Blog Archives

Iedul Adha di Pullman, Washington

Bagi masyarakat Indonesia dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, hari raya Islam yang paling besar adalah hari raya Iedul Fitri. Ada cuti bersama, ada kegiatan mudik, dan serangkaian feature khas lebaran lainnya. Tapi, ternyata setelah saya menginjak tanah Amerika, saya cukup terkejut karena ternyata Iedul Adha di luar Indonesia dianggap sebagai hari raya yang lebih besar. Indikatornya misalnya kalo di Pullman, panitia sampai menyewa gedung khusus yang cukup memuat Muslim yang bermaksud shalat ied. Not to mention, buanyak dan beragamnya makanan yang dibawa oleh masing-masing orang ke tempat shalat ied. Indikator yang lain adalah seriusnya mereka menyiapkan kostum special dan bahkan ada performance berupa tarian ala middle east ^_^ (sayang yang pas mereka menari, si saya ga foto wkkwkw). Nah kalo Iedul Fitri relative lebih tiis.. shalat ied dibagi 2 shift karena Pullman Islamic Center ga muat menampung semua yang mau shalat ied, dan well tak ada special performance.

20141004_084250.jpg20141004_084425.jpg20141004_084041.jpg20141004_085228.jpg

Di perantauan ke Negara non Muslim seperti Amerika, tentu rasa  kebersamaan selalu ngasih feeling yang teramat berbeda kesannya jika dibandingkan dengan perayaan lebaran di Indonesia. Namanya minoritas, terasa saudara seperjuangan ^_^. Di sini juga gt, Pullman Islamic Community yang selalu menjadi penghibur karena paling tidak si saya masih bisa merayakan lebaran sesuai dengan asholahnya (deuh asholah bahasanya wkkwkw). Dan tidak lupa dan ini yang biasanya paling bikin seneng adalah Indonesian Community di Pullman yang bisa dikatakan selalu ngumpul kalo lebaran tiba.. ntah itu Lebaran Iedul Fitri maupun Iedul Adha, Yang paling bikin seneng, tentunya adalah bisa diskusi curhat ngobrol ngaler ngidul melepas penat di lab dan terutama adalah masakan INDONESIA yang ga ada duanya.. for me, kalah lah itu masakan Mesir, Iran, Libya, Bangladesh juga makanan Amerika kalo dibandingkan dengan makanan Indonesia.

20141004_17431120141004_180949

Kadang, kalo lagi sempet (dan biasanya selalu pada sempet wkwkkw), kumpul-kumpul lebaran ini selalu dilanjutkan sesi kewanitaan (buat para ladies), misalnya penataan gaya rambut, melukis hena, acara bikin bros dan kerajinan tangan bareng, juga ngobrol2 seputar dunia wanita (masak-memasak dan kosmetik wkkwkwkw).

Dan sekarang si saya ternyata kangeeeen juga masa2 itu hihihi… memang segala moment indah yang pernah terjadi teh harus bisa disyukuri..

Btw, selamat hari raya Iedul Adha 1437 H temen2 semuaaa..

Advertisements

Setelah Pulang dari Ameriki ^_^

Si saya belum selesai (tepatnya belum mulai lagi) nulis tentang perjalanan saya di US dengan segala tetek bengeknya di blog ini, tapi kemudian yang si saya tulis ini adalah ketika saya udah balik ke Indo lagi. Hehehe.. Tapi tak mengapa I would like to share some insights I got after si saya berwaswiswus di negeri Barrack Obama.

Si saya pulang ke Indonesia 4 hari setelah wisuda yang diadakan pada tanggal 7 Mei 2016. Because of that, I have to answer the same questions over and over again: “kenapa pulangnya cepet amat? Ga jalan-jalan dulu?”. Jawaban yang biasa saya kasih ke all of those people (my international friends and of course my Indonesian friends) adalah senyum manis dan sepotong kata “My Mom misses sooo much that I cannot bear having longer time here in the US”. Well it is true. I was not lying, you can ask my mom as a prove. But well.. there are sooooome other reasons that I had. Salah satunya adalah, I don’t feel like traveling around alone by myself. Kejadian Mba Herma cukup menjadi trauma tersendiri meskipun nyadar bahwa  yang namanya kematian mah sudah menjadi takdir tercatat di Lauhul Mahfud. But still you know, kalo bs ga sendiri ya alhamdulillah.. masalahnya saat itu dari Pullman kayanya susah nyari temen travelling ahahhaa.. but it’s alright. I don’t mind at all not spending money or time in the US longer. Ga nyesel sama sekali, since US is not really my fav. Ya kalo ada kesempatan sih alhamdulillah, tapi kalo g ada ya mogmana lagi. Nanti aja balik lagi kalo udah ada temen. Wkkwkwkw….

Dan di sini si saya g akan ngebahas perkiraan apa yang temen2 saya punya karena si saya masuk kategori “buru-buru banget pulang”. Read the rest of this entry

Percaya bahwa Impian hari ini adalah kenyataan esok hari? Ini buktinya :)

Bukan sekedar slogan tanpa arti yang kutemukan ketika ku menjalani masa pembinaan di kampus ITB. slogan dari Ustadz Hasan Al Bana itu menjadi satu slogan yang selalu kupegang dan kuyakini bahwa keyakinan kita terhadap Allah yang disertai dengan usaha yang serius benar-benar akan mengantarkan mimpi-mimpi itu kita ke hadapan kita. Perwujudan impian2 itu adalah salah satu di antara sekian banyak bukti kebesaranNya dan betapa ketika Allah berkehendak, maka tak ada yang tidak mungkin. Dan cara Allah mengabulkan impian adalah sesuatu yang beyond your expectation. Allah berkuasa sepenuhnya untuk membuatnya indah berkali-kali lipat.

ini bukti yang saya alami sendiri: (lihat baik2 tanggalnya ^___^)

2016-04-15 (2)

Di sana tertulis: “hopefully one day, I can really see it with my own eyes”. December 28, 2011.

Mungkin saya belum pernah secara lugas mengungkapkan mengapa saya mencintai bunga sakura sedemikian rupa. Read the rest of this entry

refleksi perkembangan akademik 6 bulan di AMERIKA_sebuah catatan singkat banget

Setengah tahun menjalani kehidupan akademik di US telah memberikan begitu banyak pengetahuan dan pengalaman yang tak hanya menyentuh sisi akademik tetapi juga budaya dan keterbukaan sudut pandang akan perbedaan. Bulan pertama menginjakan kaki di tanah paman Sam dalam kondisi Puasa Ramadhan yang rentang waktunya 3 hingga 4 jam lebih panjang dari waktu regular Ramadhan di Indonesia membuat saya banyak menyadari sisi perbedaan yang membuat saya bersyukur mendapat pengalaman berharga ini. Satu bulan pertama di US, saya menjalan program “Pre-Academic Training” di Kansas University, Lawrence, Kansas State bersama kawan-kawan penerima beasiswa Fulbright dari belahan Negara lain seperti Afganistan, Polandia, Nepal, Montenegro, Rusia, Tajikistan, Turki, Mauritania, Libya, Flores, Ukraina, dan Chile. Di sini saya menerima banyak pelajaran tentang persiapan kehidupan akademik yang akan kami hadapi di universitas kami berikutnya. Pembelajaran yang diberikan tidak hanya mencakup grammar, writing, reading, dan listening, tapi juga tentang pemahaman terhadap budaya Amerika dan juga budaya akademik Amerika meliputi pengetahuan plagiarism dan bagaimana pentingnya hal tersebut sebagai salah satu kode etik yang sangat dijunjung tinggi di sini. Program 6 minggu PAT ini juga dilengkapi dengan field trip ke museum-museum terkenal di Kansas dan sekitarnya. Dari sana saya ngeh, bahwa nilai lain yang dijunjung warga Negara Amerika adalah penghormatannya terhadap sejarah. _DSC0068 Satu bulan setengah berlalu,saya melaksanakan perjalanan kea rah barat menuju Washington State di mana universitas tempat saya bersekolah berada, Washington State University di sebuah kota kecil bernama Pullman yang juga berada dekat perbatasan dengan Idaho State. Pekan pertama, langsung berkenalan dengan advisor dan beberapa orang yang sebelumnya saya kenal melalui email. Advisor saya kebetulan dari China, dan memang departemen tempat saya bernaung adalah departemen yang memang memiliki banyak mahasiswa internasional (Pakistan, Colombia, India, Nepal, Honduras, China, Iran, Pakistan, dll). Saya mengambil master di bidang Biological System Engineering, di mana saya bermaksud memperdalam ilmu saya di bidang bioproses tepatnya di bidang pengolahan biomassa untuk energy terbarukan. Ini sebenarnya salah satu mimpi saya sejak kuliah S1 yakni memperdalam ilmu kemurgi.. dan Alhamdulillah, Allah memberikan saya kesempatan mengenyam pengalaman belajar di sini. Budaya akademik yang saya rasakan di sini berbeda secara signifikan dari apa Read the rest of this entry