renungan setengah mata terbuka

Gelap berlalu dalam dekapan alam bawah sadar
dalam mata yang setengah terbuka dengan pikiran yang menerawang ke mana-mana
mencoba menyelami gambaran besar kehidupan yang dilalui dalam sekejap mata
setiap peristiwa yang mengejawantah menjadi suatu nyata di depan mata
dalam renungan yang berbaur antara nyata dan maya, harap dan asa, impian dan kenyataan
 
saat itu, hanya senandung senandung lagu yang mengusik telinga
sehingga sadarku terusik untuk sejenak berpikir
nyanyian nyanyian cinta itu
ada yang muncul dari suasana suasana dan inspirasi jiwa
bagi sosok sosok yang merindukan kebahagiaan sejati
bagi jiwa jiwa yang menantikan masa suka cita yang membahana
sebuah kehidupan yang menjadi impian setiap insan
 
saat itu hanya melodi melodi hati jiwa jiwa yang mengembara
mendefinisikan kebahagiaan sejatinya masing-masing
meski mungkin beberapa ada yang menunjukan hasil
dan sebagian tidak
tapi terusiknya jiwa untuk sejenak mendengar
tak urung, aku pun terbawa dan tertegun
betapa rapuh hati manusia
termasuk diriku
 
dalam harap yang juga mengejawantah menjadi pencarian pencarian
dalam asa yang menerawang mencari teluk berlabuh
namun tersadar akan jauhnya kesempurnaan
akan jauhnya kelayakan
akan jauhnya parameter parameter kebaikan
dengan jiwa yang masih bergejolak
sekaligus rapuh pada saat yang sama
dalam ketidakberdayaan akan segala kemungkinan godaan yang ada
bertahan dalam kerapuhan jiwa yang begitu lemah
yang hanya berpegang pada segenggam keyakinan
akan jaminan kebaikan yang terpapar sedemikian gamblang
yang dijanjikan Sang Pemilik Kehidupan
 
wahai segenggam rasa dalam jiwa
yang dipertahankan berdiam di tempatnya sampai waktunya tiba
aku harapkan kekuatan setegar gunung
ketegaran sekuat badai
yang mampu menghadirkan jenak jenak keheningan
dalam setiap keramaian yang menggetarkan
yang mampu mempertahankan kesucian
dari setiap serakan serakan kotoran
 
wahai seonggok nyawa yang dahaga
semoga kau mampu bersinar di tengah kegelapan
dalam balutan celah harapan
yang kau sampaikan ke langit
di mana gemintang harapan berkilau keemasan
semoga kau sanggup menjulurkan
ketegaran tak terkalahkan
yang mampu mendobrak kekawatiran kekawatiran tak beralasan
yang mampu merasakan kehalusan dalam butiran hikmah setiap jiwa kehidupan
yang justru mampu memberikan sinar harapan bagi sekitar
 
argh.. terlalu idealkah?
Impianku tak terlalu muluk sebenarnya
hanya mungkin jiwa ini yang masih butuh renovasi besar besaran
atau aku tak bisa membayangkan keindahan dari sebuah penantian
akan terwujudnya satu per satu impian itu
yang kunantikan sepanjang hidupku..
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: