18 Agustus 2013


Pagi itu jam 6 pagi saya masih cekikian baca cerpen sampai kemudian ada telepon berdering. Belum berangkat ke kantor karena emang biasa siap-siap mulai jam 7 (maklum kosan kan deket kantor). Teh Nia adalah nama yang tampil di layar HP. Segera saya angkat. Dengan suara yang sedikit parau Teh Nia menyampaikan bahwa rumah di Cipanas kebakaran tadi malam.

Setengah tidak percaya akhirnya saya pun beres-beres pulang ke Cipanas setelah sebelumnya mengontak kantor tentang apa yang terjadi. Janjian di Stasiun Parungpanjang untuk bersama pulang dengan keluarga Teh Haji. Ga ayal lagi, di dalam mobil akhirnya nangis.

10624563_803019353051984_2014103739910854422_n

Sampai di rumah sekitar jam 10an dan hal yang pertama yang saya lakukan adalah ketemu Ummi dan Aa memastikan mereka baik-baik saja dan tidak kurang suatu apa. Tangisan kembali pecah. Euma yang memeluk erat Teh Haji menyiratkan berbagai kepiluan yang teramat sangat.

Aku beranjak melihat puing-puing rumah. Tangis pecah bukan karena melihat puing rumah yang sudah jelas akan menyisakan banyak PR setelahnya, melainkan karena melihat sisa buku yang terbakar. 3 karung buku dalam kondisi yang menghitam dan basah. Buku sekolah dari mulai TK sampai SD, SMP, SMU, kuliah dan buku-buku tarbiyah yang kukumpulkan dengan susah payah dari sisa uang beasiswa.

Proses pemulihan trauma dan juga biaya pembangunan kembali menjadi PR yang sangat besar dalam musibah ini. Trauma dari Ummi, Aa, Euma dan Bapak yang masih tersisa dan bahkan ada kala2 sekarang yang masih suka mengungkit luka di musibah tersebut. Juga PR membangun 3 rumah yang rasanya ga sanggup dilakukan kalo pake logika manusia. Hanya Allah yang Maha Berkuasa yang bisa mengembalikan rumah kami dengan kebesaran dan pertolonganNya yang luar biasa.

Well… sebulan setelah kesedihan yang devastating tersebut, Allah mengirim kabar yang sangat indah… “saya lulus beasiswa fulbright ke Amerika”. Fa bi ayyi aa laa i rabbikumaa tukadzibaan…

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on August 31, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: