Wajah-wajah tulus sang pengembara

181151_4205360617086_764630354_n

Wajah-wajah letih yang tetap menyunggingkan senyum tulus

akan kepasrahan yang terejawantah menjadi noktah-noktah ikhtiyar

akan asa untuk menjalani kehidupan yang berselimut debu dalam kebohongan yang terkadang diperjualbelikan

Wajah-wajah tulus yang menyiratkan keikhlasan

akan ketidakpedulian dunia terhadap kehidupan mereka

dan aku tersedak tak mampu berbuat apa-apa

meski satupun aksi nyata yang tak bisa langsung menyentuh mereka

Wajah-wajah itu mungkin tidak sepenuhnya mengungkapkan apa isi hati dan pikiran mereka

Tapi kejernihannya mampu menelusuk ke dalam relung jiwa meskipun hanya lewat layar kaca dan segenggam berita

Bahwa betapa dunia ini sedemikian berdebu yang tak mampu memberikan kelayakan kepada jiwa-jiwa tua yang masih mengembara

dan di sini ku terpaku hanya seutas doa saja yang mampu kulakukan

di balik ketidakberdayaanku aku ingin bisa menjadi sebuah sumber cahaya

yang mungkin tak mampu mengangkat semua beban tapi setidaknya mampu meredakan sedikit gundah mereka

gundah yang mungkin tersembunyi di balik keikhlasan mereka akan takdirNya

Bahwa Allah lah penggenggam jiwa-jiwa tua mereka

Karena Allah tempat mereka kembali

dan karena Allah lah Sang Maha Pemberi Karunia

mungkin pikir mereka adalah ikhtiyar, tawakal, hidup di tangan Tuhan…

karena Allah lah sebaik-baik pemberi balasan

jika jiwa mereka tak menemukan kata sejahtera di dunia..

maka selama mereka tetap ikhlas berusaha

maka janji surga lebih manis di raga

dan janji Allah adalah pasti

tiada keraguan sedikit pun di dalamnya..

dan bagi Allah itu mudah

tapi bagi mata-mata lain yang memandangnya

ini adalah ujian keimanan

di mana doa adalah mungkin satu wujud nyata yang bisa terutas untuk mereka

di zaman berdebu seperti zaman sekarang

ketika tiadanya sosok Abu Bakar, Umar, Usman, Ali…

tiada yang memanggul karung untuk kalian

yang dalam tangisan doa mereka mengharap kesejahteraan manusia-manusia yang dipimpinnya…

tapi kini…

ntahlah….

aku pun tak tahu………………

pun tak berani menilai

meskipun mungkin kebenaran tampak nyata di depan mata

wahai wajah-wajah yang menginspirasi..

kalian lah salah satu alasan kutekadkan diriku untuk menjadi bagian yang berpartisipasi

dalam perhelatan percaturan dunia yang semakin berdebu

kalian lah yang terbayang ketika kubaca satu persatu lembar-lembar ilmu pengetahuan..

semoga semangat ini tak akan pernah pudar..

semoga harapan ini tak akan pernah pudar

 

 

 

 

%d bloggers like this: