Antara Biogas dengan Biofuel? bedanya??

Meskipun biogas dikategorikan ke dalam rumpun bioenergy bersama dengan biofuel dan bioethanol, pada dasarnya terdapat perbedaan dalam karakteristik antara biogas dengan bentuk bioenergy yang lainnya.  Perbedaan fasa tidak membuat biogas dikategorikan sebagai golongan khusus, karena pada dasarnya menurut berbagai definisi bioenergy, biogas memenuhi sebagian besar karakteristik bioenergy, termasuk halnya dengan definisi yang menyebutkan bahwa bioenergy adaalah energy yang berasal dari organisme yang menyimpan energy surya (efek fotosintesis). Hal ini karena biogas yang berasal dari biomassa mapun limbah baik limbah kotoran hewan maupun limbah cair organic, pada dasarnya merupakan olahan dari biomassa tumbuhan organic. Contohnya, kotoran hewan memamah biak yang makanan utamanya adalah berasal dari tumbuhan atau limbah cair tahu yang bahan dasarnya adalah kedelai, atau limbah cair dan sampah padat domestic juga jika ditelusuri adalah bahan dasarnya berasal dari biomassa.

Fasa biogas yang berbentuk gas memiliki keterbatasan dalam hal fleksibilitas penyimpanan, berbeda dengan bioethanol dan biofuel atau bahkan bio-briket yang lebih mudah dalam proses penyimpanan ataupun ketika proses berlebihan.  Biogas pada dasarnya hamper serupa dengan gas alam yang harus memiliki perlakuan khusus ketika berada pada jumlah cukup berlebihan.

Selebihnya, biogas terutama yang dikonversi dari limbah baik limbah cair organic maupun limbah slurry (kotoran ternak) dan sampah kota memiliki keuntungan lebih jika dibandingkan dengan bentukan bioenergy lainnya. Hal yang paling menonjol dari perbedaan tersebut adalah keuntungan lingkungan yang dimiliki oleh biogas sebenarnya lebih banyak daripada biofuel atau bioethanol, seperti:

  1. Ketersediaan bahan baku. Sepertinya bahan baku biogas dari limbah atau sampah menjadi keuntungan tersendiri karena ketersediaannya bukanlah sesuatu yang diadakan (seperti biofuel yang memerlukan proses penanaman tanaman tertentu), melainkan sudah ada dan justru memang butuh diproses. Kelimpahan limbah cair dan sampah padat di Negara berkembang seperti Indonesia menjadi factor pendukung yang perlu menjadi perhatian, karena bahan-bahan baku ini justru jika tidak dikonversi akan menimbulkan masalah lingkungan. Sebaliknya, ketika dilakukan pemrosesan menjadi biogas, keuntungan yang diperoleh menjadi bertambah karena artinya ketika sampah ini diproses, maka beban pencemarab terhadap lingkungan akan berkurang.
  2. Tidak harus melakukan pembukaan lahan untuk proses penanaman. Lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi biogas hanyalah pada pembangunan plant dan pemipaan. Seperti tersebut pada point sebelumnya bahwa bahan baku biogas yang berasal dari limbah, tidak diperlukan adanya proses penanaman terlebih dahulu yang kemudian memerlukan sejumlah lahan. Hal ini jelas akan mengurangi proses pembukaan lahan yang selama ini menjadi factor yang dielukan dalam pengembangan biofuel. Maka, jika dikaitkan dengan emisi yang diakibatkan dari proses pembukaan lahan, maka biogas dari limbah cair dan sampah padat memiliki daya pengurangan emisi yang lebih.
  3. Tidak memerlukan proses transportasi. tidak seperti biofuel yang memerlukan proses transportasi dari lahan tanam bahan material ke tempat proses produksi dengan menggunakan angkutan yang memerlukan bahan bakar, plant biogas yang diperoleh dari limbah sebenarnya bisa dibangun di tempat sekitar sumber limbah. Misalnya limbah cair tahu dapat dibangun di area kawasan industry kecil tahu, atau biogas plant untuk mengolah limbah industry tapioca yang dibangun di kawasan proses produksi tapioca. Proses transportasi limbah cair kebanyakan hanya membutuhkan proses perpipaan yang bisa sama sekali tidak membutuhkan bahan bakar karena pengaturan system gravitasi (mengalirkan fluida dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah).

Selain perbedaan fasa dan ketiga factor yang disebutkan di atas, biogas memiliki karakteristik yang sama dengan bioenergy lainnya, yaitu dapat digunakan sebagai sumber energy baik untuk proses pembakaran (industry atau rumah tangga atau bahkan transportasi) juga sebagai pembangkit tenaga listrik.

Jadi, karena saat ini, Indonesia belum memiliki kebijakan yang langsung menyebutkan biogas sebagai salah satu sumber energy terbarukan seperti halnya kebijakan energy terbarukan untuk geothermal, melainkan memasukannya ke dalam kategori bioenergy. Maka dalam naskah akademik ini, pembahasan kebijakan bioenergy dapat kita kaitkan secara langsung kepada bentukan-bentukan bioenergy termasuk biogas, dan termasuk biogas dari limbah cair industry seperti industry tahu.

  1. Tolong buat artikel tentang pengertian dari biogas, bioetanol, biomassa, biofuel dan bioenergy lainnya

    • Dear Ghaitsa,

      nampaknya dari uraian saya bisa cukup jelas ditangkap maksud dan pengertian yang Mba Ghaitsa cari.

      Kalo masih kurang jelas, mba Google bisa jadi teman yang tepat ^__^.

      Nuhun

  2. sandia primeia

    kayak isi TN😀 mantap share ilmunya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: