Teknologi Lingkungan

Aku adalah seorang sarjana teknik kimia bukan sarjana  teknik lingkungan, namun ranah kerjaku sekarang berada di ranah teknologi lingkungan. Di antara semua mata kuliah teknik kimia yang kuambil hanya 5 SKS saja yang berhubungan langsung dengan bidang teknologi lingkungan, dua SKS di antaranya adalah Pengolahan Limbah Industri, dan 3 SKS mata kuliah pilihan tentang Bioteknologi Lingkungan, meskipun kuingat bahwa beberapa dosen melakukan penekanan tentang manfaat ilmu teknik kimia yang salah satunya adalah manfaat terhadap lingkungan, tapi tetep wee asa berasa kurang.

Ketika hati ini sudah memantapkan dirinya untuk menerima apa yang diberikan Allah sekaligus meniatkan diri untuk mau belajar dengan keras tentang hal-hal yang tidak kuketahui, maka masuklah aku ke dalam ranah itu, ranah “teknologi lingkungan”.

Tidak seperti yang kupikirkan pada awalnya, yang kupelajari banyak berkaitan dengan ilmu yang pernah diberikan, meskipun memang sebagian besar adalah hal yang baru: SCP, MDG, SLHI, CF, CCS, CDM, ETS, dan berbagai singkatan lingkungan yang lainnya.

Yang kusadari kini adalah NILAI BESAR DAN MULIA di balik apa2 yang kukerjakan. Siapa bilang yang boleh memikirkan lingkungan adalah hanya orang kimia lingkungan atau teknik lingkungan. SALAH!!! Semua orang di muka bumi ini harus memikirkan lingkungan. Karena lingkungan adalah suatu area yang tak pernah luput dari sistem, SiSTEM DIRI kita sendiri.. ntah itu aku yang teknik kimia, yang teknik Fisika, yang teknik perminyakan, bahkan ibu rumah tangga dan Bapak tuka ng Bajai juga harus memiliki porsi memikirkan lingkungan di kepalanya. Karena apa?? Karena jelas ini berhubungan dengan keberlangsungan hidup kita sendiri. Ingat “KEBERLANGSUNGAN HIDUP”. Kata-kata yang berat bukan? Tapi aku yakin aku tidak berlebihan. Lingkungan yang kita tempati adalah sebuah sistem kompleks yang berperan penting bagi hajat hidup penghuni sistem itu sendiri. Ambilah contoh, makanan, pakaian, tempat tinggal.  Ketiga hal tersebut adalah komponen yang menjadi bagian lingkungan yang melekat dalam diri kita. Ketika ketiga hal tersebut tidak dijaga, misalnya makanan kotor karena air yang digunakan untuk memasaknya mengandung bakteri E. Coli, atau ketika tempat tinggal kita tidak memiliki sanitasi yang baik, atau ketika pakaian yang dipakai memiliki vektor jamur, maka jelas sang pemiliki lingkungan itu yang akan menerima akibat dari ketidakterjagaan lingkungan yang didiaminya. Akibatnya jelas, sakit bahkan meninggal. Hal ini mengisyaratkan bahwa keterjagaan lingkungan berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap keberlangsungan umat manusia.

Contoh dalam skala makro, misalnya industri mengeluarkan buangan gas ke udara secara langsung. Dalam periode tertentu gas buangan yang ada melampaui batas daya dukung lingkungan yang akhirnya berdampak pada terjadinya akumulasi gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global dan akhirnya perubahan iklim. Efek besar perubahan iklim menjadi ancaman bahaya tersendiri yang mengancam manusia dalam periode yang lama dan dalam ruang lingkup yang sangat luas. Maka bisa dikatakan bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban bersama. Meskipun latar belakang orang berbeda, dan porsi memikirkan lingkungan juga berbeda, tapi tetap saja, kewajiban itu secara otomatis melekat pada diri setiap orang, terutama orang yang diberikan amanah secara langsung dan bertanggungjawab terhadap bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak tersebut. Seperti aku yang  diberikan Allah amanah secara langsung, memikirkan teknologi yang berbasis perlindungan lingkungan, dan ruang lingkupnya sangat luas, aku sendiri dengan backgroun teknik kimia, sangat menyukai ilmu yang disebut efisiensi energi.

Salah jika dikatakan ekonomi dan lingkungan itu adalah bidang yang saling bertentangan. Konsep sejatinya adalah kedua bidang itu berkaitan dengan selaras dan sejalan. Hanya saja, efek keselarasan itu tidak boleh dikalkulasikan dalam jangka yang pendek. Misalnya, ketika kita hanya melihat biaya pengolahan limbah adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan industri, maka terlihat akan sangat mahal dan menjadi beban. Namun jika kita lihat jangka panjangnya, missal limbah tersebut jika tidak diolah akan mencemari lingkungan masyarakat sekitar yang berdampak pada buruknya kesehatan masyarakat. Maka bisa jadi suatu hari nanti industri tersebut akan dikenai sangsi pencemaran yang menyebabkan buruknya kesehatan masyarakat dan juga sangsi dari undang-undang yang memang sudah ada aturannya. Jika mau berpikir yang lebih hemat sih, seperti yang dilakukan dalam ilmu CPEE (Cleaner Production-Energy Efficiency), limbah diminimisasi secara terpadu dalam proses. Istilah kerennya in-pipe treatment atau bahas lain yang keren lagi misalnya produksi bersih, efisiensi energi, minimisasi limbah, eco-labelling dan teman2nya. Metode treatmen seperti ini efeknya jauh lebih mantap daripada end-pipe treatment yang pengolahan limbahnya dilakukan ketika limbah sudah terbentuk. Ketika prosesnya yang diefisienkan, maka keluaran limbah yang dihasilkan lebih sedikit, selain itu, konversi dan perolehan produk target akan semakin besar, jumlah energi yang dibutuhkan semakin berkurang, dan yang jelas keuntungan ekonominya akan meningkat. Nah, mungkin memang di awal, butuh investasi yang cukup banyak hehe,, tapi efek jangka panjangnya akan jauh lebih menguntungkan bahkan bisa sampai berjuta-juta dolar.

Buktinya, dalam program Greenhouse Gas Emmision Reductiom from Industries in Asia Pacific (GERIAP), industri baja terkenal seperti PT Krakatau Steel yang tergabung dalam program kerjasama UNEP (United Nation Environmental Program) bekerjasama dengan BPPT dan KemenLH melakukan modifikasi proses di salah satu area produksinya. Billet Steel Plant (BSP) adalah penghasil bilet untuk produksi batang kawat/ wire rods pada Wire Rods Mill (WRM) plant. Setelah ditelusuri, ternyata terjadi kehilangan panas akibat penurunan temperatur 900o C menjadi 450o C dan kemudian 130o C. Melihat fakta di lapangan, maka proses ini tidak efisien dan akan berdampak pada keluaran akhir nanti. Oleh karena itu dilakukan modifikasi sistem transportasi bilet antara plant BSP dan WRM, dimana temperatur bilet dijaga setinggi mungkin selama transportasi sebelum dimasukkan pada Tungku Reheating di WRM. Dengan investasi sebesar US$ 820.333, hasil yang bisa diperoleh oleh PT Krakatau Steel hanya dengan modifikasi salah satu proses ini adalah

•   Penghematan biaya tahunan : US$152.222

•   Waktu pengembalian modal : 5 tahun.

•   Penghematan energi tahunan 1.176 ton gas alam

•   Pengurangan emisi gas rumah kaca tahunan : 3,445 ton CO2/ tahun

Melihat besarnya pengurangan emisi CO2 ke udara, sebenarnya ini bisa juga dijadikan modal, yaitu dengan diajukan menjadi salah satu program Clean Development Mechanisme (CDM) atau bahasa sundanya mah Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB). Pengurangan emisi karbon ini bisa dijual ke Negara maju. ^__^

Kembali ke topic Teknologi lingkungan, sesuai dengan nama teknologi lingkungan, maka yang namanya teknologi lingkungan itu luaaaaaaaaaaaaaas banget cakupannya, banyaaaaaaaaaaak banget jenisnya. Sebutlah yang punya teknologi energi terbarukan, misalnya bioavtur, biodiesel, biokerosin dan teman2nya. Karena teknologi ini memiliki efek yang cukup baik ke lingkungan terutama dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca, maka teknologi yang notabene disebut teknologi energi ini juga bisa dikatagorikan teknologi lingkungan. Atau, teknologi material polimer degradable yang merupakan campuran antara polimer dari minyak bumi dengan polimer alam dari polisakarida dan sejenisnya, maka ketika penggunaan material polimer ini bisa menggantikan polimer plastic yang cenderung susah diuraikan bakteri di lingkungan, maka polimer plastic ramah lingkungan ini juga menggunakan teknologi lingkungan.. contoh yang lainnya ga disebutin satu-satu yaa ^__^.

So, kembali ke kesimpulan.. teknologi lingkungan itu penting kawaan!!! And plis think it more.. minimal dalam kebiasaan sehari-hari, kita memprioritaskan benda-benda atau tindakan-tindakan yang efek positif  terhadap lingkungannya juga besar. Misalnya yang kecil2: mematikan lampu kalo ga dipake, membuang sampah pada tempatnya, efisien dan bijak dalam penggunaan sampah plastic, memilih kemasan makanan yang ramah lingkungan, dan lain sebagainyaaahh..

Lagipula wahai para muslimin dan muslimah, apalagi da’I dan da’iyah yang menyadari fungsi keberadaan manusia adalah sebagai khalifah fil ardhi dan rahmatan lil’aalamiin, maka hal-hal penjagaan lingkungan juga harus melekat dalam diri kita. Allah SWT berfirman,
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
(QS. ar-Rum: 41).

Jangan sampai, lingkungan rusak dulu baru kita sadar.. yuk yuk.. buat para teknolog dan sientis, atau bapak dan Ibu yang bekerja di oil and gas, pabrik pangan, pabrik deterjen atau apapun itu.. mari terapkan teknologi berwawasan lingkungan. Bukan karena lingkungan memang lagi hangat2nya dibicarakan di dunia internasional, bahkan Pak BY yang juga nampak punya perhatian yang cukup besar di bidang lingkungan berhubung digantinya Menristek dengan MenLH, diluncurkannya perpres 61/2011, atau kebijakan internasional UNFCCC atau hasil IPCC yang menstimulus dana-dana grant yang cukup besar di bidang lingkungan especially global warming dan climate exchange. Penjagaan lingkungan ini karena muncul dari dalam diri sendiri, atas dasar perintah Allahu Rabbul ‘Alamiin..

Advertisements
  1. Esok, 10 Oktober 2012 menjadi tonggak sejarah bagi profesi Teknik Lingkungan di Indonesia. http://gedehace.blogspot.com/2012/09/teknik-lingkungan-itb-ulang-tahun-ke-50.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: