Ketika Hujan Mengguyur Permukaan Bumi

Cipanas,20 Juni 2016

Hujan yang mengguyur permukaan bumi menjadi alunan irama yang terasa merdu di telingaku.

Karena itulah saat ketika kerinduan bumi terhadap langit terjawab curahan kasih yang mengalun indah lewat hujan. Karena itulah masa di mana langit pun sebenarnya mencari celah untuk bisa memberikan sesuatu untuk kebaikan bumi. Karena itulah ketika awan sebagai sang perantara menjadi pemersatu keduanya.

Hujan yang mengguyur permukaan bumi menjadi catatan memori di kepalaku yang termenung kaku menyelami dan mencoba memahami kisah indah apalagi kah yang akan digubahNya untukku.

Hidupku yang kunisbatkan hanya untukMu, menjalani semua titah tersirat dalam ayat-ayat cinta teragungMu. Meski Kau Yang Maha Tahu betapa lemah diriku tanpa kekuatan dariMu. Yang berharap dariMu akan butiran-butiran hikmah yang Kaugubah dalam kisah. Yang meminta padaMu akan kisah kasih indah yang berada dalam asa karenaMu.

Hujan bagiku menjadi detik detik di mana ku yakin setiap doa yang kulantunkan akan Kau kabulkan. Karena yang kupanjatkan padaMu pun menurutku adalah keinginan terindah untuk selalu mencintaMu seumur hidupku. Karena bagiku, yang kupinta dariMu adalah kecintaanMu yang terwujud dalam detik-detik di mana aku selalu sadar akan hadirMu dalam hidupku. Meski aku pun tahu bahwa diriku mungkin tak bisa bertahan ketika hempasan gelombang hawa nafsu dan syetan jika Kau tak memberikan perlindungan untukku. Dan Maha Sempurna Engkau yang selalu memberikan jalan melalui kebersamaan. Maka izinkanlah ku membersamai dan dibersamai orang-orang yang mengatasnamakan hidupnya untuk mencintaiMu. Karena Kau tahu aku lemah…..

Jika langit dan bumi bisa bersatu dalam hujan, jika awan dan angin bisa berpadu dalam desiran irama yang menentramkan hamba-hambaMu yang meminta selalu kebersamaan terhadapMu, maka jiwa yang gersang ini pun mengadu, menyulam rindu pada sebuah jiwa yang telah Kau persiapkan jauh sebelum dia bahkan dilahirkan. Dan hanya Kau yang Tahu tanda seperti apa yang membuatnya mampu mengenali resonansi jiwanya.

Jelujur hati yang tampak pada gubahan laku. Menyadari bahwa sempurna adalah sesuatu yang masih jauh dariku.Namun kuberharap apapun kurangku tak mengurangi kesadaran cinta terhadapMu, karena masih ada belajar yang masih kucicil dari sekarang

Aku tahu.. semua hal ini adalah hanya antara aku dan Kau… hanya aku dan Kau

Advertisements
%d bloggers like this: