Blog Archives

Keluarga Besar

Before I met and knew you I have never known what does it mean to be a part of a big family. Secara keluarga si saya hanya terdiri dari Ummi, Aa, Iis, dan saya sendiri. Meski harusnya ada 8 orang (4 orang kakak), saya anak ke 5 dari 6 bersaudara. Tapi rumah kami sebenarnya tidak sepi karena kalo digabung dengan keluarga Euma-Bapak serasa makin ramai. Ummi dan Euma adalah kakak beradik dari 6 bersaudara. Euma punya 6 orang anak, yang hidup hanya 4 karena anak ke 5 dan ke 6 wafat, sementara Ummi punya 6 orang anak dengan yang hidup hanya saya dan iis. Jadilah keluarga kami yang juga tinggalnya berdekatan ini menjadi saling melengkapi satu sama lain. Kang Agus, Teh Tinah, Teh Ipong, dan Teh Nia sudah seperti kakak bagi saya dan Iis.

 

myfams

Ekspansi keluarga Euma dengan menikahnya semua anaknya dan sampai lahir cucu-cucu menggemaskan membuat semarak ramai rumah. Maka saya yang status aslinya sepupu menjadi adik hingga kemudian menjadi bibi dari cucu-cucu nya Euma. Tapi ya itu sebatas di sana keramaian yang menghinggapi hidup saya hingga kemudian saya nikah takdir Allah dengan seorang ikhwan yang memiliki 11 orang adik.

Di awal proses taaruf, beliau sudah menyampaikan kondisinya bahwa beliau punya 11 orang adik yang akan menjadi tanggung jawabnya. Dan si saya mengiyakan tanda bahwa saya sama sekali tidak keberatan punya 11 orang adik ipar karena sejak kuliah saya sudah terbiasa mengurusi adik-adik junior di asrama (Salman dan lalu Etos).

Pertama kali bertemu dengan keluarga suami adalah pada tanggal 17 Agustus 2016. Saat itu yang ketemu hanya Mamah, Abah, Irma (adik ke2), Ofa (adik ke 4), dan yang kecil2 yang memang ga ikut forum perbincangan. Well sebelum ketemu udah stalking dulu sih di FB. Ketemu FB abah (yang mungkin dibikinin sama anak2nya) dan melihat foto2 keluarga calon suami saat itu. Well.. rame… itu saja yang kemudian muncul di benak..

Kejutan tentang definisi keluarga besar yang pertama kali saya alami adalah pas nikah tanggal 29 September 2016. Pernikahan disepakati hanya akan melibatkan keluarga dari saya dan suamidan ternyata itu pun yang datang udah buanyaaaakk. Dan saat itu juga ketemu keluarga suami dalam porsi lengkap Mamah Abah dan ke12 orang anaknya.

Saat itu sempet dites nama2 adik suami  untung hafal, tapi lalu tak mampu mengingat dengan baik keluarga dari abah atau keluarga dari mamah yang unexpectedly anak2nya juga buaanyaaak. Saya inget saat itu, teh Hol (gatau bener atau ngga nulis nama panggilannya) juga dibilang punya 13 orang anak. Salah satu anaknya seumur dengan suami dan ternyata satu angkatan di ITB.. anak IF05 hehehe…

Pengalaman hidup bareng keluarga besar kemudian saya alami untuk pertama kalinya nginep di rumah mamah di Cilegon. Kebayang kan ngurus anak sebegitu banyaknya dan mamah menjalankannya dengan sangat luar biasa. Rumah rame luar biasa. Pas malem pada bergelimpangan di ruangan tengah dengan aktifitasnya masing2. Ada yang bareng belajar ada yang maen bareng slime dll.. rame dan si saya ga pernah berada dalam kondisi seperti itu.

Puncak keterkejutan si saya tentang definisi keluarga besar adalah ketika ramadhan-syawal 1438H kemarin saya habiskan di rumah mamah. Yang kondisinya saat itu adalah full member.. anak2 nya ada semua di rumah. Complete 12 orang plus si saya nambah2in jadi 1 ma si dede janin tentu hihihi.. daaan luar biasa itu saur ma buka puasa bareng2 beneran berkesan banget… berbeda susananya dengan apa yang pernah dialami pas di asrama apalagi kalo dibandingkan dengan kondisi rumah di Cipanas. Kontras abis.

Dan lebaran iedul fitri yang menguak definisi keluarga besar yang sebenarnya. Salam2an ma tetangga yang datang sampe lebih dari 210 orang kali ya..(keitung dari jumlah bingkisan yang dibuat). Juga kedatangan saudara2 dari abah (yang dari mamah katanya ga datang semua hihihi) daaaaan buanyaaaaaak… ketemu dengan anak2 teh hol, teh evi, abah uwa, dan masih banyak lagii… Abah sendiri adalah anak ke 10. Dan baik kakak maupun adiknya abah juga anaknya buanyak.. hihi… kebayang kan amazed nya si saya saat itu. Berkali2 saya ceritain ini ke mamah, emak, suami, sampe sekarang kesannya masih membekas hihihi..

Dan yang saya bayangkan nanti adalah ketika dede bayi saya sudah besar dan ketemu tante2nya om2nya dan juga anak2 mereka.. akan ramai seperti itu atau mungkin lebih.. sungguh sesuatu yang sangat indah untuk dibayangkan hihihi…

Jadi intinya si saya nikah sama aimam itu jadi merenovasi definisi keluarga besar yang selama ini pernah nyangkut di kepala… hihi… seruuuu pokonya maaaah…

I am so grateful Allah chose you and your family to be a part in my life a…. belum lagi yang 11 ini karakternya juga bikin2 gemesh gimanaaa gt hihihi.. seru abis..

2016 in a summary

Happiness and Hope might be the best words to describe what happened to me during 2016. Alhamdulillah, Allah SWT blessed me with two of my biggest dreams I have. S2 and estree hahahha… This year, I have been going through some wonderful moments, with a rollercoaster feeling.. up and down, worry and hope, happy and sad.. but overall it is a wonderful journey I have and I hope 2017 will be filled by happiness too.

Januari 2016: Awal tahun heboh nyiapin annual report buat professor, ngeh kalo ternyata ada data yang salah dan harus diulang pengukurannya. Di bulan ini juga dapat anugerah tawaran lanjut S3 di WASU di bawah bimbingan professor, tapi juga kemudian di bulan ini pula Ummi bilang kalo beliau beneran pengen liat iin nikah sebelum S3.. yang akhirnya membawa si saya pada niat serius buat nyari jodoh beneran. Tanggal 23 Januari, masukin proposal taaruf kepada seorang teman baik. Dan takdir Allah, akhir Januari (31 Januari), ada nama seorang ikhwan yang muncul di proposal taaruf balasan yang tampak sangat meyakinkan hahaha,,..

Februari 2016: pontang panting ngerjain riset tugas akhir, diiringi ademnya salju yang turun di kota Pullman. Dan dag dig dug karena proses taaruf si saya dimulai secara resmi dalam bentuk online. Tidak ada tatap muka, hanya Tanya jawab yang prosesnya ternyata agak lama. Di bulan ini juga Profesor meminta si saya menyiapkan sidang kelulusan..si saya adalah student S2 pertama di bawah bimbingannya yang sudah diminta nyiapin siding hihi… itu artinya kata Allan kalo Prof suka hasil riset dan progress akademik saya so far.

Maret 2016: Udah mulai ngontak-ngontak committee member. Taaruf juga is on progress.. but bikin bingung sang fasilitator, karena well,, di dalam proses taaruf kami sampai ada proses attaching paper2 wkwkkwkw…. (trus kata si fasilitator: “emangnya mau seminar atau apply kerjaan? Wkkwkwk”)

April 2016: si saya sidang. Dan Alhamdulillah lulus. Tepatnya tanggal 11 April, si saya sah dapat gelar Master of Science (M.S.) dari Washington State University..alhamdulillah… sementara taaruf, still on going.. but I was so excited that I finish my study on time that I can go home earlier to see him in the reality.

Mei 2016: Wisuda Musim Semi 2016 dilaksanakan pada tanggal 7 mei 2016. Asyik banget bisa foto2 pake baju toga di bawah bunga sakura. 3 hari setelahnya langsung packing, semangat 45 mau pulang ke Indonesia hihi. Happiness that filled up my heart that I would be going home didn’t erase my sad feeling to leave Pullman, the most wonderful city in the US that I have in my deepest of heart.

Juni 2016:di Indonesia lagi kangen2an sama keluarga dan juga menjalani ibadah puasa ramadhan. 9 Juni , Alula Farzana Ayunindia,, lahir puteri pertama dari adik si saya, IIS. She is such a happiness for my whole family. Ngedampingin iis mulai masuk rumah sakit sampe Alula dilahirkan dan diinkubasi. Di bulan ini juga akhirnya ketemu beliau setelah 9 tahun lamanya tidak bertemu. Well,, jadi nostalgia di kampus, karena tempat yang beliau pilih untuk taaruf nazhar (tatap muka) adalah masjid Bahrul ulum puspitek serpong yang memang desainnya mirip banget dengan masjid salman ITB. Wajar mirip karena ternyata arsiteknya sama.

Juli 2016: lebaran iedul fitri dan persiapan masuk kantor (deuh yang ini nih yang bikin males wkkwkw). Taaruf berlanjut dan 26 Juli untuk pertama kalinya seorang ikhwan kenalan si saya datang ke rumah orang tua. Hihi… mengenang satu demi satu pertanyaan2 yang diajukan keluarga kepada beliau dan bagaimana tanggapan beliau sampe sekarang masih suka bikin senyum sendiri.

Agustus 2016: Kembali ke BPPT.. dapet kerjaan2 yang sebenarnya kurang sesuai dengan minat dan background tapi ya da kumaha deui. 17 Agustus 2016, ke Cilegon untuk bertemu keluarga beliau.. SERU ABIS.. hihihi..

September 2016: lamaran dan nikah ^_________________^ (yang ini kayanya udah banyak dibahas di postingan sebelumnya)

Oktober 2016: menjalani masa adaptasi dan sekaligus periode bulan madu dalam kehidupan rumah tangga kami. Dating di IKEA, beli2 peralatan rumah tangga

November 2016: masih seru2an hahaha..

Desember 2016: there are some changes I observed, but it is not something bad. Si saya menyadari bahwa proses pernikahan kami yang tidak melalui proses pacaran membuat kami saling mengenal kebiasaan dan karakter dengan sempurna terus menerus. 3 bulan bukan waktu yang cukup.. si sy masih banyak dapet kejutan2 menyenangkan dari kehidupan kami ^___^

Well, setahun teh kayak mimpi ya,… berlalu terasa begitu cepat meninggalkan memori-memori yang akan menjadi puzzle diri..

Semoga 2017 akan semakin menyenangkaaan….