The Source of Happiness


Inget apa yang menjadi cita-cita Tamaki Shuoh dalam Ouran High School Host Club. Cita-cita Tamaki adalah menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Kenapa tiba-tiba inget itu? Simple karena pas nulis salah satu esay buat LPDP si saya nulis bahwa si saya pengen jadi sumber kebahagiaan nya keluarga terutama Ummi (Ibu) ma Aa (Bapak, aneh emang manggil bapak sendiri pake sebutan aa.. si saya sendiri ga inget gmana sejarahnya). Tapi untuk bisa bikin mereka bahagia teh butuh continuous hard work effort yang ga main-main kalo based on my standard. Soalnya kalo menurut standard mereka mah mungkin ga yang gimana gimana banget.. iin bahagia maka ummi aa bahagia.. itu yang sering disampaikan Ummi ma Aa. Well mereka ga pernah secara spesifik minta iin kuliah di ITB, atau dapet beasiswa ngambil master di US, atau kerja di BPPT. Mungkin tipical orang Sunda yang memang mudah pisan dibahagiakan. si saya makan dengan baik juga sudah nyampe level membahagiakan Ummi, begitu ummi bilang ^_^

10834893_10209698280638581_3444845417773120980_o

Kalo kebahagiaan mereka ada dalam kebahagiaan iin lalu kebahagiaan iin teh yang kayak gimana? Sebenarnya dibalik juga bisa karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan iin. Melihat mata mereka berbinar ketika iin bilang iin pengen bikin mereka seneng aja udah bikin iin seneng bukan main..

Tapi iin sadari bahwa meskipun kebahagiaan standard orang bisa sama, tetep we ada yang spesial kayanya mah. Kayak iin sendiri, masih punya list yang masih iin pengen capai yang iin yakin kalo iin bisa memenuhinya maka iin, mereka (atau juga orang lain) akan ikut bahagia. Dan masih long way to go buat iin bisa memenuhi list tersebut. Tapi bukan tidak mungkin.

So, seperti yang judul tulisan ini sebutkan “the source of happiness”, iin pengen jadi the source of happiness bagi orang yang menyayangi iin dan iin sayang.Seperti halnya keluarga iin jadi sumber kebahagiaan iin, iin pengen juga jadi sumber kebahagiaan  mereka. Of course tidak ada bahagia di atas bahagia me lain kan bersumber dari Allah saja. Rabbanaa aatinya fid Dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzan ban naar.

Ada satu gambar di instagram yang kurang lebih menyebutkan it feels really great to be someone who is an answer for somebody’s prayer.

Masih banyak di kepala tentang ini tapi udahan ajah geuning wkwkkw.. maaf geje siang-siang.. lagi nyari semangat dan motivasi di balik proses adjustment di kerjaan 🙂

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on August 24, 2016, in riak-riak jiwa, Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: