Pilkada dan Putaran Arus Informasi

Akhirnya si saya nulis tentang ini. Udah lama banget nyempil di kepala untuk dituangkan tapi gajadi jadi karena berbagai alasan.

Well it is really a hot topic. PILKADA. Sok siapa yang ngerasa kehilangan pertemanan karena terlibat dalam perbedaan pendapat tentang situasi perpolitikan saat ini.. ntah itu DKI yang sudah lewat ntah itu Jabar yang akan dijelang. Tapi pasti banget kasus kehilangan pertemanan ini terjadi dengan berbagai warna. Dan kedua belah pihak akan menanyakan,, “kamu orang baik tapi mendukung itu?”. Banyak orang baik yang saya kenal mencintai setulus hati Ahok.. dari kalangan akademik, kalangan yang menggunakan logika lah ya buat berpikir. Dan kalangan yang udah jelas ga dibayar oleh  Ahok untuk mendukungnya. Nah golongan ini akan berpikir “kenapa kamu orang baik, tapi ga mendukung Ahok?” karena itulah yang terjadi… well pertemanan si saya dengan kaum kontra Ahok bahkan yang ekstrim juga ada. Dan mereka juga dari kalangan akademik, yang ga akan dibayar buat datang Aksi Bela Islam.

Observasi kecil-kecilan ini lari ke satu pernyataan yang saya lihat baru hari ini karena dari kemarin2 memang agak bingung membahasakan dengan cara yang agak keren dikit “The greatest enemy of knowledge is not ignorance, It is the illusion of knowledge.”.

Sok coba, anda ada di belahan bumi Amerika sana atau gajauh2 Bandung deh atau kayak saya di Tangsel.. ga kenal yang namanya Bapak Basuki Tjahya Purnama. Tapi Cuma tahu beliau dari apa? Ya dari berita yang Anda baca sehari-hari bukan? Ga interaksi langsung sama beliau  ga tahu kepribadian beliau secara langsung. Tapi bisa begitu mencintai beliau sedemikian rupa sehingga? Ya dari mana? Ya dari kabar onlen, broadcast, dan sejenisnya. Kebanyakan kan begitu?

Nah asupan berita yang masuk dan difilter oleh otak yang sudah Allah ciptakan keren luar biasa ini yang kemudian akan membentuk opini apakah anda akan berada di barisan pro atau kontra atau sejauh mana pembelaan anda terhadap  sesuatu.

Kalo anda ada atau sebagian besar teman anda ada lingkaran orang2 yang pro, there is a high probability kalo anda akan berada di pro? Sebab apa? Sederhananya adalah berita yang tersebar di lingkungan anda adalah semua yang lebih cenderung pro. Ada mungkin yang kontra 1 atau 2 atau barangkali 10 tetapi tidak akan melebihi jumlah berita yang bersifat pro. Pun demikian dengan yang kontra. Sama… tapi tetep semua mekanisme terakhir yang menentukan posisi anda di mana adalah Filter otak dan hati anda. Ada yang prinsipil yang anda pegang yang jika itu terlanggar maka poin yang lain akan mentah dengan sendirinya. Misalnya si saya. Point penistaan agama dan rengrengannya “korupsi sumber waras, dll” adalah hal prinsipil yang menambah kecenderungan saya di barisan kontra.. while mungkin bagi sebagian orang yang menjunjung tinggi prinsip lain hal ini adalah hal yang tidak penting…

Dan putaran arus informasi yang tiada pernah berhenti ini tentu melanda orang dengan kapasitas akses media di tanganya yang mudah menerima dan juga menyebarkannya kepada pihak lainnya. Ntah gmana mulainya tapi nampak ada kecenderungan media-controlled society gitu kali ya.. well si saya bukan pada kapasitas sebagai seorang sosiolog, psikolog, antropolog, hanya berbekal observasi kecil2an yang itu modalnya ga boleh pake generalisasi berlebihan. Hanya menjadikan ini sebagai sebuah pembelajaran on how advanced zaman  sekarang… penggiringan opini dan sebagainya yang bisa dilakukan dalam itungan detik. Point yang bs dicermati lainnya adalah bahwa kaum aksessor media ini yang mungkin bisa dikategorikan sebagai kaum menengah karena tentu harus ada modal yang keluar, ie paket data hehehe… yang ternyata jumlah kaum yang sangat signifikan jumlahnya di Indonesia..

Udah gt aja analisis kecil2an si saya… at least uneg2nya udah keluar

Pembelajaran dan Kehamilan

Kehamilan.. adalah hal luar biasa bagi seorang pembelajar seperti saya. Apalagi dengan background  teknik kimia yang membuatnya semakin amazing walau jadi sedikit memusingkan karena ada efek overthinking yang memang sudah mengalir di darah si saya wkwkw…

Seumur-umur makan pagi siang sore atau makan snack, minum air putih atau minuman lainnya, si saya ga pernah sebegitu aware nya sama possible reactions yang mungkin terjadi dalam tubuh. Dan well di sanalah juga saya nambah keyakinan betapa Maha Agung dan Besar Allah Swt yang telah merangkai system tubuh ini dengan luar biasa sempurna.

Pas trimester awal, si saya sempet parno-an dan level overthinking nya beneran akut sampe kena tegur suami hehe. I know this is as my best effort to keep the baby inside my belly healthy. Tapi well manusia teh ada banyak banget keterbatasannya… dan di sanalah saya serahkan semua sama Allah SWT. Cuma bisa melakukan apa yang bisa dilakukan saja jadinya. Mau gimana, setiap makan di luar cek hp. Pertama kali tahu hamil kan pas dinas. Trus diajak makan sop ikan di Serang. Cek lah itu gurame, ikan cuwe dll apakah aman atau tidak untuk dikonsumsi. dan tentu tantangan trimester awal yang membuat si saya mual muntah pusing lemes, bikin ga semangat buat masak sendiri dan mau gamau beli. Nah beli ini juga mikirnya suka kebangetan,, meski tahu misalnya suatu makanan itu secara teori adalah aman, namun kadang suka kepikiran kayak apakah sayurnya dicuci bersih, apakah tahu-nya pake formalin, baso-nya pake

Read the rest of this entry

Kerjaan yang Selesai dan Passion yang mulai Bangkit Lagi

Judulnya lebay, tapi itulah yang terjadi hehe.. hari ini tugas paper yang targetnya disubmit Desember akhirnya selesai. Well, telatnya bukan main sih, tapi kumaha deui.

Ada kepuasan yang tak terdefinisikan saat si paper saya submit ke online sistem jurnal. Kalo fokus mah bisa dan itu juga ga makan banyak waktu sebenarnya mah, hitungan efektif pengerjaan paling cuma 3 hari itu kalo mau fokus kayak hari ini.. cuman well tau sendiri ada penyakit malas akut yang menerpa. dan eits si saya ga akan pernah nyalahin ci cayang yang ada dalam perut yang lagi sukanya utek-utekan atau ci cayang satu lagi yang dengan pengorbanan luar biasanya membagi waktu antara ngajar di Cilegon dengan waktu proyek di TBIC-Edwar atau si saya istrinya hehe,..

Malas akut yang menerpa ini lebih karena masa transisi si saya yang asalnya dari superhektik banget di Ameriki menuju riil kehidupan saya di Indonesia. seperti yang sudah mungkin si saya mention di tulisan sebelumnya, ada banyak kerjaan yang tidak sesuai passion yang kemudian itu jadi amanah si saya dan si saya harus belajar lagi. g semuanya bikin males sih, tapi passion belajar si saya bukan di sana.

IMG_5557

Tapi dengan selesainya si paper ini nyemangatin si saya buat:

  1. nyelesain paper yang saya mau submit ke Liang (since it has similarities to what I have submitted last 5 minutes ago wkkwkw)
  2. nyelesain tulisan pendahuluan insinerasi (yang ini bukan bidang saya tapi kayanya seru)
  3. berpikir serius buat pindah jabfung dari perekayasa ke peneliti
  4. fokus ke apa yang memang iin ingin lakuin.. takdir Allah hari ini dapat sharing artikel tentant integrasi kelapa sawit-ternak sapi…which is my interest
  5. why dont I try something new for myself. si saya sudah banyak dilepas senior artinya banyaknya target dan pencapaian si saya yang nentuin sendiri skr. gmana ya bilangnya.. agak kompleks
  6. rajin nulis lagi. Nulis ini aja g nyampe 15 menit say…

Mudah2an we, semangatnya ga kendor. dan tentu di atas point2 di atas yang kaitannya lebih ke kerjaan dan pengembangan kapasitas, ada ci kakak bayi dalam perut yang harus si saya siapin juga pendidikannya… mau spmb aja siap2 nya bukan main apalagi ini mau jadi ibu ^__^. dan juga ada ci cayang kue cubit yang I love so much pokonya mah… berkembang bersamanya menua bersamanya ke surga bersamanya…..

dan si dia teh yakin si saya bisa.. bisa dapat sekolah U of B, bisa dapat beasiswanya dan bisa menjalankan aktifitas S3 sambil didik ci kk bayi..

takdir Allah.. semuanya iin serahkan kepada Yang Maha Berkehendak, sugan we si saya ga kendor semangatnya….

 

CEMIYUNGUUUUUUUUUD

Onlen Onlen

Di zaman era teknologi canggih kaya sekarang, kemalasan begitu sangat mudah diakomodasi haha..(meuni gitu amat bilangnya), lebih tepat disebut bahwa betapa banyak kemudahan yang dirasakan oleh manusia. Hebat itu bapak Ibu atau anak2 muda yang memiliki inovasi-inovasi dahsyat memudahkan manusia-manusia yang lainnya. Amal jariyah yang subhanallah..

Bagi si saya yang sekarang udah terbatas juga mobilitasnya, online shopping and online food-ing adalah 2 hal yang sangat membantu. Lagi gabisa masak (karena malas atau emang karena pusing-mualnya pada level yang lagi tinggi) maka tinggal scroll aplikasi go-food dan milih mau makan apa. Tinggal dianter ke rumah. Pun dengan belanja baju.. meskipun perutnya belum gede (iyalah baru trimester 1), tapi ketika udah pengen pake gamis biar ga sesek, maka biasanya IG yang jadi sasaran.. dan Bapak kurir akan mengantarnya tepat ke rumah.

Well, this onlen fenomenon memang makin mantap aja hari demi hari. Sebelum jadi bumil, juga udah sering pake aplikasi ojek onlen untuk memudahkan transportasi, apalagi Jakarta..

Just wondering akan sampe gimanakah teknologi informasi akan terus berkembang ^__^

 

 

Dispensasi Wanita Muslimah

Being a woman, especially a Muslim, gives you a lot of dispensations. Like when you get your period then it is prohibited to do Shalat and Fasting. Some people do think that it is a drawback because there is a possibility that the iman of a muslimah is decreasing because less Ibadah that can be performed. Well yes. Some Muslimah have a futur (decreasing iman) when they have their period, while the others don’t. But Allah has arranged this situation for a muslimah to be anticipated well.

The other type of dispensation for a muslimah especially when they are getting pregnant is that a lot of understanding from the environment that you are going to have a wonderful phase of a changing body and stuff that make them decrease your load more. Let say it that they will reduce the number of responsibilities you have (although you will feel “the lack power syndrome” hahaha, boredom, etc.) You will also have 3 months of day off from work after labor.

I reckon why now I feel that I have less things to work on in the office, because my supervisor seems to feel aware that a pregnant woman can go through discomfort that can hinder her for being a productive and effective person to handle some jobs.

Well.. it is true anyway because I feel less productive and effective than usual. Moreover, I have worked for some projects that I felt less passion on that (not the field that I love so much). However, I can change my mind and point of view. I can be less productive in some things-related-work but I should perform my best for preparing my baby. It is the time I should be closer to Allah than before that I should do more amalan yaumian. It is the time I should enrich my knowledge about parenting so I will be more ready when my baby is birth and coming to the world. Also be a great wife for my lovely and handsome husband, a im. ^____^

 

 

Summary perjalanan beasiswa saya di English for All

Beberapa hari yang lalu si saya dikejutkan dengan postingan di laskar scholastic salman yang memposting screenshot tentang adanya artikel dari website “English for all” yang berisi resume perjalanan pencarian beasiswa saya dari tahun 2011. Langsung nyari artikel yang bersangkutan di google dan ketemu. Someone from that website obviously wrote my summary very well. Itu kayanya diresume dari beberapa postingan yang pernah saya buat.

Beberapa saat kemudian, junior saya di ITB ngetag nama saya di FB. Artikel yang sama yang dipost oleh website facebook yang sama, dan di sini malah sampe pake foto saya yang di puterajaya Malaysia.

Si saya gatau gmana sang PIC website tersebut pertama kali sampe ke blog saya, tapi yang jelas beliau meresume postingan saya tentang perjalanan saya itu dengan cukup apik. Suka bacanya, dan beliau did put the credit yaitu blog saya sebagai sumber. Sayangnya saya ga diinfokan sama sekali bahwa kisah saya akan dibuat resume seperti itu.

Si saya ga keberatan sepenuhnya. Lagipula ketika kisah si saya bisa menginspirasi banyak orang, saya bersyukur Alhamdulillah,. But it will be nicer if the PIC of that article notified me first.

Here is the link in website: https://englishforall.id/blogs/index.php/2016/12/08/iin-parlina-gagal-beasiswa-australia-2011-lolos-fulbright-scholarship-2014-ke-amerika/

and here is in the facebookpage: https://www.facebook.com/englishforall.id/posts/1208914882510053

Enjoy the reading anyway ^____^

Perjalanan Masih Panjang

Rasanya seperti mimpi. Sama kaya fakta bahwa saya juga sudah punya si a ganteng yang jadi prioritas hidup di saya. Semuanya terasa mimpi. Suka nanya sama diri sendiri apakah benar ada dedebayi di dalam rahim si saya sekarang atau benarkan tespak tespak kemarin. Rasa pegel, lemes dan ngerasa ada sesuatu di perut memang continuously terasa. Ga sampe muntah-muntah sih hihi…

Sebenarnya dari bulan lalu dan sebelum2nya juga udah banyak banget baca, mulai dari dos and donts ibu hamil, pantangan2, bagaimana perkembangan bayi dll. dan ketika Allah mengabulkan hasil tes2 saya positif, rasanya langsung asa teu puguh hihi. Well, satu yang ada di kepala saat baca2 pantangan teh adalah pantangan Bumil meni banyak pisaaan… seriusan banyak sampe saya biasanya ga jauh2 dari hape ketika mau makan. Misalnya kalo makan di luar ataupun di rumah cek dulu apakah si makanan berbahaya atau ngga wkwkkw… pas rabu kemarin makan di Soto Ikan Serang, ceklah itu ikan apakah gurame aman, apakah cumi aman. Pas di rumah mamah mertua, ngecek apakah sukun itu aman dan seterusnya. Lebay mungkin, tapi I am trying my best to keep my calon baby safe.

Dan dari bacaan2 yang sudah mampir di kepala, muncul juga banyak kekawatiran yang ada, misalya yang early yang in kawatirkan adalah soal status kehamilan si saya. Mudah2an mah normal dan sehat dedenya di dalam sana, nempel di lokasi yang tepat dan berkembang sesuai dengan yang seharusnya. Karena kayak di rumah mamah, yang in kawatirkan itu adalah banyaknya kucing yang berkeliaran, kalo kontrakan di batan yang saya kawatirkan adalah air yang digunakan yang berasal dari sumur yang katanya air sumur  batan banyak yang tercemar timbal.

Belum lewat masa trimester pertama, selain kawatir sama hal2 di atas, juga kawatir soal makanan.. udah kawatir juga uifd, placenta previa, sesar. Ini memang si saya nya harus ngontrol kekawatiran2 ini dengan baik. Ntar malah setres. Well yes perjalanan masih panjang dan si saya harus terus berdoa dan berusaha..

Allah SWT adalah sebaik-baiknya penjaga

2017, a year full of hopes

Inget tahun lalu, si saya serius bikin mind map tentang capaian apa yang mau saya raih di 2016. Meskipun ternyata di akhir ga semua tercapai, at least my two biggest dreams were granted at that time. Now, since babak kehidupan saya yang baru dimulai bersamanya dalam suka dan duka, tentu harapan di tahun 2017 ini adalah tahun yang full of kebahagiaan dan kebarakahan.

Yang paling pertama yang sekarang lagi muncul terus adalah keinginan punya dede. Siapa atuh yang ga pengen punya momongan penyejuk mata dan ladang amal di masa depan sebagai jaminan salah satu amalan yang tidak akan terputus kalo seandainya kita bisa menghasilkan anak shalih/ah. Tapi tentu again tantangannya g akan sesimple yang dibayangkan kalo emang belum pernah ngerasain mah. Si saya udah mulai banyak baca2 tapi tetep we kayanya ga habis2 bahan bacaannya. Pantangan makanan yang ternyata banyak, dan keriwehan yang mungkin belum bisa dibayangkan sekarang. Tapi meskipun begitu, tetep kepengen hihi..

Dan di awal tahun ini 1 januari, jadwal period saya dateng. Udah ngerasa badan agak2 beda sebelumnya dan ngarep supaya ga dating bulan karena mengandung, dan siangnya ngeflek, lemes tapi pasrah. Da yang namanya anak mah amanah kata a imam juga. Semuanya hak Allah sepenuhnya.

Tapi ternyata ngefleknya Cuma sampe malam, dan itu pun sedikit. Ragu2 mau shalat, tapi akhirnya menunggu sampe besok dengan pertimbangan memang itu waktunya period si saya datang. Keesokan harinya, sama sekali ga datang. Si saya berharap lagi bahwa itu adalah tanda bahwa saya mengalami implantation bleeding (meskipun waktunya ga match). Tapi karena itu juga akhirnya memutuskan pengen nyoba test aja.

Si saya nyoba test tadi pagi jam 3 pagi. Gemetaran dan dua garis itu muncul, meskipun yang satunya samar. Laporan kepada misua ketika sarapan, dan lucu melihat terjadinya perubahan raut wajahnya. Meskipun lagi celong karena sakit, si saya tahu kalo dia ga bisa nyembunyiin bahagianya. Tapi to make sure statistically and medically, suami menyarankan melakukan test lagi dengan test pack yang lebih baik kualitasnya, setelah itu baru ke dokter. jadi belum pede bilang hamil kalo belum nyoba test lagi hehhehe… (emang harusnya juga ga berhenti berdoa toh)

20170104_045951.jpg

Ini adalah satu dari hopes yang saya punya. Hope yang lainnya adalah kesempatan buat si saya nemenin suami menjalani masa pendidikannya di Inggris yang akan direncanakan dimulai pada bulan April. Ini yang juga bikin deg2an karena itu artinya si saya juga harus nyari sekolah dan beasiswa S3, atau memang berhenti dr BPPT dengan konsekuensi ikatan dinas. Tapi da berserah ma Allah aja, karena apa sih yang ga mungkin kalo semuanya sudah ditakdirkan?

 

Semangat dan selamat menjalani 2017 yang penuh harapan, iin saying…

2016 in a summary

Happiness and Hope might be the best words to describe what happened to me during 2016. Alhamdulillah, Allah SWT blessed me with two of my biggest dreams I have. S2 and estree hahahha… This year, I have been going through some wonderful moments, with a rollercoaster feeling.. up and down, worry and hope, happy and sad.. but overall it is a wonderful journey I have and I hope 2017 will be filled by happiness too.

Januari 2016: Awal tahun heboh nyiapin annual report buat professor, ngeh kalo ternyata ada data yang salah dan harus diulang pengukurannya. Di bulan ini juga dapat anugerah tawaran lanjut S3 di WASU di bawah bimbingan professor, tapi juga kemudian di bulan ini pula Ummi bilang kalo beliau beneran pengen liat iin nikah sebelum S3.. yang akhirnya membawa si saya pada niat serius buat nyari jodoh beneran. Tanggal 23 Januari, masukin proposal taaruf kepada seorang teman baik. Dan takdir Allah, akhir Januari (31 Januari), ada nama seorang ikhwan yang muncul di proposal taaruf balasan yang tampak sangat meyakinkan hahaha,,..

Februari 2016: pontang panting ngerjain riset tugas akhir, diiringi ademnya salju yang turun di kota Pullman. Dan dag dig dug karena proses taaruf si saya dimulai secara resmi dalam bentuk online. Tidak ada tatap muka, hanya Tanya jawab yang prosesnya ternyata agak lama. Di bulan ini juga Profesor meminta si saya menyiapkan sidang kelulusan..si saya adalah student S2 pertama di bawah bimbingannya yang sudah diminta nyiapin siding hihi… itu artinya kata Allan kalo Prof suka hasil riset dan progress akademik saya so far.

Maret 2016: Udah mulai ngontak-ngontak committee member. Taaruf juga is on progress.. but bikin bingung sang fasilitator, karena well,, di dalam proses taaruf kami sampai ada proses attaching paper2 wkwkkwkw…. (trus kata si fasilitator: “emangnya mau seminar atau apply kerjaan? Wkkwkwk”)

April 2016: si saya sidang. Dan Alhamdulillah lulus. Tepatnya tanggal 11 April, si saya sah dapat gelar Master of Science (M.S.) dari Washington State University..alhamdulillah… sementara taaruf, still on going.. but I was so excited that I finish my study on time that I can go home earlier to see him in the reality.

Mei 2016: Wisuda Musim Semi 2016 dilaksanakan pada tanggal 7 mei 2016. Asyik banget bisa foto2 pake baju toga di bawah bunga sakura. 3 hari setelahnya langsung packing, semangat 45 mau pulang ke Indonesia hihi. Happiness that filled up my heart that I would be going home didn’t erase my sad feeling to leave Pullman, the most wonderful city in the US that I have in my deepest of heart.

Juni 2016:di Indonesia lagi kangen2an sama keluarga dan juga menjalani ibadah puasa ramadhan. 9 Juni , Alula Farzana Ayunindia,, lahir puteri pertama dari adik si saya, IIS. She is such a happiness for my whole family. Ngedampingin iis mulai masuk rumah sakit sampe Alula dilahirkan dan diinkubasi. Di bulan ini juga akhirnya ketemu beliau setelah 9 tahun lamanya tidak bertemu. Well,, jadi nostalgia di kampus, karena tempat yang beliau pilih untuk taaruf nazhar (tatap muka) adalah masjid Bahrul ulum puspitek serpong yang memang desainnya mirip banget dengan masjid salman ITB. Wajar mirip karena ternyata arsiteknya sama.

Juli 2016: lebaran iedul fitri dan persiapan masuk kantor (deuh yang ini nih yang bikin males wkkwkw). Taaruf berlanjut dan 26 Juli untuk pertama kalinya seorang ikhwan kenalan si saya datang ke rumah orang tua. Hihi… mengenang satu demi satu pertanyaan2 yang diajukan keluarga kepada beliau dan bagaimana tanggapan beliau sampe sekarang masih suka bikin senyum sendiri.

Agustus 2016: Kembali ke BPPT.. dapet kerjaan2 yang sebenarnya kurang sesuai dengan minat dan background tapi ya da kumaha deui. 17 Agustus 2016, ke Cilegon untuk bertemu keluarga beliau.. SERU ABIS.. hihihi..

September 2016: lamaran dan nikah ^_________________^ (yang ini kayanya udah banyak dibahas di postingan sebelumnya)

Oktober 2016: menjalani masa adaptasi dan sekaligus periode bulan madu dalam kehidupan rumah tangga kami. Dating di IKEA, beli2 peralatan rumah tangga

November 2016: masih seru2an hahaha..

Desember 2016: there are some changes I observed, but it is not something bad. Si saya menyadari bahwa proses pernikahan kami yang tidak melalui proses pacaran membuat kami saling mengenal kebiasaan dan karakter dengan sempurna terus menerus. 3 bulan bukan waktu yang cukup.. si sy masih banyak dapet kejutan2 menyenangkan dari kehidupan kami ^___^

Well, setahun teh kayak mimpi ya,… berlalu terasa begitu cepat meninggalkan memori-memori yang akan menjadi puzzle diri..

Semoga 2017 akan semakin menyenangkaaan….

Izin Suami dan Kebebasan Wanita Muslimah

Berbicara tentang muslimah, ada banyak sekali rujukan yang terdapat dalam Al Quran dan hadits yang seharusnya menjadi panduan dalam langkah-langkah indah seorang wanita muslimah dalam menjalani setiap aktifitasnya di dunia untuk mendapatkan ridha Allah. Perubahan status ridho Allah yang semula dinisbatkan pada kedua orang tua akan berubah ketika sang muslimah menikah. Ridho suami adalah segalanya bagi seorang wanita dengan status istri. Mengapa itu menjadi sedemikian penting? Mengapa surga nerakanya seorang wanita muslimah kemudian harus ditentukan oleh seorang ikhwan yang kemudian menjadi suaminya? Mari coba simak hadits-hadits berikut.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Mengapa seorang istri shalihah dapat memasuki surga dari pintu mana saja seperti disebutkan pada hadits pertama? Melihat pahalanya yang sedemikain besar, bisakah kita lihat bahwa tersimpan fakta yang secara jelas bahwa menjadi seorang  istri shalihah yang status ketaatannya terhadap suami terlihat setara dengan ibadah-ibadah utama sepert shaum, puasa dan menjaga kemaluan.

Namun pada dua hadits berikutnya disebutkan hal yang berkebalikan, bahwa kufurnya seorang istri terhadap suaminya bisa membawanya kepada neraka, yang menjadi penyebab mengapa mayoritas penghuni neraka adalah wanita.

Artinya, menyandang status sebagai istri shalihah memang  tidak gampang dan penuh dengan tantangan. Tapi sekali ridha dari suami diperoleh, berdasarkan hadist-hadits tersebut, maka paling tidak satu syarat masuk surga bisa berhasil dikantongi bukan?

 Allah ber Firman, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)

Oleh karena itulah kemudian, menjadi penting untuk mengetahui sesuai dengan kaidah syariat Islam bagaimana mendapatkan ridho suami. Daaaan ternyata, sama halnya sebuah hukum jatuh untuk seorang wanita yang kebanyakan orang melihatnya sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan wanita, ketaatan suami pada berbagai aspek juga (jika tidak diresapi lebih dalam) juga akan memberikan kesan bahwa Islam tidak mengindahkan status dan kedudukan seorang wanita. Sekilas bagaimana tidak, karena ketika seorang wanita telah berubah status menjadi seorang istri, bahkan untuk melaksanakan ibadah puasa, shalat berjamaah di masjid, mengunjungi orang tua sendir, dan juga sedekah, semuanya harus berdasarkan izin suaminya. Lalu apakah kemudian ini menjadi pembatas kebebasan seorang wanita yang sudah menikah? Sebatas mana sebenarnya pergerakan seorang istri? Ke masjid untuk shalat berjamaah? Puasa sunnah? Teman-teman mungkin pernah dengar bahwa untuk hal-hal ibadah demikian pun izin suami harus dikantongi sang istri. Mari sekali lagi menyimak rujukan sebagai berikut ini: Read the rest of this entry