Blog Archives

Hidup adalah garis yang dibentuk dari titik-titik posisi antara waktu dan pilihan hidup

Inevitable, isn’t it? Kenyataan bahwa pada dasarnya hidup adalah kumpulan pilihan. Sadar ga sadar, nyimak ga nyimak. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Ibarat sebuah diagram pohon yang berkembang setiap detik, terus dan terus, itulah kehidupan khas manusia. Khas dan spesifik.

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Setiap detik yang dilalui manusia, adalah waktu bagi pemiihan aktifitas-aktifitas yang kemudian membentuk sebuah profil karakter. Hal ini bisa dianalogikan dengan suatu grafik yang terdiri dari tititk-titik yang terpetakan pada absis waktu dan ordinat yang berupa pilihan hidup. Dan jika setiap manusia dipetakan ke dalam grafik tersebut, masing-masing akan membentuk sebuah profil kurva yang berbeda, mungkin pada segmen-segman tertentu ada titik-titik yang tumpang tindih satu sama lainnya, ntah itu pada absis waktu atau mungkin pada ordinat pilihan hidup. And as I mentioned before, bahwa garis profil ini inebitably dibentuk dari opsi-opsi pilihan manusia setiap detiknya.

Penjelasan lebih lanjutnya adalah misalnya, pada detik 1 si A memilih x, pada detik kedua dia memilih y, pada detik ketiga dia memilih z, dan seterusnya. Pilihan-pilihan ini, wujud konkritnya adalah Read the rest of this entry

Advertisements

Dakwah, dmana dirimu dalam diriku??

Dunia pasca kampus, di sanalah aku berada kini. sebuah dunia yang kutakuti sebelumnya, yg membuat diriku lebih memilih utk menjadi pejuang dakwah kampus dibandingkan dg terjun ke dunia profesional dan menjadi seorang pekerja atau wirausahawan. Namun memang.nasib berkata lain, kebutuhan membuatku harus dapat keluar dr zona nyaman dan membuatku harus menapaki kehidupan asing sebagai seorang yang menyandang status pegawai negeri sipil.
You know, ladang amal dakwah Jd pegawai negeri sipil teh banyak pisan, somewhow bahkan i feel it too much. Sayangnya, satu gerbang untuk menjalani aktiftas2 di dunia itu yg sama seperti dunia kampus, belum bisa kulihat gerbangnya hingga kini. Therefore, here i am indulging my self focus on dakwah fan’iyah.. optimise my ability and knowledge for society. But, well yeah, banyak juga hambatan2 yg sy rasa untuk mencapai mimpiku di sana.

Nah, speaking about dakwah.. since i have moved to Jakarta 2 years ago, i didn’t have kelompok binaan lagi kayak dulu, ga punya wajihah, ga punya asrama, ga punya mata’ salman yang selama di kampus telah memberikan pengaruh yang benar2 signifikan dalam perkembangan pemahaman islam dalam hidupku. I know,, terlalu nyebelin kalo trus aku bilang Read the rest of this entry

Bukan Resensi Film Ainun Habibi, tapi lumayan ningkatin Motivasi ^_^

Si aku.. di sela-sela pembuatan laporan REEEP bergalau ria menonton film Habibie dan Ainun yang dari CD yang dipinjam dari Laras tadi pagi.. dan akhirnya harus terisak-isak mengucurkan air mata terharu (makin malam makin galau ceritanya)

Dan mumpung mood nulisnya belum hilang, pengen banget nulis sedikit pandangan si aku yang mengagumi Pak Habibi ini..

So…

Ceritanya si aku teh tahu film nya sejak lama. Udah tamat juga baca bukunya (minjem dari temen kantor). Tapi ga punya kesempatan buat nonton. Cuma sering denger ceritanya dibahas di status fb orang2 atau obrolan orang di kantor (yang notabene kayanya hampir semuanya pengagum Pak Habibi—secara gituh BPPT). Dan ga dipungkiri nih si neng ini udah sering dengerin atau bahkan menendangkan lagu OS nya.. Dan lucunya ini nyempetin nontonnya di sela-sela hektiknya pengerjaan naskah akademik REEEP.. tapi biarlah worthwhile kok buat nyempetin nonton ini… soalnya isinya bener2 bisa nyemangatin jiwa yang terkena gejala makin ga semangat akhir-akhir ini.

Bagi penonton yang sudah pernah membaca buku sebelum filmnya tayang, pasti ngebanding2kan isi buku sama film menjadi sebuah aktifitas yang inevitable. Nah si aku juga.. Cuma karena ini teh kaya biografi, ada Read the rest of this entry

Feel The Power

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Penyayang akan hamba-hambaNya.

Pagi ini, Rabu 27 Juni 2012, kesadaranku terbangun dengan berbagai konsep yang melayang di kepala. Konsep konsep perjuangan, impian, harapan yang tiba-tiba mencuat sedemikian kuat di dalam kepala dan tampak nyata di depan mata, sedemikian nyatanya hingga kesadaranku sepenuhnya terpana dengannya.

Ada beberapa hakikat jalan hidupku yang tiba-tiba begitu kuat mencengkram kepalaku hingga aku sama sekali tak ingin membiarkannya pergi lagi. Ini yang kubutuhkan, ini yang kuinginkan, internalisasi nilai-nilai konsep kehidupan yang meretas ke dalam bentuk harapan dan impian yang benar-benar ingin kuwujudkan.

Sebenarnya, perlahan kebangkitan perasaan ini telah kurasakan sejak kurang lebih satu setengah bulan yang lalu kala satu organisasi yang sangaat berperan penting dalam hidupku menyeruak dengan kekuatannya yang luar biasa dalam sebuah komunitas alam maya. Memang hanya di dunia maya, tapi kekuatan yang kurasakan yang perlahan bangkit dalam diriku kian menguat dan menguat hari demi hari. Kekuatan yang sama yang kurasakan ketika pertama kali menginjak kampus ITB yangdiiringi dengan penguatan interaksi dengan Islam, setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan kembali. Ini kekuatan yang sangat khas yang benar-benar berbeda. Mungkin yang menyamainya adalah Read the rest of this entry

Perjalanan dan Pemandangan Kehidupan

Keluar di subuh pagi bukanlah kebiasaan baru. Masa Orientasi Siswa dan LDKS ketika SMP, maupun bershubuh ria keluar dari rumah menuju Stasiun Parungpanjang, sampai harus melaksanakan shalat shubuh di mushola stasiun adalah hal yang kualami sampai kurang lebih 2 bulan. So, pemandangan aktifitas shubuh bukanlah hal yang asing bagiku.

Tapi hari ini, aktifitas keluar shubuh memberikan kesan lain yang berbeda pada diriku. Aku keluar dari kos sekitar pukul 05.13 dan berjalan menyusuri jalan, naik busway seharga 2000 dan menunggu kereta Purwojaya dengan manis di Stasiun Gambir. Kesan perjalanan pagi ini terasa berbeda, terasa sedikit lebih dalam. Bukan hanya mengingatkan suasana jalan Essen pada pukul 07.00 pada November 2011 lalu, tapi juga membuatku terasa sedikit lebih bersemangat dari biasanya. Aktifitas pagi hari ketika sebagian orang mungkin masih terlelap tapi sebagian lainnya sudah melakukan aktifitas yang sedemikian padatnya. Hal ini memberikanku tambahan pelajaran tentang kehidupan… bahwa kehidupan yang singkat ini terlalu sayang jika dilewatkan begitu saja dengan keengganan keengganan dalam hal peningkatan kualitas diri.

Berkereta api juga bukanlah hal yang aneh lagi, tapi tetep, pengalaman berkereta api selalu berkesan meskipun itu adalah perjalanan malam yang bahkan melihat ke dalam kegelapan di luar saja aku tak bisa. Nah yang satu ini, ini pertama kalinya ke Purwokerto di pagi hari ketika sinar mentari bisa dengan jelas memantulkan pemandangan perjalanan dengan begitu jelas. Dan bagi serorang Iin Parlina yang selalu mengagumi pemandangan perjalanan sepanjang kereta api, tentulah ini hal yang istimewa, karena biasanya hanya pemandangan Bandung- Jakarta saja yang bisa kuliat dengan indah.. lagipula selain pemandangan alam yang selalu tampak memukau, pemandangan sosial yang selalu memberi efek pada pelembutan hati, karena seperti yang diketahui pada umumnya bahwa di sepanjang rel, selain bisa kita dapatkan permadani-permadani hijau yang menyejukan mata, juga terdapat slum area yang memperlihatkan betapa kumuhnya negeri kita.. miris, jika melihat kehidupan seperti itu, mengingatkanku pada lingkaran tak berujung dari siklus antara ekonomi, peningkatan kualitas SDM, kesehatan, dan sektor-sektor perikehidupan yang lainnya. Menjalani kehidupan 2 bulan berkereta setiap hari mengajarkan kerasnya kehidupan bagi sebagain besar orang. Kalo sekarang yang kunaiki adalah kereta eksekutif, tapi kalo dulu selama 2 bulan aku ikut kereta ekonomi parungpanjang-tanahabang-parungpanjang yang selalu memberikan cerita berbeda setiap hari. Wajah-wajah penuh kerja keras dan perjuangan yang menghiasi sebagian besar wajah para pengguna kereta api. Sungguh jika boleh dikatakan berkereta bergaul bersama rakyat kecil adalah fasilitas alamiah yang bisa digunakan untuk mempelajari kehidupan.

Dan di sinilah aku kini, di dalam kereta menjalani sebuah perjalanan menuju pengalaman baru yang mungkin akan mendebarkan, menuju petualangan yang baru yang mungkin akan mengesankan. Tapi apapun itu, semoga bisa menambah nilai yang ada dalam diriku, maka semoga niat ini lurus dari awal, di tengah, di akhir, dan di sepanjang perjalanan dan petualangan ini, menambah pemahaman baru terhadap pelajaran kehidupan yang sedemikian luas untuk digali, diambil hikmah, sehingga suatu ketika kala pembelajaran berakhir, aku bisa lulus dengan nilai memuaskan alias husnul khatimah,, aamiin.

Cerita Gadis Kecil dan Semangat Cita Cita

Bismillahirrahmanirrahim

Izinkanlah di sini kuceritakan sebuah kisah tentang seorang gadis kecil. Gadis kecil yang dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang yang berlimpah dalam kondisi keterbatasan yang membuatnya memiliki semangat untuk berbuat lebih dan berbuat banyak, sebagai bukti bahwa keterbatasan yang dimilikinya tak menjadi penghalang dalam upayanya mengejar cita-cita.

Gadis kecil ini hidup di lingkungan desa dengan kualitas udara yang masih sangat bersih. Dibesarkan di bawah kicauan burung  yang mengiringi riang kehidupannya, tumbuh di bawah langit biru yang berkenan menaungi wilayahnya yang subur, sehingga tak heran pertanian merupakan mata pencaharian utama di tempatnya.

Dengan kondisi yang serba terbatas, dia berhasil mengenyam pendidikan bahkan hingga SLTA dengan prestasi yang cukup terbilang bagus. Ada dorongan internal yang menggebu dalam dirinya dengan segala yang hanya dia punya, menggebrak dan membuktikan kepada dunia bahwa anak petani yang kurang berada seperti dirinya mampu mengenyam pendidikan yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan dirinya dan keluarganya. Ada kekuatan yang sangat besar dalam dirinya hingga dia bisa menaklukan semua halang rintang yang menghalanginya dari cita-citanya.

Namun sayang, ada satu kesalahan fatal yang dilakukannya yang mempengaruhi kehidupannya selanjutnya, yang membuatnya kehilangan kekuatan yang sampai tahap SLTA masih dimilikinya. Dia salah mendefinisikan cita-citanya. Apa yang salah?? Salahkah dia ingin sekedar menjadi guru? Orang yang berguna bagi bangsa dan negaranya? Mengenyam pendidikan tinggi –sebutlah Itb?? Nampaknya mungkin tidak ada yang salah, namun pada kenyataannya, kesalahannya mendefinisikan cita-cita pada tahap menjadi guru, berguna bagi bangsa dan Negara, dan mengenyam pendidikan yang tinggi adalah sesuatu yang abstrak dan tak menyimpan kekuatan yang membuatnya bahkan bisa menjadi lebih dari sekedar itu. Jika ditelusuri sebenarnya Read the rest of this entry

pilihan adalah sebuah kepastian

Manusia adalah makhluk yang diberikan Allah Swt akal untuk berpikir, berpikir untuk menentukan berbagai pilihan hidup yang mau tak mau harus ada yang dipilih, harus ada yang dijalani, baik atau buruk, yakin atau tidak, dengan segala konsekuensi yang mengiringinya… karena pilihan dalam hidup adalah sebuah kepastian,, sebuah kepastian yang akan menyusun puzzle puzzle kehidupan seorang manusia, menyusun kisah, bahkan menyusun orang-orang di sekitarnya. Ketika dia memilih jalan yang baik adalah sebuah konsekuensi kebaikan yang ada di ujung pilihan tersebut, meskipun pada prosesnya, berteguh hati pada pilihan baik ini tak mulus jalannya. Dan bahkan mungkin di awal ada dan terbersit keraguan apakah benar pilihan tersebut adalah pilihan terbaik atau tidak. Ketika berada dalam proses, juga akan terbersit apakah sanggup atau tidak menjalani semua konsekuensinya ataukah ketika di ujung mungkin timbul kekecewaan ketika melihat hasil yang diinginkan tak kunjung datang. Manusia harus memilih, karena manusia tidak memiliki pengetahuan masa datang yang akan menghampirinya. Dengan memilih, maka paling tidak dengan akal yang dimilikinya, manusia akan memiliki gambaran bagaimana kehidupan yang harus dijalaninya, dan bagaimana akhir kehidupan tersebut.

Katakanlah ketika memilih sekolah, memilih jurusan ketika mau kuliah, memilih teman, memilih mata kuliah, memilih unit kampus mana yang akan dimasuki, lebih luasnya adalah ketika memilih jalan hidup, memilih komunitas pembinaan, memilih pekerjaan, dan bahkan memilih jodoh. Rangkaian-rangkaian pilihan ini yang akan menguntai kisah hidup manusia beserta apa yang dijalaninya.

Banyak analogi yang bisa diambil untuk mengungkapkan kompleksitas pemilihan sebuah keputusan. Misalnya saja analogi perjalanan yang kudapatkan selama perenungan ketika aku pulang dari Cipanas menuju ke Jakarta pada tanggal 24 Jan kemarin. Berdasarkan pertimbangan kemacetan, jarak tempuh, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melangsungkan perjalanan dari Cipanas menuju Jakarta, akhirnya aku keluar bertekad untuk menggunakan moda transportasi bus, dengan pertimbangan terbaik bahwa ini adalah pilihan terbaik, meskipun moda transportasi kereta api juga menawarkan sisi-sisi kebaikan yang tak kalah baik. Namun ketika sampai di jalan untuk menunggu bis, seketika pilihan moda bus berganti dengan pilihan moda kereta api yang nampaknya lebih menjanjikan perjalanan dengan kondisi paling optimum. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika menggunakan moda transportasi bus, kok rasa rasanya lebih cepat menggunakan kereta api yaa.. begitulah pikirku. Masuklah aku ke dalam mobil kol putih yang mengantarkan aku sampai ke Terminal Baranangsiang untuk kemudian kusambung dengan kereta api menuju Jakarta.

Di dalam perjalanan, dengan kelemahan penggunaan mobil kol, ganjalan demi ganjalan menghampiriku, melihat kondisi mobil kol yang ngetem dan akhirnya dilewat oleh bus Cianjur-Kp Rambutan. Rasanya gemeretak hati ini, ada sedikit Read the rest of this entry

Kehidupan dan Kematian-Kajian shubuh Baitul Ihsan 1 Jan 2012

Kajian Shubuh bersama  Ustadz Fuad Muhsin pada acara mabit bersama Daarut Tauhid Jakarta, Masjid Baitul Ihsan 1 Januari 2012.

Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 28 yang memiliki arti sebagai berikut “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

Ayat tersebut menyatakan bahwa manusia mengalami 2 kali kematian dan 2 kali kehidupan. Fase kematian pertama adalah proses menjelang pembuahan sampai zigot kita berumur 120 hari. Fase kehidupan pertama adalah ketika kita setelah berada dalam kandungan selama 4 bulan sampai dengan fase kematian kedua yakni kematian yang akan kita alami setelah jatah usia kita di dunia ini berakhir.

Allah menetapkan beberapa ketetapan untuk fase kehidupan pertama setiap manusia di antaranya adalah jatah umur hidup di dunia, kematian, rizki, dan jodoh. Rahasia kematian mencakup tiga hal yakni: waktu, cara, dan tempat. Hal ini dirahasiakan dengan tujuan salah satunya adalah supaya manusia melakukan yang terbaik untuk kehidupan dan kematiannya.

Rasulullah mengingat kematian (seperti yang disampaikan dalam kitab Riyadus Shalihin) sebanyak 104 kali sehari. Kita????? Berapa kali????

Manusia dalam menjalani fase2 kehidupan dan kematian ini akan mengalam 5 alam yaitu alam ruh dan alam rahim (yang udah kita lewati), alam dunia (yang sedang kita alami sampai habis  masa usia kita) , alam barzah, dan alam akhirat.

Alam akhirat memiliki satuan ukuran waktu yang sama sekali berbeda dengan masa alam dunia. Dalam QS AL Hajj ayat 47 Allah menyampaikan bahwa 1 hari di akhirat adalah 1000 tahun di dunia. Dengan demikian bisa dikalkulasikan bahwa 1 jam di akhirat adalah 41,67 tahun di dunia.  Usia manusia yang rata2 memiliki angka harapan hidup 63 tahun di dunia berdasarkan perhitungan ini ternyata hanya menghabiskan 1,5 jam di akhirat. Namun 1,5 jam versi akhirat (62,5 tahun versi dunia) ini yang menentukan nasib kehidupan di akhirat yang lamanyaaaaaaaaaaaa bukan maiiiin..

Jadi jangan sekali kali mennyiakan kehidupan dunia uni dengan sesuatu yang kecil dan tak berguna karena sungguh waktu 1,5 jam ini terlalu sayang untuk disiakan begitu saja. SANGAT TERLALU BERHARGA!!!! So change yourself to be better

Dzikrul Maut…

Kau tidak akan pernah tahu kapan maut akan menjemputmu, sampai dia datang, kau hanya akan melihat kematian itu menimpa orang lain, dan bukan dirimu, sampai waktu itu datang, kau hanya bisa melihat bentuknya pada orang lain bukan pada dirimu, ntah itu berupa kecelakaan, penyakit atau apapun itu. Kau tidak pernah sadar sepenuhnya bahwa kematian senantiasa dekat denganmu, karena jika kau sadar, maka sebenarnya tidak akan ada lagi bentuk-bentuk penyia-nyiaan waktu yang terjadi, karena jika kau percaya sepenuhnya tentang kematian, maka tidak akan ada lagi bentuk keterabaian dari kegiatan berbekal. Astagfirullah… betapa dangkal ternyata keimananmu…

Karena jika kita tahu waktu kematian kita, secara otomatis sebuah sistem kesadaran kita akan berhimpun membentuk sebuah rasa takut dan was-was hingga akhirnya waktu yang tersisa akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Atau jika kita pun tahu waktu kematian orang-orang dekat kita, maka bisa jadi kesadaran kita  akan membuat kita berkeinginan untuk melakukan yang terbaik untuknya.

Hati ini tergetar dan bahkan sekujur tubuh merinding ketika mendengar kabar seorang karyawati kantor yang sangat baik hati, lembut, dan baik perangainya wafat pada hari di mana hari sebelumnya aku masih bersua dengannya, masih melihat keteduhan wajahnya. Tidak terlintas sama sekali bahwa besok beliau akan pergi, dijemput maut menghadap Allah sang pencipta. Padahal pemikiran kematian harusnya senantiasa berada dalam pikiran kita karena bisa jadi hal seperti itu akan menimpa kita. Agak merinding, karena seanjang hari aku terbayang wajahnya, setengah tidak percaya, bahwa Read the rest of this entry