Monthly Archives: September 2017

Kelahiran Naya

Puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa bahwa kehamilan saya diberikan kelancaran. Tidak ada keluhan signifikan yang memerlukan perhatian khusus. Masih bisa ditinggal suami pulang pergi Serpong-Cilegon dan tidak mengidam yang aneh-aneh. Keluhan hanya berkisar antara pusing, mual, lemes, dan perubahan mood hehehe… tidak ada keluhan flek atau pendarahan atau sejenisnya meskipun pada bulan ke 6 didiagnosa placenta previa.

Saat pertama kali didiagnosa PP, si saya tertohok karena memang jujur ketakutan-ketakutan sejenis ini pernah mampir di kepala dan ternyata kejadian. Meskipun dokter saat itu menyatakan bahwa posibilitas bergeser masih ada tapi tetep harus menyiapkan diri buat operasi. Berderailah air mata habis periksa. Speerti biasa yang jadi korban adalah suami hehehe.. (kebingungan ini anak tiba2 nangis). Bulan ke7 periksa dan ternyata bergeser 2.4 cm. saat itu optimis bahwa masih bisa bergeser lagi karena seingat saya penambahan BBJ yang signifikan ada di perkembangan 3 bulan terakhir.

wp-1506105620439.jpg

Namun ternyata, periksa bulan ke 8, plasenta nya masih berada di sana. Kecewa luar biasa tapi masih optimis bisa geser sampe 5 cm (persyaratan minimal buat normal). Mengikhlaskan hati dan mencoba menkomunikasikan dengan keluarga baik keluarga saya maupun keluarga suami. Dari pihak keluarga saya shock berat karena g ada sejarahnya di keluarga kecil kami bahwa ada yang harus menjalani operasi besar sejenis sesar. Di keluarga suami yang inti, jelas belum ada tapi di keluarga besar ada teh Lina dan Teh Ison yang sudah pernah sesar, jadi shock nya ga separah di keluarga saya, meskipun tetap masih mengharap bisa lahiran normal. Meskipun didiagnosa PP (dari CPP/Complete Placenta Previa menjadi Low lying Placenta), Alhamdulillah saya masih bisa beraktifitas biasa, tidak ada pendarahan atau sejenisnya.

Bulan ke 8 sudah merencanakan akan lahiran di Cianjur dan berencana pulang akhir Agustus meskipun sempet ditentang karena dari pihak keluarga cianjur menghendaki pulang lebih awal. Namun kemudian mempertimbangkan bahwa 1 Sept teh iedul adha, pertimbangan dari dokter, dan fakta bahwa saya bisa menggabungkan cuti tahunan dan cuti bersalin akhirnya kami semua sepakat mau pulang k Cianjur tanggal 21 Agustus. Tapi sebelumnya kami akan melakukan periksa terakhir di Hermina Serpong pada tanggal 19 Agustus.

Yang terjadi adalah bahwa periksa terakhir itu meruntuhkan alam sadar bahwa si saya harus menjalani tindakan operasi sesar dalam waktu sesegera mungkin di Serpong. Sudah tidak ada kemungkinan bisa lahiran di Cianjur maupun Cilegon. Alasannya paling utama adalah bahwa saya terindikasi sudah mengalami PPROM yang bahasa keren nya “ketuban merembes”. Hal ini bermula dari laporan saya kepada dr. Nina bahwa hari senin di kantor saya seperti mengalami keluar cairan sedikit pasca pipis (ini terjadi 2 hari berturut-turut). Tapi da Cuma dikit makanya ga terlalu kawatir. Saya kira itu Cuma pipis aja karena pas hamil besar emang dikabarkan mudah banget air pipis keluar seperti itu, lagian katanya kalo itu ketuban pecah dini maka cairan akan keluar terus menerus. Namun ternyata bu dokter curiga itu ketuban dan akhirnya dilakukan periksa kertas lakmus. Dan bener lah itu ketuban. Kertas lakmus nya berubah dari pink menjadi ungu.

Saat itu juga dokter merekomendasikan saya masuk perawatan untuk dilakukan tindakan penyelamatan segera. Beliau kawatir bahwa rembesan ketuban  6 hari sejak senin akan berpengaruh tidak baik terhadap bayi di dalam kandungan saya. Ga ada opsi lahiran normal karena ternyata ada lilitan dan juga jarak ujung plasenta ke mulut  rahim (jalan lahir) hanya 3.3 cm.

Sang dokter bertanya apakah ada BPJS? Karena perawatan dll akan sangat mahal. Kami bilang kami g pake BPJS selama ini. Dan dokrternya menyarankan kami pake. Akhirnya ngurus dulu ke Klinik Rahma Medika sepulang dr Hermina, telpon kedua keluarga dan besoknya (hari ahad) ke IGD untuk menjalani perawatan.

Si saya juga suami degdegan karena usia kandungannya mepet banget dari preterm/premature ke full term. Menurut HPL, ini week ke 36 tapi semuanya ga tahu kondisi dede bayi apakah sudah siap sepenuhnya atau tidak.. (teringat kasus temen BPPT yang lahiran di UK37W dan paru2 dede bayinya belum mateng). Untuk memastikan dokter bilang akan dilakukan suntikan pematangan paru 2 atau 4 kali sebelum operasi.

Hari Minggu ke IGD dan ternyata hasil tes semuanya baik. Udah optimis bisa pulang tapi dr Nina kekeuh si saya harus masuk ruang rawat inap saat itu juga. Jam 2 siang bukannya mendapat info oke semua tes bagus saya bisa pulang, ternyata dokter bilangnya “besok dilakukan operasi jam 8 pagi ya”. Another surprise.. hahaha…

Mencoba ga galau, tapi ternyata sejam sebelum operasi galau akut. Suami yang menyemangati dan meyakinkan saya untuk dzikir terus kepada Allah.. berserah diri sepenuhnya…

Dan di hari ulang tahun BPPT itulah Allah memutuskan Naya lahir ke dunia. Saat itu mah belum ada namanya heheh.. suami pengen pemberian nama ada setelah beliau khatam Quran dan cukuran rambut.

Banyak pelajaran yang saya jalani di setiap saat hamil Naya maupun kini pas Naya sudah lahir. Allahu hafidz Allahu Waliy, Allahu Al Mushawwir… Allahu Sami’un Bashiir. Semua atas kehendak Allah. Sekali lagi yang namanya timing itu memang Allah selalu berikan yang pas. Karena lahir 4 pekan sebelum HPL (13 Sept), suami dan Naya memiliki waktu sebulan-an untuk bonding langsung sebelum suami harus berangkat ke Inggris. Dan karena posisi di tengah (serpong) kedua keluarga bisa dengan lebih mudah mengakses kami.. (2 jam dari Cilegon dan 2 jam dari Cipanas—kalo ga macet).

Yang lain yang juga utama adalah “HATI2 DENGAN LINTASAN PIKIRAN// SELALU LAH BERPIKIR POSITIF dan JAUHKAN DARI SEGALA MACAM PIKIRAN ATAU KEMUNGKINAN2 NEGATIF Yang mungkin terjadi pada diri kita”. Placenta previa dan ketuban merembes adalah 2 hal yang pernah mampir di kepala sebagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Kalo bisa mah ga kelintas itu sebenarnya. But well, having said that doesn’t mean saya menyesali yang sudah ada. Memang takdirnya saya harus lahiran sesar..

Ibrah lain adalah terdapat kompleksitas yang luar biasa yang tak akan bisa dijelaskan secara logis oleh manusia bahwa kehadiran Naya adalah dari eksistensi saya dan suami yang juga merupakan eksistensi dari kekuasaan Allah atas orang-orang sebelum kami (leluhur dst). Allahu Akbar….

Advertisements

N A Y A

Saya sudah ngeh dengan fakta bahwa hamil dan punya anak adalah jenis keputusan-keputusan yang merubah hidup seseorang (life changing decision). Pun dengan segala konsekuensi yang ada itu adalah bentuk takdir yang kukejar sebagai sebuah upaya kesempurnaan posisi saya sebagai hamba Allah terutama. Juga sebagai sebuah anugerah yang merupakan bentuk investasi amal masa depan.. (lagi2 akan hubungannya sama Allah).

Jadi ketika Allah memutuskan bahwa Naya sepertinya harus dilahirkan lebih awal itu pun saya Terima sebagai sebuah keputusan yang mendebarkan yang akan berpengaruh secara jangka panjang bagi kehidupan saya dan suami.

Dan hadirnya Naya dalam hidup saya menjadi suatu anugerah yang teramat sangat saya syukuri.. meski pada pelaksanaannya ada tanggung jawab yang teramat sangat besar mengikuti kehadirannya. Dan mengenai tanggung jawab ini masih saya terus pelajari. Mungkin ini akan menjadi peran terbesar saya, seorang ibu, raising a generation…

Seperti halnya ketika hamil, ternyata setelah Naya lahir, begitu banyak kekawatiran-kekawatiran yang menhantui. Sensitifitas terhadap sekecil apapun perubahan yang terjadi pada Naya menjadi satu kelebihan yang mungkin saya rasakan tapi juga kadang ngasih efek samping kekawatiran. mengenai managemen kekawatiran ini memang si saya harus banyak belajar lagi.. well.. being a mother is a never-ending-learning process bukan?

sampai sekarang ga berhenti amazed bahwa sekitar 9 bulan (36w) Naya dalam kandungan ngasih efek ngidam, moody, gerak2 kini ada di hadapan saya. Pasang berbagai macam ekspresi lucu dan menggemaskan. dan dengan wajah lebih cantik dan cute dari apa yang pernah iin bayangkan… sungguh Allah Al Mushawwir.

Cerita kelahiran Naya puanjang dan mungkin akan saya tulis terpisah dari tulisan ini ^_^.