Blog Archives

Bandung Bagiku

Bandung bagiku

Bandung bagiku adalah kawah candradimuka yang bisa kugunakan untuk menyuntikan semangat yang membara dalam dada.

Bandung bagiku adalah wahana di mana pertemuan pertemuan bisa menjelma menjadi energi yang meningkatkan gairah hidup yang lebih baik.

Bandung bagiku adalah media di mana aura aura keteduhan mampu menggeliatkan ruh yang bahkan terdiam sekalipun.

Bandung bagiku adalah pembinaan, membina, dibina, teladan, dan cita cita…

Bagiku, dia adalah kota impian, kota yang memberikan sejuta inspirasi untuk menggerakan jiwa yang pasif menjadi aktif, membangunkan semangat yang tertidur menjadi sedemikian membara, menyentil relung hati untuk melihat kondisi sekitar lalu berujung pada keinginan untuk bertambah lebih baik dan lebih baik.

Bagiku Bandung adalah keindahan yang terlukis dari jiwa jiwa dan aura aura keinginan orang-orang yang ingin membina diri.

Setidaknya itu adalah bagiku… dan terserah jika hal ini dianggap berlebihan, tapi sungguh, itulah yang terdalam yang kurasakan..

Mungkin akan berbeda ceritanya jika aku tidak mendapatkan pembinaan yang menurutku cukup komprehensif, atau jika aku justru menghabiskan masa perjuangan meraih gelar sarjana di bumi Jogjakarta atau Surabaya… dan aku tak bisa mengira ngira hal yang tak terjadi padaku karena Allah telah memilih Bandung menjadi bagian dalam hidupku, bahkan menjadi bagian yang termasuk paling penting dan signifikan…

Aku ingat dengan sangat baik ketika aku melantunkan doa kepada Allah saat usia 15 tahun, di penghujung usiaku di SMU, kala aku memilih Institut Teknologi Bandung sebagai takdirku dan aku memintanya kepada Allah… aku bilang saat itu,, ya Allah aku ingin bisa jadi lebih baik di sana, hijrah dari sini dan mendapatkan banyak pengetahuan dan juga sahabat di sana…

Dan Allah Maha Pengabul Doa.. dipilihkannya Bandung untukku dan diwujudkanNya pembinaan yang kuinginkan di dana, tak hanya satu atau dua, tapi banyak… ^_^.

Pembinaan yang kujalani mulai dari pengenalan kembali konsep Islam, pengenalan kembali shirah Nabawiyah, shirah Sahabat, pengenalan kembali interaksi dengan Al Quran, yang dipadu dengan pembinaan karakter di Mata dan Asrama Salman ITB, dan tentu saja pembinaan fikriyah yang meliputi pengenalan pengenalan konsep mendalam tentang teori kinetika kimia, perancangan reaktor, mekanisme katalisis, reaksi esterifikasi, bioteknologi lingkungan, dan lain sebagainya, itulah yang membentuk puzzle puzzle karakterku. Dan kusadari banyak hal ketika itu, mulai dari Read the rest of this entry

Semangat ga semangat. It is You to Choose

Manusia dengan segala dinamikanya yang luar biasa, mengalami masa masa perubahan perasaan dan semangat dalam menjalani hidup. Kadang sedih, kadang senang kadang rajin, dan kadang malas. Berganti, kadang bisa terkendali, dan kadang di luar kendali.

Begitu pun diriku. Ada masa, kala semangat ini mengejawantah menjadi sebuah aksi luar biasa yang mampu mengenyahkan segala rasa enggan dan segala rasa bimbang, ada kala energi itu mewujud menjadi seorang iin parlina yang dengan kekuatan jihadnya mampu mengenyahkan segala hambatan di dada, ya.. meskipun belum mencapai puncaknya, tapi kala kala seperti itu adalah kala di mana dirinya menjadi dirinya, sepenuhnya. Kala itulah yang mampu membuatnya mencapai fasa di mana pagi buta, dalam sebuah simulasi, mampu mengenyahkan segala rasa untuk berangkat jihad ke Palestina! Masa itu!!! Masa lalu yang dirindukannya!

Bagi banyak orang masa lalu adalah masa yang mungkin tak bisa dijadikan kaca. Tapi bagi seorang iin parlina, masa lalu adalah himpunan cerita cerita yang selalu dapat memberikannya semangat untuk bergerak di masa depan. Kala cerita cerita masa lalu yang ternyata jauh lebih baik dari masanya kini, biasanya ia bisa tergerak untuk membuat masa kini dan masa depannya menjadi lebih baik. Mungkin dia terkenang hadits Rasulullah yang menceritakan bahwa kalo masa lalu seorang hamba Allah lebih baik dari masa kini atau masa depannya, maka orang itu adalah orang celaka. Dan beruntung seorang iin parlina ini yang biasanya selalu menuliskan masa masa semangatnya dalam tulisan, sehingga di suatu kala kala dan masa masa dirinya mengalami kefuturan, ia bisa menelusuri tulisan-tulisan semangatnya yang membara di masa lalu.

Hari ini, seorang Iin parlina ini merasa lelah dengan kejumudannya. Dia menyesali segala kesempatan yang dilepasnya karena mementingkan keberadannya dalam zona nyaman. Tapi dengan petunjuk Allah, Alhamdulillah, akhirnya hari ini dia sadar sepenuhnya, sadar sesadar-sadarnya bahwa ia tak boleh lagi tinggal diam. Tak boleh lagi berada di zona nyaman. JUMUD jadinya!!! Ga Produktif. Seorang Iin parlina ini biasanya dikenali dengan smangatnya yang membara, namun kondisi semangat itu tentu berbeda, ada parameter keimanan yang biasanya menghiasi kesejatian dari semangat itu. Dan sungguh Maha Petunjuk Allah yang berkali kali mencoba menyadarkannya dengan banyak cara. Hanya saja, ternyata baru hari ini dia bisa kembali melihat dirinya, melihat segala kelemahannya, melihat di mana posisi keberadannya di ajang kompetisi perbekalan akhirat, sungguh, dia merasa sangat malu karena ntah berapa lama waktu yang dihabiskannya untuk berdiam diri dan Read the rest of this entry

Buku Biru Muda berjudul My Agenda

Buku biru muda itu tergeletak begitu saja. Berbagai peristiwa masa lalu terekam di sana dengan sangat baik, terlalu baik bahkan, sampai-sampai setiap perasaan yang terlibat yang terungkap dengan untaian puisi dan kata-singkat berisi ungkapan hati begitu baik terekam di sana.

Buku biru muda berjudul my agenda itu dibuat dengan bantuan murabbi pertamaku, mulai dari layout cover sampai ke penyusunan konten yang terkandung di dalamnya. Berbagai ilmu tercatat dengan cukup baik di sana. Satu hal yang kusadari adalah kekuranganku untuk membuka ulang materi yang pernah kudapatkan.. padahal,, melihat isi materinya yang luar biasa, kusadari betapa luar biasanya aku saat itu.

Buku biru muda itu mengenangkanku pada kisahku masa lalu, kegigihan dan besarnya semangat yang demikian terpancar dari setiap goresan pena di dalamnya, kesungguhan dan tekad membaja yang terekam dalam setiap rekam jejak yang sangat tersirat jelas di dalamnya. Bahkan amalan yaumian, agenda akademik, dan rincian pengeluaran yang kutulis di sana, bisa kulihat kembali, dengan sangat jelas, dan bisa menjadi pembanding diriku dengan masa kini….

Buku biru muda itu telah menjadi saksi atas semangat seorang insan yang sedang belajar menempuh kehidupan. Yang sedang belajar mengenal Islam dan Rabbnya, yang sedang berusaha menjadikan apa2 yang diberikan Rabbnya menjadi hal-hal yang bisa memperdalam ketakwaannya..yang sedang mencoba meniti sebuah jalan panjang yang sama yang dititi oleh Rasulullah, teladannya, beserta para sahabat Rasulullah….

Buku biru muda itu, menjadi sebuah refleksi keimanan yang terpancar dari semangat belajar yang tiada pernah henti, meski lelah, malas, dan kesulitan menghadang,,

Buku biru muda itu,, adalah satu dari sekian banyak buku yang menjadi saksi atas kehidupanku. Tersenyum ku dibuatnya, terenyuh hatiku membacanya, tersengat semangat ketika kusadari aku masa kini tidak sebaik aku masa lalu.. argh, telah menjadi orang celaka jika hari ini keimananku tidak sebaik keimananku masa lalu, meski kusadari fitrah keimanan seorang manusia adalah bertambah dan berkurang,, namun aku adalah salah satu personil yang belum bisa mengatur gradien total pertambahan keimananku menjadi seperti yang kuharapkan…

Buku biru muda itu, yang dengan izin Allah kembali memperlihatkan dirinya dan membangkitkan semangatku masa kini untuk terus meningkatkan semangat belajarku, semangat berimanku, semangat meniti jalan itu dengan segala konsekuensinya.. Allah,, berikanlah keistiqamahan pada diriku…

aamiiin

Sesungguhnya setiap umat yang ingin membentuk dan membina dirinya, mewujudkan cita-cita dan membela prinsipnya sangat membutuhkan kekuatan jiwa yang terekspresikan dalam TEKAD membaja yang tidak pernah melemah, KESETIAAN TEGUH yang tidak pernah disusupi oleh kemunafikan dan pengkhianatan, PENGORBANAN besar yang tidak terhaangi oleh ketamakan dan kebakhilan, serta PENGENALAN, KEIMANAN dan PENGHARGAAN kepada prinsip yang dapat menghindarkan diri dari kesalahan, penyimpangan, sikap tawar menawar dalam masalah prinsip, serta tidak tertipu dengan prinsip lainnya #HasanAlBana (Cover Buku Biru Muda berjudul My Agenda)