Blog Archives

Serpong, It is not that bad ^_^

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin dituangkan dari dalam kepala menjadi isi tulisan. Tapi bingung mau mulai dari mana? Mulai dari kebakaran yang menimpa keluarga beserta hikmahnya, lalu lika liku dan dinamika perasaan ketika menerima email dari sebuah lembaga yang bercokol di Gedung CIMB Niaga, hal-hal baru yang didapat ketika memulai berkantor di serpong, serta tulisan untuk menguatkan keinginan mencapai cita-cita bersekolah lagi. Banyak hehehe.. tapi kayanya sekarang akan kumulai dari tulisan tentang how interesting my new life when I began to do my work activities in Serpong. Since this piece of mind is the easiest to be written and happy feeling attached to it. Heheheh.. oh yeah.. From now, I would like to try to use my English ability. Since in the short time, I will face my TOEFL IBT at 29th September to fulfill the requirement to universities that became my target to be achieved. Oh no.. out of topic now. Okay back to laptop.

I remember that I have posted some piece of my mind about the condemnation of BPPT’s staff from Thamrin to Serpong. Many people disagreed, yeah even now, some of them still disagree to move and leave our office in Thamrin. As many reasons we have, and so many awkwardness occurred inside the process. Moreover, the building quality as we can see is not as great as we have in Thamrin, and don’t forget about the lack of access to many stakeholders that have already been related to our activities. Well yeah too many reasons actually.

For me, actually I have already accepted the fact that all of us have to move. Our office in Thamrin after all is owned by government, then whatever the decision has been made by our superior, we have to obey it, don’t we? But yeah, honestly sometime, I also have my dislike about this decision. I have my own reason. Beside I have to consider about my residence, I also reckon that the period between July-December 2013 is a crucial moment for my scholarship application, when most likely I have to travel often to Jakarta and Bandung. However, I know truly that Allah never betrays us.. Allah will give us the best place to grow up and be mature person. That is what I believe so far. I never know what is so great there that has been prepared for us.. the only one who knows is in fact, just Allah.. so… just believe the path He chooses for me. That’s all.

What makes thing become so easy and happy is my email from a scholarship provider. It extremely makes me happy so I even forget about my worries on moving to Serpong. When I decide to land my butt there, it is not bad at all. The fresh feeling because of the new environment amazed me. I like being there and doing my stuff. New condition could give you new spirit and motivation, right? And it successfully occurred on me. Honestly.

I don’t find any difficulties there. Nevertheless, I feel that I am more productive now. For example, when this piece is being written, I am inside the bus which brings me to my Kos in Kampung Bali. I think that I could utilize my time more appropriate compared when my office was in Thamrin. The other example is now I have solution for not sleeping again after shubuh praying. I always wake up early and take a bath, then at 6.00 I go to the pool of my bus. Inside the bus, I always succeed to use my time by reading, doing my task, tilawah, and dzikir ma’tsurat.. See, it is not bad at all!! I enjoy it!!! So much!

Well I don’t know until when I could maintain this feeling. Perhaps there will be boring time or even a difficult time come to me and tests my consistency. But until now, I like it! Oh yeah, the only trouble I face when I was in the bus is the headache and queasiness that often attack my head and stomach.

Well.. lets enjoy our ride ^__^!!!

Hopefully Allah will always protect us, give us His Mercy to make this condemnation gives so many benefits.

 

 

Heated Forum Today

Rabu, 23 Januari 2013 ketika warga TPSA dikumpulkan di dalam ruangan Komisi Utama untuk sosialisasi kepindahan kantor ke Serpong (apapun itu bahasanya, pindah ya tetep pindah), ya.. Bapak Bapak di depan itu terkadang terlalu berpanjang lebar membahasakan kepindahan ke Serpong dengan bahasa “BPPT tetap di Thamrin, kegiatan kerekayasaan yang dipindahkan ke Serpong” atau dengan “pemanfaatan fasilitas kerekayasaan laboratorium Serpong”. Namun nampaknya warga BPPT sudah terlalu jelas melihat ini dengan kata “pindah” dan tak ada bahasa lebih jelas dan singkat dari pada itu. Hanya sedikit menyesalkan kehalusan yang mereka berikan tapi tanpa memberikan substansi yang jauh lebih dinantikan oleh beribu warga BPPT “mengapa BPPT harus pindah” atau “filosofi apa yang menjadi alasan kepindahan BPPT sementara Pak Habibie membangun BPPT dengen jerih payah?” dan kalimat kalimat pilu yang lain seperti “tak cukupkah IPTN yang dipreteli sampai habis? Apakan kemudian karya anak bangsa yang berwujud BPPT juga harus mengalami hal yang sama?”

Mengingat konsep yang mendekam di kepala dua pekan terakhir ini tentang musibah dan anugerah. Allah satu satunya Yang Maha Mengetahui apakah kepindahan BPPT ini adalah musibah atau anugerah. Bisa jadi kehidupan di Serpong jauh lebih baik, atau apa yang terjadi di Jakarta sudah tidak sesuai dengan khazanah teknologi yang ingin dikembangkan bangsa? Misal salah satu alasan penghambat, banjir misalnya. Yang ada di kepala beratus  atau bahkan beribu orang BPPT yang memiliki impian besar dalam kebangkitan bangsa di bidang teknologi ini adalah alasan logika yang mampu diterima oleh akal mereka. Lalu konsep tentang arkanul bai’ah tentang ilmu, tsiqah, dan taat juga mampir di kepala. Memang bisa jadi tak harus logika, selama menggantungkan segala sesuatu kepada Allah semata. Dan bagiku, konsep keseimbangan antara ilmu, taat, tsiqah, husnudzan kepada Allah yang dipadu dengan jiwa kritis dan futuristik  mungkin yang saat ini yang dibutuhkan oleh setiap orang di sini, termasuk saya.

Bukan apa-apa. Memang wacana kepindahan ini memang menjadi aura negative tersendiri yang bisa dirasakan di berbagai lokasi di BPPT thamrin. Mulai dari belakang tempat kerja (belakang meja kerja:red), di mana orang2 sibuk dan sengit mendiskusikan ketidaksiapan Gedung Geostech yang berdiri megah di klaster 4 puspitek serpong dalam mengakomodasi aktifitas kerekayasaan yang selama ini di Thamrin pun berjalan cukup tersendat, bahkan di lift dan kantin di mana orang-orang membicarakan masalah koordinasi dengan stakeholder kementerian, lembaga dan swasta yang tidak diyakini akan berjalan selancar di Thamrin jika seandainya BPPT pindah ke Serpong. Atau permasalahan bis jemputan yang juga belum Nampak tanda tanda respon dari pihak terkait. Mau gam au kepala saya pun secara otomatis, mempertanyakan “memang alasan paling filosofis BPPT pindah apa?” apalagi
Read the rest of this entry