Blog Archives

Ketika dunia maya membawamu pada pertambahan keimanan dan pengetahuan keislaman

Dengan majunya teknologi di bidang digital dan informasi, it seems that kehidupan kita suka atau tidak suka akan mendapat pengaruh dari majunya teknologi informasi tersebut, positif maupun negative. Dan bergantung pada kitalah kemudian informasi-informasi itu kita manfaatkan, baik atau buruk.

Dan di antara semua informasi yang berseliweran tiada henti tersebut, ada buanyaaak para pejuang yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini dengan menyebarkan kebaikan, kedamaian, ajaran Islam, powerful tausiyah yang bikin siapapun yang menontonnya menjadi sedemikian terinspirasi untuk bertahan dalam Islam dan meningkatkan keimanan..

Bagi saya yang memiliki keterbatasan menghadiri kajian dan halaqah by meeting in person dengan orang-orang shaleh, maka informasi2 yang berseliweran di Internet ini adalah REALLY A POWERFUL RESOURCE yang bikin si saya tetep keep in track.. alhamdulillah…bahkan mungkin ada sebagian dari jiwa ini yang tersentil untuk mencemburui orang-orang luar biasa tersebut yang mungkin mengorbankan sebagian waktunya untuk menyediakan asupan sehat bagi ruh-ruh jiwa manusia yang mencari cahaya di tengah kegelapan. Da saya mah apa atuh…

Tapi  subhanallah… ngerasa banget terbantuuuu pisan dengan adanya link2 luar biasa tersebut. SUBHANALLAH pokonya mah…

Well, mungkin temen2 lainnya udah memulai aktifitas seperti ini sejak lamaa hehehe… well saya kenal website dakwatuna sejak saya kuliah tahun 2005 alhamdulillah, tapi berasa suangaaat terbantu dengan resource2 sejenis terutama yang sifatnya ceramah audiovisual baru saya rasakan di sini di tanah Amerika. SUBHANALLAH, ini adalah salah satu manfaat BESAR yang saya rasakan ketika BERKULIAH di sini… when Allah shows me another way how to learn Islam how to increase imaan by using an advanced of technology.

Jadi izinkan si saya sharing apa yang saya rasakan ^_^. Kali ini jadi jalan amal ibadah bagi si saya juga buat mengenalkan ini kepada temen-temen semua.

Mba-mba dan Mas-mas yang mungkin punya waktu yang lebih banyak di depan computer (karena pekerjaan atau sejenisnya) tapi mungkin agak terbatas kesempatannya untuk menghadiri kajian secara langsung (misalnnya karena alasan georafis dan sejenisnya) mungkin bisa terbantu juga dengan adanya yutub2 cakep ini.

Jadi ada buanyaaak tausiyah dan kajian yang dengan sangat baik didokumentasikan yang dipublikasikan di yutub. Ada banyak ustadz yang bisa dipilih juga mulai dari ustadz dari Indonesia ataupun yang cakupannya internasional. Materi yang dinikmati juga masyaAllah beragam banget mulai dari tema tentang Islam back to basic, Tafsir Quran, Rasulullah SAW dan bagaimana mencintai-meneladaninya, Shirah dan Sunnah, pengenalan para sahabat (Khulafaur Rasyidin, Tabi’in, tabi’ut tabi’in), materi tentang keluarga dan pernikahan, juga materi-materi sekitar kehidupan sehari-hari, misalnya tentang bagaimana menyikapi kesedihan, kekawatiran berlebihan, bagaimana cara menghindari dosa, daaaan muasig buaanyak yang lainnya… SERIOUSLY ga akan cukup mungkin waktunya buat nonton semuanya,..

Adapun my favorit ^_^. Saya memang memulai kisah ini dari nonton kajian-kajian Ustadz Salim A Fillah.. yang kemudian sedikit demi sedikit mulai bergeser pada kajian dari Ustadz Nouman Ali Khan, terutama dari website freeQuraneducation yang ternyata pengelolanya adalah original orang Indonesia. Dari Ustadz Nouman Ali Khan inilah kemudian bertambah lagi link nya dari ustadz ustadz lainnya seperti Ustadz Zakir Naik, Ustadz Mufti Ismail Menk, dan Ustadz Bilal Philips. Dan lebih buanyak terperangkap di ceramah Ustadz Mufti Ismail Menk so far wkwkwkw… Habiiiiiiissssssssssssss efeknya subhanallah… iin ga tau gmana mendeskripsikannya.

2016-04-23

Beberapa judul video dari Lecture nya Ustadz Nouman Ali Khan yang diilustrasikan di FreeQuraneducation

Saya amazed luar biasa sama effort luar biasa sister dan brother yang mengupload video2 berkualitas tinggi ini ke dunia jagat raya internet. Beneran envy sama amal sholeh yang mungkin akan terus mengalir selama ada banyak orang seperti si saya yang merasa begitu terbantu dengan aktifitas ini.

Dan inilah mungkin link2 yang bisa si saya sharing:

  1. Ustadz Mufti Ismail Menk: https://www.youtube.com/channel/UCNB_OaI4524fASt8h0IL8dw. Seems like ini adalah official dokumentasi ceramah-ceramah Ustadz Mufti Ismail Menk. Tapi ceramah2 beliau juga bisa ditemukan di link-link chanel yutub yang lain, misalnya: https://www.youtube.com/channel/UCoQAvKUKAmGinOQSBBKiEMA atau https://www.youtube.com/user/bachamazar/videos

Read the rest of this entry

Advertisements

Dinamika Keimanan is Inevitable, but Effort for keeping it right is something that has to be put

Okay, si saya sudah lama ga nulis. Too long, I would say that. And this content of my brain is too tempting to be written. Another objective is to maintain this spirit inside my heart, my brain, and my soul. I don’t want to lose it again. Hidayah ini, akan saya gigit dengan geraham sampai akhir hidup saya. Saya janji. Y Allah bantulah saya memenuhi janji ini. Ini sambil nulis, sambil bergejolak banget dadanya..

Well. I know really well that this way is an utterly long way. The way I mean is jalan perjuangan untuk menegakan agama Allah. Kita semua hidup untuk melakukan hal tersebut bukan? It is the most obvious reason why Allah gives us life, are you agree with me?

Dalam perjalanan ini, dinamika keimanan yang sesuai fitrah adalah sesuatu yang natural terjadi. Bertambah dan berkurang. Yang menjadi masalah yang harus menjadi concern kita adalah sejauh mana pertambahannya dan seberapa besar pengurangannya. Mampukan kita bisa menjaga sustainabilitas gradient keimanan kita? Ataukah malah kita besar pasak daripada tiang? Besar pengurangan daripada pertambahan?

Manusia tempatnya salah, manusia itu lemah, kebanyakan tidak bersyukur, dan masih banyak lagi karakter-karakter negative lainnya yang dimiliki manusia yang disebutkan dalam Al Quran. Tapi bukan berarti manusia tidak mampu melepaskan diri dari sifat2 negatif itu. Allah memberikan amanah kepada manusia sebagai khalifah fil ardh tentu dengan alasan2 yang tidak bisa kita bayangkan, tapi kepercayaan Allah kepada manusia terutama manusia yang bisa menjaga sisi-sisi rububiyahnya yang membuatnya bahkan lebih mulia dari malaikat, merupakan sebuah kepercayaan yang tidak bisa dianggap remeh. Allah tidak butuh manusia. Itu fakta! Manusia yang butuh Allah! Maka selayaknya manusia menggunakan setiap kesempatan yang diberikan Allah untuk kebaikan yang membuat derajatnya semakin baik, dan bukan sebaliknya. Namun apa yang terjadi? Kembali ke kelemahan manusia tadi, banyak manusia yang menyerah kepada tuntutan-tuntutan hawa nafsunya, menyerah kepada ajakan syetan yang mendorongnya untuk meninggalkan kebaikan dan mengerjakan maksiyat.

Tapi manusia punya akal. Dia bisa kembali dari jalannya yang salah dan kembali ke jalan yang benar. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat. Kedua factor ini yang sebenarnya jadi modal yang sangat penting. I don’t say that human can always do mistakes and then ask for Allah’s forgiveness. What I mean is that human might unwillingly do mistakes, but they could return to the right pathway. They can learn their mistakes and make commitment not to repeat it again. Not to be trapped in the same holes.

Sebenarnya, sederhananya, amal bisa menjadi parameter yang menunjukan ukuran keimanan seseorang. Bagaimanapun bagi saya, amal adalah buah dan aktualisasi keimanan. Contoh simplenya: apa yang lagi sering dibaca sekarang? Apakah Novel? Cerpen? Isinya apa? Tentang islam? atau tentang hal-hal duniawi yang justru tidak berefek pada pertambahan keimanan melainkan sebaliknya? Apa yang lagi sering nongol di playlist winamp? Nasyid? Murratal? Ataukah nyanyian2 yang bisa membekukan hati dan justru melupakan Allah.

Tubuh kita sudah sangat keren dibuat Allah atas kepekaannya terhadap Read the rest of this entry

Mabit Baitul Ihsan 16-17 Feb 2013; “Dzikir” dan “Wisuda Para Mahasiswa Penghafal Quran”

Jadi, ini semua bermula dari rencana mengikuti tes masuk LTQ Jauhar Iman di Paseban, aku meng-sms ukhty tersayang Nisaul, yang ternyata malah me-reply pertanyaanku dengan informasi acara mabit ini. Kontan, kami langsung setuju untuk bertemu di masjid BI pada malam tersebut.

Aku sampai di sana ketika adzan Isya berkumandang, dan segera mengambil posisi paling oke. Selang beberapa waktu, acara dimulai, sambil menunggu icha, aku mengambil gambar di bawah ini ^_^. (tentu gambar yang tak asing lagi ya ^_^, wong tiap mabit sini, selalu aja mendokumentasikan bagian yang ini di hp)

image

Materi “Mengungkap Rahasia Dzikir-Membedah Dzikir Al Ma’tsurat” bersama Ustadz KH Amir Faihol Fath, KH Dr. Abdul Muiz, dan Ust. H. Fadyl Usman

Dzikir adalah sumber energi yang bisa memungkinkan kita menjalani hari penuh berkah. Waktu pelaksanaan dzikir tidak terbatas, berbeda dengan ibadah2 lain yang waktu pelaksanaan ibadahnya ditentukan. Maka ibadah yang satu ini memiliki kelebihan yang potensinya sangat besar dalam proses penjagaan iman seseorang dalam setiap waktu yang dilaluinya.

Ada surat yang selalu dibacakan rasulullah saw ketika mngimami sahabat. Surat tersebut adalah surat al ‘ala dan al ghasiyah. Dalam surat al a’la, Allah menitipkan kunci sukses. Pertama adalah tazkiyah yang artinya membersihkan. Kebersihan memberikan kenyamanan dan kebahagiaan. Jiwa yang kotor tidak akan memberikan keoptimalan dalam melaksanakan aktivitas. Analogi; masjid yang bersih dan motor yang kotor mesinnya. Menjaga hati supaya tetap bersih membuatnya nyaman dan peka terhadap sinyal2 yang diberikan Allah. Untuk menjaga hati tersebut, penyucian diri diperlukan. Rasulullah saw misalnya beristighfar minimal 100 kali setiap hari. Maka dari itu, usahakan mulai dr sekarang untuk membiasakan istighfar setiap hari. Rasulullah saw saja yang sudah dijamin masuk surga begitu istiqomah. Nah kita? Yang g ada jaminan surga masa malas?

Yang kedua adalah dzikir. Ketiga adalah shalat. Di zaman rasulullah saw, kecintaan terhadap shalat bisa membuat para sahabat sibuk dengan shalat, mengenyahkan segala keinginan untuk tidur. Untuk memaksimalkan kualitas shalat, Shalat harus dilakukan dengan khusyu, jangan tergesa-gesa. Pengaruh shalat bagi kehidupan manusia, disadari atau tidak, memiliki dampak yang sangat signifikan, dzahir maupun bathin. Hal ini terkait dengan kesehatan ruh yang ada di dalam raga manusia, dan shalat adalah ibadah yang sangat komprehensif untuk menjaga kualitas Ruh setiap manusia. Analogi: hp memiliki nilai yang tinggi karena alat ini berjalan secara sinkron antara hardware dan software. Manusia pun sama. Dzikir pun sama, dia  adalah adalah salah satu upaya untuk menjaga kualitas software manusia.

Wisuda Tahfidz Mahasiswa Penghafal Quran

image

Memaknai Makna Syahadatain

Memaknai makna syahadatain

Ustadz Muhsinin Fauzi pada acara mabit bersama Daarut Tauhid Jakarta, Masjid Baitul Ihsan 31 Desember 2011.

Mungkin syahadatain sudah sangat tidak asing di kepala kita semua. Setiap hari kita membaca kalimat tersebut dalam shalat wajib maupun shalat sunnat kita. Namun apakah hal itu menjadi jaminan bahwa makna syahadat sudah terhujam dalam hati dan jiwa kita? Sementara pada zaman Rasulullah SAW, syahadain adalah kalimat yang mengubah kehidupan seseorang, sedemikain dahsyatnya sehingga Abu Jahal sama sekali tidak berani mengucapkannya karena tau dengan sangat akan konsekuensi logis dari pengucapan kalimat tersebut.

Syahadatain adalah kalimat yang bisa mengubah kehidupan manusia dari kikir menjadi dermawan, dari jahat menjadi baik, dari sombong menjadi rendah hati, dari lemah menjadi kuat, dan lain sebagainya. Dengan kalimat itulah Rasulullah mengubah dunia,, dari kegelapan jahiliyah menjadi dunia yang terang benderang sedemikiam rupa….

Syahadatain adalah akar iman,, ia adalah sebuah pembuktian cinta dari serorang makhluk kepada Sang Khalik, sebuah pernyataan yang menyatakan kesadaran sepenuhnya akan tugas yang diemban sebagai alasan penciptaannya, sebuah kalimat yang menjadi bukti atas segala ketaatan di atas segalanya.

Iman, yang seperti kita ketahui definisinya bersama-sama. Menjadi familiar dan biasa. Padahal kata kata agung ini yang menjadi pembeda seorang manusia dengan manusia lainnya. Dan yang menjadi dasar keimanan itu adalah syahadatain. Karena tanpa pengucapan kalimat ini maka tidak bisa dikatakan seseorang itu beriman kepada Allah atau tidak. Diibaratkan, syahadat seperti pernyataan cinta seorang kekasih (katakanlah Fulan) kepada kekasihnya (Fulanah) Dari mana Fulanah bisa tahu bahwa ada Fulan mencintainya ketika Fulan tidak mengatakannya, meskipun Fulan bejibaku menmenuhi semua keinginan Fulanah, menemani, menggembirakan dan lain sebagainya, tapi ketika pernyataan cinta tidak diucapkan maka Fulanah tidak akan tahu perasaan Fulan yang sebenarnya kepada dirinya, apakah hanya bentuk perhatian seorang sahabat atau apa? Analogi yang lain adalah syahadatain diibaratkan pernyataan ijab qabul sebuah pernikahan. Sebuah pernyataan yang mengungkapkan kesiapan sang suami terhadap isterinya akan setiap hak dan kewajiban yang terjadi di antara mereka ketika resmi nantinya, misalnya siap memberi nafkah, dll. Kedua analogi ini adalah analogi sederhana yang cukup tepat menggambarkan bagaimana posisi syahadatain dalam pengakuan status keislaman dan keimanan seseorang.

Keimanan yang terhujam dalam hati yang teaktualisasikan dalam bentuk amalan yang nyata tidak akan sempurna tanpa pernyataan dari lisan. Contoh yang sangat nyata adalah paman Rasulullah SAW, yakni Abu Thalib yang sampai akhir hayatnya tidak bisa mengucapkan syahadatain. Ketiga aspek yakni keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan aktualisasi dengan amal perbuatan menjadi komponen dalam menyusun keimanan seorang manusia secara utuh.

Dalam tata pergaulan kita mengenal kata gombal, ketika seorang A menyatakan cinta kepada B tanpa mengerti kata cinta itu dalam hatinya. Dalam Islam, ketika seseorang menyatakan ISLAM dengan bersyahadat namun tidak mengerti dan memahami arti penting, posisi, dan makna dari syahadat yang diucapkannya maka dia disebut sebagai perbuatan NIFAQ, dan orang yang nifaq disebut MUNAFIQ. Sementara yang tidak mau sama sekali mengucapkan syahadat, kita sebut dengan istilah KAFIR.

Terhujamnya makna syahadatain dalam hati dengan sendirinya akan melahirkan keyakinan yang sedemikain kuat akan apa2 yang ditetapkan oleh Allah semisal Rizki, jodoh, keselamatan, dll. Seperti disampaikan sebelumnya bahwa Syahadatain mampu mengubah kehidupan manusia. Ketika syahadat terucap dan sang manusia tidak berubah sesuai dengan yang seharusnya maka PASTI ADA YANG SALAH DENGAN PENGUCAPAN ATAU PEMAKNAAN SYAHADATAIN YANG DILAKUKAKNNYA. Hal ini perlu dievaluasi, karena bagaimanapun ketika syahadatin terucap dan terinternalisasi dengan baik dan benar akan berdampak pada aktualisasi akhlaq dan amal ubadah yang signifikan pengaruhnya.

Terdapat 4 jenis orang yang akan mendapat nikmat di akhirat kelak. Yaitu:

  1. Nabiyyiin: Orang yang sudah tidak memiliki urusan dunia untuk dirinya sendiri, melainkan hanya urusan Allah semata. Orang2 ini adalah orang yang memilki PEMBUKTIAN TOTAL dari semua aspek kehidupannya yang diserahkannya 100% hanya untuk Allah, menegakkan kalimat Allah, melaksanakan segala yang diperintah Allah.mereka tidak akan marah ketika mereka diejek atau dicelakakan. Tapi mereka akan marah ketika nama Allah yang direndahkan. Orang2 ini adalah para nabi dan Rasul, bagi kita manusia biasa HARAM memasuki ranah ini, karena setelah Nabi Muhammad SAW tidak akan ada lagi Nabi.
  2. Siddiqin adalah orang2 yang memiliki totalitas pengabdian dan pembuktian total kepada Allah yang derajatnya lebih rendah dibandingkan derajat para nabiyyin.  Contoh sosok siddiqiin adalah Abu Bakar, yang ketika perang Tabuk hanya meninggalkan Allah dan RasulNya (tapi subhanallah meninggalkan Allah dan Rasyl untuk keluarganya itu adalah cukup) untuk keluarganya, dan membawa semua harta yang dimilikinya untuk jihad di jalan Allah.
  3. Syuhada: adalah orang2 yang mengorbankan Harta yang paling berharga setelah agama yaitu NYAWA. Mereka berani kehilangan nyawa mereka untuk mendukung tegaknya islam di muka bumi.
  4. Shalihin adalah orang2 yang mengorbankan sebagian yang dimilikinya untuk Allah. Derajat ini merupakan level paling rendah yang mau tidak mau harus bisa kita masuki. Karena jika tidak, maka tidak akan ada celah dan kesempatan bagi kita manusia biasa ini untuk bisa menjadi bagian dari orang2 yang merasakan surga Allah nanti. Dan besarnya pengorbanan yang kita berikan menjadi BESARAN IMAN yang kita miliki