Blog Archives

Terharu oleh hal-hal Kecil

Berhubung ga akan berkutat dengan FB untuk sementara waktu, jadinya curhatnya di WP aja…

Pagi ini dikunjungi seorang teman yang baru balik dari honeymoon nya. Temen ini sebenarnya udah sekelas dari Fall semester tahun lalu. kenal baiknya adalah ketika satu grup di kelas Dr BinYang. Meskipun segrup, nilai kami beda. dan alhamdulillah dia ga ngamuk gara2 itu hehhehe.. secara dia group leader, tapi yang dapet nilai better justru iin.

iin, takdir Allah, adalah nampaknya satu-satunya non-chinese yang diundang ke nikahannya dari Lab d Pullman. ada temen dari Tricities, American. Tapi yang dari Pullman, kayanya berbangga hati gt bs diajakin ke nikahannya.. hehhehe.. seminggu kemudian dia honeymoon (sama mami papinya juga ternyata). Tapi dia ngasih souvenir cantik dari Cina yang iin suka banget..

yaojing wedding

Pagi ini, dia datang sengaja menyapa iin di kantor. rasanya tuh asa ada pengakuan darinya kalo iin adalah salah satu temen yang dia anggap dekat (GEER mode on). dia nyapa, cerita-cerita dan katanya happy to return back. she will see me around.. and I said welcome too…

11 Tahun sudah dan sampai sekarang masih menjadi misteri

Just a throwback, because suddenly I remember this thing. (efek iedul fitri sih kayanya mah)

Thursday, November 13th 2004.. sehari sebelum Lebaran Iedul Fitri di semester pertama kelas 3ipa1 SMUN 1 Cianjur, bungkusan itu datang. Sebelas tahun hingga sekarang, si saya masih tidak tahu siapakah gerangan orang yang mengirim bungkusan itu.. bungkusan yang membawa kebahagiaan bagi seorang anak sederhana yang untuk menabung untuk beli buku saja susah.. seorang anak yang saat itu sedang dirundung galau antara keinginan untuk kuliah namun terkendala dana..

Thursday, November 13th 2004 saat si saya ditampakan keagungan Allah bahwa apa yang menjadi keinginan dan impian bisa saja terwujud tanpa disangka-sangka asalkan tidak berhenti berharap. Sebelas tahun sudah, tapi hingga sekarang, si saya masih tidak tahu akan dilempar ke mana rasa terima kasih ini.

orang yang mengirim bungkusan itu mungkin tahu atau tidak tahu bahwa apa yang dikirimkannya telah menjadi sebuah prasasti megah yang menjulang di hati seorang Iin Parlina yang menguntai impiannya sejak saat itu.. seorang iin parlina yang kemudian mulai percaya bahwa tiada yang tidak mungkin ketika seorang manusia memiliki harapan dan impian meskipun orang di sekitarnya tidak akan percaya bahwa dia mampu.. dia bisa..

Orang yang mengirim bungkusan itu mungkin tahu atau tidak tahu bahwa apa yang diberikannya adalah sebuah kebahagian tak terkira kala galau hampir menghimpit rasa seorang iin parlina yang saat itu sedang sangat berharap akan kemudahan baginya akan jalannya meniti cita-cita..

Sebelas tahun sudah, dan anak bernama iin parlina itu masih tidak tahu siapa yang mengirimkan bungkusan itu.

Meskipun isi dari bungkusan itu telah habis dilalap api pada peristiwa kebakaran rumah tanggal 18 Agustus 2013, tapi memori yang terpatri detik demi detik bersama mereka tetap terkenang hingga sekarang, karena merekalah yang menjadi salah satu puzzle mengapa anak itu anak bernama iin parlina itu ada di bumi Amerika sekarang….

Sebelas tahun sudah…… orang itu diam-diam mengirimkan paket buku latihan soal SPMB dari Erlangga… 3 buah buku 1001 soal pembahasan SPMB yang begitu ingin dibeli oleh si anak bernama iin parlina… buku yang kemudian dibantai habis selama masa persiapan SPMB.. buku yang kemudian membantu melatih diinya menjadi terbiasa dengan soal-soal yang kemudian mengantarkannya ke Teknik Kimia ITB.

spmb

Tapi esensinya tidak pada batasan itu. Buku2 itu adalah sebuah eksistensi perwujudan akan keinginan kuat untuk mewujudkan cita-cita yang dikabulkan menjadi wujud fisik nyata… ntah hati siapa yang tersentuh dengan perjuangan si saya waktu itu yang kemudian berbaik hati mengirimkan buku2 tersebut.. tapi yang jelas itu adalah bukti nyata pengabulan doa iin kepada Allah yang disampaikan melalui tangan anonymous yang bahkan setelah 11 tahun lamanya iin tidak tahu siapa..

mengingat hal ini kembali menjadi sebuah semangat kecil yang terlecut dari jumudnya fasa yang iin alami sekarang…

memori ini kembali muncul pasti bukan tanpa alasan… Allah ingin iin kembali mengenang bahwa Allah lah yang berkehendak dan bisa memperlihatkan bahwa pengabulan harapan dan impian itu bisa di luar logika manusia…

so iin… you know what will happen next, dont you?

You know iin… you know,,, you know what should you do after you wrote this…

Buka Rahasia: Arti Palestina Bagi Saya

Ada 2 topik tulisan yang saat ini menggema di kepala dan menuntut untuk dituliskan. Kedua topic tersebut adalah topic tentang Palestina dan Ramadhan di Kansas. Namun topic tentang Palestina yang menang. Rasa-rasanya urgensi menulis tentang ini bisa sedikit banyak membantu pertambahan keimanan si saya.. mumpung masih Ramadhan.. biar bisa jadi pengingat untuk tetap terus berjuang di manapun berada, termasuk juga di sini.. di tanah Paman Sam, Negara pertama yang saya jajaki cukup lama…(tapi cerita yang ini mah nanti dulu ya..)

Palestinian_flag_by_AlHurriya

Palestina, apa yang special darinya? Jika dijelaskan satu-satu di sini ga akan muat tempat ma waktu. Terlebih lagi ada banyak buku yang bisa dengan lebih komprehensif membahas Palestina.. misalnya buku Palestine Emang Gue Pikirin yang diterbitkan Proyou Media. Buku ini memiliki arti yang sangat sangat sangat signifikan dalam perubahan hidup saya.

Saya tahu Negara Palestina sejak kecil. Sejak TK tepatnya, inget isra miraj kan ya?. Hehhehe.. tapi eksistensi Negara Palestina sejati, bagi saya baru muncul ketika saya menginjakan kaki di kampus ITB tercinta. Kala dengan takdir Allah ketemu dengan teh Yeti, Teh Icha, Teh Linda,.. dan bergabung di Mata.. dan dengan bangga saya katakan bahwa Demonstrasi pertama yang saya lakukan juga adalah Demo tahun 2006 untuk rakyat Palestina. Artinya apa? Ini Negara Israel emang tidak ada henti-hentinya melakukan upaya penaklukan Masjid Al Aqsa.

Tahun 2005, saya bergabung dengan Mata. Bakat saya di rohis yang mulai terasah sejak SMU kelas 3 akhirnya merasa menemukan jalan. Mulai deh lebih sering baca buku Islam. Dua buku yang pertama kali mengawali langkah tersebut adalah buku “Palestine Emang Gue Pikirin” dan buku “Agar Bidadari Cemburu Padamu”. Keduanya adalah buku terbitan Proyou Media, Jogjakarta, yang saat ini juga masih menempati posisi pertama untuk buku2 langganan si saya.

Dari Buku itu saya kemudian menyadari banyak hal, mulai dari posisi saya sebagai salah satu umat muslim, mulai dari arti dakwah dan perjuangan, bagaimana kekuatan iman bisa mengalahkan kelumpuhan seperti yang terjadi pada Syekh Ahmad Yassin, atau bagaiamana saat itu dulu ingin sekali si saya bergabung dengan barisan barigade Izzudin Al Qassam. Kesadaran ini didukung oleh assisstansi dari kedua teteh tersayang saya, juga pembinaan yang saya terima di Mata, mulai dari Liqa Akhawat, DPAA, DPKD, hingga DPAL. Pembinaan dukungan lain saya dapatkan dari pembinaan kader muda Gamais, dan Gamistek.

Sejak bergabungnya saya di Mata Salman, kecintaan terhadap Negara ini mulai tumbuh dan tumbuh. Masih kuat di ingatan saya dalam simulasi DPAL di Tasikmalaya pada tahun 2006 (akhir tingkat 1 di ITB), ketika dilakukan simulasi muhasabah pre qiyamul lail sebagai I’dad untuk outbond hari itu, seorang Iin Parlina dengan gerakan reflex memanggul tas dan bermaksud pergi ke Negara tersebut.. rasa-rasanya emosi saat itu bahkan masih saya rasakan hingga sekarang, meskipun sangat saya sadari bahwa level keimanan saat ini dan saat itu cukup berbeda. (tapi efek nulis ini mudah2an minimal ningkatin lagi semangatnya lah). Kecintaan terhadap Palestina bertambah dan bertambah dengan masuknya asupan asupan materi dan video yang sering diputarkan teh Icha. Takdir Allah.. itu yang saya yakini… yang kemudian menjajarkan Palestina sebagai Negara kedua yang saya cintai setelah Indonesia.. bahkan hingga sekarang.. saya suka Belanda, saya sangat suka Jerman, saya suka Bangladesh dan Malaysia, tapi tak ada yang bisa menggantikan posisi Palestina.. tak ada..

Jadi ketika jihad qital pecah lagi di bumi Gaza di Ramadhan tahun ini, rasanya emosi-emosi yang tertanam dalam kepala dahulu meluap kembali, menghempaskan segala memori yang ada ketika pembinaan menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari dalam diri saya, meskipun saya sadari bahwa saya tak lagi saya yang dulu..

Bagi saya, Palestina menjadi sebuah sumber kekuatan di mana keimanan bisa menjelma menjadi ruhul istijabah dan militansi yang menggema dan membahana ke bumi cakrawala.. Yang saya tahu hingga kini adalah bahwa impian kematian syahid bagi para pejuang Palestina adalah sebuah semangat tak terkalahkan yang membuat mereka tegar dan menjadi bara api semangat bagi hamba2 Allah yang mampu menangkap sinyal2 semangat itu. Syahid adalah yang diinginkan oleh mereka. Tapi kata perjuangan untuk melawan tirani Negara Israel yang tetap harus dilakukan untuk menjaga kesucian bumi Allah.. Al Quds. Ah saya ingat ketika harus berlari-lari bersama akhawat dan ikhwan lainnya di Bandung, meneriakan Allahu Akbar dan meneriakan semangat-semangat perjuangan yang terinspirasi dari negeri para anbiya tersebut.. menjadi segar ingatan ini ketika saya seroang mahasiswa baru ITB yang saat itu belum lama mengenyam pendidikan di kampus, punya keberanian untuk turun ke jalan..

Sungguh mudah bagi Allah untuk memenangkan perjuangan rakyat dan tentara Palestina. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.. tapi dengan dibukanya tabir perjuangan mereka terhadap mata-mata manusia lainnya, adalah sebuah maksud yang bisa seharusnya dipahami.. lagipula,.di sana terlihat, mana yang benar2 berjuang karena Allah.. ah, si saya juga gabisa melakukan banyak hal. Hanya modal selemah2 iman yang terwujud dalam doa2.. saya tahu saya pun tidak sempurna, saya pun menyadari bahwa kondisi keimanan saya juga tidak seperti masa lalu.. saya hari ini harus lebih banyak mengandalkan kekuatan pembinaan diri sendiri.. ketika tak bisa menoleh ke sana kemari.. hanya mengandalkan ikatan hati.. tapi Palestina adalah Palestina.. dan itu cukup bagi saya untuk mengingat semuanya… saatnya kembali menegakan bahu dan mengencangkan ikat pinggang seraya tak berhenti melantunkan doa.

Bukan Resensi Film Ainun Habibi, tapi lumayan ningkatin Motivasi ^_^

Si aku.. di sela-sela pembuatan laporan REEEP bergalau ria menonton film Habibie dan Ainun yang dari CD yang dipinjam dari Laras tadi pagi.. dan akhirnya harus terisak-isak mengucurkan air mata terharu (makin malam makin galau ceritanya)

Dan mumpung mood nulisnya belum hilang, pengen banget nulis sedikit pandangan si aku yang mengagumi Pak Habibi ini..

So…

Ceritanya si aku teh tahu film nya sejak lama. Udah tamat juga baca bukunya (minjem dari temen kantor). Tapi ga punya kesempatan buat nonton. Cuma sering denger ceritanya dibahas di status fb orang2 atau obrolan orang di kantor (yang notabene kayanya hampir semuanya pengagum Pak Habibi—secara gituh BPPT). Dan ga dipungkiri nih si neng ini udah sering dengerin atau bahkan menendangkan lagu OS nya.. Dan lucunya ini nyempetin nontonnya di sela-sela hektiknya pengerjaan naskah akademik REEEP.. tapi biarlah worthwhile kok buat nyempetin nonton ini… soalnya isinya bener2 bisa nyemangatin jiwa yang terkena gejala makin ga semangat akhir-akhir ini.

Bagi penonton yang sudah pernah membaca buku sebelum filmnya tayang, pasti ngebanding2kan isi buku sama film menjadi sebuah aktifitas yang inevitable. Nah si aku juga.. Cuma karena ini teh kaya biografi, ada Read the rest of this entry

Api di depan Laptop

Ponakan iin yang satu ini selalu nanya”Bibiiiii,, eetoooop!!!! bawa etop kan??”. Lalu setelah kukeluarkan leptopnya, bisa asyik sendiri ngotak ngatik laptop dengan muka serius.. aha.. muka anak kecil yang lagi pengen tahu banget ini teh apa itu teh apa.. ^_^… seru liatnya. Nah kemarin pas pulang sempet mengabadikan ekspresi polos Api di kamera hape.. cuma sebagai kenang2an dan pengingat bahwa kita sebagai orang dewasa pun juga ada kalanya harus bisa penasaran secara polos terhadap pengetahuan yang ingin kita raih,, ^_^ (nyambung teu yaa?? ah biarin weee ^^)

collage