Blog Archives

Menangkap Hikmah dari keberadaan Public Libraries di Amerika

Ada dua hal yang sangat sangat menarik perhatian saya kala saya menghabiskan 2 tahun kurang 2 pekan di US (6 pekan di Lawrence, Kansas dan 1 tahun 10 bulan di Pullman, Washington). Pertama adalah minat baca anak-anak dan fasilitasnya (perpustakaan). Kedua adalah banyaknya museum yang tersedia. Sebagai Negara maju, Amerika memiliki perhatian yang sangat besar tentang fasilitas belajar anak yang mungkin akan diharapkan bisa berpengaruh pada perkembangan anak secara komprehensif.

Jangankan buat anak-anak, buat orang dewasa seperti saya, fasilitas-fasilitas perpustakaan dan museum ini sangat luar biasa berpengaruh. Perpusatakaan untuk mahasiswa WSU maupun KU memiliki system yang membuat para mahasiswanya betah belajar di perpus dan betah membaca. Well, apalagi yang bisa menyaingi fasilitas 24 jam yang disediakan kampus, yang kalo anda mau guling2 ikutan tidur di sofa juga diperbolehkan heheheh… Nah tapi si saya kali ini g akan ngebahas system perpustakaan untuk mahasiswa, melainkan mau bahas public library dulu.

20140812_155000.jpg

Lawrence Public Library di Kansas State, USA

20140812_154947.jpg

Salah satu pojokan lemari buku Lawrence Public Library, lihat bagaimana mereka mengklasifikasikan buku2 nya ^_^

Mungkin 2 kota yang saya tinggali tidak menjadi representative untuk bilang kalo setiap kota di Amerika punya public library. Tapi as you know, baik Pullman maupun Lawrence adalah kota kecil, bukan kota besar seperti Boston, New York, atau Los Angeles. Tapi di kota sekecil Pullman dan Lawrence saja ada, pikir saya apalagi di kota besar. But it seems, ini si public library ini lahir dari orang-orang yang memang punya concern besar untuk membagi pengetahuan dan meningkatkan day abaca penduduk terutama anak-anak. (trus udah gt tapi si saya heran mengapa tapi banyak American yang juga close minded, Sarah misalnya wkkwkwk).

Jadi tuan dan nyonya, public library nya Pullman dan Lawrence ini keren banget sampai si saya berangan-angan kalo Cipanas dan Serpong juga punya masing-masing 1. Kota Cianjur punya 1, tapi atuhlah tapii,, ga terlalu menarik kayak public librarynya, tbh. Udah gt kalo ga salah weekend malah tutup (2012) tapi gatau kalo sekarang, udah lama banget juga ga ke sana. Well kalo tutup juga it is understandable since it is under Local Government authorities.. padahal kan weekend bisa jadi waktu berharga buat para penduduk termasuk anak2 maen dan baca2 di sana. Hal ini juga mungkin yang memang jadi salah satu factor penyebab atau malah akibat dari rendahnya minat baca di Indonesia. Menurut berita, dari study yang dilakukan pada Maret 2016 lalu oleh Central Connecticut State Univesity, rangking Indonesia menduduki ke-60 dari 61 negara yang disampling. No 1 nya again ditempati Finlandia yang juga dianugerahi gelar Negara dengan system pendidikan terbaik (list rangkingnya bisa dilihat di sini: http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data).

Nah, mungkin lingkaran setannya adalah antara minat baca yang rendah yang mungkin menyebabkan  fasilitas perpustakaan tidak memadai, atau karena fasilitas perpustakaan tidak memadai makanya minat baca Indonesia rendah banget.

Tapi kalo menyaksikan dan merasakan sendiri, dengan fasilitas memadai, minat baca penduduk akan bisa terdorong. Misalnya, si saya yang juga punya “minat baca” rendah pada buku-buku selain textbook di kampus, ketika ngerasain Neill Public Library Pullman yang si saya sering maen ke sana sama Mba Hera dan keluarganya, jadinya termotivasi juga buat baca buku2 selain textbook. Not to mention, di Neill Public Library juga ada komiknya heuheuheu…oiya, kedua puterinya mba Hera (Haniya dan Fathina) kadang suka bikin ngiri, karena mereka mampu menghabiskan puluhan buku hanya dalam waktu sepekan. Jadi kalo ke Neill itu bisanya bawa tas besar, dan pinjamnya ga kayak di Indonesia yang terbatas cuma 2 tapi bisa puluhan buku sekaligus. (gimana ga termotivasi hehehe)

20150415_171023.jpg

Neill Public Library di Pullman, WA State.. liat betapa banyaknya buku yang ada, betapa menariknya dekorasi, dan betapa asyiknya mba Hera milih2 buku buat Haniya dan Fathina

20150415_171004.jpg

One of my favorite places in Pullman,

Selain pengkondisian ruangan dll, jam buka perpus yang memang enak buat penduduk untuk datang, Public library di Pullman misalnya juga punya serangkaian program yang suangat suangat menarik. Unfortunately, si saya ga berkesempatan ikutan program2 tersebut, hanya dapat newsletter tentang acara yang biasa saya terima tiap bulan (bahkan hingga sekarang) dan denger kabarnya dari Jonathan (temen dari Colombia) yang menikmati kelas conversation bahasa Inggris yang diadakan free dari library.

Ih asyiknya kalo tiap kota Indonesia punya public library yang macem begini. Kali aja beneran bisa mendongkrak kualitas karakter bangsa. Jangan Cuma mengandalkan bacaan dari berita onlen yang kadang kebenarannya diragukan..

Well again, impian hari ini adalah kenyataan esok hari, dan saya percaya, suatu saat nanti Indonesia juga bisa punya public library yang bagus2 yang anak2 atau orang dewasanya bisa berdayakan secara maksimal..

Halaqah Tahsin for Indonesian Youth ^_^

Subhanallah walhamdulillah. Nothing proper that can express my gratitude for the chance that Allah gives to me. Because it is beyond the way I expect, beyond the happiness that fulfilling my heart now. It is just because Allah chooses this way and I am sooo happpyyy about that.

quran 1

I started this activity with Teh Arin and Alm Mba Herma by performing the halaqah that is discussing the basic thing in our life. I remembered the first topic I presented was about the ways we interacted with Quran. But then when Ramadhan comes, we switched the halaqah into tadarus Quran. So, we have a session every day to read Quran. Each of participants has 4 minutes or so to read Quran for 1 hour every morning from 7 to 8am. In the end we cannot khatam, only 15 juz that we finished. But it was a wonderful time I have with those wonderful children (I think I will write this tadarus thing separately later).

Observing that Tadarus program has been successfully performed and increased the enthusiasms Read the rest of this entry

Galau Akut Seakut-Akutnya

Okay, i don’t have any other way to avoid my feelings now. Anxiety, hopeful, worry, aaahh… even my self cannot describe those.

danbo__s_graduation_day_by_bry5-d3c70sq

Jadi begini, si saya teh sedang menunggu LOA. Apakah itu LOA. LOA adalah Letter of Admission atau Letter of Acceptance. Sebuah bukti tertulis bagi orang-orang yang sedang melamar masuk ke program degree suatu universitas yang menyatakan bahwa mereka berhasil dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di universitas tersebut.

Si awak kenapa menggalau LOA? pertama, karena LOA ini adalah tahap utama paling akhir yang harus dilewati dalam proses aplikasi beasiswa sangat terkenal bernama beasiswa Fulbright. Kedua, karena proses menunggu ini sudah berlangsung cukup lama, sekitar 4 sd 5 bulan hingga sekarang. cuma bisa berdoa sebenarnya, tapi terkadang galaunya bisa mengarah ke aktifitas yang lain..Ketiga adalah karena dalam masa menunggu ini saya sudah ngorbanin kesempatan interview ADS (beasiswa yang pertama kali saya coba tahun 2011 dahulu), juga ngorbanin kesempatan-kesempatan training di luar karena alasannya adalah “iin mau sekolah”. Sebutlah  kesempatan training energy efficiency ke Copenhagen, dan Belanda.. oh welll okayyyy….. iin emang mau sekolah kok, insyaallah (tapi doain yak. hehehhe). Keempat adalah karena saat ini sudah banyak banget kandidat yang minimal sudah punya kabar tentang admisi mereka. ada yang kena shortfall, ada yang malah dapat double beasiswa lainnya, ada yang ga keterima. Oh Well… saya pengen banget dapat kabar, tapi tidak untuk kabar buruk alias rejection… Allah pleaaaseeeee…Kelima adalah karena ada banyak hal yang menggantung akibat proses ini, hahhaha… for this, i wont tell.

Iin tahu banget, dan udah mencamkan berkali kali bahwa si saya udah 27 tahun hidup di muka bumi, dan ga pernah Allah sekali pun memberikan takdir yang salah. Buktinya? SMUNSA, SPACSA, ITB Teknik Kimia, BPPT, PTL, jdi anak bimbingan Pak Tatang dan Pak Yazid, ngulang kompro, peristiwa patahnya syringe GC lab lantai 4, dan lain sebagainya… terlalu banyak untuk disebutkan.

Jadi, sebenarnya memang ga ada keraguan lagi buat si saya untuk berserah diri sepenuhnya sama takdir yang Allah pilihkan. sekolah ke US buat ngambil master, dan jadi fulbrighter memang sebenarnya tidak masuk list 101 impian yang iin tuliskan ketika kuliah dulu, tapiiiiiiii… setelah menjalani prosesnya, lama-lama jatuh hati juga sama pesona sistem pendidikan dan fasilitas yang dimiliki US buat bisa menghasilkan researcher dan leader bertebaran di muka bumi. Oh well, US memang negara liberalis, dan sudah cukup berita yang bilang begitu banyak tentang bagaimana US memperlakukan umat muslim. Awalnya si saya juga agak gentar buat masuk ke dalam ranah ini, wong US ga pernah masuk list juga, beda banget ma Netherland, Japan, and Germany, yang memang sudah jadi impian sejak kuliah…

Soal kualitas grantee? jangan tanya deh, udah cukup banyak artikel yang bahas bedanya grantee fulbright sama grantee beasiswa yang lainnya. maksudnya jangan tanya di sini adalah jangan tanya saya karena saya gabisa jelasin secara komprehensif wong biasanya juga subjektif orang liatnya. Tapi kita bisa liat lah, sekitar kita, kualitas grantee fulbright atau lulusan2 US kayak gmana sepak terjangnya… hehehehhe… Ups tapi kalo ada yang mau bilang “itu kan bergantung sama orangny” saya pun sepakat ma teori ini. Lingkungan bagus sekalipun bila ga bisa dioptimalkan ya ga akan jadi apa2…. Betul kan?

Okay… lanjut. si awak ini sampe deaktivasi FB karena Read the rest of this entry

Mimpi adalah…..

miscellaneus (5)

Berjalan di pematang kehidupan untuk menggapai impian itu seperti memiliki personal  compass yang bias membuat hidup kita memiliki arti yang sesungguhnya, karena pada dasarnya mimpi itu menarik diri kita dari orbit zona nyaman menuju tantangan-tantangan yang mengaduk-aduk emosi, mempertemukan kita dengan dunia yang sama sekali belum kita tahu sebelumnya, serta membuka kesempatan-kesempatan emas yang pada dasarnya  memiliki fungsi untuk memberikan pemahaman dan pengalaman baru yang membuat hidup menjadi lebih indah dan berwarna. Tapi di antara semua fungsi mimpi, yang paling penting adalah mimpi menjadi jembatan bagi perasaan diri manusia akan pengharapan-pengharapan lebih terhadap Tuhannya, yang bisa mengekspresikan ketidakberdayaan yang memiliki dampak pada menambah kedekatan dan keyakinan pada Tuhannya, serta menjadi dialog yang memfasilitasi niat dan ikhtiar tulus untuk bisa memiliki dedikasi terhadap aktualisasi kehidupan.

Jika kita paham arti ini sebenarnya, maka pada dasarnya, kita sudah berada pada jalan yang benar. Hanya dibutuhkan kekuatan yang demikian besar untuk bisa menjaganya tetap pada koridor ilahiah yang bisa memberikan fungsi-fungsi tersebut dengan baik. Dan untuk tetap tegar di pematang itu, bukanlah hal yang mudah, karena ada driving force yang membuat kita membutuhkan energy lebih dan lebih lagi. Artinya harusnya ada asupan energy dan motivasi yang tiada berbatas untuk bisa membuatnya bersahaja di atas hayalan-hayalan sesaat yang mengenyahkan konsentrasi kita dari arah yang seharusnya diraih.

Well, itu semua adalah lintasan-lintasan pikiran yang menjelma dari pemahaman diri terhadap apa yang kujalani saat ini. Mengejar impian bukanlah kata-kata tanpa makna yang sanggup  diucapkan siapa saja yang tak mampu memberikan dedikasi sepenuhnya bagi jalan yang telah diambil. Aku pun… pada dasarnya bukanlah sosok yang berkapasitas untuk memanggul definisi-definisi filosofi  tersebut. Hanya saja aku merasa aku sudah bisa paling tidak mendefinisikan kehidupan yang ingin dan berharap untuk kujalani  secara baik….. well yeah, meskipun mungkin masih jauh dari idealism yang diharapkan.

Tulisan ini dibuat untuk menekankan kembali definisi-definisi ini di dalam hatiku, meyakinkan kembali jiwa serta memberikan energy tambahan yang membuatku bisa bersemangat lagi. Di sini mungkin ada ceritaku, cerita yang kudefinisikan untuk diriku, namun sama sekali tak lepas dari apa yang Allah kehendaki, karena pada dasarnya sampai sejauh ini hanya Allah sajalah yang membuat semuanya terjadi. Pun dengan masa depan yang masih tak tahu ku bagaimana perwujudannya… because, well yeah sometimes, unexpected things might occur.

Okay.. here I start…

Sejak aku
Read the rest of this entry