Blog Archives

Crowded bandung

image

I reckon that bandung is more similar to jakarta nowadays. It is crowded, troubled with flood, traffic congestion, and a wide gap between poor and rich people. Luckily, the temperature and the cloud is still comfortable enough compared to condition in jakarta….. Argh..

Advertisements

Heated Forum Today

Rabu, 23 Januari 2013 ketika warga TPSA dikumpulkan di dalam ruangan Komisi Utama untuk sosialisasi kepindahan kantor ke Serpong (apapun itu bahasanya, pindah ya tetep pindah), ya.. Bapak Bapak di depan itu terkadang terlalu berpanjang lebar membahasakan kepindahan ke Serpong dengan bahasa “BPPT tetap di Thamrin, kegiatan kerekayasaan yang dipindahkan ke Serpong” atau dengan “pemanfaatan fasilitas kerekayasaan laboratorium Serpong”. Namun nampaknya warga BPPT sudah terlalu jelas melihat ini dengan kata “pindah” dan tak ada bahasa lebih jelas dan singkat dari pada itu. Hanya sedikit menyesalkan kehalusan yang mereka berikan tapi tanpa memberikan substansi yang jauh lebih dinantikan oleh beribu warga BPPT “mengapa BPPT harus pindah” atau “filosofi apa yang menjadi alasan kepindahan BPPT sementara Pak Habibie membangun BPPT dengen jerih payah?” dan kalimat kalimat pilu yang lain seperti “tak cukupkah IPTN yang dipreteli sampai habis? Apakan kemudian karya anak bangsa yang berwujud BPPT juga harus mengalami hal yang sama?”

Mengingat konsep yang mendekam di kepala dua pekan terakhir ini tentang musibah dan anugerah. Allah satu satunya Yang Maha Mengetahui apakah kepindahan BPPT ini adalah musibah atau anugerah. Bisa jadi kehidupan di Serpong jauh lebih baik, atau apa yang terjadi di Jakarta sudah tidak sesuai dengan khazanah teknologi yang ingin dikembangkan bangsa? Misal salah satu alasan penghambat, banjir misalnya. Yang ada di kepala beratus  atau bahkan beribu orang BPPT yang memiliki impian besar dalam kebangkitan bangsa di bidang teknologi ini adalah alasan logika yang mampu diterima oleh akal mereka. Lalu konsep tentang arkanul bai’ah tentang ilmu, tsiqah, dan taat juga mampir di kepala. Memang bisa jadi tak harus logika, selama menggantungkan segala sesuatu kepada Allah semata. Dan bagiku, konsep keseimbangan antara ilmu, taat, tsiqah, husnudzan kepada Allah yang dipadu dengan jiwa kritis dan futuristik  mungkin yang saat ini yang dibutuhkan oleh setiap orang di sini, termasuk saya.

Bukan apa-apa. Memang wacana kepindahan ini memang menjadi aura negative tersendiri yang bisa dirasakan di berbagai lokasi di BPPT thamrin. Mulai dari belakang tempat kerja (belakang meja kerja:red), di mana orang2 sibuk dan sengit mendiskusikan ketidaksiapan Gedung Geostech yang berdiri megah di klaster 4 puspitek serpong dalam mengakomodasi aktifitas kerekayasaan yang selama ini di Thamrin pun berjalan cukup tersendat, bahkan di lift dan kantin di mana orang-orang membicarakan masalah koordinasi dengan stakeholder kementerian, lembaga dan swasta yang tidak diyakini akan berjalan selancar di Thamrin jika seandainya BPPT pindah ke Serpong. Atau permasalahan bis jemputan yang juga belum Nampak tanda tanda respon dari pihak terkait. Mau gam au kepala saya pun secara otomatis, mempertanyakan “memang alasan paling filosofis BPPT pindah apa?” apalagi
Read the rest of this entry

Banjir Sarinah

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Banjir Thamrin Jakarta

Inilah gambar2 yang berhasil  kuabadikan ketika banjir yang menimpa jakarta pada hari kamis tanggal 17 Januari 2013 kemarin.

image

image

image

image

image

Ini adalah kali pertama dalam hidupku untuk menyaksikan berbagai pemandangan memilukan sembari diriku sendiri juga harus menerjang banjir sepaha.

image

And as you know, air banjir itu kan campuran air hujan dan air selokan yang kadang mengalir maupun tergenang.
Huffft ngeri bayangin. Karena di daerah Kosan sekitar kampung bali, banyak bertebaran feses kucing….
Akhirnya setelah sampai ke kantor pun. Dengan basah kuyup,  aku mengambil posisi. Ga nyaman, sungguh!!! Basah kuyup dengan perasaan gamang. Mau ga mau harus pulang ganti. Tapi ternyata oh ternyata listrik pun mati. Cuma ada genset yang ntah yang bertahan sampai kapan yang hanya menunjang penerangan dan lift. Akhirnya setelah 1 jam di kantor menonton suasana di bawah dari lantai 19, aku pulang.

Musibah atau Anugerah? Manusia Tidak Tahu Apa apa

Musibah atau anugerah? sebenarnya topik ini sudah lama menggantung di kepala. Masih menunggu waktu yang tepat rupanya untuk disalurkan. Dan hari ini saat ini, ketika perenungan sudah mencapai kasus kasus yang cukup banyak untuk dituangkan, maka di sela sela kesibukan mengerjakan proposal ICCTF aku coba tuk menggali isi benak ini.. Materi ini memang cukup menggelitik. Terbukti ketika aku pulang ke Bandung untuk mengikuti usroh, pemateri kultum bada shubuh (anak plano kalo ga salah) mencoba mengungkapkan ceritanya tentang ini dan ternyata sahabat baik saya Nden sangat menaruh attensi yang cukup signifikan terhadap isu itu sampai sampai, sorenya di lab Bu Ami, kita bahas ampe ga tuntas hahaha.

Musibah atau anugerah…Manusia tak tahu apa apa.. dan Allah Yang Maha Pintar dan Maha Tahu segalanya lah yang memiliki jawaban atas semua Tanya dan peristiwa yang ada.

Image

Ingat cerita asli yang menjadi kisah ilustrasi dari materi ini? Tentang kuda liar yang masuk ke wilayah seorang guru, ketika anak sang guru jatuh dari kuda itu, dan ketika kejatuhan sang anak guru mencegahnya dari berangkat perang.

Kalau dianalogikan dengan peristiwa yang terjadi akhir2 ini baik dalam diri kita maupun sekitar kita, missal isu terpilihnya Pak Jokowi jadi Gub DKI, Roy Suryo jadi Menpora, banjir Jakarta, penggusuran pedagang di sekitar kawasan kereta api, longsor, dan lain sebagainya… saya pikir Read the rest of this entry

Padatnya Jakarta

image

Hari ini kala tugas kantor menyapa, membuatku harus melangkahkan kaki ke gedung Bppt tercinta. Akhirnya sampailah aku di sini, di ruang rapat menyaksikan pemandangan kampung bali di belakang Bppt yang telah menjadi tempat tinggalku selama satu setengah tahun ini. Iseng nunggu rapat, aku potret pemandangan kampung padat itu. Bener2 yaaaaa. Padat pisan. Aku jadi kepikiran undang2 dan pergub RTRW yang digagas pemda Dki.

image

Aku tahu aku pun tak punya kontribusi apa apa untuk sekedar memberikan solusi untuk masalah ini. Tapi ya.. Berharap one day i would do significant things that diminish the problems…….

Ke PRJ

Pada tanggal 11 Juli 2012, ketika warga Jakarta sedang melaksanakan PILKADA, karena kantor diliburkan akhirnya maen maen ke PRJ. Finally, after more than 1 year i live here, i can visit this special event. just catch some phenomenon in my smartphone, so i just uploaded it here hehehe.

dan yang paling aku sukai adalah hall yang menampilkan aneka daerah di seluruh Indonesia. i feel like i visit whole of the province in Indonesia. i can see the traditional craft that were shown there. i just bought souvenir from Lebak District, Solo, and hmm i forget one more hehehe..

and surprise, Cinajur, my hometown also shown their booth ^__^. i just feel enthusiasm when i talked to the booth-keeper, hehehehe.. i miss cianjur ^__^

MY BPPT

my BPPT

My Jekardah

Oleh-oleh “Breathe Easy, Jakarta!!” dari Balai kota Jakarta ^_^

Resume Materi Launching Pengembangan Stakeholder Group untuk program “Breathe Easy, Jakarta!!”

Balai kota Jakarta, 25 Juli 2011

Program “Breathe Easy, Jakarta!!” adalah program yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan United States-Environmental Protection Agency (US-EPA) untuk mewujudkan kualitas udara yang lebih baik di DKI-Jakarta. Program ini bertujuan untuk mengetahui masalah polusi udara di Jakarta dan mengembangkan startegi efektif untuk memperbaikinya. EPA dan Pemprov DKI akan menyediakan bantuan teknis dan pelatihan untuk mengembangkan pemantauan kualitas udara dan pendataan emisi.

Secara garis besar, program ini terdiri dari dua tahap besar yakni pemahaman dasar dan pengetahuan mengenai polusi udara dan penggunaan hasil pemahaman untuk aplikasi penanggulangan polusi udara Jakarta. masing-masing tahap dibagi lagi menjadi tahapan yang lebih kecil.

Salah satu langkah pertama dalam menjalankan program Breathe Easy Jakarta yaitu membentuk kelompok kerja dari pihak-pihak yang terkait untuk menentukan prioritas utama dan mengembangkan strategi. Pihak terkait yang akan dilibatkan yaitu para pejabat pemerintah, ahli teknis, lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan masyarakat. Sebenarnya program ini juga perlu melibatkan daerah terdekat Jakarta, misalnya Tanggerang dan Depok, berhubung polusi industri dari wilayah berdekatan juga turut mempengaruhi kualitas udara Jakarta.

Stakeholder group meeting merumuskan program dan langkah yang akan ditempuh guna menurunkan polusi udara di Indonesia dan menciptakan udara bersih di Jakarta. Terdapat lima agenda, yakni partisipasi dan komitmen stakeholder, pelatihan dan evaluasi persediaan emisi, pemantauan kualitas udara dan pengembangan quality modeling, serta pelatihan penilaian manfaat kesehatan. Semua agenda tersebut direncanakan akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun.

Pelibatan stakeholder sangat diperlukan berkaitan dengan kenyataan bahwa kegiatan pengendalian pencemaran udara sangat dipengaruhi oleh banyak sektor, misalnya transportasi terutama transportasi darat, kualitas bahan bakar minyak yang digunakan oleh kendaraan, sector industri yang menyumbang gas buang ke udara, sampah kota, dan masih banyak yang lainnya. Oleh karena itu metode pelibatan stakeholder ini akan berbentuk kelompok diskusi yang nantinya akan merusmuskan beberapa hal termasuk di antaranya analisis penyebab pencemaran udara, sampai solusi atau bahkan rekomendasi kebijakan yang semuanya dianalisis dari berbagai sudut pandang yang diwakili oleh masing-masing stakeholder. Namun sebelumnya perlu ditetapkan stakeholder mana saja yang akan dilibatkan secara penuh.

Adapun bentuk program “Breathe Easy, Jakarta!!” ini terdiri dari:

  1. Peningkatan partisipasi stakeholder dalam peningkatan kualitas udara. Aktifitas ini diharapkan akan menjadi counterpart bagi Pemprov DKI Jakarta dan nantinya diharapkan akan memicu dukungan masyarakat luas untuk menyukseskan program.
  2. Pemantauan kualitas udara dengan data processing dan analisis serta penyajian informasi untuk public merujuk pada system real time.
  3. Emission Inventory yang bertujuan untuk menginventarisir dan mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran udara sehingga bisa ditentukan langkah-langkah tepat untuk mengatasinya.
  4. Air Quality Modeling yang bertujuan untuk membuat model yang mampu menggambarkan keadaan sebelum dan setelah kebijakan pengelolaan kualitas udara di Jakarta ditetapkan.
  5. Health Benefits Assesment, dalam rangka menarik investor dan mempengaruhi komitmen politik untuk mengendalikan pencemaran udara sebuah kota.
  6. Pengembangan strategi Pengendalian Pencemaran Udara  yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pengambil kebijakan dengan memanfaatkan langkah-langkah sebelumnya (Emission Inventory, Air Quality Modeling, Health Benefits Assesment) guna menetapkan penurunan emisi melaluia beberapa skenario pengendalian pencemaran udara.