Environmentally sustainable low carbon technologies: Opportunities for SMEs

  1. I. Pentingnya Teknologi Rendah Karbon, Bagaimana Teknologi Rendah karbon bisa mempertahankan sustainabilitas lingkungan

Maraknya isu perubahan iklim di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia membuat dampak aksi yang cukup nyata, mulai dari negosiasi internasional hingga ke perencanaan pelakasanaan aksi daerah terhadap perubahan iklim baik itu kegiatan adaptasi maupun mitigasi.

Salah satu dampak positif adalah kesadaran masyarakat dunia mengenai pentingnya aksi pencegahan (mitigasi) dan aksi penyesuaian (adaptasi) terhadap fenomena perubahan iklim yang dilansir akan benar-benar terjadi tersebut. Fenomena tersebut akan benar-benar terjadi jika tidak ada upaya yang berarti yang dilakukan masyarakat dunia untuk pencegahan, sehingga salah satu factor yang cukup diperhatikan adalah aplikasi teknologi rendah karbon yang bisa diterapkan di seluruh lini kehidupan. Kesadaran dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca menjadikan sebuah kebutuhan terhadap teknologi-teknologi yang mengeluarkan emisi gas rumah kaca lebih sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Sebagaimana kita ketahui ruang lingkup teknologi dalam kehidupan manusia sangat luas cakupannya. Termasuk sekalipun teknologi rendah karbon yang melingkupi area rumah tangga misalnya penerangan hingga ke taraf kompleks seperti industri, bahkan industri energi sekalipun.

Penerapan teknologi rendah karbon ini jelas memiliki manfaat yang cukup signifikan yakni menurunkan emisi gas rumah kaca terutama karbon dioksida, selain itu efek penghematan ekonomi akibat efisiensi sumber daya dan energi juga dapat dicapai. Sebutlah teknologi produksi bersih yang memaksimalkan performa kerja proses yang meminimalisir adanya keluaran limbah dan keluaran bukan output (NPO-Non Product Output). Dengan adanya efisiensi di bagian proses yang menyebabkan semakin efisiensinya penggunaan  bahan baku dan energi. Hal ini sudah pernah dibuktikan dalam program GERIAP (Greenhouse Gas Emission Reduction from Industry in Asia Pacific). Sebenarnya teknologi produksi bersih atau sejenisnya juga bukan barang  baru dalam percaturan teknologi. Hanya saja dalam konteks pengurangan emisi gas rumah kaca yang ternyata teknologi-teknologi lama ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan, maka masuklah teknologi tersebut ke dalam salah satu teknologi rendah karbon.

Selain memiliki efek pengurangan GRK yang cukup signifikan, teknologi rendah karbon memiliki efek pada penjagaan kualitas dan daya dukung lingkungan secara komperhensif. Karena pada dasarnya, teknologi rendah karbon memiliki dasar pertimbangan lingkungan atau kita kenal dengan teknologi yang ramah lingkungan, teknologi berwawasan lingkungan, green technology dan nama-nama sejenis yang lainnya. Hanya saja penekanan teknologi rendah karbon adalah pada pengurangan emisi GRK, itu saja yang mengkhususkannya dari teknologi yang lainnya. Efek penjagaan keberlangsungan lingkungan tentu menjadi peran yang sangat penting. Bagaimana pun lingkungan adalah system kompleks tempat manusia beraktifitas, jika rusak, maka yang menjadi objek yang terancam tentu adalah manusia. Tentu manusia mana pun tidak ingin hal ini terjadi. Oleh karena itu, penerapan teknologi rendah karbon menjadi suatu usaha sekaligus harapan tersendiri bagi masyarakat dunia akan pencegahan bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim-pemanasan global yang diramalkan sampai akan membuat Indonesia kehilangan beberapa pulau sekaligus pengurangan luas akibat dari kenaikan permukaan air laut.

Kesimpulannya adalah jika pengurangan emisi GRK dapat dilakukan dengan penerapan teknologi rendah karbon, tentu opsi ini menjadi opsi yang akan dilakukan, terlebih efek samping dari penerapan teknologi ini juga berdampak pada peningkatan keuntungan ekonomi dan peningkatan kualitas kehidupan manusia itu sendiri jika dilihat dari aspek lingkungan dan aspek kesehatan.

 

  1. II.   Mengapa Teknologi Rendah Karbon perlu diterapkan di UKM? Bagaimana pengaruhnya?

Karena opsi penerapan teknologi rendah karbon adalah opsi yang wajib dilakukan, maka penerapannya harus dilakukan dalam semua aspek kehidupan: energi, industri, proses, material, eksplorasi sumber daya alam, system utilitas, dan lain sebagainya. Maka salah satu sektor yang dijadikan inti dari artikel ini adalah UKM atau Usaha Kecil Menengah yang menjadi pilar perekonomian Indonesia, karena berdasarkan data yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik pada tahun 2011,  jumlah UKM di Indonesia tahun 2010 tercatat sekira 52 juta unit usaha yang menyumbang lebih dari 56 persen PDB di Indonesia.

Melihat potensi UKM yang sedemikian besarnya, jelas bahwa penerapan teknologi rendah karbon menjadi sebuah opsi yang patut untuk diterapkan mengingat efek terhadap lingkungan yang akan kian signifikan.

UKM pada umumnya memiliki pendapatan yang cukup kecil jika dibandingkan pendapatan rata-rata. Selain itu, sumber daya manusia yang diserap menjadi pekrja biasanya juga memiliki tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi. Namun potensi dari UKM dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Menyediakan kesempatan kerja
  2. Mengurangi kemiskinan
  3. Memacu inovasi
  4. Memelihara semangat berwirausaha
  5. Membantu perkembangan industri
  6. Mengembangkan produk baru
  7. Meningkatkan kesempatan ekspor
  8. Memacu pertumbuhan ekonomi
  9. Memastikan kesetaraan pembangunan
  10. Memastikan keberlangsungan pembangunan

Adapun alasan mengapa UKM harus menjadi objek penerapan teknologi rendah karbon adalah:

  1. UKM sebagian besar merupakan beban atau tekanan bagi lingkungan
  2. UKM mungkin lambat atau segan dalam menggunakan pengukuran efisiensi lingkungan
  3. UKM jarang peduli akan pengaruh mereka terhadap lingkungan
  4. UKM kurang dalam tenaga ahli untuk mengidentifikasi dan menerapkan teknologi yang berwawasan lingkungan
  5. UKM cenderung memiliki prospektif ekonomi jangka pendek

Oleh karena alasan tersebut, sangatlah dibutuhkan tenaga ahli dari luar yang bisa membantu dan mendampingi (technical assistance) mereka dalam penerapan teknologi rendah karbon.

III. Kesempatan penerapan teknologi rendah karbon untuk UKM

Berdasarkan potensi dan alasan yang tlah disebutkan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan bahwa kesempatan penerapan teknologi rendah karbon di lingkungan UKM sangat besar. UKM sendiri juga dapat memanfaatkan kesempatan penerapan teknologi rendah karbon untuk mendapatkan peningkatan kapasitas dalam olah proses produksi juga peningkatan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

IV. Bagaimana penerapan teknologi rendah karbon di lingkungan UKM

Penerapan teknologi rendah karbon sangat mungkin dilakukan. Telah banyak contoh yang bisa diamati mengenai penerapan teknologi rendah karbon di ruang lingkup UKM, dan tidak sedikit pula yang memperlihatkan keberhasilan dalam penerapan tersebut yang terlihat dari lingkungan kerja dan lingkungan sekitar UKM, kondisi peralatan, proses atau bahkan produk, serta peningkatan keuntungan ekonomi yang dialami oleh UKM tersebut.

Karena kurangnya sumber daya yang memiliki keahlian yang cukup baik di tataran UKM itu sendiri, maka memang diperlukan bantuan dari luar untuk menginisiasi dan melaksanakan program implementasi teknologi rendah karbon tersebut. Pihak luar ini bisa memiliki peran yang sesuai mulai dari pendanaan awal, technical assistance, dan training peningkatan kapasitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: