Blog Archives

Jasa titip online berdasarkan ajaran syariah

Perkembangan dunia teknologi yang semakin maju yang diiringi pemenuhan kebutuhan dengan cara yang semakin advance, membuat teknologi dalam jual beli pun ikut berkembang. Jual beli online, titip beli online, e-money, online shopping. Live shopping dan masih banyak sekali istilah-istilah yang muncul pada satu decade terakhir terkait perkembangan teknologi informasi. Kala mungkin sebagian besar masyarakat menengah ke atas memiliki akses yang terbatas atau tidak terbatas pada dunia yang namanya internet yang didukung oleh system ntah itu android, atau windowsphone atau apapun yang juga ikut berkembang sedemikian pesat.

Namun perkembangan ini perlu juga didukung dengan pemahaman syariah yang jelas karena bisa jadi ada unsur-unsur haram yang tanpa disadari ikut terlibat dalam proses jual beli online yang kita lakukan karena Allah sudah dengan sangat jelas menyatakan dalam Al Quran Surat Al Baqarah:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqarah: 275]

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas tentang semua jenis atau semua istilah dalam jual beli onlen. Hanya tentang jasa titip online yang kemarin sempat memenuhi beranda FB saya dan banyaknya kasus yang dilakukan oleh senior, teman seangkatan, dan junior saya dari kampus dulu. Dan bahasan ini adalah berdasarkan satu bagian dalam buku  “Harta Haram Muamalat Kontemporer” yang ditulis oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. MA, juga hasil diskusi dengan beberapa orang yang punya link langsung ke Ustadz.

Titip beli online atau yang lebih dikenal dengan istilah “jastip” atau jasa titip merupakan system yang ditawarkan oleh perorangan untuk “membelikan” sesuatu yang kemudian ditambahkan biaya imbalan atau uang jastip nya. Misalnya sebuah barang yang bernilai harga 50rb kemudian ditawarkan untuk dibelikan dengan tambahan jastip 5rb atau berapapun tergantung dengan kondisi yang ditetapkan oleh orang yang menawarkan jastip. Dan ini kasusnya buanyak pake banget. Inget BBW, IKEA, atau jastip mall mall yang menawarkan diskon besar-besaran?

Di satu sisi, kegiatan ini memudahkan begitu banyak orang yang tidak punya akses terhadap suatu tempat perbelanjaan tertentu, atau untuk mendapatkan barang diskon tanpa harus mengantri capek. Tapi di sisi lain, ada celah yang sangat harus diwaspadai terkait mekanisme “imbalan jasa” yang ditetapkan dalam system.

Berdasarkan pemaparan Ustadz Erwandi dalam bukunya, juga ditambah penjelasan beliau dalam kajian perkantoran yang dihadiri oleh salah seorang anggota ITBMotherhood, pada dasarnya akad yang sah dalam titip beli online ada 2, yaitu:

  1. Wakalah bil ujrah
  2. Qardh

Jadi misalnya ada 3 orang pihak. A sebagai pihak konsumen, B sebagai pihak yang “dititipi” dan C adalah pihak penjual. Tidak ada interaksi antara A dengan C melainkan melalui perantara B. Pada akad yang pertama, Wakalah bil ujrah berarti A mewakilkan proses pembelian barang dari C kepada B dengan atau tanpa imbalan. Mewakilkan di sini artinya “memberikan uang titip barang lebih dulu”, jadi B tidak menanggung dan tidak ada hutang piutang di sana. Murni jasa dan jual beli saja. Sementara pada akad qardh, A tidak memberikan uang membeli terlebih dahulu kepada B untuk membeli barang yang diinginkannya melainkan B yang akan menanggung (menghutangkan) uangnya untuk A. Dalam akad qardh, karena ada akad utang piutang, tidak boleh statusnya si B meminta imbalan dari A atas barang yang dibeli. Jatuhnya Riba.  Lain lagi jika si B membeli barang dulu (tanpa akad apapun antara A dan B di awal) kemudian menjualnya ke A dengan imbalan keuntungan.. kalo yang begini mah jual beli biasa aja statusnya. Oiya tentau imbalan yang disampaikan di sini di luar ongkir.

Nah, sementara kasus yang banyak terjadi adalah, barang belum ada alias PO, B menawarkan “siapa yang mau beli barang ini? Imbalannya 15rb per pc”. Jika para penitip tidak memberikan uang titip kepada yang dititipi maka “imbalan 15rb per pc” ini yang kemudian membuat si mekanisme jual beli menjadi ternodai karena akad qardh yang tidak sempurna.

Hukum akad wakalah bilujrah boleh berdasarkan dalil-dalil berikut: – Firman Allah taala yang mengisahkan tentang ashabul kahfi yang tertidur dalam suatu gua selama 300 tahun lebih lalu pada saat terbangun mereka mewakilkan kepada salah seorang diantara mereka untuk pergi ke kota membelikan makanan: ُ

“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemahlembut”. (QS AlKahfi: 19).

Bila hukum akad wakalah ini boleh maka dibolehkan juga mengambil upah dari transaksi tersebut sebagai imbalan atas jasa yang halal dari orang yang menerima perwakilan

Sementara itu, untuk akad qardh, dalil dan hujjah yang harus diperhatikan adalah sbb:

“Setiap pinjaman yang memberikan keuntungan bagi pemberi pinjaman adalah riba”

“Tidak halal menggabungkan antara akad pinjaman dan jual-beli”. (HR. Abu Daud. Menurut AlAlbani derajat hadis ini hasan shahih).

Dalam bukunya, Ustadz Erwandi mengutip pernyataan dari Al Mawardi, Al Hawi, jilid V, hal 356, Sihnun, Al Mudawwanah Al Kubra 4/133 yang menyatakan bahwa Seseorang berkata, “Belikan untukku barang dengan spesifikasi ini seharga 10 dinar, nanti saya akan membelinya dari anda seharga 12 dinar dengan cara tidak tunai”. Ini hukumnya haram, tidak halal dan tidak boleh, karena ia telah memberikan pinjaman yang berlebih (riba) … menurut Said bin Musayyib bahwa orang yang dititipi tidak boleh mendapatkan upah/fee; karena dengan adanya fee tersebut maka terjadilah riba dengan sempurna”. Ini dikategorikan riba karena bentuk akadnya bukanlah jual-beli antara penjual kedua dengan pembeli kedua, melainkan pembeli kedua mewakilkan kepada penjual kedua untuk membelikan barang seharga 10 dinar dengan meminjamkan uang penjual kedua terlebih dahulu, karena pembeli kedua mengatakan “belikan untukku”. Ini adalah pinjaman maka penjual kedua tidak boleh mengambil keuntungan sebanyak 2 dinar dari piutangnya. Kalaulah fee itu adalah biaya yang nyata-nyata dikeluarkan oleh orang yang dititipi seperti ongkos transportnya dari penginapan menuju tempat penjualan barang yang dititipi ini dibolehkan. Akan tetapi, biaya riil tersebut tentu dalam jumlah tetap berapapun item barang yang dititipkan bukan ditentukan dengan harga Rp.20.000,- per item sebagaimana yang tercantum dalam penjelasan situs yang menerima layanan “titip beli”. (Tarmizi, 2017)

Jadi solusinya jika ingin menjadi A yang membeli, atau B yang menjual jasa titip, maka:

  1. Berikan uang untuk membeli barang di awal. Maka halal bagi B untuk mengambil atau tidak mengambil keuntungan, dan tidak ada transaksi utang piutang di sana. Kalau ternyata setelah dijumlah kelebihan, ya tinggal dibicarakan untuk proses pengembalian atau kalo mau dihadihkan ya boleh (akad wakalah bil ujrah)
  2. Jika B menghutangkan untuk membelikan barang, maka no imbalan… (akad qardh)
  3. Jika uang tidak diberikan di awal, maka tidak boleh ada keterikatan antara A dan B.. (statusnya B membeli barang/Ijarah biasa) lalu dijual ke B. jadi system ready stock (ijarah/jual beli biasa)

Begitu yang bisa saya sampaikan… ngerasa perlu menyampaikan karena prakteknya buanyak luar biasa, ntah kita mungkin sebagai A atau sebagai B. Dan saya yakin bahwa prosedur ini bukan untuk menyulitkan melainkan melindungi kita semua dari riba…

Dan ketika banyak yang mempertanyakan tentang ke-strict-an Ustad Erwandi, bagi saya selama hujjahnya bisa diterima mengapa harus ditolak? Tentu akan lebih baik jika ada second opinion juga biar ga taklid. Nah di sini saya baru menyampaikan dari satu sumber saja. Tapi selama itu ada hukumnya dan jelas logikanya maka tidak ada salahnya mengikuti daripada hanya mengikuti hokum yang belum jelas. Hati-hati sebagian dari takwa bukan?

Wallahu a’lam bis shawab..

Yang benar hanya datang dari Allah. dan  saya berlindung dari segala keburukan dan ketidak sempurnaan penyampaian saya ini. Mudah2an Allah senantiasa melindungi kita semua… aammiiin ya Rabbal ‘aalaamiin

Referensi:

Tarmizi, E. (2017). Harta Haram Muamalat Kontemporer. Bogor: BMI Publishing.

 

 

Izin Suami dan Kebebasan Wanita Muslimah

Berbicara tentang muslimah, ada banyak sekali rujukan yang terdapat dalam Al Quran dan hadits yang seharusnya menjadi panduan dalam langkah-langkah indah seorang wanita muslimah dalam menjalani setiap aktifitasnya di dunia untuk mendapatkan ridha Allah. Perubahan status ridho Allah yang semula dinisbatkan pada kedua orang tua akan berubah ketika sang muslimah menikah. Ridho suami adalah segalanya bagi seorang wanita dengan status istri. Mengapa itu menjadi sedemikian penting? Mengapa surga nerakanya seorang wanita muslimah kemudian harus ditentukan oleh seorang ikhwan yang kemudian menjadi suaminya? Mari coba simak hadits-hadits berikut.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Mengapa seorang istri shalihah dapat memasuki surga dari pintu mana saja seperti disebutkan pada hadits pertama? Melihat pahalanya yang sedemikain besar, bisakah kita lihat bahwa tersimpan fakta yang secara jelas bahwa menjadi seorang  istri shalihah yang status ketaatannya terhadap suami terlihat setara dengan ibadah-ibadah utama sepert shaum, puasa dan menjaga kemaluan.

Namun pada dua hadits berikutnya disebutkan hal yang berkebalikan, bahwa kufurnya seorang istri terhadap suaminya bisa membawanya kepada neraka, yang menjadi penyebab mengapa mayoritas penghuni neraka adalah wanita.

Artinya, menyandang status sebagai istri shalihah memang  tidak gampang dan penuh dengan tantangan. Tapi sekali ridha dari suami diperoleh, berdasarkan hadist-hadits tersebut, maka paling tidak satu syarat masuk surga bisa berhasil dikantongi bukan?

 Allah ber Firman, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)

Oleh karena itulah kemudian, menjadi penting untuk mengetahui sesuai dengan kaidah syariat Islam bagaimana mendapatkan ridho suami. Daaaan ternyata, sama halnya sebuah hukum jatuh untuk seorang wanita yang kebanyakan orang melihatnya sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan wanita, ketaatan suami pada berbagai aspek juga (jika tidak diresapi lebih dalam) juga akan memberikan kesan bahwa Islam tidak mengindahkan status dan kedudukan seorang wanita. Sekilas bagaimana tidak, karena ketika seorang wanita telah berubah status menjadi seorang istri, bahkan untuk melaksanakan ibadah puasa, shalat berjamaah di masjid, mengunjungi orang tua sendir, dan juga sedekah, semuanya harus berdasarkan izin suaminya. Lalu apakah kemudian ini menjadi pembatas kebebasan seorang wanita yang sudah menikah? Sebatas mana sebenarnya pergerakan seorang istri? Ke masjid untuk shalat berjamaah? Puasa sunnah? Teman-teman mungkin pernah dengar bahwa untuk hal-hal ibadah demikian pun izin suami harus dikantongi sang istri. Mari sekali lagi menyimak rujukan sebagai berikut ini: Read the rest of this entry

Khadijah binti Khuwailid, the true love story of Muhammad

Siapa tidak kenal Khadijah  binti Khuwailid? Seorang wanita luar biasa yang dengan segala kekuatan dan cintanya dicurahkan kepada manusia terbaik di alam semesta, Rasulullah SAW.Seorang wanita yang (seingat saya) merupakan satu-satunya wanita yang diberikan salam dari Allah dan Jibril. Seorang wanita yang memiliki status pemmpin wanita ahli surga. Wanita terbaik yang  dimiliki Rasulullah SAW yang dengannya Rasul menjalani fasa kehidupan paling penting dalam sejarah risalah juga perkembangan Islam. Khadijah jugalah sosok wanita yang yang taksegan memperjuangkan kehidupan abadinya dengan keberaniannya melamar Rasulullah terlebih dahulu, sesuatu yang mungkin wanita-wanita di wilayah timur sedikit terkendala melakukannya karena masalah budaya.

Sudah sejauh mana kita sebagai ummat Islam mengenal sosoknya yang luar biasa, mengenal karakternya, mengetahui sejarahnya, mengingat perannya sepanjang perjalanan perkembangan Islam? Mungkin selain ingat hal yang paling utama dari yang beliau contohkan yaitu meminang  nabi Muhammad duluan, ada paling tidak setidaknya 2 hal lain yang paling mencolok yang beliau contohkan. Yaitu fakta bahwa seorang wanita juga memiliki hak-hak yang sama untuk berprestasi dan bekerja, dan fakta bahwa terdapat gap usia yang besar yang dimiliki Khadijah dan Nabi Muhammad SAW yang tidak menjadi penghalang bagi kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah.

Untuk menjawab keingintahuan2 tersebut, mungkin tidak banyak buku yang beredar yang bisa digunakan untuk hanya focus kepada Khadijah semata-mata (mungkin ada,hanya si saya saja belum menemukannya). Yang saya temukan satu buku yang sangat menarik dari Pena Publishing yang memiliki info sebagai berikut:

Judul Buku: Khadijah, the true love story of Muhammad
Judul asli: Khadijah, ummul Mu’minin Nazharat Fi Isyaraqi Fajril Islam
Penulis: Abdul Mu’min Muhammad
Penerbit: Pena Publishing
Tebal: 363 halaman

image

So, tulisan ini basically adalah sebuah resensi yang saya sarikan dari apa yang saya baca. Berhubung memang lagi gencar belajar shirah juga (. Here it is

As I mentioned Read the rest of this entry

Belajar Shiroh Nabawiyah dari yutub2 keren

Bismillah. Tulisan ini adalah tulisan yang terkait sama tulisan sebelumnya tentang pemanfaatan internet untuk peningkatan keimanan. Kalau di tulisan sebelumnya saya banyak mention tentang resource dari ustadz skala internasional, meskipun mention juga tentang ustadz Salim A fillah sebagain starting point si saya ngubek2 yutub buat bahan ilmu si saya, Nah di sini saya mau cerita tentang yutub shirah berbahasa Indonesia yang dibawakan oleh Ustadz Khalid Basalamah. Satu kata: AWESOME..

image

Mungkin temen-temen udah ngubek2 buku shirah Nabawiyah dari Syekh Al Buthy atau dari Syekh Mubarrakfurry, atau yang enak banget dibaca misalnya pembahasan shirah nabawiyah dengan penekanan ke Khadijah (yang insyaallah tulisannya akan saya sampaikan next after tulisan ini). Tapi buat para pembelajar audio (kaya saya) maka apa yang disampaikan oleh Ustadz Basalamah ini adalah suangat suangaaat membantu banget buat paham dan inget tentang seluk beluk shirah.. dan you will know how significant learning shirah for our life..
Si saya tahu ada yutub2 ini dari neng Agtri di suatu obrolan sore di tanggal 20 Juni 2016. Dan ternyata sodara2 bikin ketagihan pisan.enak pisan Ustadz menyampaikan materi shirahnya. Saya sarankan nonton pendahuluannya dahulu. Langsung kepincut buat nonton yutub2 shirah beliau yang lainnya. Seems like it is a special class yang diconduct sama majelis ta’lim tertentu (I guess).. heheh jadi inget tatsqif Mata’ Salman tahun 2006-2007 dulu ^__^. Ga secanggih yang ini kit amah dulu.
Jadi intinya ada 2 point. Betapa kemudahan sudah disediakan Allah sedemikian sehingga sebenarnya kalo kita mau dan sungguh2, Allah sudah sediakan medianya. Buat si saya, yutub2 ini membantu banget.Cuma kendalanya, paket dataaa hiiiks. I have a serious terrible problem with significant changes between internet connection di US ma di Indonesia. But well.. you cannot have something precious without sacrifice, right? Point kedua yang mau saya mention adalah bahwa beneran yang namanya fastabiqul khoyrot teh meuni luar biasa. Ada banyak di luar sana orang2 yang berjuang dengan internet connection menyebarkan kebenaran, menyebarkan pengetahuan islam. Keren.. si saya juga pengen bisa kayak gt, makanya mulai dari yang kecil2 ya begini ini lah tulisan meskipun sekedarnya.. mudah2an bisa diseriusin.
Jadi… sok temen2 yang haus tentang ilmu… da Allah mah Maha Pemurah Maha Penyayang yang menyediakan sarana2 luar biasa yang bisa kita manfaatkan. Serius ga bosen nonton nya,apalagi kalo internetnya oke, dan waktunya tersedia.
Sebenarnya udah lama pengen bikin resensi tentang video2 yutub yang sudah saya tonton, tapi belum keburu wae. Mudah2an ke depannya bisa beneran diseriusin lagi nulisnya hehehe… but my next writing will not be about notulensi video2 yutub, tapi tentang resensi buku Khadijah.. mudah2n bisa saya upload besok lusa paling telat ehhehe.

Menanyakan kembali kenapa dan untuk apa saya di sini?

Menanyakan kembali kenapa dan untuk apa saya di sini?

29 Juni 2014 adalah waktu keberangkatan saya untuk melakukan perjalanan terpanjang dan terjauh selama hidup saya. Amerika, adalah Negara tujuan yang sebenarnya menyimpan sedikit banyak keraguan tapi juga sekaligus harapan yang tidak terhitung banyaknya.. dan kini menjelang 3 bulan keberadaan saya di tanah Paman Sam ini sudah banyak hal yang terjadi… dan dengan resmi saya nyatakan bahwa honeymoon stage dari perjalanan ini kini telah berakhir.. berganti dengan tahap berikutnya di mana excitement berganti dengan keseriusan belajar dan perjuangan yang tiada habis.. memaksa mata biar melek, kuat-kuatan baca meski ga masuk-masuk, ngotak-ngatik rumus di excel, atau bahkan harus terlibat dalam perdebatan kurang mengenakan tentang Islam….

Satu hal yang selalu saya tekankan ketika udah mulai galau… iin udah galau galau ampun-ampunan pas udah lulus Fulbright, galau submission plan, galau LOA, dan galau2 lainnya… tapi kini memang ketika menginjakan kaki di tanah yang dicita2kan setahun belakangan ini, galau2 itu berganti rupa.. galau pas debat ma sarah soal ISIS dan prasangkanya tentang saya yang katanya menyimpan niat jelek sama dia.. galau ketika Quinn bilang laporan si saya gabagus, galau ketika gabisa ngerjain PR.. dan ntah galau2 apa lagi yang menunggu saya di depan….dan buat apalah ini semua? Jauh-jauhan sama keluarga, meninggalkan zona nyaman bersama tim produksi bersih di BPPT… dan pindah ke tempat yang mau sholat aja harus susulumputan nyari tempat yang ga banyak dilalui orang atau nyari tempat yang tidak mengundang perhatian? Buat apa semuanya ini? Ketika pekan lalu tiba2 pikiran ini dirasuki perasaan tidak bahagia.. well… begitulah..

Tapi sebenarnya iin sangat tahu jawabannya..

Iin di sini, terbang berpuluh-puluh kilometer ke sini ingin menuntut ilmu Allah, biar nanti iin bisa mengamalkan ilmu2 tsb di jalan Allah, nolong orang lain dan mengaktualisasikan diri untuk perjuangan dakwah profesi.. iin di sini karena pengen Allah makin cinta sama Iin dan bukan sebaliknya. Iin di sini pengen melakukan revolusi pribadi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,… (lebih sabar, lebih tangguh, lebih kuat, lebih bijak, dan lebih lebih yang lainnya)

Jadi ketika merasa ada banyak hal yang tidak membuat iin merasa seperti itu sudah selayaknya dievaluasi. Iin di sini untuk mendekatkanj diri sama Allah bukan sebaliknya.. iin di sini pengen ningkatin amal ibadah dan bukan sebaliknya…

Gitu kan iin?

Iya begitu…

Bersambung ah…. (mau belajar dulu hehhehe)

Feel The Power

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Penyayang akan hamba-hambaNya.

Pagi ini, Rabu 27 Juni 2012, kesadaranku terbangun dengan berbagai konsep yang melayang di kepala. Konsep konsep perjuangan, impian, harapan yang tiba-tiba mencuat sedemikian kuat di dalam kepala dan tampak nyata di depan mata, sedemikian nyatanya hingga kesadaranku sepenuhnya terpana dengannya.

Ada beberapa hakikat jalan hidupku yang tiba-tiba begitu kuat mencengkram kepalaku hingga aku sama sekali tak ingin membiarkannya pergi lagi. Ini yang kubutuhkan, ini yang kuinginkan, internalisasi nilai-nilai konsep kehidupan yang meretas ke dalam bentuk harapan dan impian yang benar-benar ingin kuwujudkan.

Sebenarnya, perlahan kebangkitan perasaan ini telah kurasakan sejak kurang lebih satu setengah bulan yang lalu kala satu organisasi yang sangaat berperan penting dalam hidupku menyeruak dengan kekuatannya yang luar biasa dalam sebuah komunitas alam maya. Memang hanya di dunia maya, tapi kekuatan yang kurasakan yang perlahan bangkit dalam diriku kian menguat dan menguat hari demi hari. Kekuatan yang sama yang kurasakan ketika pertama kali menginjak kampus ITB yangdiiringi dengan penguatan interaksi dengan Islam, setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan kembali. Ini kekuatan yang sangat khas yang benar-benar berbeda. Mungkin yang menyamainya adalah Read the rest of this entry

Ikhlas, sulit tapi tak mustahil dilakukan, maka mari menjaga hati kita

Alhamdulillah wa syukurillah, Allah Maha Pemberi Petunjuk, akhir2 ini banyak didengungkan oleh perkara keikhlasan. dan menyadari segala yang terjadi akhir akhir ini, diri ini kemudian menyadari betapa manusia yang diciptakan Allah ini begitu mudah terombang-ambing hatinya. Ini bukan soal hal-hal galau atau semacamnya, ini adalah hal yang jauh lebih penting dan signifikan daripada hal2 galau dan semacamnya. ini tentang amal perbuatan kita yang dilandasi dengan niat yang ikhlas atau tidak. dan Ikhlas adalah satu parameter kesucian hati yang termurnikan dari segala harapan kepada selainNya.

Kalau kita masih merasa begitu mudah digoda oleh bisikan syaitan, maka mari berkaca apakah hati kita sudah bisa kita jaga kemurniannya, karena sangat jelas dalam Al Quran disebutkan bahwa :

قَالَ رَب بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَينَنَّ لَهُمْ فِي ٱلأَرْضِ

وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ * إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ *

قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ * إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ

عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ *(الحجر:39-42)

39. Iblis berkata : “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.
41. Allah berfirman : “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).
42. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS AL hijr ayat 39-42)
 

Dan kita tak bisa men-judge seseorang dari penampilannya. karena betapa mengerikan niat manusia yang tersimpangkan sehingga tersamarkan niat yang berada dalam hatinya yang paling dalam. Ditulisnya tulisan ini semata untuk memotivasi diri sendiri, mengingatkan, menguatkan apa yang telah ada dan berharap adanya pemusnahan sekecil apapun niat yang seharusnya tak ada.

Hadits berikut menjadi gambaran bagaimana orang yang dianggap syahid, dianggap dermawan dan dianggap berilmu bisa masuk neraka karena ketidakikhlasan hati yang mereka miliki. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ z قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جَرِيْءٌ, فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأََ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ, قَالَ: كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيْلَ, ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ. رواه مسلم (1905) وغيره

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh :
1. Muslim, Kitabul Imarah, bab Man Qaatala lir Riya’ was Sum’ah Istahaqqannar (VI/47) atau (III/1513-1514 no. 1905).
2. An Nasa-i, Kitabul Jihad bab Man Qaatala liyuqala : Fulan Jari’, Sunan Nasa-i (VI/23-24), Ahmad dalam Musnad-nya (II/322) dan Baihaqi (IX/168).

kembali

Berlalu masa tak pernah sama
Meninggalkan jejak-jejak yang tak akan pupus dari catatan kehidupan
Yang menjadi bukti keberadaan diri dan eksistensinya.
Tak ada satu pun yang luput, tak ada..
 
Lalu apatah yang menyebabkan dirimu masih enggan
meninggalkan perhiasan kehidupan
Mencukupi kebutuhan di satu sisi namun kehausan di sisi lain
Membuat rindu masa-masa yang mengharu biru
kala puncak rasa percaya terasa sangat membahana
Bahkan bisa membuat seorang tentara berangkat di pagi buta ke Palestina
 
Terpekur rasa kehampaan yang mengisi relung hati seorang manusia
Menggigit setiap ikatan yang selama ini pernah terjalin indah
Pelan-pelan menghanguskan keyakinan yang selama ini terukir dalam
 
Sampai kapan kiranya akan bertahan
Ikhtiyar kedekatan yang tak akan pernah usang-lah
Yang akan menjadi kunci bagi pertahanan itu
Yang tiada akan pernah rapuh oleh apapun di muka dunia
Yang tiada akan pernah pupus dengan keinginan semata
Hanya kekuatan hati yang sedemikian membajalah
Yang bisa menjejakkan jiwa di fitrahnya
Yang bisa mempertahankan perjuangan di medannya
 
Keteduhan itulah yang selalu dirindukan
Yang membuat hati ini tunduk dan syahdu
Menatapi setiap peristiwa yang berlalu.
Kesucian itulah yang selalu diusahakan
Meskipun terkadang diterjang angin badai
 
Jiwamu akan melemah seandainya kau menyerah
Jiwamu akan rapuh dan lenyap dilindas keganasan dunia
Ketika kau mengabaikan sekecil apapun peringatan yang ada
Ketika kau dibiaskan oleh segala macam bentuk pembenaran
 
Selagi sempat segeralah bertaubat
Mohon ampun pada Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
Yang memberikanmu begitu banyak karunia sementara rasa syukurmu tak mengejawantah menjadi tindakan nyata.
Mohon kekuatan dan petunjuk kepada Allah sebaik-baik Pemberi petunjuk
Yang memberimu jalan bahkan ketika kau tak mengindahkan perhatian
Duhai jiwa, kembalilah ke fitrahmu
Dengan militansi dan ruhul istijabah jadilah cahaya di tengah kegelapan
Dengan tekad membaja kembalilah ke pertarungan yang kau pilih
Dan menangkanlah
Hingga hari itu tiba kau bisa sedikit lega
Bahwa kau sudah berusaha menjalankan segala perintahNya
Duhai jiwa kembalilah
Ke peraduan sendu
Di mana keheningan dan kejernihan hati menjadi kekuatan dalam kelembutan
Di mana kekuatan tersembul dalam setiap ingatan dan tindakan
Dalam setiap ucapan dan perasaan..
Duhai jiwa kembalilah….
kembalilah

Etika Bekerja/Berbisnis dalam Islam

Dalam rangka berburu pahala, saya coba publikasikan materi tatsqif yang pernah saya dapat, berharap semoga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh tidak hanya saya sendiri melainkan oleh lebih banyak orang. Materi yang dibahas kali ini adalah tentang “etika bisnis dalam Islam” yang disampaikan oleh Ustadz (afwan lupa namanya heuuu) pada tanggal 14 Januari 2012. Materi I ni bisa menjadi bara semangat untuk para bisnismen, bisniswomen dan juga para WORKER including me, karena pada dasarnya pembahasan di dalamnya lebih banyak ditekankan kepada “bekerja” daripada “berbisnis”nya, hehehe. Bukan berarti saya menyalahkan Ustadz, karena justru pembahasan bekerja yang lebih banyak membuat saya lebih semangat bekerja.. tapi da yaaa berbisnis teh kan bekerja juga. (meskipun pada kamus saya mah arti berbisnis teh beda sama bekerja, hehehe). Intinya mah Ustadz teh menjelaskan prinsip dasar bekerja dulu baru bahas bisnisnya ^__^. Silakan menyimak, punten kalo ada yang salah. Bagi yang juga mendapat materi yang sama (ikhwahfillah segenggong DPC Cempaka Putih-heuheu pengkhianat DPC Tanahabang nih saya hehehe, bukan apa2, dapat liqanya di DPC CP bukan di DPC TA, hehehe jadi buka rahasia yeuh) mangga koreksinya. (punten terlalu banyak pendahuluannya heuheu)

(oiya sebelumnya punten, berhubung wordpress saya teh gabisa detek tulisan Arab, maka saya hanya akan menuliskan terjemahan terjemahannya saja yaaa… mohon maklum)

  1. KEUTAMAAN BEKERJA DALAM ISLAM
  • Bekerja adalah Perintah & Konsekuensi

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(QS Al Mulk ayat 15)

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS At Taubah ayat 105) à yang ini merupakan ayat yang saya searching sendiri dan merupakan ayat favorit saya ^__^, hehehe.

Gimana? Makin semangat kerja ga? Hehe

  • Bekerja adalah kemuliaan

Demi Allah, sekiranya seorang diantara kamu mengambil talinya, kemudian (dengannya mencari) dan memanggul kayu bakar di punggungnya, itu lebih baik dari pada ia mendatangi seseorang meminta-minta.(HR Bukhari )

  • Bekerja : Menggugurkan Dosa

Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran Read the rest of this entry

Kehidupan dan Kematian-Kajian shubuh Baitul Ihsan 1 Jan 2012

Kajian Shubuh bersama  Ustadz Fuad Muhsin pada acara mabit bersama Daarut Tauhid Jakarta, Masjid Baitul Ihsan 1 Januari 2012.

Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 28 yang memiliki arti sebagai berikut “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

Ayat tersebut menyatakan bahwa manusia mengalami 2 kali kematian dan 2 kali kehidupan. Fase kematian pertama adalah proses menjelang pembuahan sampai zigot kita berumur 120 hari. Fase kehidupan pertama adalah ketika kita setelah berada dalam kandungan selama 4 bulan sampai dengan fase kematian kedua yakni kematian yang akan kita alami setelah jatah usia kita di dunia ini berakhir.

Allah menetapkan beberapa ketetapan untuk fase kehidupan pertama setiap manusia di antaranya adalah jatah umur hidup di dunia, kematian, rizki, dan jodoh. Rahasia kematian mencakup tiga hal yakni: waktu, cara, dan tempat. Hal ini dirahasiakan dengan tujuan salah satunya adalah supaya manusia melakukan yang terbaik untuk kehidupan dan kematiannya.

Rasulullah mengingat kematian (seperti yang disampaikan dalam kitab Riyadus Shalihin) sebanyak 104 kali sehari. Kita????? Berapa kali????

Manusia dalam menjalani fase2 kehidupan dan kematian ini akan mengalam 5 alam yaitu alam ruh dan alam rahim (yang udah kita lewati), alam dunia (yang sedang kita alami sampai habis  masa usia kita) , alam barzah, dan alam akhirat.

Alam akhirat memiliki satuan ukuran waktu yang sama sekali berbeda dengan masa alam dunia. Dalam QS AL Hajj ayat 47 Allah menyampaikan bahwa 1 hari di akhirat adalah 1000 tahun di dunia. Dengan demikian bisa dikalkulasikan bahwa 1 jam di akhirat adalah 41,67 tahun di dunia.  Usia manusia yang rata2 memiliki angka harapan hidup 63 tahun di dunia berdasarkan perhitungan ini ternyata hanya menghabiskan 1,5 jam di akhirat. Namun 1,5 jam versi akhirat (62,5 tahun versi dunia) ini yang menentukan nasib kehidupan di akhirat yang lamanyaaaaaaaaaaaa bukan maiiiin..

Jadi jangan sekali kali mennyiakan kehidupan dunia uni dengan sesuatu yang kecil dan tak berguna karena sungguh waktu 1,5 jam ini terlalu sayang untuk disiakan begitu saja. SANGAT TERLALU BERHARGA!!!! So change yourself to be better