Blog Archives

Jalan Cinta Para Pejuang (edisi copast)

di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu disengaja malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiaaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

Salim A. Fillah

sekali lagi belajar tentang cinta Allah

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, hanya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, yang menggerakan kaki dan menyentuh hati, yang memberikan petunjuk, yang menurunkan hidayah, dan mengingatkan hikmah yang terpancang dalam setiap kejadian.

Hari ini diberikan Allah kekuatan dan kehendak untuk mengikuti shalat dhuhur di Masjid Iqra BPPT, sebenarnya sudah biasa, tapi ada aja yang namanya kejadian yang tak disangka yang terkadang mengharuskanku cukup untuk melaksanakan shalat di mushala lantai 19, tapi hari ini, Alhamdulillah Allah SWT memberikanku kesempatan untuk melangkahkan kaki ke sana.

Pemandangan pertama yang membuatku takjub adalah baru pertama kali ini melihat jamaah shalat dhuhur masjid Iqra yang sebanyak itu. ^_^, seingatku itulah jumlah jamaah paling banyak yang bisa kusaksikan. Alhamdulillah, hanya Allah yang memiliki kehendak menggerakkan kaki kaki kami menuju masjid yang penuh barakah ini.

Setelah menjalankan shalat berjamaah shalat dhuhur, ternyata ada ceramah ramadhan oleh Bapak Wakil menteri Agama, Ustadz Nazarudin Umar. Ceramahnya diawali dengan konsep takwa yang lebih menekankan pada hakekat hubungan manusia dengan Allah SWT. Subhanallah… ceramahnya bagus.

Intinya, takwa adalah sebuah proses menjalin hubungan yang sebenar-benarnya dengan Allah, menjaga hubungan yang sebenarnya dengan Allah. Takwa yang didekatkan dengan makna takut sebenarnya kurang tepat sepenuhnya. Allah memiliki sifat yang dominan pada kelembutan, lebih dekat kepada kesan cinta dibandingkan dengan sifat-sifat maskulin yang membuat seorang hamba takut kepada tuhannya. Di dalam Al Quran disebutkan berulang-ulang lebih banyak sifat2 Allah yang Maha Pemurah, Maha Penyayang, Maha Mulia, Maha Pengampun, Maha Pemaaf dan lain sebagainya, misalnya dibandingkan dengan sifat Maha Pendendam dan Maha Angkuh yang hanya disebut satu kali di dalam Al Quran.

Memahami konsep hubungan ini akan menciptakan pensuasanaan batin yang sama sekali berbeda. Di mana panggilan hati yang menjiwai seluruh aktifitas ibadah hanya akan didasari oleh rasa cinta, bukan beban. Di mana rasa takut yang ada bukanlah rasa takut seperti rasa takut manusia pada makhluk yang membuatnya menjadi jauh dengan hal yang ditakutinya, melainkan rasa khasyaa yang berarti takut namun takut yang didasari cinta, di mana manusia takut untuk kehilangan cinta dan kehilangan kasih sayang Penciptanya.

Pada dasarnya, secara kasar hubungan kita dengan Allah mirip dengan hubungan kita Read the rest of this entry

belajar tentang cinta

cinta bagi sebagian orang memberikan kekuatan untuk sekedar bergidik ketika mendengarnya.

cinta bagi sebagian orang memberikan kerinduan untuk memilikinya

cinta bagi sebagian orang memberikan pengaruh gejolak yang katanya tak kuasa untuk ditahan

ketika manusia mengatasnamakan cinta untuk sebuah kepalsuan hatinya yang kelam

ketika manusia menyebut cinta untuk sebuah pembenaran

maka ketahuilah..

cinta Allah sedemikian dahsyatnya, tak terbendung sepanjang masa, sebuah kekuatan yang membuatmu tak akan rela untuk meninggalkan sedetik pun ibadah kepadaNya

cinta Allah sedemikian tulusnya, sedemikian suci dan besar tak terkira, karena dengan kepalsuan kepalsuan atas nama cinta, kita masih diberiNya cinta

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Allah, kutahu Kau mendengar pintaku saat ini…

jadikan cinta kepadaMu dan dari Mu yang mengisi setiap relung hati ini, tanpa memberikan kesempatan dan celah sedikit pun kepada tandingan-tandinganMu untuk bernaung di dalamnya.

jadikanlah mencintaiMu sebagai ikhtiyar yang tak pernah putus kulakukan, dan jadikanlah keinginan untuk dicintaiMu menjadi keinginan terbesar yang jauh lebih besar daripada cinta sekedar manusia manusia…

Allah aku yakin Kau mendengar pintaku, dan janjiMu tak akan siakan doa hamba-hambaMu yang berusaha untuk mencintaiMu dengan sesungguh hati mereka..

meskipun bagiku pun jauh… bismillah… aku ingin mencintaiMu sampai akhir hayatku