My Salman

Wahai gedung yang tegar berdiri di tengah kancah kehidupan yang penuh lika-liku ini…

Kekuatan apa yang kau miliki sehingga hatiku begitu terikat padamu, semakin aku pergi semakin aku merindukanmu, semakin aku dekati semaikn aku tak mau lepas darimu. Keinginan yang begitu kuat selalu bersemayam dalam dadaku untuk selalu menyempatkan diri mampir ke tempatmu..dan menunaikan salah satu Ibadah Allah yang akan menuntunku ke surga..

Wahai gedung kau hanyalah gedung,, tapi Ruh yang Allah tiupkan kepadamu membuat banyak hati2 terikat padamu, tak hanya aku, teman2ku, tapi juga pendahulu2ku..sgala pernak pernikmu yang sebenarnya juga memusingkan  tak menyurutkan keinginanku untuk terus bersamamu..

Maha Besar Allah, Sang Penulis Skenario Kehidupan Terbaik..Allah menitipkan aku padamu selama 5 tahun. Waktu yang lama untuk kadar yang sewajarnya, karena pada umumnya maksmum hanya 3 tahun..

(melankolis mode on-nya udahan ah)

Februari 2005 pertama kali menginjakan kaki di Masjid Salman. Saat itu aku sedang halangan sehingga tidak bisa menunaikan Shalat di sana. Saat itu aku bicara pada Allah “ya Allah, aku ingin ini bukan kali terakhir aku menginjak masjid Ini. Aku ingin Juli 2005 aku kembali ke sini dengan statusku sebagai mahasiswa ITB”.. sejak itu semua buku catatan dan buku lat soal SPMB-ku penuh dengan kata bernama “Salman Spirit” yang berarti ini adalah semangat perubahan dan semangat peningkat kekuatan yang akan bisa kuraih dalam hal kedekatan sama Allah dan kekuatan pengetahuan yang bisa membuatku merubah dunia.

Maha Besar Allah, yang memperkenankanku menjadi mahasiswa Teknik Kimia ITB, ucapan dan doa yang kupanjatkan kepada Allah setelah Februari 2005 itu akhirnya terkabul. Dan Maha Besar Allah yang mensetting kehidupanku dengan menempatkanku bersama seorang aktifis Masjid Salman ITB yang memiliki jam terbang dalam dakwah yang sangat kereeeen.. beliau adalah seorang mahasiswa biologi 2003 yang berasal dari daerah yang sma denganku. Dan dia adalah salah satu anggota Asrama Putri Salman yang ketika itu belum bisa menempati asrama karena asrama masih dalam perbaikan.

Maha Agung Allah, yang membuatku kemudian menuliskan namaku di atas kertas rekrutmen salah satu unit Salman bernama MATA salman. Tanpa ada pengetahuan apa2, (lain halnya dengan teman2 yang lain yang dapat rekomendasi dari senoirnya untuk mendaftar unit yang satu itu), aku mandaftar dengan polosnya..yang aku fikirkan hanya bagaimana aku bisa mewujudkan janjiku pada Allah kalo aku akan makin dekat kepadaNya ketika aku kuliah di ITB.

Aku, seorang Iin Parlina, yang berasal dari keluarga biasa, yang masuk ke ITB dengan mengandalkan beassiwa dari Guru2ku, dan berharap akan mendapatkan beasiswa kuliah di sini. Aku yang dengan kondisi ruhiyah yang biasa saja, yang hanya suka pake baju besar dan kedodoran serta kerudung menutup dada secukupnya. Tak pernah aku berpikir akan menjadi iin yang seperti sekarang, karena aku ingat betul ketika SMP aku pernah mencibir orang2 dengan jilbab yang besar2 yang aku bilang dulu “kok mau ya ke sekolah pake mukena” haha,, beginilah aku sekarang, meski tidak bercadar dan memakai kerudung mukena, tapi untuk menutup sesuai syari;at, insyaallah aku bisa.

Seleksi MATA ribet yaa!! Tapi karena ribet itu jadi pengen masuk Mata.. dan alhamdulillah masuk, meskipun ada akhawat TK yang keren justru ga diterima. Itulah pertama kalinya aku berinteraksi dengan masjid Salman yang terasa makin intens seterusnya. November 2005, saya direkomendasikan ikut PMS-II-12, yang katanya adalah pelatihan dasar kader Salman.. haha ikut akhirnya, maen2 ke dago pakar bersama anak2 Asrama Putri dan Putra Salman. Desember 2005 aku ikut seleksi masuk asrama Salman… itulah pertama kalinya betapa Salman sudah mulai kurasakan menjejak kuat di dalm benakku.

Masuk Asrama Salman ITB pada Februari 2006, tepat setahun setelah aku mengunjungi Salman pertama dulu. Dan di sinilah pembinaanku di Salman yang khas Salman dimulai. Dinamika yang luar biasa yang kualami dengan menjalani aktifitasku sebagai Tekim-er, Mata-er, dan Astri-er.

Waktu berganti, dinamika rekrutmen dan evaluasi eliminasi di asrama berganti mengantarkanku bertemu banyak orang yang kemudian membuat memori tersendiri dalam hidupku, dan sampai 2008, ketika smuanya harus pergi karena akan digantikan oleh penghuni asrama putri dan Putra yang baru, aku tidak ikut pergi. Pertama karena aku harus Kerja Praktek di Unilever selama 2 bulan lebih dikit sehingga tidak mungkin bolak balik ngurus pindahan, kedua dan ini adalah alasan utama, aku belum bisa mengondisikan diriku jauh dari kondisi yang membuatku harus menjaga diriku dengan usaha ekstra, karena selama di SALMAN, ada mekanisme alamiah yang membuatku bisa terjaga dengan sendirinya…

Agustus 2008 bertemu dengan orang2 baru, yang ga baru Cuma aku, muti, tgantina, tdani, dan Loli. Astrier yang lainnya pindah kekos-annya msing2..bertemu dengan adik2 yang baru memberikan suasana yang baru untukku. Feel berbeda yang mulai tumbuh bernama feel seorang kakak.

Dua tahun program asrama berjalan, kadang lancar, kadang ga ada acara sama sekali. Pd akhir 2009, pembina astri yang ketika itu akan menikah di awal Januari 2010, berbicara padaku dan mengkondisikanku untuk bersedia menjadi pembina asrama berikutnya.. dari adik paling kecil di asrama, kini aku menjadi kakak yang paling besar.

Februari 2010, tepatnya, aku resmi menjadi pembina asrama Putri Salman, bersama Irfan yang menjadi pembina Asrama Putra.

Inilah babak baru dalam kehidupanku, di mana hidupku kini diwarnai pikiran bagaimana membina 16 orang adik yang lucu dan shalihah. Aku merasakan betapa sulitnya hal itu dilakukan dan betapa dulu teh Euis, teh Dwi, dan pembina2 astriku yang lain berusaha sekuat tenaga merancang pembinaan yang diharapkan akan memiliki dampak yang signifikan bagi kami semua. Kini aku merasakannya Ya Allah,,, betapa berat pertanggungjawabannya.. tapi subhanallah, feel yang ada begitu terasa, seperti mempunyai 36 orang adek terutama yang 16 yang harus iin urusin..

Namun babak berikutnya adalah saya pun harus keluar dari sana… sedih banget,,berpikir karena akan kehilangan beberapa hal yang selama ini aku peroleh. Tapi ya,, bismillah, ini pun adalah skenario dari Allah SWT.. dan siapa lagi yang paling baik keputusan dan pembuat Kehendak selain Allah yang Maha Kuasa…

  1. Salaamun’alaikum!!
    SUper,super smngt Teh Iin. .

    awak juga terkesan, dan betah tinggal di salman!! pkoke Salman itu Rumah ketiga setelah (rumah ortu,rumah kost) 🙂

  2. wa’alaykumussalaam wr wb

    wohoho,, semangatnya sampai kerasa sampai sini. terima kasih dek. Iya, salman adalah wahana pembinaan terbaik yang Allah berikan kepada saya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: