Keberkahan

note dikutip dari: https://www.facebook.com/notes/rusdah-thalib/keberkahan/945189672199232

“Jadilah seorang yang berilmu, atau jadilah seorang pembelajar. Atau cintailah keduanya.” ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Azis.

Salim A Fillah membuka salah satu bab dalam bukunya ‘Lapis-lapis keberkahan’ dengan nasehat diatas dan kemudian menjelaskan maknanya : Nasihat ini adalah pintu terbukanya bagi siapapun, pada keadaan apapun, kapan pun, serta di mana pun, untuk mereguk bersusun-susun kebaikan dalam kehidupan dari ilmu yang bermandaat. Sebab seperti sabda Nabi saw,’Ilmu itu didapat dengan belajar. Dan fiqh itu diraih dengan mengerahkan kamampuan untuk memahami ’. Maka sungguh, jalan paling terang untuk menyusuri lapis-lapis keberkahan adalah belajar. Ia adalah jalan cahaya. Ia adalah jalan yang ditempuh oleh para pembawa cahaya sepanjang jalan.

Adapun imam Asy-Syafi’ie, menasehatkan perkara yang wajib dimiliki para pembelajar. Beliau berkata :

“Duhai saudaraku, takkan pernah kau mampu meraih ilmu, kecuali dengan enam yang harus berlaku. Akan kusampaikan padamu dengan penjelasan. Ialah kecerdasan, semangat, kesungguhan, pengorbanan, membersamai guru, dan panjangnya waktu.”

Tentang kecerdasan, setiap pembelajar selayaknya menjauhi perbuatan maksiat karena ialah daya hambat kefahaman dalam berilmu yang paling kuat. Sedangkan taqwa adalah kunci ketajaman akal. “Diantara seagung jalan meraih ilmu, adalah taqwa pada Allah. Sebagaimana Allah ‘Azza wa jalla telah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 282,’Dan bertaqwalah kepada Allah, dan Allah akan mengajarkan ilmu kepada kalian.’’

Lima perkara berikutnya yang beliau sampaikan terangkum dalam pengalaman yang menempanya sejak keyatimannya. Dari ketekunan mempelajari bahasa Arab murni, hingga perjumpaannya dengan Khalid ibn Muslim Az-Zanji. Dari catatan ilmunya pada pelepah, pecahan tembikar, juga tulang dan kulit, hingga perjalanannya ke Madinah untuk berguru kepada imam Malik. Dari perjalanannya menyusuri majelis demi majelis ilmu orang-orang sholeh. Dari wudhu ‘isya nya yang bertahan sampai shubuh demi merenungkan satu hadist untuk menyusun ratusan istinbath hukum, hingga sakit wasirnya yang mengucurkan darah.

 

Maka selayaknyalah malu bagi jiwa yang belum juga membersihkan diri dari dosa-dosa dan maksiat yang mencengkram erat hati, namun harapan untuk menjadi seseorang yang Allah berkenan karuniakan tumpukan ilmu yang barakah begitu tinggi menjulang.

Malulah diri..yang hatinya masih saja enggan beranjak dari dunia dan memalingkannya kepada akherat, yang masih ber’dandan’ sekenanya ketika menghadap kepada Allah sedang ia bersolek seindah-indahnya ketika menghadap pada manusia, yang masih saja enggan mengatur waktu hingga selalu terburu-buru dalam pertemuannya dengan Rabb Semesta Alam demi bertemu dengan makhluq-Nya, yang lebih memilih menentramkan jiwa dengan syair ketimbang membasahi hati dan lisan dengan ayat-ayat cinta Allah.

Maka rugilah diri-diri ini yang masih saja tenggelam dalam keluhan-keluhan karena masalah sepele yang tidak ada secuil dari bentuk kesabaran para mujahid ilmu dijalan juang yang hingga kini karena keberkahan nya, ilmunya masih terus mengalir mendatangkan manfaat dan pencerahan bagi manusia.

Rugilah diri..yang menghabiskan waktu begitu panjang namun tak juga bisa menggerakkan hati manusia untuk mendapat hidayah bahkan sedikit manfaat dari nya. Yang bahkan kehadirannya sama dengan tiadanya diantara manusia, yang ada dan tidaknya tidak memberi cahaya.

Maka menangislah diri-diri ini yang terlalu lemah untuk melantangkan perpisahan pada rasa malas dan kelemahan dalam ber-azzam untuk menuntaskan ilmu di jalan Allah.

Dari para pejuang ilmu sejati di jalan keberkahan, kita belajar sangat banyak tentang kebersihan hati dan kesungguhan. Karena air yang jernih tidak akan rela menggenang di wadah yang kotor, begitu pula jernihnya air hanya akan merusak dirinya sendiri jika tidak terus mengalir dari satu wadah ke wadah yang lain, mengalirkan keberkahan. Demikianlah ilmu yang barakah, selain bersih ia juga mengalir, tidak diam. Maka kita akan dengan mudah melihat, para alim yang benar, adalah mereka yang paling ringan lidahnya dan paling fasih dalam menjelaskan segala macam hal yang ingin diketahui orang-orang disekitarnya. Mereka akan dengan bahagia menjelaskan segala apa yang ada pada nya, dan sebaliknya tidak akan segan mengatakan ketidaktahuannya demi memberi orang lain yang lebih faham untuk mengutarakan pengetahuannya.

 

Dari para pencari ilmu di jalan keberkahan, kita pun belajar, bahwa mencari ilmu bukan semata-mata menguasai materi, karena seorang Eisntein pun bisa menjadi begitu briliant. Di jalan keberkahan, ilmu adalah selayak permata yang untuk mendapatkannya pun dibutuhkan tahapan dan adab yang tak boleh dilanggar, seperti 6 hal yang diutarakan oleh Imam Asy Syafi’ie diatas, bahwa ilmu yang barakah dan tampak mulia disisi Allah, haruslah dimulai dengan hati yang bersih, jiwa yang tunduk, baru kemudian kesungguhan dan ketekunan dalam mengejarnya, dan keterjagaan niat sepanjang waktu untuk menjaganya tetap berada dalam naungan keberkahan.

Jika sudah demikian, maka semoga Allah karuniakan ilmu yang barakah kepada kita, yang cahayanya tidak hanya gemerlapan di dunia dan menolong manusia dalam kehidupan dunianya, namun ilmu yang kebaikannya akan terus mengalir di dunia hingga akhirat kelak.

Ijinkan saya menutup tulisan ini dengan mengutip salah satu ungkapan tentang jernihnya hati,

Insan yang telah dikaruniai hati yang jernih, kejernihan iman itu akan memancar dan melingkupinya seperti air dari ujung rambut hingga ujung kakinya, membuatnya syahdu. Itulah mengapa, hanya dengan menatap wajahnya terlebih mendengar suaranya, itu sudah cukup untuk mendatangkan hidayah bagi seseorang.

Selamat berbahagia dalam jejak-jejak ilmu yang semoga mengantarkan kita semua pada puncak keberkahan..:)

-Kalila Tan-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: