bahwa pengetahuan shirah memiliki peran yang sangat sangat signifikan dalam peningkatan keimanan, kecintaan terhadap Allah, Rasul, Al Quran dan para sahabat. Belajar shirah bisa membawa jiwamu ke seribu tahun ke belakang, membayangkan betapa sulit pada awalnya perjuangan Islam. Bagi yang suka malas-malasan shalat di Indonesia, mungkin belum pernah ngebayangin bahwa untuk bisa shalat terang-terangan di masa tahun2 pertama kenabian, sampai harus rela dilempari kotoran unta atau sampai harus berhdapan dengan kematian. Well..si saya sempet mengalami pandangan-pandangan tak menyenangkan ketika harus menggelar sajadah di perpustakaan atau di area tangga di kampus Washington State University 2 tahun ke belakang.

Buku ini adalah satu dari buku yang mengulas shirah nabawiyyah,karena  bagaimanapun  kehidupan Kahadijah tak akan bisa dilepaskan dari kehidupan Rasulullah SAW. Hanya saja penuturan buku ini kalau berdasarkan judul, difokuskan kepada Khadijah. Meski kenyataanya level pembahasan Khadijah tidak akan memenuhi ekspektasi sesuai judulnya. Tapi tak mengapa, cara sang penulis menuturkan runtutan sejarah Rasulullah adalah satu hal yang patut diacungi jempol. Enakeun.. beneran 100% buat wanita.

Jadi bagi para wanita yang ingin belajar shirah, buku setebal 363 halaman ini cukup oke untuk dijadikan rujukan. Meskipun disadari bahwa tebalnya tidak sebanding dengan buku Al Buthy atau Mubarrakfurry, karena well, shirah yang dibahas di sini hanya sampai pada periode makkiyah. I am looking forward kalo ada kelanjutannya ke periode madaniyah sampe ke khulafaur rasyidin, since the way the author describing the story is quite well-flown.

Meskipun porsinya tidak sebanyak yang diharapkan, tapi buku ini saya kira oke untuk melihat how significant Khadijah’s roles in Nabi Muhammad’s stages of life in terms of pematangan diri dan proses mennghadapi dan menjalani fasa kenabian. Dan temen-temen juga mungkin penasaran dengan 2 point yang saya sempet mentioned di awal, mengenai how Khadijah memiliki keberanian membaja melamar Rasulullah SAW duluan, dan how is the marriage with a quite large age gap tidak bisa menghalangi sakinah mawaddah warrahmah  ketika ALLAH Swt yang menjadi sumber kekuatan dan cinta.

Khadijah mungkin sudah ditakdirkan menjadi salah satu sumber kekuatan utama Rasulullah menghadapi ketakutan awalnya di proses penerimaan Wahyu, juga ketika semua seakan sulit untuk bisa mengembangkan Islam di periode dan area di mana berhala dan hawa nafsu menjadi tuhan tuhan manusia. Hal-hal inilah yang bisa diteladani para calon atau yang sudah menjadi seorang istri sholehah bagaimana kita bisa mendukung suami kita nanti. Bagaimana anda bisa menjadi khadijahnya muhammadmu. Bagaimana kematangan dan ketenangan yang menjadi karakter Khadijah yang luar biasa yang didukung dengan pengetahuan yang sophisticated pisan. Dan bagaimana bisa menjadi an outstanding woman yang menjadi sumber kekuatan bagi seorang qawwam. Intinya, buat jadi wanita luar biasa macem gt, kita harus BERUSAHA SECARA MAKSIMAL (.

Dan well, berdasarkan hadits2 yang ada kita tahu bahwa Khadijah is really the TRUE LOVE. Tak ada satupun wanita yang menggantikan posisi beliau di hati Nabi Muhammad SAW. Beliau mencintai semua istri-istrinya, tapi taka da satupun yang seperti Khadijah. Nah bagi kita yang berada di masa periode yang jauh banget dengan beliau, tugas kita tentu adalah meneladaninya.. jadi buat temen2 yang mau nyoba ngelamar duluan orang yang disukainya karena Allah, why not? (. Semangaaat.

Oiya, satu hal yang nempel banget di kepala saya ketika membaca buku ini adalah betapa pentingnya hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat untuk memberikan gambaran dan informasi mengenai segala sesuatu yang terjadi di masa Rasulullah yang juga akan sangat penting dalam kehidupan kita saat ini. Mungkin bagi yang sebenarnya ngeh bahwa petunjuk hidup manusia teh emang ada 2, bisa sedikit dibangunkan akan pentingnya belajar ilmu hadits. Si saya juga ngeh,tapi porsi belajar hadist secara serius masih belum masuk agenda prioritas, wong ngafal atau tadabbur Al Quran aja masih harus digenjot lagi efektifitas dan efisiensi waktunya. Ada langkah-langkahnya  yang dibahas di salah satu buku favorit saya yang baru saya dapat Ramadhan lalu (there is another story behind this ( ). Tapi ya mudah2n belajar hadistnya kebantu juga sama  baca buku2 islam yang lain.

Jadi, siapkah ukhty jadi seorang Khadijah dalam kehidupan seseorang? Harus ningkatin kapasitas di banyak hal yang  jelas mah ^__^. Tetep semangaaaat…

NB: telat nulis dari jadwal yang ditetapkan, mudah2an ga diulangi di masa depan.

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on July 18, 2016, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: