Pembelajaran pendidikan anak dari mamah dan 12 anaknya


Seperti yang pernah ditulis sebelumnya ke lahiran Naya di Serpong merubah rencana cuti yang asalnya akan full di cianjur saja menjadi cilegon dan cianjur. Hal ini menyebabkan si saya berkesempatan berguru kepada mamah mertua bagaimana caranya mengurus bayi. Tidak hanya itu mungkin ini juga menjadi kesempatan saya tinggal d rumah mamah dan abah  dalam waktu yang paling lama. Rekor sebelumnya 2 pekan pas ramadhan-lebaran kemarin. Dan kini sudah hampir 3 pekan di sini dan banyak sekali hikmah dan pelajaran yang saya dapatkan.

masjid tepat seberang rumah

jadi di sini saya menyimak mengobservasi dengan seksama bagaimana mertua saya dealing with all of their children. Mulai dari yang usianya paling muda yakni 3 tahun sampe kepada suami saya yang usianya 30 tahun. keterpautan ini menggambarkan saya tahapan dan milestone perkembangan anak karena saya kira 12 orang anak mamah cukup menggambarkan perwakilan usia dengan segala challenges nya.

Anak mamah-abah yang terdiri dari 12 orang ini terdiri dari 1 orang balita (3 tahun yo), 5 tahun (kelas 0 besar, tahun depan SD), 2 orang kembar SD kelas 3, 1 orang SMP kelas 2, 1 orang SMU kelas 1, 1 orang lulusan SMU yang mengabdi di pesantren (lagi nunggu program kuliah), 1 orang kuliah semester 5, 1 orang baru lulus kuliah, 3 orang sudah bekerja. Buat saya ini gambaran milestone perwakilan “masa usia” yang lengkap ^__^ di mana si saya bisa belajar bagaimana mertua saya menghandle semua anak dalam 1 masa dengan perwakilan period seperti itu. But kalo boleh jujur bilang si saya kagum dan amazed on how mamah handle semua anaknya.. kebayang ga sih 12 orang dengan kebutuhan yang berbeda..keberadaan mereka juga menggambarkan fasa2 yang tentu sudah saya lewati yang otomatis ngasih perbandingan on how I was at that age untuk melihat perkembangan zaman juga yang masih akan terus berkembang.

Misalnya bagaimana saya dulu waktu usia 3 tahun dan bagaimana Nisa di usia 3 tahun dan bagaimana mamah meng-handle Nisa yang usianya 3 tahun. begitulah mekanisme yang otomatis bekerja di otak saya. untuk yang ini saya ngeliat bahwa inilah fasa terdekat yang akan saya jalani bersama Naya. Naya yang imut dan lucu ini akan masih imut di usianya yang 3 tahun namun dengan kompleksitas yang lebih besar lagi tentunya… udah punya keinginan sendiri, wara-wiri ke sana kemari, sudah mulai terlihat kecerdasan yang cukup menonjol di mana yang tentunya akan berkembang lagi dan lagi..

Atau bagaimana saya melihat perkembangan anak SD, SMP, dan SMA zaman sekarang melalui 4 orang adik ipar saya. PR banget lah bagaimana digital era memiliki pengaruh yang teramat sangat signifikan dalam perkembangan anak dan bagaimana mengelolanya,.

Tentu akan banyak perbedaan signifikan antara bagaimana saya membesarkan Naya dan mungkin adik2nya dengan bagaimana mamah-abah manage to raise their children since satu fasa mereka mah levelnya ngadepin 12, hihi… gaya didik juga background perkembangan saya dan suami juga dll.. tapi atleast si saya bisa ngelihat bagaimana kemungkinan suami saya akan menerapkan pola pendidikan kepada anak2nya nanti dengan mungkin penyesuian2 yang ada (misal karena si saya bekerja juga) dan bagaimana pola pikir saya di-combine dengan pola pikir suami akan menjadi faktor yang jelas menentukan perkembangan Naya dan adik2nya ^__^

Tapi general conclusion saya adalah orang tua adalah manusia, tempat salah tempat lupa, tiada yang sempurna. Tapi menjadi orang tua adalah pembelajaran seumur hidup yang ngaruh pada perkembangan diri pribadi juga pada anak yang dididik. dan ini yang utama… semua adalah milik Allah, titipan Allah semata… harus dijaga sebaik mungkin tapi penjagaan terbaik selalu dari Allah… jadi jangan pernah lepas ikatan ini dari Allah… selalu berserah diri dan memohon yang terbaik.. memohon pilihan2 tindakan terbaik yang akan dilakukan terhadap anak.

intinya subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaa ha illallah wallahu akbar… Maha Besar Allah yang memberikan gambaran2 dan petunjuk dan semoga si saya dan keluarga termasuk golongan orang shalih dan bersyukur, tawakkal dan berserah diri… serta selalu melakukan upaya terbaik atas titipan amanah yang diberikan..

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on October 1, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: