Blog Archives

Tantangan Professor, PHd Offer, and Hard Work

There is a habit or ritual in the BBEL (Bioproduct-Bioprocess Engineering Laboratory of Biological System Engineering-WSU in the beginning of every year that the Professor will evaluate the student’s performance for one year before and determine the target for one year ahead.

My evaluation in the individual meeting was scheduled at January 7th 2016, exactly one year difference with my very first individual meeting last year.

It was basically me telling the story for what I have accomplished in 2015 so far, what was the most interesting and significant findings, what was my major difficulties, and what was the suggestion for the better management. He wrote the evaluation in his file in the computer, and also in his note.

He was really interested about my result..to be exact a little bit hyped about it. That’s why when I gave myself the evaluation score, he always gave me higher score than that.

The most wonderful thing that he said at that time was that he offered me the PHD position. Unlike the others who perhaps asked for it.. Actually i did nothing.. He was the one who offered that. This thing is more or less based on my expectation regarding the fact that I am the only official student in the AD group while the other members are postdoc and long-distance-students in China, meanwhile there are abundant work in the AD field. So.. more or less I can see it coming. But well,I cannot hide my excitement and happiness when the offer came though.. This was more or less a recognition from what I have done so far.. and I am really thankful for that although I dont really feell I truly deserved it. REALLY…..

He said that I was the only master student that he already gave a promise for PHD support when I decide to continue my program here. and he also said that he only gave this chance to an excellent student..

To be honest, I was really mixed at that time. My result was not that good although he thought that the parameter I proposed is a new thing for the biogas evaluation parameter. There was a load too when I heard him saying that.. I mean,.. I am not that excellent, I am not that hardworking.. only Allah knows how I truly am.
image

But that thing was said and although my original plan is to go back first and continue the doctoral program at Germany. TBH, this makes me thinks again about what I am really gonna do. I dont know yet now… The only thing that I need to focus on is the Spring Graduation and academic paper submission if I really want to end everything safely.. ehheheh…

In that evaluation., The professor wrote in the form, that “IF I can GRADUATE ON-TIME and submit 2 papers, I will be the most productive MS student in BBEL in the last 10 years”.

innalillah… this challenge hit me right in the kokoro hehhehe…. I mean.. I dont know whether I can meet this expectation or not, although there is a possibility I can do that. But bismillah….. the challenge is on…

The last thing he said was about the award that he will give to the best 6 presenters in the BBEL Annual retreat 2015 that was scheduled at January 8th. If I can make a very good presentation, I can also get the recognition from the peers. (This story will be written later ^____^). But he said, “even though you didnt get that award tomorrow, at least until now, you have the highest score from my evaluation.. and please keep the good work.”

Some of his advice were already put in the facebook though, so I will not repeat it again here.

But btw, when I told my mom regarding this, she was little sad that she thinks it will be much more better If i can come back and continue the S3 in Indonesia, get married and have a happyly ever after ending hehehhe…

well,,, so far Allah always give the best surprise for me.. so as long as I give my best for the remaining 4 months I will be happy whatever the result is..

 

refleksi perkembangan akademik 6 bulan di AMERIKA_sebuah catatan singkat banget

Setengah tahun menjalani kehidupan akademik di US telah memberikan begitu banyak pengetahuan dan pengalaman yang tak hanya menyentuh sisi akademik tetapi juga budaya dan keterbukaan sudut pandang akan perbedaan. Bulan pertama menginjakan kaki di tanah paman Sam dalam kondisi Puasa Ramadhan yang rentang waktunya 3 hingga 4 jam lebih panjang dari waktu regular Ramadhan di Indonesia membuat saya banyak menyadari sisi perbedaan yang membuat saya bersyukur mendapat pengalaman berharga ini. Satu bulan pertama di US, saya menjalan program “Pre-Academic Training” di Kansas University, Lawrence, Kansas State bersama kawan-kawan penerima beasiswa Fulbright dari belahan Negara lain seperti Afganistan, Polandia, Nepal, Montenegro, Rusia, Tajikistan, Turki, Mauritania, Libya, Flores, Ukraina, dan Chile. Di sini saya menerima banyak pelajaran tentang persiapan kehidupan akademik yang akan kami hadapi di universitas kami berikutnya. Pembelajaran yang diberikan tidak hanya mencakup grammar, writing, reading, dan listening, tapi juga tentang pemahaman terhadap budaya Amerika dan juga budaya akademik Amerika meliputi pengetahuan plagiarism dan bagaimana pentingnya hal tersebut sebagai salah satu kode etik yang sangat dijunjung tinggi di sini. Program 6 minggu PAT ini juga dilengkapi dengan field trip ke museum-museum terkenal di Kansas dan sekitarnya. Dari sana saya ngeh, bahwa nilai lain yang dijunjung warga Negara Amerika adalah penghormatannya terhadap sejarah. _DSC0068 Satu bulan setengah berlalu,saya melaksanakan perjalanan kea rah barat menuju Washington State di mana universitas tempat saya bersekolah berada, Washington State University di sebuah kota kecil bernama Pullman yang juga berada dekat perbatasan dengan Idaho State. Pekan pertama, langsung berkenalan dengan advisor dan beberapa orang yang sebelumnya saya kenal melalui email. Advisor saya kebetulan dari China, dan memang departemen tempat saya bernaung adalah departemen yang memang memiliki banyak mahasiswa internasional (Pakistan, Colombia, India, Nepal, Honduras, China, Iran, Pakistan, dll). Saya mengambil master di bidang Biological System Engineering, di mana saya bermaksud memperdalam ilmu saya di bidang bioproses tepatnya di bidang pengolahan biomassa untuk energy terbarukan. Ini sebenarnya salah satu mimpi saya sejak kuliah S1 yakni memperdalam ilmu kemurgi.. dan Alhamdulillah, Allah memberikan saya kesempatan mengenyam pengalaman belajar di sini. Budaya akademik yang saya rasakan di sini berbeda secara signifikan dari apa Read the rest of this entry

Menanyakan kembali kenapa dan untuk apa saya di sini?

Menanyakan kembali kenapa dan untuk apa saya di sini?

29 Juni 2014 adalah waktu keberangkatan saya untuk melakukan perjalanan terpanjang dan terjauh selama hidup saya. Amerika, adalah Negara tujuan yang sebenarnya menyimpan sedikit banyak keraguan tapi juga sekaligus harapan yang tidak terhitung banyaknya.. dan kini menjelang 3 bulan keberadaan saya di tanah Paman Sam ini sudah banyak hal yang terjadi… dan dengan resmi saya nyatakan bahwa honeymoon stage dari perjalanan ini kini telah berakhir.. berganti dengan tahap berikutnya di mana excitement berganti dengan keseriusan belajar dan perjuangan yang tiada habis.. memaksa mata biar melek, kuat-kuatan baca meski ga masuk-masuk, ngotak-ngatik rumus di excel, atau bahkan harus terlibat dalam perdebatan kurang mengenakan tentang Islam….

Satu hal yang selalu saya tekankan ketika udah mulai galau… iin udah galau galau ampun-ampunan pas udah lulus Fulbright, galau submission plan, galau LOA, dan galau2 lainnya… tapi kini memang ketika menginjakan kaki di tanah yang dicita2kan setahun belakangan ini, galau2 itu berganti rupa.. galau pas debat ma sarah soal ISIS dan prasangkanya tentang saya yang katanya menyimpan niat jelek sama dia.. galau ketika Quinn bilang laporan si saya gabagus, galau ketika gabisa ngerjain PR.. dan ntah galau2 apa lagi yang menunggu saya di depan….dan buat apalah ini semua? Jauh-jauhan sama keluarga, meninggalkan zona nyaman bersama tim produksi bersih di BPPT… dan pindah ke tempat yang mau sholat aja harus susulumputan nyari tempat yang ga banyak dilalui orang atau nyari tempat yang tidak mengundang perhatian? Buat apa semuanya ini? Ketika pekan lalu tiba2 pikiran ini dirasuki perasaan tidak bahagia.. well… begitulah..

Tapi sebenarnya iin sangat tahu jawabannya..

Iin di sini, terbang berpuluh-puluh kilometer ke sini ingin menuntut ilmu Allah, biar nanti iin bisa mengamalkan ilmu2 tsb di jalan Allah, nolong orang lain dan mengaktualisasikan diri untuk perjuangan dakwah profesi.. iin di sini karena pengen Allah makin cinta sama Iin dan bukan sebaliknya. Iin di sini pengen melakukan revolusi pribadi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,… (lebih sabar, lebih tangguh, lebih kuat, lebih bijak, dan lebih lebih yang lainnya)

Jadi ketika merasa ada banyak hal yang tidak membuat iin merasa seperti itu sudah selayaknya dievaluasi. Iin di sini untuk mendekatkanj diri sama Allah bukan sebaliknya.. iin di sini pengen ningkatin amal ibadah dan bukan sebaliknya…

Gitu kan iin?

Iya begitu…

Bersambung ah…. (mau belajar dulu hehhehe)