Eceng gondok, konversi mantap dari limbah menjadi pengolah limbah

Eceng gondok atau Euchornia crassipes adalah jenis tanaman tropis yang termasuk ke dalam jenis Pontedericeae. Eceng gondok didata termasuk sebagai tanaman dengan produktifitas dan laju pertumbuhan yang paling cepat di antara seluruh tanaman air di dunia. Eipstein menyebutkan bahwa eceng gondok memiliki kemampuan melipatgandakan ukurannya dalam waktu 5 hari dan sebuah mat untuk tanaman berukuran sedang bisa memuat kurang lebih 2 juta tanaman per hektar dengan berat kurang lebih 270-400 ton. Dilaporkan bahwa pada tahun 2007, tanaman ini telah berhasil menutupi 125,000 are dari permukaan kawasan air di daerah Florida dengan kepadatan eceng gondok mencapai 200 ton per are. Sebagai akibatnya, pemerintah mengeluarkan dana berjuta dollar untuk melakukan pembersihan akibat gangguan pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali tersebut.

Tanaman ini biasanya dikenal dengan aktifitas eutrofikasi yang menjadi indikasi dari tercemarnya lahan perairan oleh deterjen dan sejenisnya. pada awalnya pertumbuhannya yang cepat menjadi masalah lanjutan di lahan yang terkena eutrofikasi, misalnya terhalangnya oksigen dan cahaya matahari ke dalam perairan yang menimbulkan kematian berbagai organisme perairan, penurunan kualitas lingkungan perairan tersebut. Masalah ini ditambah dengan belum adanya solusi untuk memanfaatkan eceng gondok tersebut. Selain masalah eutrofikasi, eceng gondok juga sering mengganggu turbin dari pembangkit listrik tenaga air. Bahkan blockade akibat eceng gondok di daerah sungai dan kanal dapat menyebabkan banjir yang membahayakan warga sekitar. Bahaya-bahaya lain yang bisa ditimbulkan oleh tanaman ini misalnya evapotranspirasi di daerah yang kekurangan air, hambatan akses dalam sektor perikanan, pengurangan biodiversitas, serta merupakan tempat bersarang yang sangat baik untuk jentik nyamuk malaria, ensefalitis, dan filariasis.

Kemajuan penelitian di berbagai belahan bumi ini saat ini telah membuktikan bahwa tanaman jenis eceng gondok justru memiliki manfaat yang luar biasa besar, tidak hanya dalam sektor lingkungan, melainkan juga sektor kesehatan, energi, pertanian, peternakan, dan masih banyak lagi sektor lainnya. Kebermanfaatannya yang sangat besar merupakan sebuah potensi yang sangat baik bagi Indonesia.

 

 

 

1.1 Eceng gondok sebagai biofilter dan agen fitoremediasi-fitofiltrasi

Eceng gondok adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk fitoremediasi akibat kemampuannya yang sangat baik dalam menanggulangi limbah cair dan air tercemar dengan kandungan logam berat yang bervariasi dan kuantitas yang banyak. Eceng gondok bahkan dinobatkan sebagai “ginjal dunia” untuk kemampuannya yang sangat luar biasa dalam berbagai aksi penyelamatan air bersih di berbagai belahan dunia dari berbagai pencemaran yang terjadi, baik pencemaran akibat kontaminasi senyawa inorganik, logam beracun, POPs (Persistant Organiks Pollutants), senyawa organik yang berasal dari limbah peternakan, dan limbah-limbah jenis lainnya.

Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan degradasi senyawa organik eceng gondok yang mencapai nilai 93%. Hal ini sangat sesuai dengan prasyarat untuk pengolahan limbah cair keluaran rekator biogas fixed bed yang ada di Desa Kalisari dan Cikembulan, Banyumas. Berdasarkan beberapa jurnal, memang belum ditemukan adanya pengolahan limbah cair tahu dengan menggunakan eceng gondok, namun pada kenyataannya, di Balikpapan, Kalimantan telah dibangun pengolahan limbah cair tahu di kawasan Somber yang mengolah limbah cair tahu sebanyak 350-420 m3 perhari. Namun sayangnya, limbah cair yang diolah adalah limbah effluent langsung dari industri sehingga COD limbah masih sangat tinggi. Hal ini berbeda dengan yang akan dilakukan di Desa Kalisari dan Cikembulan, di mana limbah cair tahu keluaran industri diolah dengan reaktor fixed bed untuk menghasilkan biogas, sisa effluennya direncanakan diolah dengan menggunakan eceng gondok. Selanjutnya eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

1.2 Potensi Eceng Gondok pasca pemanfaatan sebagai agen fitofiltrasi

Pada prosesnya, pemanenan eceng gondok yang digunakan untuk mendegradasi senyawa organik dalam effluent limbah tahu keluaran reaktor biogas tetap perlu dilakukan berhubung control terhadap laju pertumbuhan terhadap tanaman ini perlu diupayakan untuk kejaran optimasi proses sekaligus menghindari efek negative seperti yang disebutkan dalam topic sebelumnya. Oleh karena itu perlu ada pemanfaatan yang tepat untuk eceng gondok yang sudah tua atau sejenisnya.

Adapun potensi yang teridentifikasi untuk pemanfaatan eceng gondok berikutnya adalah dijadikan bahan untuk biogas kembali, kompos, pakan ternak dan unggas, dan dijadikan berbagai bahan kerajinan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: