17 Agustus 2016


Tahun yang saya tuliskan ini tidak salah.. saya memang mau menulis tentang apa yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 2016 setahun yang lalu di mana itu adalah kali pertama saya berkenalan dengan sebuah keluarga luar biasa yang berdomisili di Cilegon sana. Well yes.. keluarga suami saya alias mertua dan ipars.. Hari itu memang sukses (kayanya) berkenalan dengan Mamah, Abah, Emak, Zuron, Irma, Ofa, Rina, Rini, Nisa, Amrin, Isma dan Susi… dan menyusul kemudian Nurul via wa.

Saya ingat bahwa pada saat itu saya yang BARU mulai kembali bekerja lagi di PTL-BPPT bawel banget nanyain apakah tanggal 17 agustus harus masuk bekerja atau tidak. Bukan apa2… dari proses pembicaraan di taaruf, tanggal itu teh tanggal yang disepakati bahwa si saya melakukan kunjungan pertama kali ke keluarga aimam.

Beliau di awal menjadikan keluarga sebagai salah satu bentuk kondisi yang saya harus maklumi. Fakta bahwa beliau adalah anak pertama dari 12 bersaudara menjadi faktor yang teramat sangat penting (belakangan dari mamah saya juga mendengar hal yang sama). si saya menyatakan tidak keberatan dengan kondisi tersebut dengan pertimbangan bahwa itu bukan hal yang teramat sangat signifikan untuk terhambatnya sebuah jalinan hubungan (well yes iya ada tanggung jawab dll, tapi kan ga papa toh hihi). Lagipula saya udah biasa ngurusin adik2 selama beraktifitas di kampus (asrama, mata, etos, dll).

Pertama kali ke Cilegon dengan menggunakan jasa angkutan bus, akhirnya ketemu lah saya dengan keluarga calon suami saat itu. Si saya pikir menjadi bagian keluarga besar adalah hal yang akan membahagiakan… faktanya jauuuuh lebih besar dan membahagiakan (udah pernah cerita ini di tulisan sebelumnya).

pembicaraan berkutat di sekitar perkenalan, aktifitas di kampus dulu, proses perkenalan, sampai ke curhat perkuliahan..

ada hal lucu yang saya ga pernah lupa.. the way he was introducing me to his abah
“abah ini temen imam dulu di kampus yang pernah imam ceritakan.. udah PNS 3 tahun lebih dulu daripada imam” seolah menekankan how being PNS is something big hihi… (belakangan tahu juga ceritanya kenapa hihhi).

Malu-malu tapi alhamdulillah perkenalan berjalan dengan lancar (I guess),, grogi of course but I was just trying to be myself (la mau gimana kan calon mantu wkwkkw, gabisa pura2 pasang tampang manis juga toh?). Belakangan saya denger dr Irma kalo kesan pertama mamah ke saya adalah “iin itu orangnya rame ya.. mudah2an cocok buat mengimbangi imam yang serius” hihihi

Diskusi dilanjut dengan makan siang bersama. Makan makanan andalan mamah. dan melihat how this family interacted each other made me wondering so many things in my own life. Ya mau gamau wondering kan “si saya sanggup ga fit in dengan segala hal baru ini” (la di rumah kan cuma ada iin ma iis doang yang kalo berantem kadang suka kebangetan wkwkwkwk).

Begitulah… hihi

jadi yang mau melakukan kunjungan keluarga pertama kali.. jangan tegang yaa… santai aja… and be yourself. Gantungkan setinggi mungkin harapan sama Allah aja.. kalo jodoh ya ga ke mana ^_^

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on August 18, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: