Impian tentang kelanjutan Ilmu Kemurgi si Saya


Ilmu Allah sangatlah luas. Berbekal pengalaman mencari ilmu yang digeluti mulai dari TK, SD, hingga pada tahun 2016 kemarin saya menamatkan program master saya, di sana saya berpikir betapa Allah Maha Luas, Maha Mengetahui segala sesuatu….. well… satu tahun bersama Naya mulai dari merasakan kehadirannya setelah testpack hingga melahirkan dan mengasuhnya hingga usianya 5 bulan kini adalah satu fakta yang menguatkan betapa Allah Maha Kuasa atas segalanya, sedangkan kita, manusia, adalah ciptaanNya yang tidak tahu apa-apa.. bahkan tentang apa yang terjadi dalam tubuh kita sendiri.

Bagi penyenang ilmu dunia seperti biologi, kimia dan sejenisnya, tentu ngeh bahwa bahkan ilmu-ilmu ini juga mempunyai percabangan yang luar biasa banyaknya. Katakanlah kimia.. ada kimia organik, kimia analitik, kimia sensor, kimia fisik dan seterusnya yang itupun juga bercabang-cabang lagi. Ilmu akhirat (ilmu agama) pun demikian, tafsir Quran, hadits, fiqh, muamalah, bahasa arab, dan seterusnya..

Dan manusia.. diciptakan,, dengan pengetahuan yang sangat-sangat terbatas.. mau mengetahui semuanya? Tidak mungkin. Mau nelen dan nyerap informasi dari buku2 satu perpustakaan? Ga mungkin kayanya hihihi… maka jadilah ia kemudian menyenangi satu atau beberapa ilmu tertentu yang tentunya hasil dari pilih memilih yang bisa jadi komprehensif sangat.

Nah kalo saya ditanya, satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini, mungkin saya masih selalu akan kepingin buat mendalami ilmu kemurgi saya. Ilmu yang saya dapatkan sejak kuliah di tahun terakhir saya.. kuliah yang juga mengantarkan saya berkecimpung di dunia biogas dan akhirnya mengantarkan saya ke beberapa belahan dunia.

Mengapa? Alasannya adalah karena itu seperti panggilan yang harus saya penuhi dan jalankan sebagai seorang makhluk Allah yang memiliki akses untuk mengenyam ilmu tersebut didasarkan pada fakta bahwa Indonesia yang sangat kaya biodiversitas tanamannya yang sebenarnya bisa mengantarkannya menjadi negara yang sejahtera baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Ilmu ini yang mungkin sempet saya harapkan untuk bisa saya jadikan washilah di hadapan Allah nanti tentang pertanggungjawaban akal dan anugerah yang Allah berikan.

Strateginya apa untuk memperluas keilmuan tersebut? Di benak saya terbayang untuk melanjutkan study S3 mendampingi suami yang lebih dulu memperjuangkan impiannya ke negeri Inggris. Tentunya beasiswa menjadi salah satu faktor yang harus saya perjuangkan dan persiapkan secara maksimal.. apalagi sekarang ada si cantik kecil Naya…

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap yang mungkin akan mengalami perbaikan  dalam proses mencari ilmu tersebut adalah adab terhadap sumber ilmu. Seperti yang diketahui, dengan keterbatasan rizki, kadang untuk bisa memiliki akses legal berupa ebook, jurnal, dan sumber ilmu terkait lainnya adalah menjadi hal yang sulit. Sehingga tak urung, kita meng-copy dan mendownload dari situs yang sebenarnya kurang baik (website libgen misalnya… simalakama sih). Tapi ketika menjadi seorang mahasiswa S3 di universitas di luar yang menjunjung tinggi hak cipta, maka hal ini bisa direduksi secara maksimal karena ada akses yang luar biasa yang bisa diberikan secara legal. Itu mungkin yang paling signifikan, karena kalo berbicara tentang perubahan diri sendiri, seperti yang saya alami ketika menyelami masa S2, critical thinking dan bagaimana sebuah ilmu berperan secara signifikan terhadap hajat hidup, hal tersebut sudah pernah saya alami, meskipun saya sadari S3 dan S2 tentunya akan memberikan pengaruh yang berbeda.

Having said that… saya yang sedang menjalani profesi sebagai seorang Ibu yang juga memiliki impian dalam bentuk kontribusi, ilmu yang kini selalu saya gali dan akan terus saya gali adalah ilmu pendidikan.. bagaimana bisa mengasuh dan mendidik Naya dengan benar sesuai tuntunan Allah SWT. Tentunya juga peran sebagai seorang istri yang sesuai dengan fitrahnya..

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on January 26, 2018, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. ah mbak,
    ini pun masih menjadi tantangan juga buat saya untuk tidak mendownload jurnal referensi dari libgen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: