Teknologi Rakyat untuk Rakyat, Layak Berkembang ^_^

Penguasaan teknologi yang tepat dan merakyat tidak diragukan lagi memang dapat membawa kemanfaatan yang signifikan bagi masyarakat, apalagi masyarakat menengah ke bawah yang memiliki kendala ekonomi, seperti masyarakat pengrajin industri tahu di daerah Desa Kalisari dan Desa Kalikidang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Implementasi teknologi dalam pengolahan limbah cair industri tahu menjadi biogas yang dimulai oleh BPPT sejak tahun 2009 di sana, telah mengalami perkembangan yang cukup baik. Tidak hanya peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan yang dihasilkan, melainkan juga penyediaan sumber energi terbarukan yang aman, dan ramah lingkungan. Implementasi system terintegrasi dengan penjagaan sustainabilitas yang juga menjadikan teknologi ini memiliki nilai lebih karena tidak hanya meningkatkan kapasitas, kesadaran, pengetahuan masyarakat akan pentingnya lingkungan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa kepemilikan yang cukup tinggi di hati masyarakat pengguna biogas tersebut.

Berdasarkan kisah sukses yang dimulai sejak 2009, kemudian dilanjutkan dengan replikasi teknologi yang sama di tahun 2010, dan mulai tahun 2012, teknologi ini diminati pemerintah daerah Kabupaten Banyumas untuk direplikasi dan diimplementasi dengan skala yang lebih banyak lagi. Pembangunan reactor biogas yang merupakan kerjasama antara BLH Kabupaten Banyumas dengan BPPT juga telah dilaksanakan. Sebanyak 2 buah reactor telah diinstal dan siap beroperasi sehingga dalam kurun waktu 2 bulan, diharapkan masyarakat sudah dapat menikmati biogas hasil pengolahan limbah cair tahu yang mereka hasilkan setiap hari.

oho reeep 121212

Oleh karena melihat potensinya yang sedemikan signifikan, BPPT menilai harus ada system yang lebih besar dalam mengembangkan implementasi teknologi biogas reactor fixed. Untuk itu melalui program REEEP (Renewable Energy and Energy Efficiency Partnership), diharapkan pengembangan teknologi ini dapat menghimpun stakeholder terkait untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang bisa dilakukan dan setiap hambatan yang mungkin menjadi kendala.

Salah satu kegiatan REEEP telah dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2012 yaitu workshop bertajuk “Dukungan Teknologi Biogas Dari Limbah Tahu Dalam menunjang Desa Mandiri Energi (DME) dan Pemenuhan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK)” telah menjadi media fasilitas yang menghimpun stakeholder terkait pengolahan limbah cair tahu ke arah pengembangan DME dan aksi mitigasi untuk RAD. Agenda tersebut telah mempertemukan pihak dari BLH Provinsi Jateng yang telah menjadikan opsi penanganan limbah tahu menjadi biogas sebagai aksi mitigasi provinsi Jawa Tengah, pihak dari BLH Kabupaten Banyumas yang memiliki rencana untuk mengembangkan teknologi yang ada sekaligus menjaga sustainabilitasnya, dan pihak ESDM Kabupaten Banyumas yang memiliki wewenang dalam pengembangan DME termasuk di dalamnya adalah Desa Kalisari. Meskipun disampaikan oleh Kepala Dinas ESDM Banyumas, bahwa desa Kalisari memiliki rasio elektrifikasi yang sudah mencukupi, namun jika memang kemampuan pemenuhan energinya dapat didukung oleh biogas yang dihasilkan dari limbah cair industri tahu yang mereka hasilkan setiap hari, maka Desa Kalisari bisa menjadi desa percontohan juga selama kriteria DME yang ditetapkan oleh Kementrian ESDM juga dapat dipenuhi. Hal ini didukung oleh pernyataan Kepala BLH Prov Jawa Tengah yang berencana akan mengalokasikan dana APBD 2013 untuk pembangunan reactor biogas dengan teknologi yang sama di Desa Kalisari.

Pengembangan yang cukup signifikan ini tidak akan muncul jika tidak ada inisiasi implementasi yang dimulai oleh BPPT untuk pengolahan limbah cair tahu pada tahun 2009 yang lalu. Implementasi teknologi yang didukung oleh peningkatan kapasitas social dan system monitoring yang baik membuat teknologi ini dianggap mumpuni dan berpotensi dalam menyelesaikan beberapa masalah terkait pencemaran limbah cair tahu atau bahkan limbah cair organic yang lainnya (tapioca misalnya, seperti yang juga dilaksanakan di Kecamatan Gumelar), juga masalah krisis energi yang sedikit banyak dapat dibantu penyelesaiannya oleh penyediaan alternative energi terbarukan, termasuk di antaranya adalah biogas. Namun, “tetap saja perlu adanya antisipatif dan kooperasi yang semakin baik yang harus dilakukan ke depannya untuk membuat teknologi rakyat ini dapat semakin berkembang, misalnya dukungan universitas dan pihak pihak terkait lainnya” tutur salah satu pembicara dari BPPT pada acara tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: