Blog Archives

Menguak jejak petualangan seorang Iin Parlina

Menguak tempat-tempat yang pernah menjadi objek perjalanan seorang Iin Parlina

terinspirasi dari buku jilbab traveler karya Asma Nadia dkk yang sedang kubaca, aku tertarik untuk mengungkapkan secuil bagian perjalanan hidupku..yang semoga menjadi pengingat bahwa betapa Maha Besar Allah yang telah memberi kuasa padaku untuk melakukannya dan sekaligus merangsang imajiku untuk memimpikan perjalanan yang jauh lebih berkesan ^_^.

dalam usiaku yang kini telah mencapai 24 tahun, tidak banyak tempat yang telah kukunjungi. Banyak alasan yang menjadi penyebabnya, di antaranya adalah terbatasnya kesempatan dan keinginan yang memang tidak terlalu banyak juga.

Ku ingat ketika aku masih kecil, alhamdulillah Allah mengkaruniakan orang tuaku rizki untuk berziarah ke Pulau Madura. Karena masih sangat kecil, kuingat adikku juga belum lahir saat itu, maka tidak banyak yang bisa kuingat, hanya ingat beberapa potongan pemandangan di laut, di kapal laut, di makam (kayanya mah makam,,), ketika beli gangsing menyala, istirahat di masjid,,, ya kurang lebih hanya itu yang bisa kuingat. Perjalanan jauh kedua yang kuingat adalah perjalanan ke Taman Mini Indonesia Indah, yang kulakukan bersama keluarga besar yang ketika itu menerima tawaran berwisata ke sana. Usiaku kalo tidak salah adalah 6 tahun, kelas 1 SD.. jadi beberapa pemandangan di sana masih kuingat dengan cukup baik. Yang paling berkesan adalah ketika jalan-jalan ke keong mas dan berfoto di sana bersama keluarga.

Menginjak dewasa, aku tidak banyak melakukan perjalanan jauh, hanya ketika smp, inget banget bulak balik ke Bogor dalam rangka mengikuti lomba Cepat Tepat Eksakta yang diselenggarakan oleh SMAKBO, karena 5 hari, maka kujuluki pertempuran 5 hari di SMAKBO..setelah itu, masa SMU adalah dua kali jalan-jalan ke Bandung untuk mengikuti olimpiade sains SMA tingkat Jawa Barat.. yang pertama adalah olimpiade astronomi yang mengenalkanku pada Bandung untuk pertama kali, dan kedua kalinya adalah olimpiade Biologi..

berikutnya adalah hijrah ke Bandung dalam rangka menuntut ilmu di kampus gajah duduk.. dan ini kali pertama aku mulai menjalani perjalanan sendiri jarak jauh,, setelah itupun Cianjur-Bandung adalah perjalanan biasa yang kutempuh sendiri.

Pertama kali menginjakan kaki di kota Jakarta adalah ketika seleksi beasiswa IA ITB 78 yang diselenggarakan di gedung cantik berwarna biru muda yang menjulang ke langit dengan gagahnya. Itu adalah gedung yang sekarang mengisi kehidupanku.. my sweet building, I call it like that.

Perjalanan yang kemudian mengisi hidupku hampir setiap tahun adalah kuprik atau kunjungan pabrik yang diselenggarakan prodi Teknik Kimia untuk memberikan gambaran nyata kepada mahasiwanya bagaimana industri kimia itu berjalan. Kuingat betul di tahun pertamaku, aku diberikan kesempatan untuk bertandang di kota Cikampek dan Cilegon, ke PT Pupuk Kujang dan PT Chandra Asri. Tahun kedua aku diberikan kesempatan untuk bertandang ke kota Tasikmalaya, melihat PTP Nusantara, dan satu kota lagi aku lupa, hehe. Tahun keempat, ada KULKER atau Kuliah Kerja-program mirip Kuprik cuma aga lebih lama, ketika itu aku berkesempatan mengunjungi PT Dahana di Tasikmalaya, PT Pertamina di Cilacap, Holcim di Cilacap, dan pabrik gula PT Madukismo di Jogjakarta.. Tahun terakhir, tidak ada kuprik, yang ada KP atau Kerja Praktek yang membuatku bertandang di kota Bekasi selama sebulan, dan Cikarang selama 1 bulan. KP di Unilever menyenangkan, dan untuk bagian yang ini aku pun telah mengulasnya secara singkat di tulisan sebelumnya. KP yang mengasah jiwa petualangku, karena itulah kali pertama aku ke Jakarta berpetualang seorang diri mencari data termokimia reaksi sulfonasi,, haha,, kuingat betul betapa sulitnya mencari secarik kertas berisi informasi yang membuatku harus hilir mudik dari perpustakaan Lipi, ke perpustakaan Lemigas seorang diri.. piiuuhh.. dan jiwa petualangku pun semakin terasah.

Berikutnya perjalanan terjauuuuuh yang pernah kurasakan hingga saat ini adalah perjalanan untuk mengikuti Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia-SNTKI yang diselenggrakan di Universitas Sriwijaya, Palembang. Perjalanan selama satu minggu itu sangat berkesan, dan meningkatkan motivasi belajarku di teknik kimia ITB supaya lebih baik dan lebih baik lagi.

Kesempatan-kesempatan jalan-jalan berikutnya datang dari koneksi IA 78 yang biasa mengadakan acara gathering tahunan di Jakarta atau Bandung, dan juga dari kegiatan penambahan jaringan dari asrama Salman, yang sering mengadakan acara pengajian KALAM Salman, training dan daurah dari LK dan Mata Salman, serta undangan pernikahan anggota asrama Salman.. hahah..dan juga tidak lupa asrama Etos yang membuatku bisa menjejakkan kaki di bumi LPI-Parung, Bogor.

Dan kini, setelah mendapat gelar sarjana gajah duduk, setelah bisa bulak-balik sendiri Cianjur-Bandung, aku kini bisa bulak-balik Cianjur-Jakarta, Bandung-Jakarta, Parungpanjang-Jakarta sendiri.. berpetualang dan meninggalkan jejak perjalanan kaki di daerah-daerah itu..

Mungkin sampai usiaku sekarang, aku baru bisa meninggalkan jejak kaki di bumi Indonesia, belum bisa melangkah jauh sampai ke negeri Asia yang lainnya, Eropa ataupun Amerika. Meskipun rasa iri menjalar, apalagi keinginan sekolah pasca sarjana ke luar juga begitu kuat, namun mungkin memang belum saatnya bisa meninggalkan jejak di luar Jawa dan Sumatera..hanya berharap suatu hari nanti dengan upaya maksimal, aku bisa menjadi seorang petualang kehidupan yang bisa meninggalkan jejak manfaat di belahan muka bumi….^_^

nyari gondorukem ke Cicalengka

bismillahirrahmanirrahim
perasaan bersama Allah adalah perasaan yang sangat indah. saat itu kita akan merasa betapa Dia menyayangi kita.betapa dekat dengan kita dan begitu mendengarkan semua permintaan dan keluh kesah kita. betapa Dia tak pernah jemu menemani kita, menyertai kita, walaupun kita seringnya tidak merasakan kehadirannya, tapi Dia tak pernah berhenti mengawasi kita….
Hari ini, 4 November 2008, Allah kembali membukakan pintu ma’rifatNya untukku, menunjukan eksistensiNya kepadaku. Hari ini, dalam rangka menyegerakan run penelitian, aku harus pergi ke Cicalengka untuk mendapatkan Gondorukem, sejenis getah pinus yang diperlukan dalam proses pirolisis minyak kastor menjadi heptanal dan asam 10-hendekenoat….
pagi2 berlari diselimuti perasaan kesal yang sangat mendalam kepada seseorang,nyampe stasiun dengan tergopoh-gopoh.. its the first time i go drive with train alone menuju sebuah tempat yang juga asing. untunglah ketemu ibu-ibu yang baik yang mengajaku pergi bersamanya.
naik KRD ke Cicalengka memakan waktu 2 jam.. lama banget berhentinya. dari sana kuniatkan kalo pulangnya naik yang patas aja.08.25 nyampe d stasiun cicalengka, segera ku berlari karena kereta pulang akan brangkat jam 10..ternyata PGT nya jauuuh. jam 9 baru nyampe, banyak ini itu, tapi untung dipermudah. salahnya adalah aku ga bawa surat pengantar. ya pa tatang kan gatau gondorukemnya sejauh ini, kalo masih area bandung kota kan bisa bulak-balik…jam9.25 masih d PGT. deg2an, karena aku pengen banget ngejar presentasi seminar TKSR (Teknik Kimia Soehadi Reksowardodjo). sepanjang perjalanan. banyak sekali hambatan, emang supirnya berhenti trus buat nungguin penumpang. kulihat terus jam HP, sepanjang perjalanan berharap bahwa keretanya akan berangkat setelah aku tiba d sana, piuhh..Allahu Akbar, saat aku sudah pasrah dengan apa yang Allah pilihkan untukku, karena kereta berikutnya brangkat jam 12.35. jam 10.05 aku nyampe d stasiun dan segera menyerbu loket. pertanyaan pertama yang kuajukan adalah”kRD Patasnya udah brangkat?”. sang bapak penjaga loket menggeleng, dan akhirnya kubeli kertas kecil berharga 5000 tersebut.
jam 10.25 KRD datang, dan akupun pulang ke Bandung, d perjalanan pulang, aku mngucap syukur, walaupun tidak akan sempat liat presentsi seminar utama, aku beruntung karena masih bisa menyaksikan satu koma lima presentasi utama.

tuhh kan, ga ada lagi alasan buat aku untuk dapat menghinggapkan perasaan su’udzon ke dalam hatiku terhadap Allah. Allah selalu bersamaku, dan tak pernah meninggalkan aku.
aku yakin.