Sistem Pembelajaran Orang tua dan Bagaimana Pengaruhnya


Setelah sebelumnya melakukan analisis kecil-kecilan untuk melihat how kekuatan fitrah seorang Ibu menjadi penting dalam dunia pendidikan dan pengasuhan anak-anaknya. Di sini akan coba dilihat bagaimana kekuatan fitrah itu diejawantahkan menjadi sebuah bentuk sistem pembelajaran. Dan si tulisan kecil ini hanyalah sebuah pemikiran yang mungkin agak dangkal juga sih.. tapi paling tidak sudah mampir di kepala dan kalo buat saya layak ditulis biar ga lupa hehe.

Ketika sepasang orang tua terutama Ibu mendapat gelar ibu mulai dari adanya janin dalam kandungannya, maka saya  yakin Allah mengaruniakan kepadanya kemampuan dan fitrah untuk menjadi Ibu.. dalam hal ini kemampuanmenjadi seorang ibu seems to be a fitrah for me. Well yes sih.. wong dulu ketika zaman purba ga ada dokumentasi ilmu parenting secanggih sekarang, tapi buktinya bapak ibu zaman dulu mampu mendidik dan membina putera puterinya dengan sebaik mungkin. Maka saya katakan itu adalah natural skill aka fitrah yang Allah titipkan bersama lahirnya calon manusia baru ke dunia. Namun…. nah ada namunnya. Natural skill ini akan semakin terasah dan teroptimalkan ketika ada sistem pembelajaran yang dilakukan si orang tua.

Recent research tells us that parenting is not necessarily a natural skill and most parents would benefit from some degree of instruction. Begitu katanya.. well yes.. di Kanada nih, ada program-program parenting khusus yang memang didedikasikan untuk membekali para calon orang tua untuk membantu  mereka belajar dan membangun style parenting positif, skill, dan tingkah laku.

Misalnya dari pembelajaran ini bisa membantu orang tua membangun kemampuan kecerdasan emosional anak,  juga kecerdasan sosial dan kognitif mereka, dan bagaimana praktek parenting yang efektif itu.

Parenting sendiri dapat didefinisikan secara sederhana menjadi 2 dimensi penting yaitu,

  1. Responsiveness: bagaimana orang tua mangasuh dan mendidik anak, kemampuan mereka menanggapi kebutuhan dan interest si anak
  2. Kontrol: bagaimana orang tua bisa men-supervisi dan mendisiplinkan sang anak.

Tapi memang pada kenyataannya bisa tak semudah mengakomodasi 2 hal tersebut, karena ada banyak sekali komponen yang terlibat. Di sinilah letak pembelajaran juga mengambil peran.

Bagi saya sendiri, sistem pembelajaran untuk parenting pun pada dasarnya akan mengikuti pola yang biasa saya terapkan untukbelajar ilmu pada umumnya. Namun memang, karena halnya ini menyangkut sebuah kehidupan dan makhluk Allah yang mungil lucu luar biasa, ada pendekatan pendekatan lain yang disesuaikan (mungkin juga mengikuti si “natural skill” atau pun menerapkan hasil belajar menjadi orang tua). Dan biasanya tahapan yang saya tempuh terdiri dari:

  1. Pengumpulan informasi
  2. Implementasi
  3. Evaluasi

Pengumpulan informasi dilakukan misalnya dengan mengumpulkan referensi yang terpercaya berupa buku, artikel, dan juga hasil diskusi dengan praktisi yang lebih berpengalaman. Implementasi adalah bagaimana si saya mengeksekusi ke dalam bentuk interaksi terhadap objek yang bersangkutan dan evaluasi adalah untuk melihat bagaimana sistem informasi yang telah saya kumpulkan bekerja secara baik dan melihat dari sisi mana hal halimplementasi atau dasar ilmu yang saya tahu harus diimprov lagi.

Untuk case yang saya hadapi sekarang, berhubung Naya juga masih 6 bulan maka timeline pembelajaran yang saya set adalah kurang lebih sbb:

  1. mengumpulkan referensi terbaik, misalnya mengikuti perkembangan Naya “what to expect for the first year”, dilanjutkan “what to expect for the second year”. membekali diri dengan pengetahuan parenting berbasis nubuwah dengan membaca “prophetic parenting” dan sejenisnya
  2. menggunakan fasilitas online course yang tersedia misalnya: https://www.coursera.org/learn/everyday-parenting

tentunya timeline dari bahan-bahan ini harus diatur sedemikian rupa sehingga pada implementasinya bisa optimal yang mengarah pada kemajuan perkembangan naya secara motorik, sensorik, kognitif, sosial secara efektif.

Referensi:

Anynomous (2008). Parenting styles, behaviour and skills and their impact on young children      , Early Childhood Learning Knowledge Centre, Kanada

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on February 25, 2018, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: