Blog Archives

Hidup adalah garis yang dibentuk dari titik-titik posisi antara waktu dan pilihan hidup

Inevitable, isn’t it? Kenyataan bahwa pada dasarnya hidup adalah kumpulan pilihan. Sadar ga sadar, nyimak ga nyimak. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Ibarat sebuah diagram pohon yang berkembang setiap detik, terus dan terus, itulah kehidupan khas manusia. Khas dan spesifik.

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Setiap detik yang dilalui manusia, adalah waktu bagi pemiihan aktifitas-aktifitas yang kemudian membentuk sebuah profil karakter. Hal ini bisa dianalogikan dengan suatu grafik yang terdiri dari tititk-titik yang terpetakan pada absis waktu dan ordinat yang berupa pilihan hidup. Dan jika setiap manusia dipetakan ke dalam grafik tersebut, masing-masing akan membentuk sebuah profil kurva yang berbeda, mungkin pada segmen-segman tertentu ada titik-titik yang tumpang tindih satu sama lainnya, ntah itu pada absis waktu atau mungkin pada ordinat pilihan hidup. And as I mentioned before, bahwa garis profil ini inebitably dibentuk dari opsi-opsi pilihan manusia setiap detiknya.

Penjelasan lebih lanjutnya adalah misalnya, pada detik 1 si A memilih x, pada detik kedua dia memilih y, pada detik ketiga dia memilih z, dan seterusnya. Pilihan-pilihan ini, wujud konkritnya adalah Read the rest of this entry

pilihan adalah sebuah kepastian

Manusia adalah makhluk yang diberikan Allah Swt akal untuk berpikir, berpikir untuk menentukan berbagai pilihan hidup yang mau tak mau harus ada yang dipilih, harus ada yang dijalani, baik atau buruk, yakin atau tidak, dengan segala konsekuensi yang mengiringinya… karena pilihan dalam hidup adalah sebuah kepastian,, sebuah kepastian yang akan menyusun puzzle puzzle kehidupan seorang manusia, menyusun kisah, bahkan menyusun orang-orang di sekitarnya. Ketika dia memilih jalan yang baik adalah sebuah konsekuensi kebaikan yang ada di ujung pilihan tersebut, meskipun pada prosesnya, berteguh hati pada pilihan baik ini tak mulus jalannya. Dan bahkan mungkin di awal ada dan terbersit keraguan apakah benar pilihan tersebut adalah pilihan terbaik atau tidak. Ketika berada dalam proses, juga akan terbersit apakah sanggup atau tidak menjalani semua konsekuensinya ataukah ketika di ujung mungkin timbul kekecewaan ketika melihat hasil yang diinginkan tak kunjung datang. Manusia harus memilih, karena manusia tidak memiliki pengetahuan masa datang yang akan menghampirinya. Dengan memilih, maka paling tidak dengan akal yang dimilikinya, manusia akan memiliki gambaran bagaimana kehidupan yang harus dijalaninya, dan bagaimana akhir kehidupan tersebut.

Katakanlah ketika memilih sekolah, memilih jurusan ketika mau kuliah, memilih teman, memilih mata kuliah, memilih unit kampus mana yang akan dimasuki, lebih luasnya adalah ketika memilih jalan hidup, memilih komunitas pembinaan, memilih pekerjaan, dan bahkan memilih jodoh. Rangkaian-rangkaian pilihan ini yang akan menguntai kisah hidup manusia beserta apa yang dijalaninya.

Banyak analogi yang bisa diambil untuk mengungkapkan kompleksitas pemilihan sebuah keputusan. Misalnya saja analogi perjalanan yang kudapatkan selama perenungan ketika aku pulang dari Cipanas menuju ke Jakarta pada tanggal 24 Jan kemarin. Berdasarkan pertimbangan kemacetan, jarak tempuh, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melangsungkan perjalanan dari Cipanas menuju Jakarta, akhirnya aku keluar bertekad untuk menggunakan moda transportasi bus, dengan pertimbangan terbaik bahwa ini adalah pilihan terbaik, meskipun moda transportasi kereta api juga menawarkan sisi-sisi kebaikan yang tak kalah baik. Namun ketika sampai di jalan untuk menunggu bis, seketika pilihan moda bus berganti dengan pilihan moda kereta api yang nampaknya lebih menjanjikan perjalanan dengan kondisi paling optimum. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika menggunakan moda transportasi bus, kok rasa rasanya lebih cepat menggunakan kereta api yaa.. begitulah pikirku. Masuklah aku ke dalam mobil kol putih yang mengantarkan aku sampai ke Terminal Baranangsiang untuk kemudian kusambung dengan kereta api menuju Jakarta.

Di dalam perjalanan, dengan kelemahan penggunaan mobil kol, ganjalan demi ganjalan menghampiriku, melihat kondisi mobil kol yang ngetem dan akhirnya dilewat oleh bus Cianjur-Kp Rambutan. Rasanya gemeretak hati ini, ada sedikit Read the rest of this entry

Skenario Mangga dan Baso

Bismillahirrahmanirrahim,, menuliskan beberapa pengalaman menarik yang hikmahnya menjadi pembelajaran berharga adalah sesuatu yang bisa membuat diri ini dapat mengenang kembali di suatu saat dan menguatkan apa yang sudah terbentuk.. dan inilah pengalaman yang pernah terjadi pada diri seorang Iin Parlina yang memperkuat konsepnya tentang sabar.. sebanarnya hanya pengalaman biasa namun seperti yang disampaikan Ust Abdul Azis Abdur Rauf,, yang biasa bisa menjadi luar biasa hanya dengan sedikit polesan yaitu polesan keimanan.. aku pun tak tahu ini luar biasa atau tidak,, seberapa besar keimananku untuk bisa membuat sebuah keluarbiasaan dari hanya sekedar cerita lalu aku juga tidak tahu, hanya satu yang pasti, ini adalah bagian perjalanan hidupku dmana Allah yang Berbaik hati menurunkan hikmahNya melalui peristiwa…dan aku.. hanya ingin menulis, itu saja.

Skenario Mangga 1

Ceritanya suatu siang yang sangat terik, di mana dahaga menyerang seorang jiwa kerdil yang sedang mencoba berpuasa, seseorang itu harus melakukan sebuah perjalanan cukup jauh, bersilaturahim dengan saudaranya di kota lain sekalian mengumpulkan sumber2 ilmu berupa buku2 yang pernah dibelinya ketika kuliah dahulu..

Di dalam kereta api, Read the rest of this entry