Pilkada dan Putaran Arus Informasi


Akhirnya si saya nulis tentang ini. Udah lama banget nyempil di kepala untuk dituangkan tapi gajadi jadi karena berbagai alasan.

Well it is really a hot topic. PILKADA. Sok siapa yang ngerasa kehilangan pertemanan karena terlibat dalam perbedaan pendapat tentang situasi perpolitikan saat ini.. ntah itu DKI yang sudah lewat ntah itu Jabar yang akan dijelang. Tapi pasti banget kasus kehilangan pertemanan ini terjadi dengan berbagai warna. Dan kedua belah pihak akan menanyakan,, “kamu orang baik tapi mendukung itu?”. Banyak orang baik yang saya kenal mencintai setulus hati Ahok.. dari kalangan akademik, kalangan yang menggunakan logika lah ya buat berpikir. Dan kalangan yang udah jelas ga dibayar oleh  Ahok untuk mendukungnya. Nah golongan ini akan berpikir “kenapa kamu orang baik, tapi ga mendukung Ahok?” karena itulah yang terjadi… well pertemanan si saya dengan kaum kontra Ahok bahkan yang ekstrim juga ada. Dan mereka juga dari kalangan akademik, yang ga akan dibayar buat datang Aksi Bela Islam.

Observasi kecil-kecilan ini lari ke satu pernyataan yang saya lihat baru hari ini karena dari kemarin2 memang agak bingung membahasakan dengan cara yang agak keren dikit “The greatest enemy of knowledge is not ignorance, It is the illusion of knowledge.”.

Sok coba, anda ada di belahan bumi Amerika sana atau gajauh2 Bandung deh atau kayak saya di Tangsel.. ga kenal yang namanya Bapak Basuki Tjahya Purnama. Tapi Cuma tahu beliau dari apa? Ya dari berita yang Anda baca sehari-hari bukan? Ga interaksi langsung sama beliau  ga tahu kepribadian beliau secara langsung. Tapi bisa begitu mencintai beliau sedemikian rupa sehingga? Ya dari mana? Ya dari kabar onlen, broadcast, dan sejenisnya. Kebanyakan kan begitu?

Nah asupan berita yang masuk dan difilter oleh otak yang sudah Allah ciptakan keren luar biasa ini yang kemudian akan membentuk opini apakah anda akan berada di barisan pro atau kontra atau sejauh mana pembelaan anda terhadap  sesuatu.

Kalo anda ada atau sebagian besar teman anda ada lingkaran orang2 yang pro, there is a high probability kalo anda akan berada di pro? Sebab apa? Sederhananya adalah berita yang tersebar di lingkungan anda adalah semua yang lebih cenderung pro. Ada mungkin yang kontra 1 atau 2 atau barangkali 10 tetapi tidak akan melebihi jumlah berita yang bersifat pro. Pun demikian dengan yang kontra. Sama… tapi tetep semua mekanisme terakhir yang menentukan posisi anda di mana adalah Filter otak dan hati anda. Ada yang prinsipil yang anda pegang yang jika itu terlanggar maka poin yang lain akan mentah dengan sendirinya. Misalnya si saya. Point penistaan agama dan rengrengannya “korupsi sumber waras, dll” adalah hal prinsipil yang menambah kecenderungan saya di barisan kontra.. while mungkin bagi sebagian orang yang menjunjung tinggi prinsip lain hal ini adalah hal yang tidak penting…

Dan putaran arus informasi yang tiada pernah berhenti ini tentu melanda orang dengan kapasitas akses media di tanganya yang mudah menerima dan juga menyebarkannya kepada pihak lainnya. Ntah gmana mulainya tapi nampak ada kecenderungan media-controlled society gitu kali ya.. well si saya bukan pada kapasitas sebagai seorang sosiolog, psikolog, antropolog, hanya berbekal observasi kecil2an yang itu modalnya ga boleh pake generalisasi berlebihan. Hanya menjadikan ini sebagai sebuah pembelajaran on how advanced zaman  sekarang… penggiringan opini dan sebagainya yang bisa dilakukan dalam itungan detik. Point yang bs dicermati lainnya adalah bahwa kaum aksessor media ini yang mungkin bisa dikategorikan sebagai kaum menengah karena tentu harus ada modal yang keluar, ie paket data hehehe… yang ternyata jumlah kaum yang sangat signifikan jumlahnya di Indonesia..

Udah gt aja analisis kecil2an si saya… at least uneg2nya udah keluar

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on May 13, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: