Kebijakan Terkait pengembangan biogas dari Limbah Cair Tahu

Indonesia merupakan Negara yang memiliki ketergantungan energi fosil dengan jumlah yang sangat tinggi namun tidak disertai dengan cadangan energi fosil yang memadai. Konsumsi energi fosil yang tinggi dengan nilai rata-rata meningkat 7% per tahun. Namun penggunaan energi fosil yang banyak tersebut, pemanfaatannya di kalangan masyarakat masih belum optimal, terbukti dengan nilai rasio elektrifikasi Indonesia pada tahun 2011 yang masih rendah yaitu hanya berkisar pada nilai 72.92% sehingga sekitar 27.05% rumah tangga di Indonesia belum diterangi listrik.

Penggunaan energi fosil yang menghasilkan emisi GRK, tentu menjadi masalah lingkungan tersendiri yang harus bisa diatasi. Usaha untuk melakukan substitusi energi fosil akan menjadi solusi dalam mengatasi masalah lingkungan sekaligus masalah keterbatasan energi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu pula, Indonesia memiliki komitmen yang cukup kuat untuk mengatasi masalah energi dan lingkungan, salah satu caranya adalah dengan mencari alternative energi terbarukan yang potensial, terutama yang juga bisa mengatasi permasalahan lingkungan. Salah satu energi terbarukan yang berpotensi untuk mengatasi permasalahan lingkungan adalah energi terbarukan yang diproses dari limbah atau sampah, sehingga tak hanya mengurangi dampak pencemaran, output proses yang berupa biogas juga merupakan sumber energi terbarukan yang bisa digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil.

Komitmen Indonesia dalam penurunan emisi gas rumah kaca yang semula hanya diucapkan presiden SBY dalam konferensi di Pittsburg dan COP di Bali kini telah dituangkan dalam Peraturan Presiden No 61/2011 yang berisi rencana aksi pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi GRK. Namun sebelum adanya Perpres tersebut, Indonesia telah memiliki kebijakan di bidang energi terkait dengan energi terbarukan, yaitu Perpres No 5/2006 yang merupakan arah kebijakan energi Indonesia hingga tahun 2025. Salah satu arahan yang menjadi agenda sektor energi baru-terbarukan dan konservasi energi yang menjadi turunan dari kepres tersebut adalah pengembangan bioenergy. Dengan cara menyusun system penyediaan dan pemanfaatan bioenergy dengan penyediaan bahan baku bioenergy, instalasi konversi bioenergy, distribusi, dan pemanfaatan produk bioenergy. Produk bioenergy yang lahir dari system tersebut adalah bahan bakar minyak nabati, bahan bakar gas nabati, bahan bakar padat nabati, dan listrik nabati.

Salah satu institusi yang diberikan wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan perpres ini adalah Kementerian ESDM yang memiliki beberapa rencana aksi penurunan emisi GRK nasional, slaah satu rencana aksi yang dilakukan adalah pemanfaatan biogas yang diperkirakan memiliki penurunan emisi GRK selama tahun 2010-2020 sebesar 0.13 juta ton CO2e. Untuk kebijakan biogas sendiri, selain masuk ke dalam salah satu bio energi yang dikembangkan melalui Perpres No 61/2011 dan Perpres No 5/2006, belum ada kebijakan yang khusus membahas hal tersebut, apalagi biogas yang berasal dari limbah industri kecil tahu yang menjadi topic dalam program ini. Biogas dalam Perpres No 5/2006 termasuk dalam kategori bahan bakar terbarukan biofuel yang presentase target ketercapaiannya hanya 5% dari total energi yang digunakan.

Meskipun Kebijakan biogas dari limbah cair tahu memang belum dituliskan secara spesifik, namun program pengembangan biogas telah banyak dilakukan terutama untuk biogas yang berasal dari kotoran sapi. Terdapat program DME melalui pendanaan dari APBN, dan juga program BIRU yang merupakan program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga biogas yang dikembangkan oleh pihak swasta. Selain itu, kementerian ESDM memacu pengembangan biogas dengan mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No 4 Tahun 2012 yang mengatur harga pembelian tenaga listrik dan pembangkit listrik yang berbasis bioenergy (biomassa, biogas, dan sampah kota). Dengan adanya tarif ini, diharapkan akan mendorong peningkatan investasi di bidang pembangkitan listrik berbasis bioenergi karena listrik yang diproduksi akan dibeli PT. PLN dengan harga yang menarik dan lebih tinggi dari harga yang telah ditetapkan sebelumnya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa salah satu aplikasi pengembangan biogas digunakan dalam program Desa Mandiri Energi (DME). Program DME sendiri merupakan perwujudan dari beberapa kebijakan yang telah ada dan melibatkan beberapa kementrian dan institusi sekaligus. Adapun kebijakan yang menjadi dasar pengembangan DME antara lain adalah:

1. PERPRES No. 5/2006: Kebijakan Energi Nasional : Penyediaan biofuel minimal 5% pada tahun 2025.

2. Inpres Nomor 1 Tahun 2006 : Inpres Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.

3. Kepres No. 10 Tahun 2006 : tentang Pembentukan Tim Nasional Pengembangan BBN untuk Percepatan Pengurangan Kemiskinan dan Pengangguran.

4. Peraturan Pemerintah Energi dan Sumber Daya Mineral No. 32 Tahun 2008 : tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai bahan bakar lain.

  1. blognya keren mba🙂

    mba kl jurusan ekonomi untuk kerja di bppt peluangnya ada? dan bagian risetnya mengenai apa? bppt apakah selalu meriset hal2 yg berkaitan dengan teknologi sprti ini, atau ada yg tidak sama skali berhubungan dengan teknologi sperti sosial dll? trims mba🙂

    • alhamdulillah, kebaikan hanya milik Allah, jika dipandang keren, semata Allah saja yang memperlihatkannya seperti itu.
      banyak sih sebenarnya, kabid saya juga jurusan ekonomi. ada peluang untuk analisis dan evaluasi ekonomi untuk berbagai riset.
      dicoba aja masukin lamarannya mba

  2. keren mbak, thx infonya,
    oya, saya mau tanya mbak, apa mbak punya contact person orang2 yg sdah berhasil membuat biogas limbah tahunya?? skali lagi thx ya mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: