Blog Archives

Yang Kau Cari

Yang kau cari.. Bukan setumpuk uang yang bisa memuaskan keinginan mu untuk membeli banyak hal. Melainkan sekedar tulisan-tulisan kebaikan yang dicatat di dalam buku amalan oleh para malaikat yang kemudian nantinya akan dipertanggungjawabkan. Bukan pengakuan dan penghargaan dari tatapan-tatapan manusia di sekelilingmu. Melainkan hanya senyuman bahagia yang disunggingkan oleh ayah dan ibumu dan segenap handai taulanmu. Camera 360 Bukan kehidupan dunia yang gemerlap dengan bayang-bayang semu kebahagiaan, yang berisikan kenikmatan sesaat. Melainkan sebuah harapan akan kehidupan yang teramat panjang setelah dibangkitkan dari kematian. Sebuah kehidupan abadi yang banyak dilupakan oleh kebanyakan manusia di dunia. Bukan sekedar pencapaian hasrat impian yang dituliskan dengan tujuan sekadar, bukan memuaskan diri untuk membuktikan bahwa kamu bisa melakukannya, tapi adalah kecintaan Allah di atas segalanya, keridhaanNya akan segala aktifitas ini, dan juga kebarakahan yang terlimpah ketika semua kesulitan ini harus dilalui… Kau menyadari tujuan sejati yang kau penetrasikan di dalam kepala, hati, dan segenap jiwa ragamu. Namun kau juga sadari bahwa syaitan tidak akan semudah itu melepaskanmu dari genggamannya.. kau pun menyadari bahwa sisi dari jiwamu yang bernama hawa nafsu juga tidak akan membiarkan kesungguhan-kesungguhan yang kau tanamkan dalam jiwamu mengejawantah menjadi ikhtiyar ikhtiyar nyata berisi tetesan keringat dan mata yang sembap karena lelah membaca. Kau menyadari bahwa waktu yang kau miliki juga tidak sebanyak kewajiban-kewajiban yang harus kautunaikan. Bukan hanya sekedar rasa tanggungjawab atas setiap kenikmatan yang kau rasakan, melainkan tujuan-tujuan mulia yang kau ukir di angkasa yang kau utarakan dalam Bahasa-bahasa mimpi yang indah meskipun kamu sadari pula bahwa kamu belum bisa menjadikannya prioritas utama. Langkah-langkah ini sungguh adalah satu langkah jelas yang jejaknya tidak akan terhapuskan karena system pencatatan yang teramat luar biasa dari Allah beserta rengrengan malaikatNya. Dan pengetahuan ini Read the rest of this entry

Advertisements

refleksi perkembangan akademik 6 bulan di AMERIKA_sebuah catatan singkat banget

Setengah tahun menjalani kehidupan akademik di US telah memberikan begitu banyak pengetahuan dan pengalaman yang tak hanya menyentuh sisi akademik tetapi juga budaya dan keterbukaan sudut pandang akan perbedaan. Bulan pertama menginjakan kaki di tanah paman Sam dalam kondisi Puasa Ramadhan yang rentang waktunya 3 hingga 4 jam lebih panjang dari waktu regular Ramadhan di Indonesia membuat saya banyak menyadari sisi perbedaan yang membuat saya bersyukur mendapat pengalaman berharga ini. Satu bulan pertama di US, saya menjalan program “Pre-Academic Training” di Kansas University, Lawrence, Kansas State bersama kawan-kawan penerima beasiswa Fulbright dari belahan Negara lain seperti Afganistan, Polandia, Nepal, Montenegro, Rusia, Tajikistan, Turki, Mauritania, Libya, Flores, Ukraina, dan Chile. Di sini saya menerima banyak pelajaran tentang persiapan kehidupan akademik yang akan kami hadapi di universitas kami berikutnya. Pembelajaran yang diberikan tidak hanya mencakup grammar, writing, reading, dan listening, tapi juga tentang pemahaman terhadap budaya Amerika dan juga budaya akademik Amerika meliputi pengetahuan plagiarism dan bagaimana pentingnya hal tersebut sebagai salah satu kode etik yang sangat dijunjung tinggi di sini. Program 6 minggu PAT ini juga dilengkapi dengan field trip ke museum-museum terkenal di Kansas dan sekitarnya. Dari sana saya ngeh, bahwa nilai lain yang dijunjung warga Negara Amerika adalah penghormatannya terhadap sejarah. _DSC0068 Satu bulan setengah berlalu,saya melaksanakan perjalanan kea rah barat menuju Washington State di mana universitas tempat saya bersekolah berada, Washington State University di sebuah kota kecil bernama Pullman yang juga berada dekat perbatasan dengan Idaho State. Pekan pertama, langsung berkenalan dengan advisor dan beberapa orang yang sebelumnya saya kenal melalui email. Advisor saya kebetulan dari China, dan memang departemen tempat saya bernaung adalah departemen yang memang memiliki banyak mahasiswa internasional (Pakistan, Colombia, India, Nepal, Honduras, China, Iran, Pakistan, dll). Saya mengambil master di bidang Biological System Engineering, di mana saya bermaksud memperdalam ilmu saya di bidang bioproses tepatnya di bidang pengolahan biomassa untuk energy terbarukan. Ini sebenarnya salah satu mimpi saya sejak kuliah S1 yakni memperdalam ilmu kemurgi.. dan Alhamdulillah, Allah memberikan saya kesempatan mengenyam pengalaman belajar di sini. Budaya akademik yang saya rasakan di sini berbeda secara signifikan dari apa Read the rest of this entry

Menanyakan kembali kenapa dan untuk apa saya di sini?

Menanyakan kembali kenapa dan untuk apa saya di sini?

29 Juni 2014 adalah waktu keberangkatan saya untuk melakukan perjalanan terpanjang dan terjauh selama hidup saya. Amerika, adalah Negara tujuan yang sebenarnya menyimpan sedikit banyak keraguan tapi juga sekaligus harapan yang tidak terhitung banyaknya.. dan kini menjelang 3 bulan keberadaan saya di tanah Paman Sam ini sudah banyak hal yang terjadi… dan dengan resmi saya nyatakan bahwa honeymoon stage dari perjalanan ini kini telah berakhir.. berganti dengan tahap berikutnya di mana excitement berganti dengan keseriusan belajar dan perjuangan yang tiada habis.. memaksa mata biar melek, kuat-kuatan baca meski ga masuk-masuk, ngotak-ngatik rumus di excel, atau bahkan harus terlibat dalam perdebatan kurang mengenakan tentang Islam….

Satu hal yang selalu saya tekankan ketika udah mulai galau… iin udah galau galau ampun-ampunan pas udah lulus Fulbright, galau submission plan, galau LOA, dan galau2 lainnya… tapi kini memang ketika menginjakan kaki di tanah yang dicita2kan setahun belakangan ini, galau2 itu berganti rupa.. galau pas debat ma sarah soal ISIS dan prasangkanya tentang saya yang katanya menyimpan niat jelek sama dia.. galau ketika Quinn bilang laporan si saya gabagus, galau ketika gabisa ngerjain PR.. dan ntah galau2 apa lagi yang menunggu saya di depan….dan buat apalah ini semua? Jauh-jauhan sama keluarga, meninggalkan zona nyaman bersama tim produksi bersih di BPPT… dan pindah ke tempat yang mau sholat aja harus susulumputan nyari tempat yang ga banyak dilalui orang atau nyari tempat yang tidak mengundang perhatian? Buat apa semuanya ini? Ketika pekan lalu tiba2 pikiran ini dirasuki perasaan tidak bahagia.. well… begitulah..

Tapi sebenarnya iin sangat tahu jawabannya..

Iin di sini, terbang berpuluh-puluh kilometer ke sini ingin menuntut ilmu Allah, biar nanti iin bisa mengamalkan ilmu2 tsb di jalan Allah, nolong orang lain dan mengaktualisasikan diri untuk perjuangan dakwah profesi.. iin di sini karena pengen Allah makin cinta sama Iin dan bukan sebaliknya. Iin di sini pengen melakukan revolusi pribadi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,… (lebih sabar, lebih tangguh, lebih kuat, lebih bijak, dan lebih lebih yang lainnya)

Jadi ketika merasa ada banyak hal yang tidak membuat iin merasa seperti itu sudah selayaknya dievaluasi. Iin di sini untuk mendekatkanj diri sama Allah bukan sebaliknya.. iin di sini pengen ningkatin amal ibadah dan bukan sebaliknya…

Gitu kan iin?

Iya begitu…

Bersambung ah…. (mau belajar dulu hehhehe)

Buka Rahasia: Arti Palestina Bagi Saya

Ada 2 topik tulisan yang saat ini menggema di kepala dan menuntut untuk dituliskan. Kedua topic tersebut adalah topic tentang Palestina dan Ramadhan di Kansas. Namun topic tentang Palestina yang menang. Rasa-rasanya urgensi menulis tentang ini bisa sedikit banyak membantu pertambahan keimanan si saya.. mumpung masih Ramadhan.. biar bisa jadi pengingat untuk tetap terus berjuang di manapun berada, termasuk juga di sini.. di tanah Paman Sam, Negara pertama yang saya jajaki cukup lama…(tapi cerita yang ini mah nanti dulu ya..)

Palestinian_flag_by_AlHurriya

Palestina, apa yang special darinya? Jika dijelaskan satu-satu di sini ga akan muat tempat ma waktu. Terlebih lagi ada banyak buku yang bisa dengan lebih komprehensif membahas Palestina.. misalnya buku Palestine Emang Gue Pikirin yang diterbitkan Proyou Media. Buku ini memiliki arti yang sangat sangat sangat signifikan dalam perubahan hidup saya.

Saya tahu Negara Palestina sejak kecil. Sejak TK tepatnya, inget isra miraj kan ya?. Hehhehe.. tapi eksistensi Negara Palestina sejati, bagi saya baru muncul ketika saya menginjakan kaki di kampus ITB tercinta. Kala dengan takdir Allah ketemu dengan teh Yeti, Teh Icha, Teh Linda,.. dan bergabung di Mata.. dan dengan bangga saya katakan bahwa Demonstrasi pertama yang saya lakukan juga adalah Demo tahun 2006 untuk rakyat Palestina. Artinya apa? Ini Negara Israel emang tidak ada henti-hentinya melakukan upaya penaklukan Masjid Al Aqsa.

Tahun 2005, saya bergabung dengan Mata. Bakat saya di rohis yang mulai terasah sejak SMU kelas 3 akhirnya merasa menemukan jalan. Mulai deh lebih sering baca buku Islam. Dua buku yang pertama kali mengawali langkah tersebut adalah buku “Palestine Emang Gue Pikirin” dan buku “Agar Bidadari Cemburu Padamu”. Keduanya adalah buku terbitan Proyou Media, Jogjakarta, yang saat ini juga masih menempati posisi pertama untuk buku2 langganan si saya.

Dari Buku itu saya kemudian menyadari banyak hal, mulai dari posisi saya sebagai salah satu umat muslim, mulai dari arti dakwah dan perjuangan, bagaimana kekuatan iman bisa mengalahkan kelumpuhan seperti yang terjadi pada Syekh Ahmad Yassin, atau bagaiamana saat itu dulu ingin sekali si saya bergabung dengan barisan barigade Izzudin Al Qassam. Kesadaran ini didukung oleh assisstansi dari kedua teteh tersayang saya, juga pembinaan yang saya terima di Mata, mulai dari Liqa Akhawat, DPAA, DPKD, hingga DPAL. Pembinaan dukungan lain saya dapatkan dari pembinaan kader muda Gamais, dan Gamistek.

Sejak bergabungnya saya di Mata Salman, kecintaan terhadap Negara ini mulai tumbuh dan tumbuh. Masih kuat di ingatan saya dalam simulasi DPAL di Tasikmalaya pada tahun 2006 (akhir tingkat 1 di ITB), ketika dilakukan simulasi muhasabah pre qiyamul lail sebagai I’dad untuk outbond hari itu, seorang Iin Parlina dengan gerakan reflex memanggul tas dan bermaksud pergi ke Negara tersebut.. rasa-rasanya emosi saat itu bahkan masih saya rasakan hingga sekarang, meskipun sangat saya sadari bahwa level keimanan saat ini dan saat itu cukup berbeda. (tapi efek nulis ini mudah2an minimal ningkatin lagi semangatnya lah). Kecintaan terhadap Palestina bertambah dan bertambah dengan masuknya asupan asupan materi dan video yang sering diputarkan teh Icha. Takdir Allah.. itu yang saya yakini… yang kemudian menjajarkan Palestina sebagai Negara kedua yang saya cintai setelah Indonesia.. bahkan hingga sekarang.. saya suka Belanda, saya sangat suka Jerman, saya suka Bangladesh dan Malaysia, tapi tak ada yang bisa menggantikan posisi Palestina.. tak ada..

Jadi ketika jihad qital pecah lagi di bumi Gaza di Ramadhan tahun ini, rasanya emosi-emosi yang tertanam dalam kepala dahulu meluap kembali, menghempaskan segala memori yang ada ketika pembinaan menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari dalam diri saya, meskipun saya sadari bahwa saya tak lagi saya yang dulu..

Bagi saya, Palestina menjadi sebuah sumber kekuatan di mana keimanan bisa menjelma menjadi ruhul istijabah dan militansi yang menggema dan membahana ke bumi cakrawala.. Yang saya tahu hingga kini adalah bahwa impian kematian syahid bagi para pejuang Palestina adalah sebuah semangat tak terkalahkan yang membuat mereka tegar dan menjadi bara api semangat bagi hamba2 Allah yang mampu menangkap sinyal2 semangat itu. Syahid adalah yang diinginkan oleh mereka. Tapi kata perjuangan untuk melawan tirani Negara Israel yang tetap harus dilakukan untuk menjaga kesucian bumi Allah.. Al Quds. Ah saya ingat ketika harus berlari-lari bersama akhawat dan ikhwan lainnya di Bandung, meneriakan Allahu Akbar dan meneriakan semangat-semangat perjuangan yang terinspirasi dari negeri para anbiya tersebut.. menjadi segar ingatan ini ketika saya seroang mahasiswa baru ITB yang saat itu belum lama mengenyam pendidikan di kampus, punya keberanian untuk turun ke jalan..

Sungguh mudah bagi Allah untuk memenangkan perjuangan rakyat dan tentara Palestina. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.. tapi dengan dibukanya tabir perjuangan mereka terhadap mata-mata manusia lainnya, adalah sebuah maksud yang bisa seharusnya dipahami.. lagipula,.di sana terlihat, mana yang benar2 berjuang karena Allah.. ah, si saya juga gabisa melakukan banyak hal. Hanya modal selemah2 iman yang terwujud dalam doa2.. saya tahu saya pun tidak sempurna, saya pun menyadari bahwa kondisi keimanan saya juga tidak seperti masa lalu.. saya hari ini harus lebih banyak mengandalkan kekuatan pembinaan diri sendiri.. ketika tak bisa menoleh ke sana kemari.. hanya mengandalkan ikatan hati.. tapi Palestina adalah Palestina.. dan itu cukup bagi saya untuk mengingat semuanya… saatnya kembali menegakan bahu dan mengencangkan ikat pinggang seraya tak berhenti melantunkan doa.

Bandung Bagiku

Bandung bagiku

Bandung bagiku adalah kawah candradimuka yang bisa kugunakan untuk menyuntikan semangat yang membara dalam dada.

Bandung bagiku adalah wahana di mana pertemuan pertemuan bisa menjelma menjadi energi yang meningkatkan gairah hidup yang lebih baik.

Bandung bagiku adalah media di mana aura aura keteduhan mampu menggeliatkan ruh yang bahkan terdiam sekalipun.

Bandung bagiku adalah pembinaan, membina, dibina, teladan, dan cita cita…

Bagiku, dia adalah kota impian, kota yang memberikan sejuta inspirasi untuk menggerakan jiwa yang pasif menjadi aktif, membangunkan semangat yang tertidur menjadi sedemikian membara, menyentil relung hati untuk melihat kondisi sekitar lalu berujung pada keinginan untuk bertambah lebih baik dan lebih baik.

Bagiku Bandung adalah keindahan yang terlukis dari jiwa jiwa dan aura aura keinginan orang-orang yang ingin membina diri.

Setidaknya itu adalah bagiku… dan terserah jika hal ini dianggap berlebihan, tapi sungguh, itulah yang terdalam yang kurasakan..

Mungkin akan berbeda ceritanya jika aku tidak mendapatkan pembinaan yang menurutku cukup komprehensif, atau jika aku justru menghabiskan masa perjuangan meraih gelar sarjana di bumi Jogjakarta atau Surabaya… dan aku tak bisa mengira ngira hal yang tak terjadi padaku karena Allah telah memilih Bandung menjadi bagian dalam hidupku, bahkan menjadi bagian yang termasuk paling penting dan signifikan…

Aku ingat dengan sangat baik ketika aku melantunkan doa kepada Allah saat usia 15 tahun, di penghujung usiaku di SMU, kala aku memilih Institut Teknologi Bandung sebagai takdirku dan aku memintanya kepada Allah… aku bilang saat itu,, ya Allah aku ingin bisa jadi lebih baik di sana, hijrah dari sini dan mendapatkan banyak pengetahuan dan juga sahabat di sana…

Dan Allah Maha Pengabul Doa.. dipilihkannya Bandung untukku dan diwujudkanNya pembinaan yang kuinginkan di dana, tak hanya satu atau dua, tapi banyak… ^_^.

Pembinaan yang kujalani mulai dari pengenalan kembali konsep Islam, pengenalan kembali shirah Nabawiyah, shirah Sahabat, pengenalan kembali interaksi dengan Al Quran, yang dipadu dengan pembinaan karakter di Mata dan Asrama Salman ITB, dan tentu saja pembinaan fikriyah yang meliputi pengenalan pengenalan konsep mendalam tentang teori kinetika kimia, perancangan reaktor, mekanisme katalisis, reaksi esterifikasi, bioteknologi lingkungan, dan lain sebagainya, itulah yang membentuk puzzle puzzle karakterku. Dan kusadari banyak hal ketika itu, mulai dari Read the rest of this entry

Semangat ga semangat. It is You to Choose

Manusia dengan segala dinamikanya yang luar biasa, mengalami masa masa perubahan perasaan dan semangat dalam menjalani hidup. Kadang sedih, kadang senang kadang rajin, dan kadang malas. Berganti, kadang bisa terkendali, dan kadang di luar kendali.

Begitu pun diriku. Ada masa, kala semangat ini mengejawantah menjadi sebuah aksi luar biasa yang mampu mengenyahkan segala rasa enggan dan segala rasa bimbang, ada kala energi itu mewujud menjadi seorang iin parlina yang dengan kekuatan jihadnya mampu mengenyahkan segala hambatan di dada, ya.. meskipun belum mencapai puncaknya, tapi kala kala seperti itu adalah kala di mana dirinya menjadi dirinya, sepenuhnya. Kala itulah yang mampu membuatnya mencapai fasa di mana pagi buta, dalam sebuah simulasi, mampu mengenyahkan segala rasa untuk berangkat jihad ke Palestina! Masa itu!!! Masa lalu yang dirindukannya!

Bagi banyak orang masa lalu adalah masa yang mungkin tak bisa dijadikan kaca. Tapi bagi seorang iin parlina, masa lalu adalah himpunan cerita cerita yang selalu dapat memberikannya semangat untuk bergerak di masa depan. Kala cerita cerita masa lalu yang ternyata jauh lebih baik dari masanya kini, biasanya ia bisa tergerak untuk membuat masa kini dan masa depannya menjadi lebih baik. Mungkin dia terkenang hadits Rasulullah yang menceritakan bahwa kalo masa lalu seorang hamba Allah lebih baik dari masa kini atau masa depannya, maka orang itu adalah orang celaka. Dan beruntung seorang iin parlina ini yang biasanya selalu menuliskan masa masa semangatnya dalam tulisan, sehingga di suatu kala kala dan masa masa dirinya mengalami kefuturan, ia bisa menelusuri tulisan-tulisan semangatnya yang membara di masa lalu.

Hari ini, seorang Iin parlina ini merasa lelah dengan kejumudannya. Dia menyesali segala kesempatan yang dilepasnya karena mementingkan keberadannya dalam zona nyaman. Tapi dengan petunjuk Allah, Alhamdulillah, akhirnya hari ini dia sadar sepenuhnya, sadar sesadar-sadarnya bahwa ia tak boleh lagi tinggal diam. Tak boleh lagi berada di zona nyaman. JUMUD jadinya!!! Ga Produktif. Seorang Iin parlina ini biasanya dikenali dengan smangatnya yang membara, namun kondisi semangat itu tentu berbeda, ada parameter keimanan yang biasanya menghiasi kesejatian dari semangat itu. Dan sungguh Maha Petunjuk Allah yang berkali kali mencoba menyadarkannya dengan banyak cara. Hanya saja, ternyata baru hari ini dia bisa kembali melihat dirinya, melihat segala kelemahannya, melihat di mana posisi keberadannya di ajang kompetisi perbekalan akhirat, sungguh, dia merasa sangat malu karena ntah berapa lama waktu yang dihabiskannya untuk berdiam diri dan Read the rest of this entry

“Reaktualisasi Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Membangun Kemandirian Bangsa” (pidato Pak Habibi pada Acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2012)

Pidato Pak Habibi yang disampaikan pada acara Hakteknas ( Hari Kebangkitan Nasional) 2012 ini sangat menyentuh, melecut untuk kita semua (terutama para teknolog dan saintis, ilmuwan, cendikiawan atau apapun itu namanya) untuk bekerja lebih keras, mengantarkan sebuah kontribusi keilmuan yang bisa mengantarkan kita pada kebermanfaatan yang maksimal dalam upaya penyejahteraan bangsa Indonesia, peninggiian dan pembuktiaan nilai2 ajaran Islam yang ditunjukan Allah SWT, san terlebih adalah upaya perjuangan dan jihad kita untuk mengantarkan diri kita menuju gerbang jannah firdaus yang dimuliakan Allah, mengharap pertemuan tertinggi dengan Dzat Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, yang Maha Pintar, Maha Berilmu-Maha Mengetahui.
Semoga menjadi Inspirasi bagi kita semua

 
 
Hari ini tanggal 10 Agustus 2012, 17 tahun lalu, tepatnya 10 Agustus
1995, dalam rangka peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia,
bangsa kita telah menggoreskan pena sejarahnya dengan terbang
perdana pesawat terbang canggih N‐250. Pesawat turboprop
tercanggih ‐‐ hasil disain dan rancang bangun putra‐putri bangsa sendiri
‐‐ mengudara di atas kota Bandung dalam cuaca yang amat cerah,
seolah melambangkan cerahnya masa depan bangsa karena telah
mampu menunjukkan kepada dunia kemampuannya dalam penguasaan
sains dan teknologi secanggih apapun oleh generasi penerus bangsa.
Bandung memang mempunyai arti dan peran yang khusus bagi bangsa
Indonesia. Bukan saja sebagai kota pendidikan, kota pariwisata atau
kota perjuangan, namun Bandung juga kota yang menampung dan
membina pusat‐pusat keunggulan Iptek, sebagai penggerak utama
proses nilai tambah industri yang memanfaatkan teknologi tinggi (high
tech).
 
Kita mengenang peristiwa terbang perdana pesawat N250 itu sebagai
Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), yang dalam
pandangan saya merupakan salah satu dari lima “Tonggak Sejarah”
bangsa Indonesia, yaitu:
  • Pertama : Berdirinya Budi Utomo, 20 Mei 1908 (Hari KebangkitanNasional – 20 Mei);
  • Kedua : Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 (Hari Sumpah Pemuda – 28 Oktober);
  • Ketiga : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 (Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus);
  • Keempat: Terbang perdananya pesawat paling canggih Turboprop N250 (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional – 10 Agustus);
  • Kelima : Diperolehnya “Kebebasan”, dengan dimulainya kebangkitan demokrasi pada tanggal 21 Mei 1998.
 
Pada tahun 1985, sepuluh tahun sebelum terbang perdananya, telah
dimulai riset dan pengembangan pesawat N250. Semua hasil penelitian
dari pusat‐pusat keunggulan penelitian di Eropa dan Amerika Utara
dalam bidang ilmu dirgantara, ilmu aerodinamik, ilmu aeroelastik, ilmu
konstruksi ringan, ilmu rekayasa, ilmu propulsi, ilmu elektronik, ilmu
avionik, ilmu produksi, ilmu pengendalian mutu (quality control) dsb,
telah dikembangkan dan diterapkan di industri IPTN, di Puspitek, di
BPPT dan di ITB.
 
Dengan terbangnya N250 pada kecepatan tinggi dalam daerah
“subsonik” dan stabiltas terbang dikendalikan secara elektronik dengan
memanfaatkan teknologi “fly by wire”, adalah prestasi nyata bangsa
Indonesia dalam teknologi dirgantara. Dalam sejarah dunia
penerbangan sipil, pesawat N250 adalah pesawat turboprop yang
pertama dikendalikan dengan teknologi fly by wire.
 
Dalam sejarah dunia dirgantara sipil, pesawat Jet AIRBUS A300 adalah
yang pertama kali menggunakan teknologi fly by wire, namun AIRBUS
300 ini terbang dalam daerah “transsonic” dengan kecepatan tinggi,
sebagaimana kemudian juga Boeing‐777.
 
Fakta sejarah mencatat bahwa Read the rest of this entry

Feel The Power

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Penyayang akan hamba-hambaNya.

Pagi ini, Rabu 27 Juni 2012, kesadaranku terbangun dengan berbagai konsep yang melayang di kepala. Konsep konsep perjuangan, impian, harapan yang tiba-tiba mencuat sedemikian kuat di dalam kepala dan tampak nyata di depan mata, sedemikian nyatanya hingga kesadaranku sepenuhnya terpana dengannya.

Ada beberapa hakikat jalan hidupku yang tiba-tiba begitu kuat mencengkram kepalaku hingga aku sama sekali tak ingin membiarkannya pergi lagi. Ini yang kubutuhkan, ini yang kuinginkan, internalisasi nilai-nilai konsep kehidupan yang meretas ke dalam bentuk harapan dan impian yang benar-benar ingin kuwujudkan.

Sebenarnya, perlahan kebangkitan perasaan ini telah kurasakan sejak kurang lebih satu setengah bulan yang lalu kala satu organisasi yang sangaat berperan penting dalam hidupku menyeruak dengan kekuatannya yang luar biasa dalam sebuah komunitas alam maya. Memang hanya di dunia maya, tapi kekuatan yang kurasakan yang perlahan bangkit dalam diriku kian menguat dan menguat hari demi hari. Kekuatan yang sama yang kurasakan ketika pertama kali menginjak kampus ITB yangdiiringi dengan penguatan interaksi dengan Islam, setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan kembali. Ini kekuatan yang sangat khas yang benar-benar berbeda. Mungkin yang menyamainya adalah Read the rest of this entry

di balik layar pembuatan tulisan untuk kompetiblog Neso

Take your dream seriously!!!!  Itulah 4 kata yang terngiang di kepalaku ketika aku berada dalam proses pembuatan artikel untuk kuikutkan di kompetiblog 2012-nya Neso. Mimpiku jelas bukan memenangkan hadiah Neso yang menggiurkan itu. Memenangkan lomba blog Neso merupakan satu langkah yang bisa membuatku semakin dekat kepada impianku yang sebenarnya dan membuatku semakin bersemangat mengejar mimpi-mimpi itu. Hadiah summer school ke Utrecht memang menggiurkan. Sebagai seorang yang sangat kagum akan Negara kincir angina, tentu ini menjadi salah satu sarana pengenalan sekaligus penyemangat diri untuk bisa benar2 ke sana untuk mengenyam pendidikan tinggi di master, doctor atau bahkan Phd.

Sebenarnya aku tahu keberadaan kompetiblog sejak bulan April, hanya saja, karena satu dan lain hal jadinya aku baru bisa baca semua petunjuk informasi pada tanggal 12 Mei 2012. Si informasi sudah ku-pin sebagai application tab di Mozilla, tapi yaaaaaa beneran baru bisa  kubaca dengan benar pada tanggal 12. Mataku blink blink ketika melihat deadline penulisan adalah tanggal 15. Ngek!!! Belum ngumpulin bahan, belum dapat ide, belum nulisnya dan lain sebagainya, mana tugas di kantor lagi numpuuuuuk senumpuk numpuknya.

Namun, perasaan membara membuatku bertekad aku akan memasukan tulisanku apapun yang terjadi !!!! dan dengan Read the rest of this entry

menikmati perjuangan-genießen den Kampf

Menikmati perjuangan.. itu yang sekarang sedang hangatnya kurasakan. Sebuah kesempatan menimba ilmu yang nyata terpajang di depan mata, bisa kandas ketika tidak ada kesungguhan dalam perjuangan yang kulakukan. Meskipun waktu menimba ilmu-nya relative singkat-hehe training seminggu saja. Tapi belum mulai trainingnya, sudah banyak sekali ibrah yang aku peroleh. . sangat banyak sampai2 kepala ini kadang tak sanggup menampungnya. Makanya cara positif untuk mengeluarkannya adalah dengan menulis.

Allah tidak akan salah.. jika memang ketetapanNya sudah fix, ya pasti ga akan ke mana.. hanya ikhtiyar yang harus terpancang sedemikian sungguh-sungguh hingga menggetarkan alam semesta, yang mampu membuatku merasa sedemikian nikmatnya harus wara wiri dan hilir mudik, sambil setengah berlari atau bahkan berlari.. jadi teringat masa2 di kampus.

Hanya ketetapan Allah sekarang, ketika besok rabu kamis dapat passport, senin bisa appointment dengan embassy, maka chance untuk berangkat sangat mungkin…namun jika tidak,,sudah banyak hal positif yang kulakukan dalam mengejar salah satu kesempatan di antara banyaknya kesempatan Allah untuk meng-upgrade diri. Hal yang tak berani kulakukan ketika di kampus dulu, karena tidak pd dan kadar courage-yang kurang, sementara teman2 yang lain sedemikian gigihnya meng-upgrade diri.. ya baru sekarang terasa,, Alhamdulillah, bisa berbincang dengan bapak dan Ibu dari Negara luar Indonesia, meskipun dengan English yang pas-pasan. Namun sedikit demi sedikit courage-nya muncul.. menanggapi satu demi satu tantangan di depan mata, dan justru memperbesar minat untuk mencoba yang lebih besar… baiklah… akan saya teruskan.

Sampai di mana perjuangan ini berakhir, nampaknya tidak akan berakhir, dan aku sangat menikmatinya.. tantangan ini sungguh mencengangkan…

Ya Rabb…ku percaya, jika memang takdirMu aku bisa menginjakkan kakiku di winter-nya Dusseldroft dan kota2 sekitarnya pada tanggal 26 nanti (yang nasibnya bergantung paspor dan visa besok heuheu), maka takdirMu yang terbaik, akan ada banyak hal baru yang bisa menstimulus tantangan2 besar yang lainnya..namun jika tidak,, kabar gembira lulusnya aplikasiku yang disertai nikmatnya mengeluarkan peluh menjalani setiap prosesnya,, sungguh nikmatnya tidak tergantikan. Bismillahirrahmanirrahim… satu langkah menuju impian……….