Membangun Peradaban dari dalam Rumah


Peradaban.. adalah salah satu kata yang sebenarnya muncul di biodata taaruf saya. Maksud menikah yang saya utarakan di dalam berkasi tersebut salah satunya adalah membangun peradaban yang dimulai dari saya yang dibimbing suami dan juga anak2.. begitulah cita-cita saya dulu yang mungkin sambil membayangkan bagaimana real langkahnya. Kenyataannya setelah menikah,the real challenge and effort keluarga kecil saya is really something.. tak semudah diucapkan tapi tak lantas dilupakan. Ada nafas-nafas perjuangan yang keluar dalam dinamika peran kami di keluarga dan di ranah luar yang harus coba kami sinergiskan. Belum lagi 2 karakter dengan latar belakang keluarga dan budaya yang berbeda menjadi satu warna menarik yang menjadikan kisah yang kami rasakan menjadi satu rasa tersendiri yang saya yakini sebagai takdir Allah yang selalu harus disyukuri.

Tim pembangun peradaban dari keluarga yang Allah takdirkan dibentuk sejak akad 29 september 2016 lalu pada awalnya terdiri dari suami dan si saya, yang kemudian Allah mengaruniakan si kecil Naya yang kini sedang bersiap mengawali langkahnya untuk MPASI,,, another milestone for her. Berbekal potensi, kurang dan lebih masing-masing dari kami, harapannya peradaban itu benar-benar bisa kami bangun…

The leader dari tim ini, siapa lagi kalo pak suami yang ganteng dan sholeh, dengan segala karisma dan outstanding knowledge beliau di bidang agama yang jauuuuuh melebihi saya, plus kekuatan kepemimpinan yang beliau punya secara alami (karena menjadi kakak tertua dari 12 bersaudara) juga yang merupakan hasil bentukan organisasi menjadi satu rangkaian potensi yang begitu saya syukuri akan kehadirannya. Dia yang selalu mengusahakan yang terbaik, membersamai dalam lintas ruang dan waktu meski terbentang jarak samudera dan benua di antara kami… yang pas bikin surat (malu kalo disebut surat cinta) bikin degdegan dan ada rasa takut menyelinap haha…yang dikangeni dan dirindui tapi terasa tak sedetik pun meninggalkan perannya sebagai imam besar di tim ini.

Ada si kecil Naya juga yang sudah mulai menapaki satu per satu milestones nya. Yang udah keliatan suka warna apa dan hobinya apa (haha dont say these are menyusu, tidur, dan maen wkwkwk). Si kecil yang di masa depan diharapkan akan menjadi seorang muslimah shalihah tangguh yang bisa membawa cahaya untuk kegelapan hati-hati manusia…menjadi pertolongan yang membahagiakan bagi saya, suami, keluarga besar, sahabat2nya nanti dan juga umat dalam arti luas.

Dan tentu timnya ada si saya yang lagi nulis ini sambil mikir keras ini gimana realisasinya hihi… seorang wanita biasa yang dibesarkan dalam lingkungan biasa namun sebenarnya punya daya juang yang oke punya hahaha… (mampu membuktikan bahwa anak seroang buruh bangunan bisa kuliah S2 di Amerika wkkww), penyemangat, jago banget dah kalo udah ngomongin ngumpulin bahan (meski bisa jadi ga semua bahan kepake wkkww), ramah, ekspresif dan mau belajar…

Dan alhamdulillah ada faktor luar yang juga mendukung perjuangan kami. Pak suami yang berkutat di bidang penelitian dan akademis universitas, while si saya yang juga seorang abdi negara di lingkungan litbang pemerintah menjadi satu faktor kemiripan yang alhamdulillah mendukung aktifitas profesi kami yang betapa diingini menjadi ladang aktualisasi pertanggungjawaban atas akal, jiwa, dan jasad yang Allah titipkan untuk kami bisa kontribusi. Selain itu keluarga pun mendukung. Background keluarga suami yang alhamdulillah masyaAllah, dan keluarga saya yang hanif juga. Plus kesamaan kemiripan aliran diantara 2 keluarga yang juga kami rasakan sedemikian supportif atas perjuangan kami.

Ketiga anggota tim ini tentunya harus sinkron dan sinergis luar dalam bukan? Hope so. Makana mohon doa selalu ya

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on February 11, 2018, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: