Bioavtur

Seiring dengan kian populernya aneka bahan bakar nabati (BBN, biofuels) seperti bioetanol, biodiesel dan biogas, dunia penerbangan yang sudah puluhan tahun menggunakan avtur yang berasal dari bahan bakar fosil, kini juga mulai tertarik untuk menggunakan bahan bakar berbasis nabati, yakni biokerosin atau bioavtur (biokerosene atau jet biofuel). Penggunaan biokerosin sebagai bahan bakar pesawat jet dan pesawat terbang pertama kali dikembangkan di Fortaleza, Brazil, pada periode 1980-1985.  Uji pertama kali dilakukan pada pesawat yang terbang dari São José dos Campos menuju Brasília dengan menggunakan biokerosin murni (tanpa adanya tambahan mineral-mineral kerosin tradisional) yang disebut prosen. Pada kondisi yang sama, bila dibandingkan dengan petrokerosin (kerosin yang berasal dari bahan bakar fosil) konsumsi rata-rata dari biokerosin lebih besar 4.5% sampai 6.0%.

Keberhasilan pengembangan teknologi bahan bakar berbasis nabati  ini kemudian disusul dengan keberhasilan beberapa penerbangan lainnya; yang paling baru (2007) adalah penerbangan pesawat Virgin Atlantics dari London menuju Amsterdam yang menggunakan campuran BBN sebanyak 20%.

Virgin Atlantic bekerja sama dengan dengan Boeing, GE Aviation dan Imperium Renewables, perusahaan utama dalam teknologi produksi biodiesel di Seattle, Washington, berhasil menerbangkan sebuah pesawat terbang Boeing 747 yang dilengkapi dengan mesin GE dan menggunakan bahan bakar yang mengandung 20%-volume jet biofuel yang berasal dari minyak babassu dan minyak kelapa. Pesawat ini terbang dari London Heathrow pukul 11:30 dan tiba dengan selamat di Amsterdam pada pukul 1:30 pm waktu setempat.

Keberhasilan ini merupakan sebuah prestasi yang cukup menggembirakan karena merupakan demonstrasi penerbangan pesawat ber-BBN pertama dalam dunia penerbangan jet komersial berskala besar. Kemudian, tidak lama setelah itu, Boeing, Air New Zealand dan Rolls-Royce yang juga melakukan  demonstrasi penerbangan biofuel dengan menggunakan pesawat terbang  Air New Zealand Boeing 747-400 dengan mesin dari Rolls-Royce.

Biokerosin atau jet biofuel merupakan bahan bakar dari bahan yang lebih mudah diperbaharui daripada bahan bakar jet biasa, mampu mereduksi emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global, serta lebih ramah lingkungan. Selain itu, biokerosin dikabarkan memiliki nilai lubrisitas (pelumasan) dan detergensi (pembersihan) yang cukup baik, sehingga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kinerja dari petrokerosin dan berkontribusi dalam pembersihan turbin. Akan tetapi, walaupun tidak membutuhkan modifikasi mesin bahan bakar kendaraan, biokerosin memiliki kecenderungan untuk membeku lebih cepat daripada bahan bakar berbasis bahan bakar fosil biasa.

Pada bulan September 2006, perusahaan biofuel dari Brazil, Tecbio bekerjasama dengan NASA dan Boeing untuk mengembangkan bahan bakar pesawat terbang berupa biokerosin atau disebut Boeing sebagai jet biofuel. Tecbio menggunakan reaksi transesterifikasi untuk memproduksi biodiesel dan biokerosin (jet biofuel) dengan menggunakan minyak babassu sebagai bahan mentah. Biokerosin dibuat dari fraksi ester dengan berat  molekul tertentu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: