Blog Archives

2016 in a summary

Happiness and Hope might be the best words to describe what happened to me during 2016. Alhamdulillah, Allah SWT blessed me with two of my biggest dreams I have. S2 and estree hahahha… This year, I have been going through some wonderful moments, with a rollercoaster feeling.. up and down, worry and hope, happy and sad.. but overall it is a wonderful journey I have and I hope 2017 will be filled by happiness too.

Januari 2016: Awal tahun heboh nyiapin annual report buat professor, ngeh kalo ternyata ada data yang salah dan harus diulang pengukurannya. Di bulan ini juga dapat anugerah tawaran lanjut S3 di WASU di bawah bimbingan professor, tapi juga kemudian di bulan ini pula Ummi bilang kalo beliau beneran pengen liat iin nikah sebelum S3.. yang akhirnya membawa si saya pada niat serius buat nyari jodoh beneran. Tanggal 23 Januari, masukin proposal taaruf kepada seorang teman baik. Dan takdir Allah, akhir Januari (31 Januari), ada nama seorang ikhwan yang muncul di proposal taaruf balasan yang tampak sangat meyakinkan hahaha,,..

Februari 2016: pontang panting ngerjain riset tugas akhir, diiringi ademnya salju yang turun di kota Pullman. Dan dag dig dug karena proses taaruf si saya dimulai secara resmi dalam bentuk online. Tidak ada tatap muka, hanya Tanya jawab yang prosesnya ternyata agak lama. Di bulan ini juga Profesor meminta si saya menyiapkan sidang kelulusan..si saya adalah student S2 pertama di bawah bimbingannya yang sudah diminta nyiapin siding hihi… itu artinya kata Allan kalo Prof suka hasil riset dan progress akademik saya so far.

Maret 2016: Udah mulai ngontak-ngontak committee member. Taaruf juga is on progress.. but bikin bingung sang fasilitator, karena well,, di dalam proses taaruf kami sampai ada proses attaching paper2 wkwkkwkw…. (trus kata si fasilitator: “emangnya mau seminar atau apply kerjaan? Wkkwkwk”)

April 2016: si saya sidang. Dan Alhamdulillah lulus. Tepatnya tanggal 11 April, si saya sah dapat gelar Master of Science (M.S.) dari Washington State University..alhamdulillah… sementara taaruf, still on going.. but I was so excited that I finish my study on time that I can go home earlier to see him in the reality.

Mei 2016: Wisuda Musim Semi 2016 dilaksanakan pada tanggal 7 mei 2016. Asyik banget bisa foto2 pake baju toga di bawah bunga sakura. 3 hari setelahnya langsung packing, semangat 45 mau pulang ke Indonesia hihi. Happiness that filled up my heart that I would be going home didn’t erase my sad feeling to leave Pullman, the most wonderful city in the US that I have in my deepest of heart.

Juni 2016:di Indonesia lagi kangen2an sama keluarga dan juga menjalani ibadah puasa ramadhan. 9 Juni , Alula Farzana Ayunindia,, lahir puteri pertama dari adik si saya, IIS. She is such a happiness for my whole family. Ngedampingin iis mulai masuk rumah sakit sampe Alula dilahirkan dan diinkubasi. Di bulan ini juga akhirnya ketemu beliau setelah 9 tahun lamanya tidak bertemu. Well,, jadi nostalgia di kampus, karena tempat yang beliau pilih untuk taaruf nazhar (tatap muka) adalah masjid Bahrul ulum puspitek serpong yang memang desainnya mirip banget dengan masjid salman ITB. Wajar mirip karena ternyata arsiteknya sama.

Juli 2016: lebaran iedul fitri dan persiapan masuk kantor (deuh yang ini nih yang bikin males wkkwkw). Taaruf berlanjut dan 26 Juli untuk pertama kalinya seorang ikhwan kenalan si saya datang ke rumah orang tua. Hihi… mengenang satu demi satu pertanyaan2 yang diajukan keluarga kepada beliau dan bagaimana tanggapan beliau sampe sekarang masih suka bikin senyum sendiri.

Agustus 2016: Kembali ke BPPT.. dapet kerjaan2 yang sebenarnya kurang sesuai dengan minat dan background tapi ya da kumaha deui. 17 Agustus 2016, ke Cilegon untuk bertemu keluarga beliau.. SERU ABIS.. hihihi..

September 2016: lamaran dan nikah ^_________________^ (yang ini kayanya udah banyak dibahas di postingan sebelumnya)

Oktober 2016: menjalani masa adaptasi dan sekaligus periode bulan madu dalam kehidupan rumah tangga kami. Dating di IKEA, beli2 peralatan rumah tangga

November 2016: masih seru2an hahaha..

Desember 2016: there are some changes I observed, but it is not something bad. Si saya menyadari bahwa proses pernikahan kami yang tidak melalui proses pacaran membuat kami saling mengenal kebiasaan dan karakter dengan sempurna terus menerus. 3 bulan bukan waktu yang cukup.. si sy masih banyak dapet kejutan2 menyenangkan dari kehidupan kami ^___^

Well, setahun teh kayak mimpi ya,… berlalu terasa begitu cepat meninggalkan memori-memori yang akan menjadi puzzle diri..

Semoga 2017 akan semakin menyenangkaaan….

Iedul Adha di Pullman, Washington

Bagi masyarakat Indonesia dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, hari raya Islam yang paling besar adalah hari raya Iedul Fitri. Ada cuti bersama, ada kegiatan mudik, dan serangkaian feature khas lebaran lainnya. Tapi, ternyata setelah saya menginjak tanah Amerika, saya cukup terkejut karena ternyata Iedul Adha di luar Indonesia dianggap sebagai hari raya yang lebih besar. Indikatornya misalnya kalo di Pullman, panitia sampai menyewa gedung khusus yang cukup memuat Muslim yang bermaksud shalat ied. Not to mention, buanyak dan beragamnya makanan yang dibawa oleh masing-masing orang ke tempat shalat ied. Indikator yang lain adalah seriusnya mereka menyiapkan kostum special dan bahkan ada performance berupa tarian ala middle east ^_^ (sayang yang pas mereka menari, si saya ga foto wkkwkw). Nah kalo Iedul Fitri relative lebih tiis.. shalat ied dibagi 2 shift karena Pullman Islamic Center ga muat menampung semua yang mau shalat ied, dan well tak ada special performance.

20141004_084250.jpg20141004_084425.jpg20141004_084041.jpg20141004_085228.jpg

Di perantauan ke Negara non Muslim seperti Amerika, tentu rasa  kebersamaan selalu ngasih feeling yang teramat berbeda kesannya jika dibandingkan dengan perayaan lebaran di Indonesia. Namanya minoritas, terasa saudara seperjuangan ^_^. Di sini juga gt, Pullman Islamic Community yang selalu menjadi penghibur karena paling tidak si saya masih bisa merayakan lebaran sesuai dengan asholahnya (deuh asholah bahasanya wkkwkw). Dan tidak lupa dan ini yang biasanya paling bikin seneng adalah Indonesian Community di Pullman yang bisa dikatakan selalu ngumpul kalo lebaran tiba.. ntah itu Lebaran Iedul Fitri maupun Iedul Adha, Yang paling bikin seneng, tentunya adalah bisa diskusi curhat ngobrol ngaler ngidul melepas penat di lab dan terutama adalah masakan INDONESIA yang ga ada duanya.. for me, kalah lah itu masakan Mesir, Iran, Libya, Bangladesh juga makanan Amerika kalo dibandingkan dengan makanan Indonesia.

20141004_17431120141004_180949

Kadang, kalo lagi sempet (dan biasanya selalu pada sempet wkwkkw), kumpul-kumpul lebaran ini selalu dilanjutkan sesi kewanitaan (buat para ladies), misalnya penataan gaya rambut, melukis hena, acara bikin bros dan kerajinan tangan bareng, juga ngobrol2 seputar dunia wanita (masak-memasak dan kosmetik wkkwkwkw).

Dan sekarang si saya ternyata kangeeeen juga masa2 itu hihihi… memang segala moment indah yang pernah terjadi teh harus bisa disyukuri..

Btw, selamat hari raya Iedul Adha 1437 H temen2 semuaaa..

Menangkap Hikmah dari keberadaan Public Libraries di Amerika

Ada dua hal yang sangat sangat menarik perhatian saya kala saya menghabiskan 2 tahun kurang 2 pekan di US (6 pekan di Lawrence, Kansas dan 1 tahun 10 bulan di Pullman, Washington). Pertama adalah minat baca anak-anak dan fasilitasnya (perpustakaan). Kedua adalah banyaknya museum yang tersedia. Sebagai Negara maju, Amerika memiliki perhatian yang sangat besar tentang fasilitas belajar anak yang mungkin akan diharapkan bisa berpengaruh pada perkembangan anak secara komprehensif.

Jangankan buat anak-anak, buat orang dewasa seperti saya, fasilitas-fasilitas perpustakaan dan museum ini sangat luar biasa berpengaruh. Perpusatakaan untuk mahasiswa WSU maupun KU memiliki system yang membuat para mahasiswanya betah belajar di perpus dan betah membaca. Well, apalagi yang bisa menyaingi fasilitas 24 jam yang disediakan kampus, yang kalo anda mau guling2 ikutan tidur di sofa juga diperbolehkan heheheh… Nah tapi si saya kali ini g akan ngebahas system perpustakaan untuk mahasiswa, melainkan mau bahas public library dulu.

20140812_155000.jpg

Lawrence Public Library di Kansas State, USA

20140812_154947.jpg

Salah satu pojokan lemari buku Lawrence Public Library, lihat bagaimana mereka mengklasifikasikan buku2 nya ^_^

Mungkin 2 kota yang saya tinggali tidak menjadi representative untuk bilang kalo setiap kota di Amerika punya public library. Tapi as you know, baik Pullman maupun Lawrence adalah kota kecil, bukan kota besar seperti Boston, New York, atau Los Angeles. Tapi di kota sekecil Pullman dan Lawrence saja ada, pikir saya apalagi di kota besar. But it seems, ini si public library ini lahir dari orang-orang yang memang punya concern besar untuk membagi pengetahuan dan meningkatkan day abaca penduduk terutama anak-anak. (trus udah gt tapi si saya heran mengapa tapi banyak American yang juga close minded, Sarah misalnya wkkwkwk).

Jadi tuan dan nyonya, public library nya Pullman dan Lawrence ini keren banget sampai si saya berangan-angan kalo Cipanas dan Serpong juga punya masing-masing 1. Kota Cianjur punya 1, tapi atuhlah tapii,, ga terlalu menarik kayak public librarynya, tbh. Udah gt kalo ga salah weekend malah tutup (2012) tapi gatau kalo sekarang, udah lama banget juga ga ke sana. Well kalo tutup juga it is understandable since it is under Local Government authorities.. padahal kan weekend bisa jadi waktu berharga buat para penduduk termasuk anak2 maen dan baca2 di sana. Hal ini juga mungkin yang memang jadi salah satu factor penyebab atau malah akibat dari rendahnya minat baca di Indonesia. Menurut berita, dari study yang dilakukan pada Maret 2016 lalu oleh Central Connecticut State Univesity, rangking Indonesia menduduki ke-60 dari 61 negara yang disampling. No 1 nya again ditempati Finlandia yang juga dianugerahi gelar Negara dengan system pendidikan terbaik (list rangkingnya bisa dilihat di sini: http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data).

Nah, mungkin lingkaran setannya adalah antara minat baca yang rendah yang mungkin menyebabkan  fasilitas perpustakaan tidak memadai, atau karena fasilitas perpustakaan tidak memadai makanya minat baca Indonesia rendah banget.

Tapi kalo menyaksikan dan merasakan sendiri, dengan fasilitas memadai, minat baca penduduk akan bisa terdorong. Misalnya, si saya yang juga punya “minat baca” rendah pada buku-buku selain textbook di kampus, ketika ngerasain Neill Public Library Pullman yang si saya sering maen ke sana sama Mba Hera dan keluarganya, jadinya termotivasi juga buat baca buku2 selain textbook. Not to mention, di Neill Public Library juga ada komiknya heuheuheu…oiya, kedua puterinya mba Hera (Haniya dan Fathina) kadang suka bikin ngiri, karena mereka mampu menghabiskan puluhan buku hanya dalam waktu sepekan. Jadi kalo ke Neill itu bisanya bawa tas besar, dan pinjamnya ga kayak di Indonesia yang terbatas cuma 2 tapi bisa puluhan buku sekaligus. (gimana ga termotivasi hehehe)

20150415_171023.jpg

Neill Public Library di Pullman, WA State.. liat betapa banyaknya buku yang ada, betapa menariknya dekorasi, dan betapa asyiknya mba Hera milih2 buku buat Haniya dan Fathina

20150415_171004.jpg

One of my favorite places in Pullman,

Selain pengkondisian ruangan dll, jam buka perpus yang memang enak buat penduduk untuk datang, Public library di Pullman misalnya juga punya serangkaian program yang suangat suangat menarik. Unfortunately, si saya ga berkesempatan ikutan program2 tersebut, hanya dapat newsletter tentang acara yang biasa saya terima tiap bulan (bahkan hingga sekarang) dan denger kabarnya dari Jonathan (temen dari Colombia) yang menikmati kelas conversation bahasa Inggris yang diadakan free dari library.

Ih asyiknya kalo tiap kota Indonesia punya public library yang macem begini. Kali aja beneran bisa mendongkrak kualitas karakter bangsa. Jangan Cuma mengandalkan bacaan dari berita onlen yang kadang kebenarannya diragukan..

Well again, impian hari ini adalah kenyataan esok hari, dan saya percaya, suatu saat nanti Indonesia juga bisa punya public library yang bagus2 yang anak2 atau orang dewasanya bisa berdayakan secara maksimal..