Gempa Palu


Udah lama pengen nulis dan tergerak dengan momen adanya gempa 7.4 SR yang menimpa daerah Palu, Sulawesi Tengah. Kematian itu dekat.. teramat dekat yang entah kenapa kita ga sadar-sadar untuk selalu menyadari bahwa dia bisa datang kapan saja dengan bentuk apa saja dan bagaimana kita dilenakkan untuk berbekal. Duh duhai Allah Swt Yang Maha Kuasa Maha Penyayang dan bijaksana,, wafatkanlah kami dalam kondisi mencintaiMu dalam puncak keimanan kami…

Another thing is that Betapa Maha Besar Allah yang menjadikan yang tampak tidak mungkin di mata manusia menjadi mungkin. Likuifaksi,, saya melihat video di mana tanah amblas dan bangunan lenyap di telan bumi membuat saya terpana tak percaya. Betapa mudah Allah membulak balik isi bumi… ga kebayang hari Kiamat nanti, astagfirullah. Udah gitu udah 2 orang senior dan temen Geofisika yang bilang bahwa sesar palu koro pada teorinya tidak akan bisa menimbulkan tsunami sedahsyat itu. Tapi inilah yang terjadi.

Aliran rasa yang lainnya adalah bahwa saya tidak akan pernah mampu membayangkan bagaimana terpisah atau kehilangan orang –orang yang kita sayang sepenuh jiwa raga, anak, suami, orang tua, adik, teman.. sekejap itu bisa terjadi in a very devasating mode. Harta yang dikumpulkan, rumah yang dibangun, tabungan yang disimpan, gelar yang terpampang, semuanya bisa sirna sekejap. Saya gatau gimana para korban yang selamat bisa memulai kehidupan kedua mereka dengan trauma yang melekat, perasaan kehilangan handai taulan dan harta kekayaan,, tapi yakin Allah Yang Maha Kuasa tidak akan memberikan ujian melebihi kapasitas hamba-hambaNya.

Berbekal berbekal, tidak lepas dari dzikir, istighfar mengingat Allah, bersyukur atas apa saja yang Allah beri, serta hidup secara maksimal agar bisa selamat dunia akhirat. Hal-hal tersebut yang menjadi PR yang harus saya isikan selalu ke dalam setiap detik yang saya lalui. Sudah saatnya sadar dan kembali ke kondisi ruhiyah yang terkondisikan, militansi dan ruhul istijabah dengan status yang kini melekat: seorang Ibu dan seorang istri.

Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,, teraduk aduk melihat korban anak-anak yang selamat namun kehilangan atau terpisah dari kedua orangtuanya. Gabisa dan gamau bayangin pokonya mah. Atau cerita-cerita pilu lainnya dari asatidz di sana, kisah muadzin, para hafidzah yang sedang murajaah hafalan mereka, dan kisah-kisah menyayat hati lainnya yang memang harusnya mempunyai efek tidak temporary dalam pembangkitan kesadaran..

Dan udah gitu, ada analisis-analisis yang lalu muncul seperti adanya perkiraan 57 m tsunami di Pandeglang, atau pergerakan sesar Lembang, juga pergerakan sesar di daerah Jagakarsa dan ntah prediksi apa lagi yang akan muncul.. ada kawatir iya, ga mau bayangin iya, tapi balik lagi ke yang tadi.. dzikir, berbekal, bersyukur, hidup secara maksimal di jalan Allah.. inget lagi slogan nahnu du’at qabla kulli syaiin meski gelar ibu dan istri sudah melekat (toh bukan peran yang saling menghilangkan ituh).

Dan bersyukur,, ini point yang sangat penting yang menghentak kesadaran diri, apapun yang Allah berikan dalam diri kita, itu sudah teramat sangat luar biasa jika kita bandingkan dengan para korban di saya yang semoga Allah memberikan jalan dan kemudahan bagi mereka. Jangan cepet mengeluh.. dan sabar yaaa.. (ini lagi diuji sleepless nights)

Mudah2an meski singkat ini jadi reminder bagi saya.. semoga senantiasa istiqomah di jalanNya.

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on October 4, 2018, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: