Blog Archives

Buka Rahasia: Arti Palestina Bagi Saya

Ada 2 topik tulisan yang saat ini menggema di kepala dan menuntut untuk dituliskan. Kedua topic tersebut adalah topic tentang Palestina dan Ramadhan di Kansas. Namun topic tentang Palestina yang menang. Rasa-rasanya urgensi menulis tentang ini bisa sedikit banyak membantu pertambahan keimanan si saya.. mumpung masih Ramadhan.. biar bisa jadi pengingat untuk tetap terus berjuang di manapun berada, termasuk juga di sini.. di tanah Paman Sam, Negara pertama yang saya jajaki cukup lama…(tapi cerita yang ini mah nanti dulu ya..)

Palestinian_flag_by_AlHurriya

Palestina, apa yang special darinya? Jika dijelaskan satu-satu di sini ga akan muat tempat ma waktu. Terlebih lagi ada banyak buku yang bisa dengan lebih komprehensif membahas Palestina.. misalnya buku Palestine Emang Gue Pikirin yang diterbitkan Proyou Media. Buku ini memiliki arti yang sangat sangat sangat signifikan dalam perubahan hidup saya.

Saya tahu Negara Palestina sejak kecil. Sejak TK tepatnya, inget isra miraj kan ya?. Hehhehe.. tapi eksistensi Negara Palestina sejati, bagi saya baru muncul ketika saya menginjakan kaki di kampus ITB tercinta. Kala dengan takdir Allah ketemu dengan teh Yeti, Teh Icha, Teh Linda,.. dan bergabung di Mata.. dan dengan bangga saya katakan bahwa Demonstrasi pertama yang saya lakukan juga adalah Demo tahun 2006 untuk rakyat Palestina. Artinya apa? Ini Negara Israel emang tidak ada henti-hentinya melakukan upaya penaklukan Masjid Al Aqsa.

Tahun 2005, saya bergabung dengan Mata. Bakat saya di rohis yang mulai terasah sejak SMU kelas 3 akhirnya merasa menemukan jalan. Mulai deh lebih sering baca buku Islam. Dua buku yang pertama kali mengawali langkah tersebut adalah buku “Palestine Emang Gue Pikirin” dan buku “Agar Bidadari Cemburu Padamu”. Keduanya adalah buku terbitan Proyou Media, Jogjakarta, yang saat ini juga masih menempati posisi pertama untuk buku2 langganan si saya.

Dari Buku itu saya kemudian menyadari banyak hal, mulai dari posisi saya sebagai salah satu umat muslim, mulai dari arti dakwah dan perjuangan, bagaimana kekuatan iman bisa mengalahkan kelumpuhan seperti yang terjadi pada Syekh Ahmad Yassin, atau bagaiamana saat itu dulu ingin sekali si saya bergabung dengan barisan barigade Izzudin Al Qassam. Kesadaran ini didukung oleh assisstansi dari kedua teteh tersayang saya, juga pembinaan yang saya terima di Mata, mulai dari Liqa Akhawat, DPAA, DPKD, hingga DPAL. Pembinaan dukungan lain saya dapatkan dari pembinaan kader muda Gamais, dan Gamistek.

Sejak bergabungnya saya di Mata Salman, kecintaan terhadap Negara ini mulai tumbuh dan tumbuh. Masih kuat di ingatan saya dalam simulasi DPAL di Tasikmalaya pada tahun 2006 (akhir tingkat 1 di ITB), ketika dilakukan simulasi muhasabah pre qiyamul lail sebagai I’dad untuk outbond hari itu, seorang Iin Parlina dengan gerakan reflex memanggul tas dan bermaksud pergi ke Negara tersebut.. rasa-rasanya emosi saat itu bahkan masih saya rasakan hingga sekarang, meskipun sangat saya sadari bahwa level keimanan saat ini dan saat itu cukup berbeda. (tapi efek nulis ini mudah2an minimal ningkatin lagi semangatnya lah). Kecintaan terhadap Palestina bertambah dan bertambah dengan masuknya asupan asupan materi dan video yang sering diputarkan teh Icha. Takdir Allah.. itu yang saya yakini… yang kemudian menjajarkan Palestina sebagai Negara kedua yang saya cintai setelah Indonesia.. bahkan hingga sekarang.. saya suka Belanda, saya sangat suka Jerman, saya suka Bangladesh dan Malaysia, tapi tak ada yang bisa menggantikan posisi Palestina.. tak ada..

Jadi ketika jihad qital pecah lagi di bumi Gaza di Ramadhan tahun ini, rasanya emosi-emosi yang tertanam dalam kepala dahulu meluap kembali, menghempaskan segala memori yang ada ketika pembinaan menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari dalam diri saya, meskipun saya sadari bahwa saya tak lagi saya yang dulu..

Bagi saya, Palestina menjadi sebuah sumber kekuatan di mana keimanan bisa menjelma menjadi ruhul istijabah dan militansi yang menggema dan membahana ke bumi cakrawala.. Yang saya tahu hingga kini adalah bahwa impian kematian syahid bagi para pejuang Palestina adalah sebuah semangat tak terkalahkan yang membuat mereka tegar dan menjadi bara api semangat bagi hamba2 Allah yang mampu menangkap sinyal2 semangat itu. Syahid adalah yang diinginkan oleh mereka. Tapi kata perjuangan untuk melawan tirani Negara Israel yang tetap harus dilakukan untuk menjaga kesucian bumi Allah.. Al Quds. Ah saya ingat ketika harus berlari-lari bersama akhawat dan ikhwan lainnya di Bandung, meneriakan Allahu Akbar dan meneriakan semangat-semangat perjuangan yang terinspirasi dari negeri para anbiya tersebut.. menjadi segar ingatan ini ketika saya seroang mahasiswa baru ITB yang saat itu belum lama mengenyam pendidikan di kampus, punya keberanian untuk turun ke jalan..

Sungguh mudah bagi Allah untuk memenangkan perjuangan rakyat dan tentara Palestina. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.. tapi dengan dibukanya tabir perjuangan mereka terhadap mata-mata manusia lainnya, adalah sebuah maksud yang bisa seharusnya dipahami.. lagipula,.di sana terlihat, mana yang benar2 berjuang karena Allah.. ah, si saya juga gabisa melakukan banyak hal. Hanya modal selemah2 iman yang terwujud dalam doa2.. saya tahu saya pun tidak sempurna, saya pun menyadari bahwa kondisi keimanan saya juga tidak seperti masa lalu.. saya hari ini harus lebih banyak mengandalkan kekuatan pembinaan diri sendiri.. ketika tak bisa menoleh ke sana kemari.. hanya mengandalkan ikatan hati.. tapi Palestina adalah Palestina.. dan itu cukup bagi saya untuk mengingat semuanya… saatnya kembali menegakan bahu dan mengencangkan ikat pinggang seraya tak berhenti melantunkan doa.

Hujan yang berbeda

image

image

image

image

Rasanya berbeda sekali, menatap hujan dr gedung Bppt lantai 19 dengan pemandangan hujan dari gsg salman lantai 4 tempat asrama putri salman berada sekarang. Sungguh, rasa yang ada di dada.ketika melihat hujan turun dari langit di atas taman ganesha sangat menyejukkan hati, penuh harapan dan khusyuk. Aku tahu d jakarta pun hujan memiliki karakteristik yang tak jauh berbeda, tapi di sini, ada memori dan harap yang menguasai isi kepala, ada jenak jenak asa yang tak bisa diungkapkan yang rasanya sama sekali berbeda dengan suasana jakarta. Argh.. Sungguh aku benar2 ingin sekali bs kembali ke sini one day ya Allah, someday…

Bandung Bagiku

Bandung bagiku

Bandung bagiku adalah kawah candradimuka yang bisa kugunakan untuk menyuntikan semangat yang membara dalam dada.

Bandung bagiku adalah wahana di mana pertemuan pertemuan bisa menjelma menjadi energi yang meningkatkan gairah hidup yang lebih baik.

Bandung bagiku adalah media di mana aura aura keteduhan mampu menggeliatkan ruh yang bahkan terdiam sekalipun.

Bandung bagiku adalah pembinaan, membina, dibina, teladan, dan cita cita…

Bagiku, dia adalah kota impian, kota yang memberikan sejuta inspirasi untuk menggerakan jiwa yang pasif menjadi aktif, membangunkan semangat yang tertidur menjadi sedemikian membara, menyentil relung hati untuk melihat kondisi sekitar lalu berujung pada keinginan untuk bertambah lebih baik dan lebih baik.

Bagiku Bandung adalah keindahan yang terlukis dari jiwa jiwa dan aura aura keinginan orang-orang yang ingin membina diri.

Setidaknya itu adalah bagiku… dan terserah jika hal ini dianggap berlebihan, tapi sungguh, itulah yang terdalam yang kurasakan..

Mungkin akan berbeda ceritanya jika aku tidak mendapatkan pembinaan yang menurutku cukup komprehensif, atau jika aku justru menghabiskan masa perjuangan meraih gelar sarjana di bumi Jogjakarta atau Surabaya… dan aku tak bisa mengira ngira hal yang tak terjadi padaku karena Allah telah memilih Bandung menjadi bagian dalam hidupku, bahkan menjadi bagian yang termasuk paling penting dan signifikan…

Aku ingat dengan sangat baik ketika aku melantunkan doa kepada Allah saat usia 15 tahun, di penghujung usiaku di SMU, kala aku memilih Institut Teknologi Bandung sebagai takdirku dan aku memintanya kepada Allah… aku bilang saat itu,, ya Allah aku ingin bisa jadi lebih baik di sana, hijrah dari sini dan mendapatkan banyak pengetahuan dan juga sahabat di sana…

Dan Allah Maha Pengabul Doa.. dipilihkannya Bandung untukku dan diwujudkanNya pembinaan yang kuinginkan di dana, tak hanya satu atau dua, tapi banyak… ^_^.

Pembinaan yang kujalani mulai dari pengenalan kembali konsep Islam, pengenalan kembali shirah Nabawiyah, shirah Sahabat, pengenalan kembali interaksi dengan Al Quran, yang dipadu dengan pembinaan karakter di Mata dan Asrama Salman ITB, dan tentu saja pembinaan fikriyah yang meliputi pengenalan pengenalan konsep mendalam tentang teori kinetika kimia, perancangan reaktor, mekanisme katalisis, reaksi esterifikasi, bioteknologi lingkungan, dan lain sebagainya, itulah yang membentuk puzzle puzzle karakterku. Dan kusadari banyak hal ketika itu, mulai dari Read the rest of this entry

Cerita Gadis Kecil dan Semangat Cita Cita

Bismillahirrahmanirrahim

Izinkanlah di sini kuceritakan sebuah kisah tentang seorang gadis kecil. Gadis kecil yang dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang yang berlimpah dalam kondisi keterbatasan yang membuatnya memiliki semangat untuk berbuat lebih dan berbuat banyak, sebagai bukti bahwa keterbatasan yang dimilikinya tak menjadi penghalang dalam upayanya mengejar cita-cita.

Gadis kecil ini hidup di lingkungan desa dengan kualitas udara yang masih sangat bersih. Dibesarkan di bawah kicauan burung  yang mengiringi riang kehidupannya, tumbuh di bawah langit biru yang berkenan menaungi wilayahnya yang subur, sehingga tak heran pertanian merupakan mata pencaharian utama di tempatnya.

Dengan kondisi yang serba terbatas, dia berhasil mengenyam pendidikan bahkan hingga SLTA dengan prestasi yang cukup terbilang bagus. Ada dorongan internal yang menggebu dalam dirinya dengan segala yang hanya dia punya, menggebrak dan membuktikan kepada dunia bahwa anak petani yang kurang berada seperti dirinya mampu mengenyam pendidikan yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan dirinya dan keluarganya. Ada kekuatan yang sangat besar dalam dirinya hingga dia bisa menaklukan semua halang rintang yang menghalanginya dari cita-citanya.

Namun sayang, ada satu kesalahan fatal yang dilakukannya yang mempengaruhi kehidupannya selanjutnya, yang membuatnya kehilangan kekuatan yang sampai tahap SLTA masih dimilikinya. Dia salah mendefinisikan cita-citanya. Apa yang salah?? Salahkah dia ingin sekedar menjadi guru? Orang yang berguna bagi bangsa dan negaranya? Mengenyam pendidikan tinggi –sebutlah Itb?? Nampaknya mungkin tidak ada yang salah, namun pada kenyataannya, kesalahannya mendefinisikan cita-cita pada tahap menjadi guru, berguna bagi bangsa dan Negara, dan mengenyam pendidikan yang tinggi adalah sesuatu yang abstrak dan tak menyimpan kekuatan yang membuatnya bahkan bisa menjadi lebih dari sekedar itu. Jika ditelusuri sebenarnya Read the rest of this entry

Alumni Asrama Salman ITB (versi 1)

Pagi yang syahdu di Asrama tercintaku, asrama Putri Salman ITB, 19 Juni 2011

 

Pagi kemarin dan pagi ini,, adalah pagi yang biasa kurasakan selama 4 tahun di kampus gajah duduk tercinta.. pagi-pagi yang tidak biasa, dan pagi yang selalu memberikan semangat membara untuk menjalani perjuanganku sebagai mahasiswa Teknik Kimia ITB… pagi yang teramat sangat kurindukan dan sampai sekarang belum tergantikan posisinya oleh pagi apapun.. hmm paling yang cukup menyaingi adalah pagi ketika daurah Mata.. hehehe…

Tanggal 18 Juni 2011 adalah hari yang sudah kutunggu sekian lama.. hari yang sangat istimewa, yang kunantikan kedatangannya.. hari dimana 2 generasi asrama Salman akan bertemu muka, bersilaturahim, bernostalgila, bertemu merajut asa, harapan, dan mimpi yang ingin diwujudkan. Idealisme-idealisme yang lahir dari setiap peristiwa ntah ketika menjalani pembinaan, ntah ketika diskusi ringan tentang permasalahan bangsa, yang kadang diselingi permasalahan internal asrama.. ahh.. betapa kondisi seperti ini adalah kondisi yang tidak dialami setiap orang.

Mengingat perjalananku meniti karir keislaman, maka asrama salman itb adalah satu wahana yang Allah secara signifikan dipilihkan untuk menjadi lingkungan terbaik yang kumiliki. Jika membandingkan dengan Mata, heheh.. maka Mata adalah sarana terbaik yang Allah berikan untuk memperkenalkanku pada indahnya Islam. Perpaduan pembinaan antara lingkaran cahaya, Mata Salman, asrama Salman dan tadrib amal di Gamistek yang kupikir menjadi satu bentuk pembinaan terbaik yang dirancang Allah untukku..pembinaan terbaik yang mengantarkanku untuk mengenal dunia Islam secara lebih komperhensif serta mengenal orang-orang hebat yang berjuang untuk istiqamah di Jalan Allah, yang akhlak mereka selalu bisa menginspirasi dan membuatku iri…

dan kini, status kami sudah berubah menjadi alumni asrama salman, satu gelar yang teramat sangat berat karena gelar itu menunjukan seberapa kuat kami menghadapi kehidupan setelah lama dibina di asrama, gelar yang menjadi pengkondisian akan tuntutan kontribusi kami terhadap dunia luar maupun dunia Salman itu sendiri. Dan kini setelah acara reuni kemarin, aku merasa semakin serius menjalani gelarku sebagai alumni asrama salman, dan merangkai impian2 baru yang ingin kuwujudkan bersama alumni asrama salman yang lainnya…

semoga apa yang kuharapkan bisa kuwujudkan.. ^_^