Kompasiana, niat serius nulis, dan kebermanfaatan


Mungkin ada yang wondering kalo si saya lagi rajin banget nulis akhir-akhir ini. Ini teh ceritanya emang lagi nyoba lagi ngejar cita-cita jadi penulis. Mungkin udah banyak postingan iin di sini yang mbahas how important nulis is (at least for me: curhat, ngurangin setress, dan nyalurin hormon oksitosin karena nulis membuat saya bahagia ^_^). Lagi banyak juga yang mau ditulis, dan well, alhamdulillah lagi bisa nyempetin juga buat nulis. Mudah-mudahan we tulisannya tak sekedar curhat tak bermanfaat.

Suka pas kalo lagi semangat dari dalam (internal), selalu ada aja dorongan dan dukungan dari luar (eksternal), misalnya si saya hari ini baca artikelnya Ustadz Cahyadi Takariawan yang berjudul:  Menjadi Jomblo yang Sakinah, Muntijah wa Barokah (http://www.kompasiana.com/pakcah/menjadi-jomblo-yang-sakinah-muntijah-wa-barokah_56c14e30737a61aa1d100241) yang intinya kalo jadi jomblo harus tetep muntij, trus ada meme dari instagram “tausiyahku” yang pada dasarnya diambil dari quote nya Pramoedya Ananta Toer yang berbunyi: “orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Well, tak bisa dipungkiri salah satu proses pewarisan ilmu pengetahuan adalah dengan membaca buku. Kitab Riyadus shalihin karya imam An Nawawi atau buku siyasah syar’iyah nya syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang melegenda adalah karya-karya besar yang bisa kita nikmati sekarang yang mungkin lahir dari semangat menggelegak kedua ulama besar tersebut untuk menulis dan mewariskan ilmunya kepada generasi setelah mereka. Pun dengan Ustad Sayyid Quthb, Ustad Hasan Al Bana, Ustadz Yusuf Qardhawi yang juga menulis karya-karya besar mereka.  Kasus hidayah berdakwah yang saya rasakan adalah juga ketika membaca buku “Palestine Emang Gue Pikirin” karya Shofwan Al Bana.

Mungkin masing-masing dari kita juga banyak terinspirasi dari apa-apa yang pernah kita baca, mungkin bukunya Steven Covey, atau bukunya Khalil Ghibran, atau apapun itu yang menjadi tanda bahwa buku dan tulisan masih menjadi salah satu sarana efektif untuk transfer knowledge atau apapun itu sebutannya.

Dan di area digital ini, sarana tulis-pertulisan ini sangat difasilitasi dengan baik, misalnya adanya wordpress, blogspot, tumblr, facebook, dan juga termasuk kompasiana ini. Bagi yang suka baca atau nulis cerita bisa berkunjung ke http://www.storial.co/ juga. Meskipun ada non-fiksi nya tapi hampir bisa dikatakan website ini lebih banyak cerita fiksinya. Buanyak penulis berbakat di sana yang tulisannya bisa bikin tersepona.

Nah, kompasiana sendiri buat si saya adalah sarana yang bisa memfasilitasi share ide gagasan saya secara lebih luas, jauh lebih luas daripada ketika saya menuangkan isi kepala saya di blog. Apalagi kalo udah masuk list “pilihan” apalagi masuk “headlines”. Ada kebanggaan tersendiri yang membuat saya semakin pengen menekuni dunia tulis menulis ini secara serius.

Saya newbie di kompasiana. Meskipun  telah bergabung dari tahun 2014 sebagai saran dari Mas Budi Waluyo (temen fulbright seangkatan) yang menurut beliau jika menulis di kompasiana akan memberikan “kebermanfaatan” yang lebih besar ketimbang nulis di blog. Beliau mention juga kalo nulis di sana, posibilitas pembacanya lebih banyak dan bisa dapat feedback lebih banyak pula. Well, dari sana, akhirnya memutuskan ikut-ikutan. Dan bener wee… kerasa semakin bersemangat karena ternyata dari 4 artikel yang saya submit, 3 masuk list pilihan dan 2 dijadikan headlines.. senenng..

kompasiana.png

Di kompasiana beragam tulisan dari berbagai area di Indonesia dengan keragaman topik yang luar biasa dan ide-ide yang wow. Per-sastra-annya juga ga kalah bagus… secara si saya sangat suka puisi.

Mudah-mudahan si saya beneran bisa jadi seseorang yang dengan serius menggeluti dunia tulis menulis dan membawa kebermanfaatan yang besar bagi siapapun yang membaca tulisan saya. Karena benar yang saya rasakan, dengan lebih banyaknya orang yang membaca, lebih banyak orang juga yang mendapat informasi yang benar-benar pengen kita sampaikan di tulisan kita.

Semangaaat ^_^.

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on September 12, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Waah teh, klo ngirim tulisan ke kompasiana, misalkan terpilih, berapa hari lamanya dari proses submit sampe publish?

    • kalo pengalaman iin, kompasiana itu kayak blog, submit langsung publish. dipilih editor biasanya within 1 jam. Kalo tulisannya dianggap oke, dalam waktu beberapa jam bisa naek level jadi headlines (HL). tapu publish di sini ga ada fee nya dek hehehe. kalo masukin ke kompas yang hard baru ada, tapi iin belum pernah nyoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: