rindu

Rindu itu berat,

Benar…

Seberat kepakan burung dalam hari berbadai

Seberat kaki dalam panasnya gurun pasir siang hari

Syahdu menyayat jiwa yang menganga mencarimu dalam semilir angin malam

Selaras hati yang melagu di hening mentari yang tenggelam di peraduan

Membersamai tapi hati jujur masih meronta mencari

Mendampingi namun tak bisa menyentuh asli

Rindu itu berat,

Benar…

Jiwa yang haus akan sinar yang terpancar dalam mata mempesona

Lengkapi resah yang terpercik ringkihan sepi sang rembulan

Meski kutahu raga kita berada di bawah langit yang sama walau terbentang samudera dan benua luas menganga

Tapi jiwa yang dipersatukan atas cinta karenaNya akan berpilin dan beresonansi satu dengan lainnya

Tapi jiwa yang dipertemukan atas dasar mencari ridhoNya akan berdendang satu irama menuju muara yang sama…

Meski lemah diri rindu ini ada obatnya…

Terpekur dalam doa yang dipanjatkan padaNya… berharap kau akan selalu dijaganya…

Seperti kisah Nabi Ibrahim yang meninggalkan Hajar dan Ismail..

“kalau ini atas perintahNya.. maka laksanakanlah”

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ (٣٥) رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣٦) رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (٣٧) رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ (٣٨) الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ      (٣٩)رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (٤٠)رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ    (٤١

35. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman[1], dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala[2].

36. Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia[3]. Barang siapa mengikutiku[4], maka orang itu termasuk golonganku[5], dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang[6].

37. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan[7] sebagian keturunanku[8] di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman[9] di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat[10], maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung[11] kepada mereka[12] dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan[13], mudah-mudahan mereka bersyukur.

38. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; [14]dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq[15]. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

40. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat[16], ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (itu).

41. Ya Tuhan kami, ampunlah aku dan kedua ibu bapakku[17] dan semua orang yang beriman pada hari diadakan hisab (hari kiamat).”

Advertisements
%d bloggers like this: