Monthly Archives: July 2014

Buka Rahasia: Arti Palestina Bagi Saya

Ada 2 topik tulisan yang saat ini menggema di kepala dan menuntut untuk dituliskan. Kedua topic tersebut adalah topic tentang Palestina dan Ramadhan di Kansas. Namun topic tentang Palestina yang menang. Rasa-rasanya urgensi menulis tentang ini bisa sedikit banyak membantu pertambahan keimanan si saya.. mumpung masih Ramadhan.. biar bisa jadi pengingat untuk tetap terus berjuang di manapun berada, termasuk juga di sini.. di tanah Paman Sam, Negara pertama yang saya jajaki cukup lama…(tapi cerita yang ini mah nanti dulu ya..)

Palestinian_flag_by_AlHurriya

Palestina, apa yang special darinya? Jika dijelaskan satu-satu di sini ga akan muat tempat ma waktu. Terlebih lagi ada banyak buku yang bisa dengan lebih komprehensif membahas Palestina.. misalnya buku Palestine Emang Gue Pikirin yang diterbitkan Proyou Media. Buku ini memiliki arti yang sangat sangat sangat signifikan dalam perubahan hidup saya.

Saya tahu Negara Palestina sejak kecil. Sejak TK tepatnya, inget isra miraj kan ya?. Hehhehe.. tapi eksistensi Negara Palestina sejati, bagi saya baru muncul ketika saya menginjakan kaki di kampus ITB tercinta. Kala dengan takdir Allah ketemu dengan teh Yeti, Teh Icha, Teh Linda,.. dan bergabung di Mata.. dan dengan bangga saya katakan bahwa Demonstrasi pertama yang saya lakukan juga adalah Demo tahun 2006 untuk rakyat Palestina. Artinya apa? Ini Negara Israel emang tidak ada henti-hentinya melakukan upaya penaklukan Masjid Al Aqsa.

Tahun 2005, saya bergabung dengan Mata. Bakat saya di rohis yang mulai terasah sejak SMU kelas 3 akhirnya merasa menemukan jalan. Mulai deh lebih sering baca buku Islam. Dua buku yang pertama kali mengawali langkah tersebut adalah buku “Palestine Emang Gue Pikirin” dan buku “Agar Bidadari Cemburu Padamu”. Keduanya adalah buku terbitan Proyou Media, Jogjakarta, yang saat ini juga masih menempati posisi pertama untuk buku2 langganan si saya.

Dari Buku itu saya kemudian menyadari banyak hal, mulai dari posisi saya sebagai salah satu umat muslim, mulai dari arti dakwah dan perjuangan, bagaimana kekuatan iman bisa mengalahkan kelumpuhan seperti yang terjadi pada Syekh Ahmad Yassin, atau bagaiamana saat itu dulu ingin sekali si saya bergabung dengan barisan barigade Izzudin Al Qassam. Kesadaran ini didukung oleh assisstansi dari kedua teteh tersayang saya, juga pembinaan yang saya terima di Mata, mulai dari Liqa Akhawat, DPAA, DPKD, hingga DPAL. Pembinaan dukungan lain saya dapatkan dari pembinaan kader muda Gamais, dan Gamistek.

Sejak bergabungnya saya di Mata Salman, kecintaan terhadap Negara ini mulai tumbuh dan tumbuh. Masih kuat di ingatan saya dalam simulasi DPAL di Tasikmalaya pada tahun 2006 (akhir tingkat 1 di ITB), ketika dilakukan simulasi muhasabah pre qiyamul lail sebagai I’dad untuk outbond hari itu, seorang Iin Parlina dengan gerakan reflex memanggul tas dan bermaksud pergi ke Negara tersebut.. rasa-rasanya emosi saat itu bahkan masih saya rasakan hingga sekarang, meskipun sangat saya sadari bahwa level keimanan saat ini dan saat itu cukup berbeda. (tapi efek nulis ini mudah2an minimal ningkatin lagi semangatnya lah). Kecintaan terhadap Palestina bertambah dan bertambah dengan masuknya asupan asupan materi dan video yang sering diputarkan teh Icha. Takdir Allah.. itu yang saya yakini… yang kemudian menjajarkan Palestina sebagai Negara kedua yang saya cintai setelah Indonesia.. bahkan hingga sekarang.. saya suka Belanda, saya sangat suka Jerman, saya suka Bangladesh dan Malaysia, tapi tak ada yang bisa menggantikan posisi Palestina.. tak ada..

Jadi ketika jihad qital pecah lagi di bumi Gaza di Ramadhan tahun ini, rasanya emosi-emosi yang tertanam dalam kepala dahulu meluap kembali, menghempaskan segala memori yang ada ketika pembinaan menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari dalam diri saya, meskipun saya sadari bahwa saya tak lagi saya yang dulu..

Bagi saya, Palestina menjadi sebuah sumber kekuatan di mana keimanan bisa menjelma menjadi ruhul istijabah dan militansi yang menggema dan membahana ke bumi cakrawala.. Yang saya tahu hingga kini adalah bahwa impian kematian syahid bagi para pejuang Palestina adalah sebuah semangat tak terkalahkan yang membuat mereka tegar dan menjadi bara api semangat bagi hamba2 Allah yang mampu menangkap sinyal2 semangat itu. Syahid adalah yang diinginkan oleh mereka. Tapi kata perjuangan untuk melawan tirani Negara Israel yang tetap harus dilakukan untuk menjaga kesucian bumi Allah.. Al Quds. Ah saya ingat ketika harus berlari-lari bersama akhawat dan ikhwan lainnya di Bandung, meneriakan Allahu Akbar dan meneriakan semangat-semangat perjuangan yang terinspirasi dari negeri para anbiya tersebut.. menjadi segar ingatan ini ketika saya seroang mahasiswa baru ITB yang saat itu belum lama mengenyam pendidikan di kampus, punya keberanian untuk turun ke jalan..

Sungguh mudah bagi Allah untuk memenangkan perjuangan rakyat dan tentara Palestina. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.. tapi dengan dibukanya tabir perjuangan mereka terhadap mata-mata manusia lainnya, adalah sebuah maksud yang bisa seharusnya dipahami.. lagipula,.di sana terlihat, mana yang benar2 berjuang karena Allah.. ah, si saya juga gabisa melakukan banyak hal. Hanya modal selemah2 iman yang terwujud dalam doa2.. saya tahu saya pun tidak sempurna, saya pun menyadari bahwa kondisi keimanan saya juga tidak seperti masa lalu.. saya hari ini harus lebih banyak mengandalkan kekuatan pembinaan diri sendiri.. ketika tak bisa menoleh ke sana kemari.. hanya mengandalkan ikatan hati.. tapi Palestina adalah Palestina.. dan itu cukup bagi saya untuk mengingat semuanya… saatnya kembali menegakan bahu dan mengencangkan ikat pinggang seraya tak berhenti melantunkan doa.

Advertisements

Menu saur dan buka… (pantesan orang amerika ndut ndut)

image

Menu sahur

image

Menu buka