Category Archives: my soul

Dinamika IMAN

Inget doa ini? “Ya Muqaalibal Quluub Tsabbit Qulubanaa ‘alaa Diinika, Tsabbit Quluubanaa ‘alaa Thaa’atika” dan doa yang terkandung dalam doa sapu jagat “Rabbana La Thuzi’ quluubanaa ba’da idz Hadaitanaa wa Hab lana min ladunka rahmah innaka antal wahhab”.

Well.. make sense sih kenapa doa ini harus hadir di dalam kehidupan kita, karena masalah naik turunnya iman nampaknya tidak ada satupun manusia di dunia ini yang dapat berlepas darinya. Karena memang sudah qadratnya si segumpal darah itu membuat iman naik dan turun. Tentu hal ini again dipengaruhi input yang masuk ke kepala juga, tapi si pemegang kendali tetep yang ada di dada dan di kepala kan? Itu mah common sense ajah.

Fill-your-heart-with-Iman-Islamic-Quotes-

Iin inget dalam satu sesi halaqah pas kuliah S1 di ITB, ada cerita sahabat dari Ali Bin Abi Thalib yang
Read the rest of this entry

Galau Akut Seakut-Akutnya

Okay, i don’t have any other way to avoid my feelings now. Anxiety, hopeful, worry, aaahh… even my self cannot describe those.

danbo__s_graduation_day_by_bry5-d3c70sq

Jadi begini, si saya teh sedang menunggu LOA. Apakah itu LOA. LOA adalah Letter of Admission atau Letter of Acceptance. Sebuah bukti tertulis bagi orang-orang yang sedang melamar masuk ke program degree suatu universitas yang menyatakan bahwa mereka berhasil dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di universitas tersebut.

Si awak kenapa menggalau LOA? pertama, karena LOA ini adalah tahap utama paling akhir yang harus dilewati dalam proses aplikasi beasiswa sangat terkenal bernama beasiswa Fulbright. Kedua, karena proses menunggu ini sudah berlangsung cukup lama, sekitar 4 sd 5 bulan hingga sekarang. cuma bisa berdoa sebenarnya, tapi terkadang galaunya bisa mengarah ke aktifitas yang lain..Ketiga adalah karena dalam masa menunggu ini saya sudah ngorbanin kesempatan interview ADS (beasiswa yang pertama kali saya coba tahun 2011 dahulu), juga ngorbanin kesempatan-kesempatan training di luar karena alasannya adalah “iin mau sekolah”. Sebutlah  kesempatan training energy efficiency ke Copenhagen, dan Belanda.. oh welll okayyyy….. iin emang mau sekolah kok, insyaallah (tapi doain yak. hehehhe). Keempat adalah karena saat ini sudah banyak banget kandidat yang minimal sudah punya kabar tentang admisi mereka. ada yang kena shortfall, ada yang malah dapat double beasiswa lainnya, ada yang ga keterima. Oh Well… saya pengen banget dapat kabar, tapi tidak untuk kabar buruk alias rejection… Allah pleaaaseeeee…Kelima adalah karena ada banyak hal yang menggantung akibat proses ini, hahhaha… for this, i wont tell.

Iin tahu banget, dan udah mencamkan berkali kali bahwa si saya udah 27 tahun hidup di muka bumi, dan ga pernah Allah sekali pun memberikan takdir yang salah. Buktinya? SMUNSA, SPACSA, ITB Teknik Kimia, BPPT, PTL, jdi anak bimbingan Pak Tatang dan Pak Yazid, ngulang kompro, peristiwa patahnya syringe GC lab lantai 4, dan lain sebagainya… terlalu banyak untuk disebutkan.

Jadi, sebenarnya memang ga ada keraguan lagi buat si saya untuk berserah diri sepenuhnya sama takdir yang Allah pilihkan. sekolah ke US buat ngambil master, dan jadi fulbrighter memang sebenarnya tidak masuk list 101 impian yang iin tuliskan ketika kuliah dulu, tapiiiiiiii… setelah menjalani prosesnya, lama-lama jatuh hati juga sama pesona sistem pendidikan dan fasilitas yang dimiliki US buat bisa menghasilkan researcher dan leader bertebaran di muka bumi. Oh well, US memang negara liberalis, dan sudah cukup berita yang bilang begitu banyak tentang bagaimana US memperlakukan umat muslim. Awalnya si saya juga agak gentar buat masuk ke dalam ranah ini, wong US ga pernah masuk list juga, beda banget ma Netherland, Japan, and Germany, yang memang sudah jadi impian sejak kuliah…

Soal kualitas grantee? jangan tanya deh, udah cukup banyak artikel yang bahas bedanya grantee fulbright sama grantee beasiswa yang lainnya. maksudnya jangan tanya di sini adalah jangan tanya saya karena saya gabisa jelasin secara komprehensif wong biasanya juga subjektif orang liatnya. Tapi kita bisa liat lah, sekitar kita, kualitas grantee fulbright atau lulusan2 US kayak gmana sepak terjangnya… hehehehhe… Ups tapi kalo ada yang mau bilang “itu kan bergantung sama orangny” saya pun sepakat ma teori ini. Lingkungan bagus sekalipun bila ga bisa dioptimalkan ya ga akan jadi apa2…. Betul kan?

Okay… lanjut. si awak ini sampe deaktivasi FB karena Read the rest of this entry

Bu Risma,, sosok wanita tangguh masa kini

Yang saya dapat dari diskusi Bu Risma Walikota Surabaya di Program Mata najwa, banyaaaaaaaaaaaak banget, apalagi status saya sebagai seorang perempuan, yang paling obvious yang nempel di kepala adalah HARUS KUAT!!! Dalam kondisi apapun Kita harus Tangguh, beliau menunjukannya dengan bukti!! Beliau menghadapi masalah yang ada dg kekuatan yang tak bisa terbayangkan! Selain itu, yang sering banget didengung2kan beliau adalah BELIAU INGIN SEKALI MASUK SURGA, bahwa SEMUANYA AKAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN DI HADAPAN ALLAH!!!! I cannot help but crying…Masyaaalllaaah………………..wajar aja kalo kekuatannya luar biasa, wong orientasi Ibu ini adalah masuk surga……

Subhanallah, menyaksikan profil beliau, speechless, gabisa ngomong banyak. Kita warga Indonesia masih beruntung nampaknya bisa dipersaksikan seorang seperti beliau di sekitar kita. Mudah2an kita banyak belajar darinya…. Seorang pemimpin berorientasi public, yang menjadikan kekuasaan sebagai bentuk pengabdian terdalam, yang menjadikan setiap pikiran untuk kemaslahatan masyarakat yang dipimpinnya, beliau mungkin tidak sempurna (manusia mana sih yang sempurna selain Rasulullah), tapi, ikhtiyar tulus yang diberikannya untuk warga kota Surabaya rasa-rasanya sudah menyentuh banyak hati manusia di Negara ini meskipun beliau sendiri tidak begitu memikirkan apa yang dikatakan orang tentangnya, karena beliau menghabiskan waktunya untuk warga, jauh pikirannya untuk bersaing, atau menebar citra…
Saya masih optimis, di begitu banyak kesemrawutan masalah bangsa Indonesia, masih banyak orang2 yang memiliki dedikasi pengabdian dalam yang ingin diberikan mereka kepada bangsanya….
Kita? Gmana? Sudah sejauh mana kita peras pikiran dan tenaga kita untuk saudara2 sebangsa dan setanah air?
HARAPAN ITU MASIH ADA!!!!! SEMANGAT YA BUUUUUUU!!! MAJU TERUS!! SAYA MENDUKUNGMU!!! KAMI BELAJAR DARIMU!!!

http://www.youtube.com/watch?v=hvrf1Img0C0

Hidup adalah garis yang dibentuk dari titik-titik posisi antara waktu dan pilihan hidup

Inevitable, isn’t it? Kenyataan bahwa pada dasarnya hidup adalah kumpulan pilihan. Sadar ga sadar, nyimak ga nyimak. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Ibarat sebuah diagram pohon yang berkembang setiap detik, terus dan terus, itulah kehidupan khas manusia. Khas dan spesifik.

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Setiap detik yang dilalui manusia, adalah waktu bagi pemiihan aktifitas-aktifitas yang kemudian membentuk sebuah profil karakter. Hal ini bisa dianalogikan dengan suatu grafik yang terdiri dari tititk-titik yang terpetakan pada absis waktu dan ordinat yang berupa pilihan hidup. Dan jika setiap manusia dipetakan ke dalam grafik tersebut, masing-masing akan membentuk sebuah profil kurva yang berbeda, mungkin pada segmen-segman tertentu ada titik-titik yang tumpang tindih satu sama lainnya, ntah itu pada absis waktu atau mungkin pada ordinat pilihan hidup. And as I mentioned before, bahwa garis profil ini inebitably dibentuk dari opsi-opsi pilihan manusia setiap detiknya.

Penjelasan lebih lanjutnya adalah misalnya, pada detik 1 si A memilih x, pada detik kedua dia memilih y, pada detik ketiga dia memilih z, dan seterusnya. Pilihan-pilihan ini, wujud konkritnya adalah Read the rest of this entry

Dinamika Keimanan is Inevitable, but Effort for keeping it right is something that has to be put

Okay, si saya sudah lama ga nulis. Too long, I would say that. And this content of my brain is too tempting to be written. Another objective is to maintain this spirit inside my heart, my brain, and my soul. I don’t want to lose it again. Hidayah ini, akan saya gigit dengan geraham sampai akhir hidup saya. Saya janji. Y Allah bantulah saya memenuhi janji ini. Ini sambil nulis, sambil bergejolak banget dadanya..

Well. I know really well that this way is an utterly long way. The way I mean is jalan perjuangan untuk menegakan agama Allah. Kita semua hidup untuk melakukan hal tersebut bukan? It is the most obvious reason why Allah gives us life, are you agree with me?

Dalam perjalanan ini, dinamika keimanan yang sesuai fitrah adalah sesuatu yang natural terjadi. Bertambah dan berkurang. Yang menjadi masalah yang harus menjadi concern kita adalah sejauh mana pertambahannya dan seberapa besar pengurangannya. Mampukan kita bisa menjaga sustainabilitas gradient keimanan kita? Ataukah malah kita besar pasak daripada tiang? Besar pengurangan daripada pertambahan?

Manusia tempatnya salah, manusia itu lemah, kebanyakan tidak bersyukur, dan masih banyak lagi karakter-karakter negative lainnya yang dimiliki manusia yang disebutkan dalam Al Quran. Tapi bukan berarti manusia tidak mampu melepaskan diri dari sifat2 negatif itu. Allah memberikan amanah kepada manusia sebagai khalifah fil ardh tentu dengan alasan2 yang tidak bisa kita bayangkan, tapi kepercayaan Allah kepada manusia terutama manusia yang bisa menjaga sisi-sisi rububiyahnya yang membuatnya bahkan lebih mulia dari malaikat, merupakan sebuah kepercayaan yang tidak bisa dianggap remeh. Allah tidak butuh manusia. Itu fakta! Manusia yang butuh Allah! Maka selayaknya manusia menggunakan setiap kesempatan yang diberikan Allah untuk kebaikan yang membuat derajatnya semakin baik, dan bukan sebaliknya. Namun apa yang terjadi? Kembali ke kelemahan manusia tadi, banyak manusia yang menyerah kepada tuntutan-tuntutan hawa nafsunya, menyerah kepada ajakan syetan yang mendorongnya untuk meninggalkan kebaikan dan mengerjakan maksiyat.

Tapi manusia punya akal. Dia bisa kembali dari jalannya yang salah dan kembali ke jalan yang benar. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat. Kedua factor ini yang sebenarnya jadi modal yang sangat penting. I don’t say that human can always do mistakes and then ask for Allah’s forgiveness. What I mean is that human might unwillingly do mistakes, but they could return to the right pathway. They can learn their mistakes and make commitment not to repeat it again. Not to be trapped in the same holes.

Sebenarnya, sederhananya, amal bisa menjadi parameter yang menunjukan ukuran keimanan seseorang. Bagaimanapun bagi saya, amal adalah buah dan aktualisasi keimanan. Contoh simplenya: apa yang lagi sering dibaca sekarang? Apakah Novel? Cerpen? Isinya apa? Tentang islam? atau tentang hal-hal duniawi yang justru tidak berefek pada pertambahan keimanan melainkan sebaliknya? Apa yang lagi sering nongol di playlist winamp? Nasyid? Murratal? Ataukah nyanyian2 yang bisa membekukan hati dan justru melupakan Allah.

Tubuh kita sudah sangat keren dibuat Allah atas kepekaannya terhadap Read the rest of this entry

Roller Coaster

Di sini aku tak sedang kan menyampaikan jenis permainan yang bisa dinikmati di Dufan atau tempat tempat sejenisnya,

Di sini aku tak sedang menggambarkan permainan roller coaster biasa… ini adalah roller coaster kehidupan yang kadang membuatmu terengah engah, takut bercampur harap, senang, lega, terkejut, cemas, dan berbagai perasaan campuran lainnya yang bercampur menjadi satu menjadi jus kehidupan paling dahsyat yang pernah ada..

Kehidupan yang didesain Allah sedemikian indahnya ini, telah menghasilkan berbagai perasaan yang timbul dan tenggelam, sedemikian rupa, menjadikan hidup penuh warna, bahagia, gembira, naik turun, bergelombang-tidak datar, terkejut, ada juga rasa bimbang, dan ada saat saat lega ketika melihat usaha menanjak menghasilkan buah yang manis, ada saat cemas, penuh harap, ada saat pasrah bahkan tanpa syarat, dan ada juga perasaan luka yang mungkin menganga.

Di balik campur aduknya perasaan2 itu, aku tahu Allah memberikan banyak pelajaran. Dia mengajarkan banyak hal yang membuat kehidupanku semakin berarti.
Gejolak dan dinamika ini ada yang baru kurasa, ketika keterkejutan keterkejutanku melihat bahwa dunia tidak se-polos yang kukira, bahwa manusia manusia tidak seideal yang kusangka. ada banyak celah di sana yang membuatku semakin belajar menjadi pribadi bijaksana, membuatku belajar bagaimana mengelola kendala kendala cita cita yang ada. gejolak dan dinamika ini ada yang baru kutemukan, kala ternyata sahabat bisa menjadi seorang asing yang sama sekali tak ku kenal sama sekali, bahwa manusia tidaklah sempurna, dan manusia tidak bisa hidup di tempat yang selalu disukainya.
Ada banyak sekali pelajaran yang Allah berikan kepadaku, terutama tiga bulan terakhir ini di mana aku diajarkanNya untuk lebih dewasa.

dan yang aku harap aku bisa melaluinya sesuai dengan yang diharapkanNya terjadi padaku.. sebuah bukti perwujudan manifestasi keimanan yang tak hanya sekedar bersemayam dalam dada tapi mengejawantah menjadi Read the rest of this entry

Jalan Cinta Para Pejuang (edisi copast)

di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu disengaja malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiaaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

Salim A. Fillah

“Reaktualisasi Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Membangun Kemandirian Bangsa” (pidato Pak Habibi pada Acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2012)

Pidato Pak Habibi yang disampaikan pada acara Hakteknas ( Hari Kebangkitan Nasional) 2012 ini sangat menyentuh, melecut untuk kita semua (terutama para teknolog dan saintis, ilmuwan, cendikiawan atau apapun itu namanya) untuk bekerja lebih keras, mengantarkan sebuah kontribusi keilmuan yang bisa mengantarkan kita pada kebermanfaatan yang maksimal dalam upaya penyejahteraan bangsa Indonesia, peninggiian dan pembuktiaan nilai2 ajaran Islam yang ditunjukan Allah SWT, san terlebih adalah upaya perjuangan dan jihad kita untuk mengantarkan diri kita menuju gerbang jannah firdaus yang dimuliakan Allah, mengharap pertemuan tertinggi dengan Dzat Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, yang Maha Pintar, Maha Berilmu-Maha Mengetahui.
Semoga menjadi Inspirasi bagi kita semua

 
 
Hari ini tanggal 10 Agustus 2012, 17 tahun lalu, tepatnya 10 Agustus
1995, dalam rangka peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia,
bangsa kita telah menggoreskan pena sejarahnya dengan terbang
perdana pesawat terbang canggih N‐250. Pesawat turboprop
tercanggih ‐‐ hasil disain dan rancang bangun putra‐putri bangsa sendiri
‐‐ mengudara di atas kota Bandung dalam cuaca yang amat cerah,
seolah melambangkan cerahnya masa depan bangsa karena telah
mampu menunjukkan kepada dunia kemampuannya dalam penguasaan
sains dan teknologi secanggih apapun oleh generasi penerus bangsa.
Bandung memang mempunyai arti dan peran yang khusus bagi bangsa
Indonesia. Bukan saja sebagai kota pendidikan, kota pariwisata atau
kota perjuangan, namun Bandung juga kota yang menampung dan
membina pusat‐pusat keunggulan Iptek, sebagai penggerak utama
proses nilai tambah industri yang memanfaatkan teknologi tinggi (high
tech).
 
Kita mengenang peristiwa terbang perdana pesawat N250 itu sebagai
Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), yang dalam
pandangan saya merupakan salah satu dari lima “Tonggak Sejarah”
bangsa Indonesia, yaitu:
  • Pertama : Berdirinya Budi Utomo, 20 Mei 1908 (Hari KebangkitanNasional – 20 Mei);
  • Kedua : Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 (Hari Sumpah Pemuda – 28 Oktober);
  • Ketiga : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 (Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus);
  • Keempat: Terbang perdananya pesawat paling canggih Turboprop N250 (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional – 10 Agustus);
  • Kelima : Diperolehnya “Kebebasan”, dengan dimulainya kebangkitan demokrasi pada tanggal 21 Mei 1998.
 
Pada tahun 1985, sepuluh tahun sebelum terbang perdananya, telah
dimulai riset dan pengembangan pesawat N250. Semua hasil penelitian
dari pusat‐pusat keunggulan penelitian di Eropa dan Amerika Utara
dalam bidang ilmu dirgantara, ilmu aerodinamik, ilmu aeroelastik, ilmu
konstruksi ringan, ilmu rekayasa, ilmu propulsi, ilmu elektronik, ilmu
avionik, ilmu produksi, ilmu pengendalian mutu (quality control) dsb,
telah dikembangkan dan diterapkan di industri IPTN, di Puspitek, di
BPPT dan di ITB.
 
Dengan terbangnya N250 pada kecepatan tinggi dalam daerah
“subsonik” dan stabiltas terbang dikendalikan secara elektronik dengan
memanfaatkan teknologi “fly by wire”, adalah prestasi nyata bangsa
Indonesia dalam teknologi dirgantara. Dalam sejarah dunia
penerbangan sipil, pesawat N250 adalah pesawat turboprop yang
pertama dikendalikan dengan teknologi fly by wire.
 
Dalam sejarah dunia dirgantara sipil, pesawat Jet AIRBUS A300 adalah
yang pertama kali menggunakan teknologi fly by wire, namun AIRBUS
300 ini terbang dalam daerah “transsonic” dengan kecepatan tinggi,
sebagaimana kemudian juga Boeing‐777.
 
Fakta sejarah mencatat bahwa Read the rest of this entry

Janji-Janji Allah dalam Al Quran

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.

Hadits di atas adalah hadits yang sangat menginspirasi. Berbekal petunjuk tersebut, dalam kesempatan ini saya ingin menjadi bagian dari orang-orang terbaik tersebut. Disadari bahwa masih ada banyak hal dalam Al Quran yang belum terinternalisasi dalam diri ini. Perlu waktu khsusus yang harus dialokasikan untuk mempelajari dan mengajarkannya, tak sekedar mempelajari dan mengajarkan bagaimana membacanya melainkan juga mempelajari dan mengajarkan kandungan isinya yang merupakan petunjuk manual yang diberikan Allah kepada manusia. Maka dari itu mempelajari Al Quran bisa dinyatakan sebagai sebuah kebutuhan dan suatu kewajiban yang mau tidak mau harus dilakukan. Tapi kewajiban ini tentu bukan sembarang kewajiban, toh kewajiban inilah yang akan menyelamatkan diri kita dari ketersesatan hidup di dunia. Alangkah lebih baik jika proses pembelajaran makna Al Quran menjadi suatu yang dikhususkan misalnya belajar menimba ilmu bahasa arab dan tafsir dan tidak hanya berdasar pada terjemahan ma’nawinya. Namun daripada tidak sama sekali, terjemahan ma’nawi yang sudah banyak dicetak di Indonesia adalah salah satu yang memudahkan proses pembelajaran ini. Karena Allah maha Pemberi Petunjuk, terutama kepada hamba-hambaNya yang berikhtiyar menjalani proses pembelajaran dari Al Quran, lagipula terlepas dari bentuk terjemahan ma’nawinya, terjemahan yang biasa digunakan ini telah banyak membantu banyak orang memahami kandungan Al Quran. Ada pembahasan sendiri seharusnya mengenai konsep terjemah dan tafsir Al Quran, dan untuk itu, saya belum memiliki kafaah, namun izinkanlah saya menyampaikan sedikit pengetahuan yang saya terima dari Ustad Moh Shofwan MA dalam kajian tatsqif DPC Cempaka Putih yang menyatakan bahwa istilah yang tepat untuk terjemahan yang biasa terdapat dalam Mushaf Al Quran yang sering kita baca adalah yang mungkin bisa disebut terjemahan ma’nawi, karena berdasarkan penuturan beliau “menerjemahkan Al Quran adalah haram”, yang ada adalah “menerjemahkan tafsir Al Quran”. Karena ada banyak kata dalam Al Quran yang tidak mampu diterjemahkan ke dalam bahasa selain bahasa Al Quran itu sendiri. Misalnya definisi sabar dalam Al Quran dalam beberapa konteks, tidaklah sama dengan sabar yang ada dalam Bahasa Indonesia (mengenai detail masalah ini lebih lanjutnya bisa ditanyakan kepada Ustad yang bersangkutan atau kajian Al Quran yang lain)

****

Ketika dalam perenungan pembelajaran, mengingat bahwa Allah tidak akan melanggar janjiNya, aku menelusuri aplikasi Al Quran yang ada dalam laptop. Dan mengetik kata kunci “janji” untuk mengetahui kira-kira tentang serba serbi janji Allah. Dalam keisengan tersebut, ada 2 hal yang saya temukan. Pertama adalah tentang karakteristik janji Allah berdasarkan terjemahan ma’nawi aplikasi Al Quran tersebut, dan kedua adalah tentang konten janji Allah itu sendiri. Sebagai orang awam yang juga tidak memiliki kafaah dalam menerjemahkan maupun menafsirkan Al Quran, hanya mengandalkan penelusuran terjemah ma’nawi al quran saja, maka berikut adalah penjelasannya.

  1. Karakteristik janji Allah SWT berdasarkan terjemah ma’nawi Al- Quran
    1. Janji Allah adalah benar, hal ini tercantum dalam beberapa ayat, di antaranya adalah sebagai berikut:
i.      Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. (QS 18:98)
ii.      Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. (QS 40:55)
iii.      Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS 35:5)
iv.      Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.(QS 31:33)
v.      Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (QS 30:60)
vi.      Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS 14:22)
  1. Allah tidak akan menyalahi atau mengingkari janji yang telah ditetapkannya, ayat-ayat dalam Al Quran yang memperkuat pernyataan tersebut adalah:
i.      Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(QS 2:80)
ii.      Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal”.(QS 39:74)
iii.      Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya. (QS 39:20)
iv.      (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS 30:6)
v.      dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. (QS 17:108)
  1. Allah tidak mengubah janji-Nya
i.      Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan> di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS 10:64)
ii.      Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. (QS 6:34)
  1. Janji yang telah ditetapkan oleh Allah SWT meliputi balasan pahala bagi hamba-hambaNya yang menjalankan perintahNya dan balasan siksa yang ditujukan kepada hambaNya yang ingkar serta janji Allah akan datangnya hari pembalasan, beberapa ayat yang menjelaskan perihal janji Allah kepada orang-orang beriman tersebut adalah sebagai berikut:
Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya keni’matan hidup duniawi . kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? (QS 28:61)
Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).(QS 26:16)
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS 24:55)
yaitu syurga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (syurga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati. (QS 19:61)
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ? (QS 4:122)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS 9:111)
Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka (QS 46:16)

Dan janji Allah untuk orang-orang yang durhaka padaNya disampaikan pada ayat berikut:

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quraan itulah dia) . Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS:13:31)

Sementara janji Allah tentang datangnya hari pembalasan disampaikan dalam beberapa ayat berikut:

(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (QS 21:104)

Demikian tulisan ini saya sampaikan, semoga menjadi penguat hati dalam meyakini janji-janji Allah yang telah ditetapkanNya, karena sangat jauuuuh berbeda dari kita para manusia yang mudah sekali mengingkari janji, janji Allah adalah pasti kebenarannya dan pasti dalam pemenuhannya.

Etika Bekerja/Berbisnis dalam Islam

Dalam rangka berburu pahala, saya coba publikasikan materi tatsqif yang pernah saya dapat, berharap semoga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh tidak hanya saya sendiri melainkan oleh lebih banyak orang. Materi yang dibahas kali ini adalah tentang “etika bisnis dalam Islam” yang disampaikan oleh Ustadz (afwan lupa namanya heuuu) pada tanggal 14 Januari 2012. Materi I ni bisa menjadi bara semangat untuk para bisnismen, bisniswomen dan juga para WORKER including me, karena pada dasarnya pembahasan di dalamnya lebih banyak ditekankan kepada “bekerja” daripada “berbisnis”nya, hehehe. Bukan berarti saya menyalahkan Ustadz, karena justru pembahasan bekerja yang lebih banyak membuat saya lebih semangat bekerja.. tapi da yaaa berbisnis teh kan bekerja juga. (meskipun pada kamus saya mah arti berbisnis teh beda sama bekerja, hehehe). Intinya mah Ustadz teh menjelaskan prinsip dasar bekerja dulu baru bahas bisnisnya ^__^. Silakan menyimak, punten kalo ada yang salah. Bagi yang juga mendapat materi yang sama (ikhwahfillah segenggong DPC Cempaka Putih-heuheu pengkhianat DPC Tanahabang nih saya hehehe, bukan apa2, dapat liqanya di DPC CP bukan di DPC TA, hehehe jadi buka rahasia yeuh) mangga koreksinya. (punten terlalu banyak pendahuluannya heuheu)

(oiya sebelumnya punten, berhubung wordpress saya teh gabisa detek tulisan Arab, maka saya hanya akan menuliskan terjemahan terjemahannya saja yaaa… mohon maklum)

  1. KEUTAMAAN BEKERJA DALAM ISLAM
  • Bekerja adalah Perintah & Konsekuensi

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(QS Al Mulk ayat 15)

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS At Taubah ayat 105) à yang ini merupakan ayat yang saya searching sendiri dan merupakan ayat favorit saya ^__^, hehehe.

Gimana? Makin semangat kerja ga? Hehe

  • Bekerja adalah kemuliaan

Demi Allah, sekiranya seorang diantara kamu mengambil talinya, kemudian (dengannya mencari) dan memanggul kayu bakar di punggungnya, itu lebih baik dari pada ia mendatangi seseorang meminta-minta.(HR Bukhari )

  • Bekerja : Menggugurkan Dosa

Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran Read the rest of this entry