Menangkap Hikmah dari keberadaan Public Libraries di Amerika

Ada dua hal yang sangat sangat menarik perhatian saya kala saya menghabiskan 2 tahun kurang 2 pekan di US (6 pekan di Lawrence, Kansas dan 1 tahun 10 bulan di Pullman, Washington). Pertama adalah minat baca anak-anak dan fasilitasnya (perpustakaan). Kedua adalah banyaknya museum yang tersedia. Sebagai Negara maju, Amerika memiliki perhatian yang sangat besar tentang fasilitas belajar anak yang mungkin akan diharapkan bisa berpengaruh pada perkembangan anak secara komprehensif.

Jangankan buat anak-anak, buat orang dewasa seperti saya, fasilitas-fasilitas perpustakaan dan museum ini sangat luar biasa berpengaruh. Perpusatakaan untuk mahasiswa WSU maupun KU memiliki system yang membuat para mahasiswanya betah belajar di perpus dan betah membaca. Well, apalagi yang bisa menyaingi fasilitas 24 jam yang disediakan kampus, yang kalo anda mau guling2 ikutan tidur di sofa juga diperbolehkan heheheh… Nah tapi si saya kali ini g akan ngebahas system perpustakaan untuk mahasiswa, melainkan mau bahas public library dulu.

20140812_155000.jpg

Lawrence Public Library di Kansas State, USA

20140812_154947.jpg

Salah satu pojokan lemari buku Lawrence Public Library, lihat bagaimana mereka mengklasifikasikan buku2 nya ^_^

Mungkin 2 kota yang saya tinggali tidak menjadi representative untuk bilang kalo setiap kota di Amerika punya public library. Tapi as you know, baik Pullman maupun Lawrence adalah kota kecil, bukan kota besar seperti Boston, New York, atau Los Angeles. Tapi di kota sekecil Pullman dan Lawrence saja ada, pikir saya apalagi di kota besar. But it seems, ini si public library ini lahir dari orang-orang yang memang punya concern besar untuk membagi pengetahuan dan meningkatkan day abaca penduduk terutama anak-anak. (trus udah gt tapi si saya heran mengapa tapi banyak American yang juga close minded, Sarah misalnya wkkwkwk).

Jadi tuan dan nyonya, public library nya Pullman dan Lawrence ini keren banget sampai si saya berangan-angan kalo Cipanas dan Serpong juga punya masing-masing 1. Kota Cianjur punya 1, tapi atuhlah tapii,, ga terlalu menarik kayak public librarynya, tbh. Udah gt kalo ga salah weekend malah tutup (2012) tapi gatau kalo sekarang, udah lama banget juga ga ke sana. Well kalo tutup juga it is understandable since it is under Local Government authorities.. padahal kan weekend bisa jadi waktu berharga buat para penduduk termasuk anak2 maen dan baca2 di sana. Hal ini juga mungkin yang memang jadi salah satu factor penyebab atau malah akibat dari rendahnya minat baca di Indonesia. Menurut berita, dari study yang dilakukan pada Maret 2016 lalu oleh Central Connecticut State Univesity, rangking Indonesia menduduki ke-60 dari 61 negara yang disampling. No 1 nya again ditempati Finlandia yang juga dianugerahi gelar Negara dengan system pendidikan terbaik (list rangkingnya bisa dilihat di sini: http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data).

Nah, mungkin lingkaran setannya adalah antara minat baca yang rendah yang mungkin menyebabkan  fasilitas perpustakaan tidak memadai, atau karena fasilitas perpustakaan tidak memadai makanya minat baca Indonesia rendah banget.

Tapi kalo menyaksikan dan merasakan sendiri, dengan fasilitas memadai, minat baca penduduk akan bisa terdorong. Misalnya, si saya yang juga punya “minat baca” rendah pada buku-buku selain textbook di kampus, ketika ngerasain Neill Public Library Pullman yang si saya sering maen ke sana sama Mba Hera dan keluarganya, jadinya termotivasi juga buat baca buku2 selain textbook. Not to mention, di Neill Public Library juga ada komiknya heuheuheu…oiya, kedua puterinya mba Hera (Haniya dan Fathina) kadang suka bikin ngiri, karena mereka mampu menghabiskan puluhan buku hanya dalam waktu sepekan. Jadi kalo ke Neill itu bisanya bawa tas besar, dan pinjamnya ga kayak di Indonesia yang terbatas cuma 2 tapi bisa puluhan buku sekaligus. (gimana ga termotivasi hehehe)

20150415_171023.jpg

Neill Public Library di Pullman, WA State.. liat betapa banyaknya buku yang ada, betapa menariknya dekorasi, dan betapa asyiknya mba Hera milih2 buku buat Haniya dan Fathina

20150415_171004.jpg

One of my favorite places in Pullman,

Selain pengkondisian ruangan dll, jam buka perpus yang memang enak buat penduduk untuk datang, Public library di Pullman misalnya juga punya serangkaian program yang suangat suangat menarik. Unfortunately, si saya ga berkesempatan ikutan program2 tersebut, hanya dapat newsletter tentang acara yang biasa saya terima tiap bulan (bahkan hingga sekarang) dan denger kabarnya dari Jonathan (temen dari Colombia) yang menikmati kelas conversation bahasa Inggris yang diadakan free dari library.

Ih asyiknya kalo tiap kota Indonesia punya public library yang macem begini. Kali aja beneran bisa mendongkrak kualitas karakter bangsa. Jangan Cuma mengandalkan bacaan dari berita onlen yang kadang kebenarannya diragukan..

Well again, impian hari ini adalah kenyataan esok hari, dan saya percaya, suatu saat nanti Indonesia juga bisa punya public library yang bagus2 yang anak2 atau orang dewasanya bisa berdayakan secara maksimal..

Apa yang kurasakan setiap kali mengasuh Alula

Satu hal yang selalu kunantikan setiap hari Jumat biasanya adalah kepulangan ke rumah yang berarti temu kangen sama Ummi, Aa, Iis, dan semua keponakan iin.. dan tentu saja boneka cantik yang super duper cute, neng Alula. Ada banyak hal yang si saya rasakan ketika berkesempatan mengasuh si dede. Mengamati tumbuh kembangnya yang semakin membuatnya tambah menggemaskan, mulai dari cuma ekspresi wajah, sampe sekarang udah mulai ngeluarin bunyi2 cute.

Kalo Alula sedang lapar (pengen mimi), gerakan mulut dan tatapannya berubah mengiba.. “lapar uwa lapaar”. gerakan bibirnya seolah seperti berkata demikian dan si saya ntah sepertinya mengerti. Kayak kemarin tanggal 3 Sept, pas Maminya Alula sudah mulai kerja, dan akhirnya tim pengasuh yang terdiri atas si saya, Teh ‘ia, ma Ummi lah yang kemudian bertugas mengasuh Alula, kadang bergantian, kadang bareng2 keroyokan. Pas lapar, kayak ada diskusi “dede kangen mbu ya de” trus Alula nya ngerespon kayak mengiyakan dari matanya yang berbinar.. “dede lapaer yaa… bentar ya susunya lagi diangetin dulu”.. saat itu udah kayak ada komunikasi yang terjalin via mata yang seolah si saya ngerti apa yang Alula bilang dan Alula ngerti apa yang saya bilang.

Ngasuh Alula yang sekarang paling sering cuma sepekan sekali tetep membuat saya antusias. kayak ada hormon oksitosin yang ngalir lancar setiap kali mangku si dede. Mungkin hormon2 cinta ini lah yang berperan yang membuat si saya begitu bahagia. dan biasanya drama pengasuhan ini akan diakhiri ucapan si Adek yang bilang “hayo teh makanya geura bikin jadi bisa punya sendiri”

Well, banyak banget pembelajaran yang iin dapat dari gaya iis ngasuh Alula, atau gimana sikap nenek dan kakeknya sama Alula, gmana peran si bapak, dan gmana ketika Iis memang terpaksa harus bekerja.

Semoga we, pembelajaran yang saya dapet ini bisa dipraktekan suatu hari nanti sama bayi sendiri.. tanpa mengurangi rasa sayang saya sama si dede cantik tapinya ^__^

 

 

[Transkrip Indonesia] Cinta Melanda – Nouman Ali Khan

Cannot help sharing this very precious writing from Ustadz NAK’s videos. Semoga kebaikan tercurah kepada yang rajin pisan mendokumentasikan video2 ustadz hingga kemudian menjadi jalan ilmu bagi siapapun yang membutuhkannya.

Nouman Ali Khan Indonesia

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Saya pikir waktu shalat isya tinggal 10 menit lagi, ya? Jadi saya hanya akan berbicara selama 5 menit dan lalu kita dapat solat bersama. Tidak, hanya bercanda. Kita akan kembali setelah shalat Isya, In shaa Allahu ta’ala dan saya akan bicara tentang suatu hal. Saya akan mulai percakapan ini setelah shalat.

View original post 6,288 more words

Menguak Jejak Petualangan Seorang Iin Parlina (part 2) “karena impian hari ini adalah kenyataan esok hari”

DSC02204_webcamera360_20140425084334-

Hanya berharap tulisan ini akan menjadi pengingat betapa Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang yang menganugerahkan hamba-hambaNya begitu banyak kesempatan untuk bisa menemukan banyak hal di luar sana yang menjadi hikmah untuk pertambahan keimanan dan ketakwaan dan semoga ke depannya semakin semangat lagi berbuat kebaikan… menguatkan keyakinan bahwa impian hari ini adalah kenyataan esok hari ^_^.hingga si saya kemudian tidak pernah berhenti mengukir mimpi dan berikhtiyar mewujudkannya.. sungguh rahmat Allah itu luas…. terlalu banyak alasan untuk tidak pernah berhenti berprasangka baik kepadaNya.

Tulisan pertama saya tentang perjalanan yang pernah saya lakukan (part 1 dari tulisan ini) bisa dilihat di sini. Tulisan ini saya tulis pada tanggal 18 Mei 2011..Bisa dilihat bagaimana perkembangan si saya setelah si saya menulis tulisan tersebut. I mean, di sana di paragraph terakhir saya bilang kalo hingga 18 Mei 2011 tersebut, si saya yang belum bisa menjejakan langkah di berbagai belahan bumi namun juga sangat berharap bisa menebarkan kebaikan. Well.. sampe sekarang point yang “menebarkan kebaikan” mah adalah bentuk ikhtiyar yang harusnya ga akan pernah berhenti, tapi at least, bagian “menjejakan langkah di beberapa belahan bumi” yang Alhamdulillah on going juga tapi sudah ada beberapa yang terpenuhi… subhanallah,,, again, kalo punya mimpi dan didukung ikhtiyar maksimal da ga mustahil buat Allah untuk mengabulkan impian2 tersebut.

iin's journey

SO.. jadi di tahun yang sama (2011), si saya excited banget dilibatkan dalam kepanitiaan APRSCP yang akan dilaksanakan di Jogjakarta. Kenapa excited? Karena itulah mungkin (saat itu saya pikir) bahwa itu akan menjadi perjalanan pertama saya pake pesawat. Hihihi.. kan belum pernah pake pesawat. Dan Alhamdulillah juga tahun 2011 bulan Agustus juga adalah perjalanan  kereta api terpanjang saya so far saat itu, yakni Jakarta-Banyumas (biasanya cuma Bandung-Jakarta aja soalnya).

Tapi TAKDIR Allah, si saya gagal terbang ke Jogjakarta karena harus ikut diklat perekayasa ceunah.. nangis Bombay dooooong ahahahha…. Gagal naek pesawaaat padahal sudah excited sejak 2 bulan sebelumnya. tapi kumaha deui, akhirnya diikhlaskan, yakin Allah akan memberikan kesempatan yang lain. Pokonya mah lucu, karena si saya bikin tulisan tentang itu.. dan tebak, tulisannya iin simpen di computer kantor (ntah itu tulisan siapa yang baca wkwkwk).

dan BENER laaah, diganti langsung sama Allah . ALLAH MAHA BESAR dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Itu yang saya bikin bergidik, karena 2 minggu setelah saya dinyatakan gagal terbang ke Jogja, SAYA DINYATAKAN MENDAPAT KESEMPATAN TERBANG KE JERMAN.. nangis Bombay lagi kali ini nangis bahagia hihihi…

Tu kan kalo apalagi alasan buat ga amazed sama apa2 yang Allah kasih untuk hidup kita. Karena dari sini, si saya mencatatkan sejarah perjalanan pertama pesawat yang saya lakukan adalah ke JERMAN which is di benua Eropa.. something that I cannot imagine before… sempet pengen ke Europe, as I said in my previous writing, but ga nyangka scenario nya subhanallah pisan.

Jadilah si saya terbang ke Jerman. Pengalaman pertama ke luar negeri juga pengalaman pertama kali naek pesawat hihihi…. Kalo tulisan review tentang apa yang saya dapat di Jerman sudah saya tuliskan di sini.. kurang banyak sih nulisnya, tapi geuning susah ya nulisin apa yang kita rasakan menjadi suatu yang concise dalam sebuah tulisan.

IMG_1688

Jerman oh Jerman ❤ ❤

2012.. akhirnya beneran juga terbang dengan tujuan domestic. Ke manakah? Bali, Denpasar 3 bulan sebagai peserta EAP dari Kemenristek. Dan ini pula sejarah pertama saya menginjakan kaki di Denpasar…

2014 is kind of my year. Berkesempatan ke Medan dan Aceh mengunjungi perkebunan kelapa sawit dalam rangka proyek CTCN yang kemudian membawa informasi yang cukup signifikan yang bs iin bawa ke US untuk dijadikan bahan pertimbangan ngambil topik penelitian. Di tahun ini juga mengalami bagaimana rasanya bulak balik KualaLumpur-Jakarta within a day. 2 bulan sebelum berangkat sekolah ke Amerika, Alhamdulillah juga mendapat kesempatan ke Dhaka, Bangladesh untuk ikut training adaptasi perubahan iklim, di mana saya banyak belajar tentang perkembangan pertanian dan water resource management di negara tetangga seperti Vietnam, Myanmar, dan Laos, juga beberapa negara di Asia Selatan dan Asia Tengah.

20140424_160319

Puterajaya International Conference Center, keren banget isi ma luarnya ^_^

DSC02216

Bernarsisme dengan latar belakang kawasan Puterajaya, Malaysia

Participants of UNEP Workshop, 2014

Training “Climate Adaptation Technologies” di Bangladesh

Tulisan ini dibuat untuk pengingat saya semoga terus menjadi hamba yang bersyukur, juga pengingat akan hikmah2 yang terjadi dari serangkaian perjalanan ini. Tapi mungkin juga semoga bisa jadi pengingat buat temen2 bahwa “impian hari ini adalah kenyataan esok hari”.. maka tetaplah bermimpi, berikhtiyar, berprasangka baik sama Allah…

Tapi, meskipun kenyataan itu faktanya kini telah menjadi masa lalu, tapi kenangan-kenangan indah tersebut akan terukir sebagai good memories yang terkenang dan semakin menguatkan kepribadian kita bukan? yang paling utama mah perjalanannya barakah dan meninggalkan bekas pertambahan keimanan sama yang Maha Memberi, di mana Dia-lah sepenuhnya yang berkuasa memberikan kesempatan se-ajaib apapun yang mungkin ga pernah kita bayangkan sebelumnya.

sooo,…. semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat

Pullman dan segala kecantikan untuk dikenang

Ketika pertama kali memutuskan memilih Washington State University, saya sama sekali buta bayangan mengenai kota tempat saya akan tinggali tersebut. Hanya tahu namanya Pullman, dan Bapak Ibu di kantor tertawa karena mereka bilangnya bahwa saya ga ninggalin BPPT melainkan hanya pindah gedung saja karena masih di area Jakarta.. well di Jalan Thamrin memang ada hotel yang namanya Pullman. Dan saat itu, stalking power saya ga nyampe ke google map yang ternyata memiliki kemampuan jauh dari yang saya bayangkan. 

Baru aktif nyari bagaimana Pullman dan Washington State University adalah ketika menginjakan kaki di Lawrence, Kansas, tempat saya belajar sementara selama 6 minggu sebelum turun ke medan laga yang sesungguhnya. Dan hasil browsing saya membawa pada kesimpulan bahwa Pullman dan WSU adalah tempat yang sangat indah. Udah gt doang tahunya ^_^.

Sayangnya kesan pertama saya mendarat di Pullman adalah gelap, karena saya nyampe tengah malam. Baru explor WSU keesokan harinya..dan tadaaaaa…. Cuantik sangat.. jauh lebih cantik dari yang pernah saya liat di gambar2 yang tersebar di google (again belum maksimalin google map hihihi). Hari pertama Cuma bs explor WSU aja dulu dan itu pun ga semua saking luasnya (album completenya saya share di FB).

Washington state university berbeda dengan University of Washington dan tidak berlokasi di Washington DC. Itu yang biasanya jadi kendala si saya ketika orang2 nanya, ntah itu ketika berangkat ke sana ataupun ketika saya kembali menginjakan tanah air.. hehehe.. well saya tahu kampus saya ga terkenal-kenal amat, but I love it so much. Di kampus inilah saya mungkin dapat banyak hal (passion research, kemampuan networking, bercasciscus bahasa inggris, nge-laaaaab, etc.).

Beda jarak antara Washington State ma Washington DC itu ibarat dari Aceh ke Papua New Guinea. Saking jauhnya. Itu dari ujung ke ujung. Kesalahan umum kedua, Washington State University itu bukan University of Washington yang lokasinya di kota Seattle.

Lokasi Pullman ada di ujung timur Washington State, 5 jam dari Seattle dengan menggunakan mobil atau 45 menit kalo pake pesawat. Pullman merupakan area perbatasan antara Washington State dengan Idaho State. Kota Moscow di Idaho yang ada U of I (Bukan university of Indonesia tapi University of Idaho), hanya berjarak 15 menit by car atau 1 jam kalo naek sepeda ^_^.

Pullman adalah kota kecil yang sepanjang mata memandang maka ladang gandum lah yang bisa kita lihat. Kalo lagi spring ma summer warnanya antara cokelat ke hijau, kalo lagi fall cantik banget warna keemasannya.. nah kalo winter, kota ini udah kayak gurun salju ^_^.

20151223_093639

Area Apartment di Pullman kala tertutup salju

20160102_135303

Gurun Salju di Pullman

20160501_074742

Bukit Teletubbies ^_^

DSC05339

cantik banget langitnyaaaaa

DSC03090.JPG

Pullman Islamic Center, tempat para muslim dan muslimah penduduk Pullman shalat,  bertemu , bersilaturahm 😊

Pullman adalah kota yang orang-orangnya sangat ramah (kecuali seorang african american yang bernama neng Sarah). Kota kecil yang kalo summer maka 2/3 penduduknya sirna karena pulang kampung atau liburan ke tempat lain (Jose suka ngamuk soal ini dikira grad stud ga seberharga undergrad karena ga disediain bus yang cukup). Kota kecil yang bahkan ga punya area mall atau sejenisnya wkkwkw. Ross tempat fav iin belanja adanya di Moscow ID ^_^. Tapi Pullman masih punya Walmart kok Alhamdulillah.. dan tetep bisa belanja onlen pake amazon.

Pullman adalah kota yang super dupeer amaaaaan, yang kalo anda liat police lognya Pullman Police Dept dan WSU police, maka jarang banget ada kejahatan serius yang ditemukan (selama saya tinggal cuma ada 2 kasus serius, buronan yang lari dari Idaho ke Pullman sama yang ngacung2 riffle). Jadi kalo liat majalah Evergreen, halaman pertama yang saya buka adalah police log duluan.. dan suka ngikik bareng2 liat isinya.. karena isinya sejenis: penculikan tanaman, orang kekunci di lab, terjadi kegaduhan karena party.. dan sejenisnya. Makanya suka bersyukur Alhamdulillah, karena selama saya tinggal di sana, ga pernah ada kasus2 semengerikan yang biasa terjadi di Ameriki (penembakan, pembunuhan, dan sejenisnya). Atau roommate saya yang pulangnya di luar jam operasi bus juga masih aamaaan kalo mau pulang jam subuh hihihi… tapi kalo  si saya mah ga berani sih tetep wkwkkw… di atas jam 12 biasanya milih nginep di perpus atau nginep di lab..

Meskipun objek wisata Pullman mungkin ga sebanyak kota2 lain di US, tapi bagi si saya, Pullman adalah kota yang walkable dan bikeable. Sering mengembara sendiri hanya untuk muterin di Pullman tanpa ada rasa kawatir kesasar.. pernah sih nyasar juga.. tapi da berhubung Pullman mah sebagian besar adalah ladang gandum, jadi weh ga terlalu kawatir.

DSC05296

Summer d Pullman

DSC04626

GreenBike nya WSU yang selalu menemani petualangan si saya mengembara di Pullman

Satu hal yang saya paling cintai dari Pullman (yang juga saya mention di postingan sebelumnya) adalah langit Pullman (baik langit malam maupun langit siang). Saya di Lawrence 6 pekan, dan sekitar 1 pekan melakukan perjalanan darat dari Pullman-San Fransisco-Seattle pas winter menggunakan jalan darat, tapi rasa-rasanya langit Pullman so far adalah langit terindah yang bisa saya nikmati. Mungkin factor emosi juga terlibat sih, tapi seriusan langitnya clear banget.. Kalo siang bisa terpana banget sama birunya yang bener2 memesona. Kalo malam, bisa lirik-lirikan ma Polaris dengan sesuka hati di sana mah.. bisa ngamatin Polaris posisinya di sini kalo summer kalo winter mah pindah di ujung laingit satunya.

Faktor emosi yang melekat di hati dari langit Pullman adalah ketika misalnya harus bergadang sampe mepet-mepet jam operasi bus selesai, maka itu cape galau semua keresahan seketika sirna kalo liat langit malam pas jalan pulang menuju apartement. Saking indahnya yang si saya ga akan pernah bisa mendeskripsikan itu lewat puisi secantik apapun yang saya buat,.

Makanya, ketika tanggal 11 Mei 2016, pesawat Alaska Air yang saya naiki mengudara, 15 menit pertama si saya habiskan pake nangis menatapi langit cantik Pullman yang biru berpadu dengan hijaunya ladang gandum. Satu pemandangan yang teramat sangat melekat di hati.. 1 tahun 10 bulan di Pullman adalah masa yang sangat berharga yang tak akan pernah bisa terlupakan… banyak hal yang terjadi di sana, ada suka duka, tawa tangis.. kebersamaan, kesedihan, etc.

2016-08-31

pemandangan terakhir Pullman yang saya ambil ketika d dalam pesawat Alaska

Tapi berpisahnya saya dari Pullman bukanlah satu hal yang saya sesalkan.. karena saya yakin dan akan terus yakin skenario kehidupan yang Allah buat selalu beyond my expectation. Takdir saya harus ke Pullman pun adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, yang ternyata kota kecil di state paling ujung kiri atas ini telah melekat dan menjadi bagian kehidupan saya yang teramat berharga.. makanya ada juga saat saat saya kangen dan merasa bahwa keindahan2 itu hanya mimpi.. tapi toh si saya lagi ngudag keindahan yang lain juga ^___^.. kan Surga Allah mah pasti jauuuuuuuuuuh lebih indah…

NB: Akhirnya bisa nulis tentang Pullman jugaaaaa… kangeeeen iiiih..

Sang Bintang

Setelah 3 purnama berlalu, sebuah kehidupan yang sama sekali berbeda memelukkan sayapnya mendekapku erat. Sebuah kehidupan yang penuh kejutan, penuh dinamika, penuh antisipasi, penuh harapan.. yang di dalamnya kuharapkan penetrasi kecintaan teramat dalam dariku untukNya dan dariNya untukku…

Setelah 3 purnama berlalu, kutahu satu yang kurindu dari malam-malam Pullman yang jernih adalah langitnya yang senantiasa berani mempertontonkan kelembutan cahaya-cahaya bintang berkilauan dari gugusan langit utara.

Setelah 3 purnama berlalu, ku bahkan tak berani menghayal bahwa sang bintang akan muncul lagi di hadapanku, berdiri gagah perkasa di langit cakrawala khatulistiwa. Gugusan bintang paling kekar berdiri tegar yang biasa kulihat menghiasi langit utara, kini mereka hinggap di langit gelap Indonesia.

Haru biru memenuhi jiwa yang sekejap saja lupa bahwa ada tetesan bening keluar dari sudut mata. Sungguh setengah percaya bisa melihat lagi Rigel dan Betelgeux mengerlingkan cahaya mereka ke arahku. Setengah percaya ku hingga ku merangkai cerita bahwa mereka menyeberang samudera Pasifik hanya untuk menemukanku di sini..Sungguh ku merasa terhibur akan hadirnya mereka yang seolah menyatakan “keindahan yang pernah kau saksikan di 24 purnama di langit utara bukanlah sekedar mimpi, melainkan sebuah kenyataan yang memang telah berlalu”.

Ah iya… aku sering mendengungkan kata-kata luar biasa dari Ustadz Hasan Al Bana yang juga kujadikan sebagai motoku untuk tidak pernah berhenti bermimpi… i”impian hari ini adalah kenyataan esok hari” tapi rasanya sempat jiwa ini mempertanyakan impian-impian indah yang sempat mengejawantah nyata itu apakah benar sejati terjadi atau dia benar menjadi hanya sebuah mimpi indah penghias masa lalu.

Manusia adalah makhluk lemah, tapi ketidakberdayaannya ini yang kemudian akan membawa jiwanya berlabuh kepada Dzat Yang Maha Kuat. Yang tanpa kekuatanNya manusia tak bisa apa-apa. Sebuah kekuatan teramat kompleks yang bahkan manusia tak bisa pahami sepenuhnya.

Dan lihatlah sang bintang dengan gagah menghias langit angkasa. Langit yang kukira terlalu kotornya tidak akan mampu menampakan betapa cantiknya Aldebaran, dan 3 bintang cantik penghias sabuk sang pemburu angkasa. Dan tetap Rigel dan Betelgeux adalah yang paling merona… mungkin mereka benar-benar mencariku karena merindu…

Namun sayang, belum ada yang mengalahkan perasaanku pada Polaris yang bahkan hingga kini belum dapat ku lihat. Tapi tak mengapa, kehadiran Orion saja telah berhasil mengguncang alam sadarku, mengembalikan kesadaranku bahwa keindahan-keindahan yang Allah berikan untukku di langit Amerika bukanlah sesuatu yang semu… mereka nyata dan berwujud…  demikian pun mungkin keindahan sulaman jaring harapan yang kuuntai sedikit demi sedikit saat ini.. aku yakin itu pun bukan mimpi meski terasa seperti mimpi.

Salah Satu Metode Belajar Al Quran

Ada banyak cara yang tersedia untuk belajar membaca dan memahami Al Quran. Sarana halaqah Quran yang tersedia offline dan online sudah banyak tersedia, di mana para hamba Allah pejuang Al Quran sedang berlomba-lomba dalam kebaikan menjadi fasilitator hamba-hamba Allah yang lain untuk belajar. Amazed dan envy sama orang-orang keren di luar sana yang beneran dedicated dalam optimizing all of possible resources they have buat menjadi sarana pembelajaran Al Quran.

Bagi sebagian orang, belajar Al Quran offline hadir talaqqi di majelis gabisa digantikan sama belajar di depan computer. Tapi buat sebagian orang media-media online adalah media yang sangat efektif di sela pertarungan dunia digital yang makin luar biasa berkembang. Tapi di sini saya tidak bermaksud membahas persamaan dan perbedaan kedua metode ini ^_^. Saya Cuma mau share satu metode yang saya pakai untuk sedikit menambah pengetahuan dan wawasan ke Al Quran-an yang saya harapkan bisa membawa pertambahan keimanan dan kecintaan Allah terhadap saya. Bagi yang membaca tulisan ini dan ada masukan, silakan bisa dishare juga insight nya ^_^.

2016-08-27

Jadi telah sejak lama sekali (yang saya ga ingat sejak kapan) bahwa saya punya satu folder berisi sejenis program Al Quran dan Hadits (ga yakin namanya program atau software atau installer, saya bukan anak IT, harap maklum). Dan saya ga inget sama sekali gmana cara memperolehnya. Tapi program2 ini teh kalo kata saya mah sangat membantu proses saya untuk menambah pemahaman saya terhadap Al Quran. Bisa jadi obat galau yang mujarab, juga kalo lagi kepengen banget tahu tentang satu topic dalam Al Quran.

Misalnya, ada yang pengen tahu banget tentang sabar dan syukur yang dibahas dalam Al Quran. Tinggal ketik “sabar” atau bisa juga “bersabar” di bagian tab “search”. Maka program ini akan mendeteksi ayat-ayat yang mengandung kata yang sedang kita cari tersebut. Misalnya untuk kata sabar, muncul 39 tampilan, sedangkan bersyabar ada 17 hasil. Dari sana, tinggal di klik ayatnya dan dibaca ^_^. Mudah bukan?

2016-08-27 (1)

2016-08-27 (2)

Dari sini kita tahu bahwa ada yang namanya sebaik-baik sabar “Shabran jamila” yang tertera di QS Al Ma’arij ayat 5 , atau bahwa kata sabar ini seringkali muncul bersama kata “syukur”(seperti di QS Saba ayat 34).

Saya tahu ini mah beneran cara belajar yang beneran simplifikasi karena memang tidak ada pelibatan kaidah bahasa arab nahwu shorof atau kaidah kebahasaan yang mendalam yang bisa membawa kita lebih dalam.  misalnya antara shaabirun dengan halim. Program ini intinya hanya mencoba mendeteksi terjemah indonesia yang mengandung mutlak kata yang kita ketik  di dalamnya. Tapi kalo untuk pencarian topic2 tertentu secara cepat dan kilat, bagi saya, program ini sangat useful.

Contohnya lagi yang lain misalnya pengen tahu tentang syaitan. Caranya sama tinggal ketik syaitan, dan kita bahwa liat bahwa ada beberapa ayat yang menjelaskan syaitan itu begini dan begitu.

2016-08-27 (3)

Ini hanya langkah awal yang mudah, buat temen-temen yang penasaran dengan makna yang lebih mendalam, bisa menggunakan tafsir Quran yang beneran buat memahami secara lebih serius. Bagi yang tertarik memiliki program2 ini, bisa kontak saya di email iin.tkitb@gmail.com.

Semoga yang disampaikan mengandung kebenaran, dikaruniai kebarakahan, dan membawa manfaat. Kalo salah, mohon dikoreksi ^_^.

Alula Farzana Ayunindia

Lahir 9 Juni 2016, Alula adalah seorang bayi yang sangat cantik dan relatif tenang. Ibunya bahkan ketika melahirkan tidak mengeluarkan jeritan-jeritan melahirkan seperti yang saya bayangkan atau seperti yang ibu-ibu lainnya lakukan di ruangan bersalin (yang kira-kira ada sekitar 4 orang calon Ibu yang melahirkan saat itu).

13415566_10209468524334817_6094996987762481516_o

Alula ketika berumur 15 menit-an

Mungkin sayalah keluarga pertama setelah Ibunya yang menyambut Alula ke dunia. Keluar dari ruangan yang ditutup tirai hijau, mataku serta merta mengeluarkan air mata haru bahwa adikku telah berhasil melalui masa 9 bulan mengandung Alula dengan selamat. Saya juga yang menyaksikan pembersihan Alula hingga kemudian dia dibawa ke ruang inkubator di lantai 2 untuk diobservasi.

Alula, adalah salah satu di antara sekian alasan mengapa si saya ingin pulang segera dari Amerika. Mungkin ikatan batin antara uwa-suan sudah memang terbentuk lama ketika tahu Iis hamil. and guess what, it was such an honor to be the person who can have a proper training how to handle a baby when the mother is still in recovery. Biasanya kalo malam tiba, si saya adalah petugas yang mengantarkan Alula ke tangan Ibunya untuk disusui. Dan Alula sungguh anak yang sangat shalihah dan tidak merepotkan. Alula hanya terbangun 3 kali ketika malam dan hanya untuk minta susu. jam 10, jam 12, dan jam 2 malam. Selain itu, dia ga pernah rewel nangis tanpa alasan.

Selama kurang lebih 40 hari-an (dipotong itikaf @masjidsalman dan bulak baik Serpong-Cipanas) si saya nginep selama Iis dalam masa wiladah dan nifas. Belajar gmana gantiin popok, ngelap, ganti baju, ngabedong, dll. Membuat si saya juga bisa menyaksikan bagaimana tumbuh kembang Alula.

Dan subhanallah walhamdulillah, anak cantik ini tumbuh dengan baik dan menggemaskan. Sang Ibu setiap hari mengirim foto cantiknya dengan kostum2 lucu untuk sekedar mengobati kerinduan karena tidak bs hadir bersama segenap keluarga besar.

Screenshot_2016-08-26-16-10-27

Alula usia 2 minggu.. udah bisa ngelel 🙂

Screenshot_2016-08-26-16-10-00

Alula 1 bulan seminggu, udh bisa pegang pipi ma rambut

Screenshot_2016-08-26-16-14-04

Alula 2 bulan 12 hari udah makin lucu ajaaa

Just hope and pray that she will be a great woman who can make her parents and family become proud. Rabbana Hablana min Azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqiinaimama.

 

The Source of Happiness

Inget apa yang menjadi cita-cita Tamaki Shuoh dalam Ouran High School Host Club. Cita-cita Tamaki adalah menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Kenapa tiba-tiba inget itu? Simple karena pas nulis salah satu esay buat LPDP si saya nulis bahwa si saya pengen jadi sumber kebahagiaan nya keluarga terutama Ummi (Ibu) ma Aa (Bapak, aneh emang manggil bapak sendiri pake sebutan aa.. si saya sendiri ga inget gmana sejarahnya). Tapi untuk bisa bikin mereka bahagia teh butuh continuous hard work effort yang ga main-main kalo based on my standard. Soalnya kalo menurut standard mereka mah mungkin ga yang gimana gimana banget.. iin bahagia maka ummi aa bahagia.. itu yang sering disampaikan Ummi ma Aa. Well mereka ga pernah secara spesifik minta iin kuliah di ITB, atau dapet beasiswa ngambil master di US, atau kerja di BPPT. Mungkin tipical orang Sunda yang memang mudah pisan dibahagiakan. si saya makan dengan baik juga sudah nyampe level membahagiakan Ummi, begitu ummi bilang ^_^

10834893_10209698280638581_3444845417773120980_o

Kalo kebahagiaan mereka ada dalam kebahagiaan iin lalu kebahagiaan iin teh yang kayak gimana? Sebenarnya dibalik juga bisa karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan iin. Melihat mata mereka berbinar ketika iin bilang iin pengen bikin mereka seneng aja udah bikin iin seneng bukan main..

Tapi iin sadari bahwa meskipun kebahagiaan standard orang bisa sama, tetep we ada yang spesial kayanya mah. Kayak iin sendiri, masih punya list yang masih iin pengen capai yang iin yakin kalo iin bisa memenuhinya maka iin, mereka (atau juga orang lain) akan ikut bahagia. Dan masih long way to go buat iin bisa memenuhi list tersebut. Tapi bukan tidak mungkin.

So, seperti yang judul tulisan ini sebutkan “the source of happiness”, iin pengen jadi the source of happiness bagi orang yang menyayangi iin dan iin sayang.Seperti halnya keluarga iin jadi sumber kebahagiaan iin, iin pengen juga jadi sumber kebahagiaan  mereka. Of course tidak ada bahagia di atas bahagia me lain kan bersumber dari Allah saja. Rabbanaa aatinya fid Dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzan ban naar.

Ada satu gambar di instagram yang kurang lebih menyebutkan it feels really great to be someone who is an answer for somebody’s prayer.

Masih banyak di kepala tentang ini tapi udahan ajah geuning wkwkkw.. maaf geje siang-siang.. lagi nyari semangat dan motivasi di balik proses adjustment di kerjaan 🙂

Terikat dengan Masjid

Living near to Masjid Perumahan Batan Indah Serpong (Dzarratul Muthmainnah) makes me wondering over and over again about how Allah sets my life wonderfully. It just reminds me on how Allah makes most of my residences were that close to Masjid. And how wonderful Masjid Batan indah serpong makes me thinking on how to create such a wonderful system like that. I will explain later


I spent my life living with my family who live very close to our precious masjid, Masjid Al Jihad, until I finished my senior high school. Afterwards, as you know how much I love Masjid Salman ITB that was the place where I found myself and what kind of person I wanna be.  Five years I have been there.. tarbiyah and such. Until I move out to Etos dormitory as a supervisor.

Working in BPPT is other wonderful thing. My home was not close to masjid, but really love Masjid Baitul Ihsan, and Masjid Iqra-BPPT where I can find those wonderful people who dedicated their lives to serving people (in science and knowledge).

2014, I moved to Pullman, Washington State, US. For the first year, my apartment was only 10 minutes walking distance to Pullman Islamic Center. Been able to participate in the Sunday science class for kids there were another precious experience that I have.

And now, 2016, takdir and rahmat Allah I am able to live so close to one of the wonderful masjid that never stops making me so dazzled every day. People are so tied to masjid to the point that you can see the parking lot in Shubuh time is sooo full of vehicles people use to go to the masjid to perform Shubuh prayer. I have never seen something like that before in my life, where almost 300ish people are coming for shubuh. I am becoming so optimist and so amazed at the same time. This masjid’s presence is something that people there treasure a lot. And in the deepest of my heart I am always thinking on how some people can do that. I mean the people who have been the real initiator to make the people in Perumahan Batan Indah Serpong are so attached to the masjid. I guess, it must be a lot of effort and struggling to create such a thing.

​ 

Ah, I only hope, my life next can also be blessed by the closeness of my body and heart to a masjid. It would be wonderful insyaallah.. wanna be an initiator if there is no such a system yet ..