Summary perjalanan beasiswa saya di English for All

Beberapa hari yang lalu si saya dikejutkan dengan postingan di laskar scholastic salman yang memposting screenshot tentang adanya artikel dari website “English for all” yang berisi resume perjalanan pencarian beasiswa saya dari tahun 2011. Langsung nyari artikel yang bersangkutan di google dan ketemu. Someone from that website obviously wrote my summary very well. Itu kayanya diresume dari beberapa postingan yang pernah saya buat.

Beberapa saat kemudian, junior saya di ITB ngetag nama saya di FB. Artikel yang sama yang dipost oleh website facebook yang sama, dan di sini malah sampe pake foto saya yang di puterajaya Malaysia.

Si saya gatau gmana sang PIC website tersebut pertama kali sampe ke blog saya, tapi yang jelas beliau meresume postingan saya tentang perjalanan saya itu dengan cukup apik. Suka bacanya, dan beliau did put the credit yaitu blog saya sebagai sumber. Sayangnya saya ga diinfokan sama sekali bahwa kisah saya akan dibuat resume seperti itu.

Si saya ga keberatan sepenuhnya. Lagipula ketika kisah si saya bisa menginspirasi banyak orang, saya bersyukur Alhamdulillah,. But it will be nicer if the PIC of that article notified me first.

Here is the link in website: https://englishforall.id/blogs/index.php/2016/12/08/iin-parlina-gagal-beasiswa-australia-2011-lolos-fulbright-scholarship-2014-ke-amerika/

and here is in the facebookpage: https://www.facebook.com/englishforall.id/posts/1208914882510053

Enjoy the reading anyway ^____^

Perjalanan Masih Panjang

Rasanya seperti mimpi. Sama kaya fakta bahwa saya juga sudah punya si a ganteng yang jadi prioritas hidup di saya. Semuanya terasa mimpi. Suka nanya sama diri sendiri apakah benar ada dedebayi di dalam rahim si saya sekarang atau benarkan tespak tespak kemarin. Rasa pegel, lemes dan ngerasa ada sesuatu di perut memang continuously terasa. Ga sampe muntah-muntah sih hihi…

Sebenarnya dari bulan lalu dan sebelum2nya juga udah banyak banget baca, mulai dari dos and donts ibu hamil, pantangan2, bagaimana perkembangan bayi dll. dan ketika Allah mengabulkan hasil tes2 saya positif, rasanya langsung asa teu puguh hihi. Well, satu yang ada di kepala saat baca2 pantangan teh adalah pantangan Bumil meni banyak pisaaan… seriusan banyak sampe saya biasanya ga jauh2 dari hape ketika mau makan. Misalnya kalo makan di luar ataupun di rumah cek dulu apakah si makanan berbahaya atau ngga wkwkkw… pas rabu kemarin makan di Soto Ikan Serang, ceklah itu ikan apakah gurame aman, apakah cumi aman. Pas di rumah mamah mertua, ngecek apakah sukun itu aman dan seterusnya. Lebay mungkin, tapi I am trying my best to keep my calon baby safe.

Dan dari bacaan2 yang sudah mampir di kepala, muncul juga banyak kekawatiran yang ada, misalya yang early yang in kawatirkan adalah soal status kehamilan si saya. Mudah2an mah normal dan sehat dedenya di dalam sana, nempel di lokasi yang tepat dan berkembang sesuai dengan yang seharusnya. Karena kayak di rumah mamah, yang in kawatirkan itu adalah banyaknya kucing yang berkeliaran, kalo kontrakan di batan yang saya kawatirkan adalah air yang digunakan yang berasal dari sumur yang katanya air sumur  batan banyak yang tercemar timbal.

Belum lewat masa trimester pertama, selain kawatir sama hal2 di atas, juga kawatir soal makanan.. udah kawatir juga uifd, placenta previa, sesar. Ini memang si saya nya harus ngontrol kekawatiran2 ini dengan baik. Ntar malah setres. Well yes perjalanan masih panjang dan si saya harus terus berdoa dan berusaha..

Allah SWT adalah sebaik-baiknya penjaga

2017, a year full of hopes

Inget tahun lalu, si saya serius bikin mind map tentang capaian apa yang mau saya raih di 2016. Meskipun ternyata di akhir ga semua tercapai, at least my two biggest dreams were granted at that time. Now, since babak kehidupan saya yang baru dimulai bersamanya dalam suka dan duka, tentu harapan di tahun 2017 ini adalah tahun yang full of kebahagiaan dan kebarakahan.

Yang paling pertama yang sekarang lagi muncul terus adalah keinginan punya dede. Siapa atuh yang ga pengen punya momongan penyejuk mata dan ladang amal di masa depan sebagai jaminan salah satu amalan yang tidak akan terputus kalo seandainya kita bisa menghasilkan anak shalih/ah. Tapi tentu again tantangannya g akan sesimple yang dibayangkan kalo emang belum pernah ngerasain mah. Si saya udah mulai banyak baca2 tapi tetep we kayanya ga habis2 bahan bacaannya. Pantangan makanan yang ternyata banyak, dan keriwehan yang mungkin belum bisa dibayangkan sekarang. Tapi meskipun begitu, tetep kepengen hihi..

Dan di awal tahun ini 1 januari, jadwal period saya dateng. Udah ngerasa badan agak2 beda sebelumnya dan ngarep supaya ga dating bulan karena mengandung, dan siangnya ngeflek, lemes tapi pasrah. Da yang namanya anak mah amanah kata a imam juga. Semuanya hak Allah sepenuhnya.

Tapi ternyata ngefleknya Cuma sampe malam, dan itu pun sedikit. Ragu2 mau shalat, tapi akhirnya menunggu sampe besok dengan pertimbangan memang itu waktunya period si saya datang. Keesokan harinya, sama sekali ga datang. Si saya berharap lagi bahwa itu adalah tanda bahwa saya mengalami implantation bleeding (meskipun waktunya ga match). Tapi karena itu juga akhirnya memutuskan pengen nyoba test aja.

Si saya nyoba test tadi pagi jam 3 pagi. Gemetaran dan dua garis itu muncul, meskipun yang satunya samar. Laporan kepada misua ketika sarapan, dan lucu melihat terjadinya perubahan raut wajahnya. Meskipun lagi celong karena sakit, si saya tahu kalo dia ga bisa nyembunyiin bahagianya. Tapi to make sure statistically and medically, suami menyarankan melakukan test lagi dengan test pack yang lebih baik kualitasnya, setelah itu baru ke dokter. jadi belum pede bilang hamil kalo belum nyoba test lagi hehhehe… (emang harusnya juga ga berhenti berdoa toh)

20170104_045951.jpg

Ini adalah satu dari hopes yang saya punya. Hope yang lainnya adalah kesempatan buat si saya nemenin suami menjalani masa pendidikannya di Inggris yang akan direncanakan dimulai pada bulan April. Ini yang juga bikin deg2an karena itu artinya si saya juga harus nyari sekolah dan beasiswa S3, atau memang berhenti dr BPPT dengan konsekuensi ikatan dinas. Tapi da berserah ma Allah aja, karena apa sih yang ga mungkin kalo semuanya sudah ditakdirkan?

 

Semangat dan selamat menjalani 2017 yang penuh harapan, iin saying…

2016 in a summary

Happiness and Hope might be the best words to describe what happened to me during 2016. Alhamdulillah, Allah SWT blessed me with two of my biggest dreams I have. S2 and estree hahahha… This year, I have been going through some wonderful moments, with a rollercoaster feeling.. up and down, worry and hope, happy and sad.. but overall it is a wonderful journey I have and I hope 2017 will be filled by happiness too.

Januari 2016: Awal tahun heboh nyiapin annual report buat professor, ngeh kalo ternyata ada data yang salah dan harus diulang pengukurannya. Di bulan ini juga dapat anugerah tawaran lanjut S3 di WASU di bawah bimbingan professor, tapi juga kemudian di bulan ini pula Ummi bilang kalo beliau beneran pengen liat iin nikah sebelum S3.. yang akhirnya membawa si saya pada niat serius buat nyari jodoh beneran. Tanggal 23 Januari, masukin proposal taaruf kepada seorang teman baik. Dan takdir Allah, akhir Januari (31 Januari), ada nama seorang ikhwan yang muncul di proposal taaruf balasan yang tampak sangat meyakinkan hahaha,,..

Februari 2016: pontang panting ngerjain riset tugas akhir, diiringi ademnya salju yang turun di kota Pullman. Dan dag dig dug karena proses taaruf si saya dimulai secara resmi dalam bentuk online. Tidak ada tatap muka, hanya Tanya jawab yang prosesnya ternyata agak lama. Di bulan ini juga Profesor meminta si saya menyiapkan sidang kelulusan..si saya adalah student S2 pertama di bawah bimbingannya yang sudah diminta nyiapin siding hihi… itu artinya kata Allan kalo Prof suka hasil riset dan progress akademik saya so far.

Maret 2016: Udah mulai ngontak-ngontak committee member. Taaruf juga is on progress.. but bikin bingung sang fasilitator, karena well,, di dalam proses taaruf kami sampai ada proses attaching paper2 wkwkkwkw…. (trus kata si fasilitator: “emangnya mau seminar atau apply kerjaan? Wkkwkwk”)

April 2016: si saya sidang. Dan Alhamdulillah lulus. Tepatnya tanggal 11 April, si saya sah dapat gelar Master of Science (M.S.) dari Washington State University..alhamdulillah… sementara taaruf, still on going.. but I was so excited that I finish my study on time that I can go home earlier to see him in the reality.

Mei 2016: Wisuda Musim Semi 2016 dilaksanakan pada tanggal 7 mei 2016. Asyik banget bisa foto2 pake baju toga di bawah bunga sakura. 3 hari setelahnya langsung packing, semangat 45 mau pulang ke Indonesia hihi. Happiness that filled up my heart that I would be going home didn’t erase my sad feeling to leave Pullman, the most wonderful city in the US that I have in my deepest of heart.

Juni 2016:di Indonesia lagi kangen2an sama keluarga dan juga menjalani ibadah puasa ramadhan. 9 Juni , Alula Farzana Ayunindia,, lahir puteri pertama dari adik si saya, IIS. She is such a happiness for my whole family. Ngedampingin iis mulai masuk rumah sakit sampe Alula dilahirkan dan diinkubasi. Di bulan ini juga akhirnya ketemu beliau setelah 9 tahun lamanya tidak bertemu. Well,, jadi nostalgia di kampus, karena tempat yang beliau pilih untuk taaruf nazhar (tatap muka) adalah masjid Bahrul ulum puspitek serpong yang memang desainnya mirip banget dengan masjid salman ITB. Wajar mirip karena ternyata arsiteknya sama.

Juli 2016: lebaran iedul fitri dan persiapan masuk kantor (deuh yang ini nih yang bikin males wkkwkw). Taaruf berlanjut dan 26 Juli untuk pertama kalinya seorang ikhwan kenalan si saya datang ke rumah orang tua. Hihi… mengenang satu demi satu pertanyaan2 yang diajukan keluarga kepada beliau dan bagaimana tanggapan beliau sampe sekarang masih suka bikin senyum sendiri.

Agustus 2016: Kembali ke BPPT.. dapet kerjaan2 yang sebenarnya kurang sesuai dengan minat dan background tapi ya da kumaha deui. 17 Agustus 2016, ke Cilegon untuk bertemu keluarga beliau.. SERU ABIS.. hihihi..

September 2016: lamaran dan nikah ^_________________^ (yang ini kayanya udah banyak dibahas di postingan sebelumnya)

Oktober 2016: menjalani masa adaptasi dan sekaligus periode bulan madu dalam kehidupan rumah tangga kami. Dating di IKEA, beli2 peralatan rumah tangga

November 2016: masih seru2an hahaha..

Desember 2016: there are some changes I observed, but it is not something bad. Si saya menyadari bahwa proses pernikahan kami yang tidak melalui proses pacaran membuat kami saling mengenal kebiasaan dan karakter dengan sempurna terus menerus. 3 bulan bukan waktu yang cukup.. si sy masih banyak dapet kejutan2 menyenangkan dari kehidupan kami ^___^

Well, setahun teh kayak mimpi ya,… berlalu terasa begitu cepat meninggalkan memori-memori yang akan menjadi puzzle diri..

Semoga 2017 akan semakin menyenangkaaan….

Izin Suami dan Kebebasan Wanita Muslimah

Berbicara tentang muslimah, ada banyak sekali rujukan yang terdapat dalam Al Quran dan hadits yang seharusnya menjadi panduan dalam langkah-langkah indah seorang wanita muslimah dalam menjalani setiap aktifitasnya di dunia untuk mendapatkan ridha Allah. Perubahan status ridho Allah yang semula dinisbatkan pada kedua orang tua akan berubah ketika sang muslimah menikah. Ridho suami adalah segalanya bagi seorang wanita dengan status istri. Mengapa itu menjadi sedemikian penting? Mengapa surga nerakanya seorang wanita muslimah kemudian harus ditentukan oleh seorang ikhwan yang kemudian menjadi suaminya? Mari coba simak hadits-hadits berikut.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

Mengapa seorang istri shalihah dapat memasuki surga dari pintu mana saja seperti disebutkan pada hadits pertama? Melihat pahalanya yang sedemikain besar, bisakah kita lihat bahwa tersimpan fakta yang secara jelas bahwa menjadi seorang  istri shalihah yang status ketaatannya terhadap suami terlihat setara dengan ibadah-ibadah utama sepert shaum, puasa dan menjaga kemaluan.

Namun pada dua hadits berikutnya disebutkan hal yang berkebalikan, bahwa kufurnya seorang istri terhadap suaminya bisa membawanya kepada neraka, yang menjadi penyebab mengapa mayoritas penghuni neraka adalah wanita.

Artinya, menyandang status sebagai istri shalihah memang  tidak gampang dan penuh dengan tantangan. Tapi sekali ridha dari suami diperoleh, berdasarkan hadist-hadits tersebut, maka paling tidak satu syarat masuk surga bisa berhasil dikantongi bukan?

 Allah ber Firman, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)

Oleh karena itulah kemudian, menjadi penting untuk mengetahui sesuai dengan kaidah syariat Islam bagaimana mendapatkan ridho suami. Daaaan ternyata, sama halnya sebuah hukum jatuh untuk seorang wanita yang kebanyakan orang melihatnya sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan wanita, ketaatan suami pada berbagai aspek juga (jika tidak diresapi lebih dalam) juga akan memberikan kesan bahwa Islam tidak mengindahkan status dan kedudukan seorang wanita. Sekilas bagaimana tidak, karena ketika seorang wanita telah berubah status menjadi seorang istri, bahkan untuk melaksanakan ibadah puasa, shalat berjamaah di masjid, mengunjungi orang tua sendir, dan juga sedekah, semuanya harus berdasarkan izin suaminya. Lalu apakah kemudian ini menjadi pembatas kebebasan seorang wanita yang sudah menikah? Sebatas mana sebenarnya pergerakan seorang istri? Ke masjid untuk shalat berjamaah? Puasa sunnah? Teman-teman mungkin pernah dengar bahwa untuk hal-hal ibadah demikian pun izin suami harus dikantongi sang istri. Mari sekali lagi menyimak rujukan sebagai berikut ini: Read the rest of this entry

Iedul Adha di Pullman, Washington

Bagi masyarakat Indonesia dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, hari raya Islam yang paling besar adalah hari raya Iedul Fitri. Ada cuti bersama, ada kegiatan mudik, dan serangkaian feature khas lebaran lainnya. Tapi, ternyata setelah saya menginjak tanah Amerika, saya cukup terkejut karena ternyata Iedul Adha di luar Indonesia dianggap sebagai hari raya yang lebih besar. Indikatornya misalnya kalo di Pullman, panitia sampai menyewa gedung khusus yang cukup memuat Muslim yang bermaksud shalat ied. Not to mention, buanyak dan beragamnya makanan yang dibawa oleh masing-masing orang ke tempat shalat ied. Indikator yang lain adalah seriusnya mereka menyiapkan kostum special dan bahkan ada performance berupa tarian ala middle east ^_^ (sayang yang pas mereka menari, si saya ga foto wkkwkw). Nah kalo Iedul Fitri relative lebih tiis.. shalat ied dibagi 2 shift karena Pullman Islamic Center ga muat menampung semua yang mau shalat ied, dan well tak ada special performance.

20141004_084250.jpg20141004_084425.jpg20141004_084041.jpg20141004_085228.jpg

Di perantauan ke Negara non Muslim seperti Amerika, tentu rasa  kebersamaan selalu ngasih feeling yang teramat berbeda kesannya jika dibandingkan dengan perayaan lebaran di Indonesia. Namanya minoritas, terasa saudara seperjuangan ^_^. Di sini juga gt, Pullman Islamic Community yang selalu menjadi penghibur karena paling tidak si saya masih bisa merayakan lebaran sesuai dengan asholahnya (deuh asholah bahasanya wkkwkw). Dan tidak lupa dan ini yang biasanya paling bikin seneng adalah Indonesian Community di Pullman yang bisa dikatakan selalu ngumpul kalo lebaran tiba.. ntah itu Lebaran Iedul Fitri maupun Iedul Adha, Yang paling bikin seneng, tentunya adalah bisa diskusi curhat ngobrol ngaler ngidul melepas penat di lab dan terutama adalah masakan INDONESIA yang ga ada duanya.. for me, kalah lah itu masakan Mesir, Iran, Libya, Bangladesh juga makanan Amerika kalo dibandingkan dengan makanan Indonesia.

20141004_17431120141004_180949

Kadang, kalo lagi sempet (dan biasanya selalu pada sempet wkwkkw), kumpul-kumpul lebaran ini selalu dilanjutkan sesi kewanitaan (buat para ladies), misalnya penataan gaya rambut, melukis hena, acara bikin bros dan kerajinan tangan bareng, juga ngobrol2 seputar dunia wanita (masak-memasak dan kosmetik wkkwkwkw).

Dan sekarang si saya ternyata kangeeeen juga masa2 itu hihihi… memang segala moment indah yang pernah terjadi teh harus bisa disyukuri..

Btw, selamat hari raya Iedul Adha 1437 H temen2 semuaaa..

Kompasiana, niat serius nulis, dan kebermanfaatan

Mungkin ada yang wondering kalo si saya lagi rajin banget nulis akhir-akhir ini. Ini teh ceritanya emang lagi nyoba lagi ngejar cita-cita jadi penulis. Mungkin udah banyak postingan iin di sini yang mbahas how important nulis is (at least for me: curhat, ngurangin setress, dan nyalurin hormon oksitosin karena nulis membuat saya bahagia ^_^). Lagi banyak juga yang mau ditulis, dan well, alhamdulillah lagi bisa nyempetin juga buat nulis. Mudah-mudahan we tulisannya tak sekedar curhat tak bermanfaat.

Suka pas kalo lagi semangat dari dalam (internal), selalu ada aja dorongan dan dukungan dari luar (eksternal), misalnya si saya hari ini baca artikelnya Ustadz Cahyadi Takariawan yang berjudul:  Menjadi Jomblo yang Sakinah, Muntijah wa Barokah (http://www.kompasiana.com/pakcah/menjadi-jomblo-yang-sakinah-muntijah-wa-barokah_56c14e30737a61aa1d100241) yang intinya kalo jadi jomblo harus tetep muntij, trus ada meme dari instagram “tausiyahku” yang pada dasarnya diambil dari quote nya Pramoedya Ananta Toer yang berbunyi: “orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Well, tak bisa dipungkiri salah satu proses pewarisan ilmu pengetahuan adalah dengan membaca buku. Kitab Riyadus shalihin karya imam An Nawawi atau buku siyasah syar’iyah nya syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang melegenda adalah karya-karya besar yang bisa kita nikmati sekarang yang mungkin lahir dari semangat menggelegak kedua ulama besar tersebut untuk menulis dan mewariskan ilmunya kepada generasi setelah mereka. Pun dengan Ustad Sayyid Quthb, Ustad Hasan Al Bana, Ustadz Yusuf Qardhawi yang juga menulis karya-karya besar mereka.  Kasus hidayah berdakwah yang saya rasakan adalah juga ketika membaca buku “Palestine Emang Gue Pikirin” karya Shofwan Al Bana.

Mungkin masing-masing dari kita juga banyak terinspirasi dari apa-apa yang pernah kita baca, mungkin bukunya Steven Covey, atau bukunya Khalil Ghibran, atau apapun itu yang menjadi tanda bahwa buku dan tulisan masih menjadi salah satu sarana efektif untuk transfer knowledge atau apapun itu sebutannya.

Dan di area digital ini, sarana tulis-pertulisan ini sangat difasilitasi dengan baik, misalnya adanya wordpress, blogspot, tumblr, facebook, dan juga termasuk kompasiana ini. Bagi yang suka baca atau nulis cerita bisa berkunjung ke http://www.storial.co/ juga. Meskipun ada non-fiksi nya tapi hampir bisa dikatakan website ini lebih banyak cerita fiksinya. Buanyak penulis berbakat di sana yang tulisannya bisa bikin tersepona.

Nah, kompasiana sendiri buat si saya adalah sarana yang bisa memfasilitasi share ide gagasan saya secara lebih luas, jauh lebih luas daripada ketika saya menuangkan isi kepala saya di blog. Apalagi kalo udah masuk list “pilihan” apalagi masuk “headlines”. Ada kebanggaan tersendiri yang membuat saya semakin pengen menekuni dunia tulis menulis ini secara serius.

Saya newbie di kompasiana. Meskipun  telah bergabung dari tahun 2014 sebagai saran dari Mas Budi Waluyo (temen fulbright seangkatan) yang menurut beliau jika menulis di kompasiana akan memberikan “kebermanfaatan” yang lebih besar ketimbang nulis di blog. Beliau mention juga kalo nulis di sana, posibilitas pembacanya lebih banyak dan bisa dapat feedback lebih banyak pula. Well, dari sana, akhirnya memutuskan ikut-ikutan. Dan bener wee… kerasa semakin bersemangat karena ternyata dari 4 artikel yang saya submit, 3 masuk list pilihan dan 2 dijadikan headlines.. senenng..

kompasiana.png

Di kompasiana beragam tulisan dari berbagai area di Indonesia dengan keragaman topik yang luar biasa dan ide-ide yang wow. Per-sastra-annya juga ga kalah bagus… secara si saya sangat suka puisi.

Mudah-mudahan si saya beneran bisa jadi seseorang yang dengan serius menggeluti dunia tulis menulis dan membawa kebermanfaatan yang besar bagi siapapun yang membaca tulisan saya. Karena benar yang saya rasakan, dengan lebih banyaknya orang yang membaca, lebih banyak orang juga yang mendapat informasi yang benar-benar pengen kita sampaikan di tulisan kita.

Semangaaat ^_^.

Belajar dari Bangsa Jepang

Sejak kembali bekerja ke BPPT, salah satu proyek utama yang menjadi tanggung jawab si saya adalah kerjasama antara BPPT dengan Pemerintah Hiroshima-Jepang untuk implementasi teknologi lingkungan. Pekan ini, Alhamdulillah berkesempatan berinteraksi langsung dengan mereka di dunia nyata dan mengambil banyak pelajaran berharga dari apa yang bisa si saya observasi.

wp-1473463013954.jpgwp-1473463013964.jpg

I think I have mentioned in my other post some significances Japan’s presence in my life. Hehehe.. berinteraksi dengan orang Jepang langsung juga udah pernah saya lakoni dengan seorang student S3 yang juga kuliah di WSU. Tapi Cuma 1 orang dan dalam kadar yang berbeda kondisi, lebih informal. Nah, kali ini kedatangan Tomishige san dan rengrengannya dari Hiroshima memberikan pendangan baru mengenai how Japanese interact and communicate in a business life.

Dorama dan anime yang saya tonton mungkin tidak banyak, tapi cukup ngasih gambaran tentang orang jepang dan malah menjadi daya tarik si saya pengen ke Jepang. Tapi again, it feels a little bit different in the real life.

Oiya, tulisan ini bukan untuk menggeneralisasi orang Jepang. Ini mah hanya membahas hikmah yang saya dapat aja ^_^. Pertama, it seems mereka cukup struggle buat berbahasa Inggris. Makanya selalu membawa penerjemah. Tahu sih, lebih enak pake bahasa sendiri sehingga mereka bisa lebih leluasa menyampaikan detail maksud yang mereka pengen bilang tanpa kesulitan berkutat dengan vocab bahasa Inggris. Ini juga tanda kalo mereka love their language so much :).

wp-1473463013955.jpg

Kedua, betapa mereka menjunjung tinggi etika berinterakasi dengan orang lain. Berkali kali mengucapkan terima kasih atas a single bit “kemudahan” yang mereka rasakan. Setiap kali meeting di awal selalu menyampaikan terima kasih atas waktu yang diberikan, terima kasih atas kesempatan yang dikasih  ke mereka, dan terima kasih sudah bisa berkunjung ke sini bla bla. Intinya grateful banget. Always arigatou and yoroshiku onegaishimasu.. don’t mention kalo mereka banget banget dalam menghormati waktu. Rapat jam 1.30 udah siap duduk manis di ruang rapat sejak 1.15…

Ketiga. risk taker. Ini yang mungkin banyak orang Indonesia termasuk si saya yang masih suka ga berani ngambil resiko dalam memperjuangkan apa yang lagi dicari. Jadi Bapak-Bapak Jepang itu  sebenarnya memiliki maksud to make a business in Indonesia. Ada sekitar 6 perusahaan yang tergabung dalam proyek MOU ini, salah satunya yang udah duluan jalan adalah Hinomaru Shangyo yang punya Chelate Marine yang diklaim sebegai water purifier untuk limbah tambak udang. Nah, secara Indonesia adalah Negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, of course harusnya perikanan dan pertambakannya banyak lah ya. Jadi emang potensial. Sehingga, untuk start business beliau di Indonesia, perusahaan ini bikin percobaan dulu di Serang buat nunjukin bahwa si CM ini efektif banget buat ngolah tambak udang sehingga ga perlu ada penggantian air di setiap panen. Jadi mereka ga ragu mengeluarkan dana x juta yen (yang si saya gatau nominal pastinya) buat nge-run kolam percobaan ini. Kalau berhasil kan bagus, nah kalo ndak? Mereka PD banget tapi kalo bakal berhasil, yakin banget sama apa yang mereka punya sampe mereka berani ngambil resiko juga. PD dan risk taker ini yang kayanya masih harus banget dipupuk dalam jiwa saya yang masih ada kesempatan bergejolak hehehe.

Itu tiga hal utama yang nyantol di kepala saya dengan baik. Mudah2an beneran bisa jadi sesuatu yang bisa membuat saya makin baik dan makin cinta sama Allah. Oh well.. si saya belum berjodoh sama Jepang. Dan masih bermimpi menginjak tanah Jepang properly. Transit pas berangkat ke US, saya hanya numpang lari-lari di koridor bandara Narita, sementara transit pas pulang ke Indonesia dari US, Cuma bisa muter-muter nyari jalan ketemu nono yang akhirnya itu juga gabisa. Mudah-mudahan ada kesempatan si saya ke Jepang dengan serius dan spending time properly there. Ga akan berhenti berharap karena impian hari ini adalah kenyataan esok hari, right?

Menangkap Hikmah dari keberadaan Public Libraries di Amerika

Ada dua hal yang sangat sangat menarik perhatian saya kala saya menghabiskan 2 tahun kurang 2 pekan di US (6 pekan di Lawrence, Kansas dan 1 tahun 10 bulan di Pullman, Washington). Pertama adalah minat baca anak-anak dan fasilitasnya (perpustakaan). Kedua adalah banyaknya museum yang tersedia. Sebagai Negara maju, Amerika memiliki perhatian yang sangat besar tentang fasilitas belajar anak yang mungkin akan diharapkan bisa berpengaruh pada perkembangan anak secara komprehensif.

Jangankan buat anak-anak, buat orang dewasa seperti saya, fasilitas-fasilitas perpustakaan dan museum ini sangat luar biasa berpengaruh. Perpusatakaan untuk mahasiswa WSU maupun KU memiliki system yang membuat para mahasiswanya betah belajar di perpus dan betah membaca. Well, apalagi yang bisa menyaingi fasilitas 24 jam yang disediakan kampus, yang kalo anda mau guling2 ikutan tidur di sofa juga diperbolehkan heheheh… Nah tapi si saya kali ini g akan ngebahas system perpustakaan untuk mahasiswa, melainkan mau bahas public library dulu.

20140812_155000.jpg

Lawrence Public Library di Kansas State, USA

20140812_154947.jpg

Salah satu pojokan lemari buku Lawrence Public Library, lihat bagaimana mereka mengklasifikasikan buku2 nya ^_^

Mungkin 2 kota yang saya tinggali tidak menjadi representative untuk bilang kalo setiap kota di Amerika punya public library. Tapi as you know, baik Pullman maupun Lawrence adalah kota kecil, bukan kota besar seperti Boston, New York, atau Los Angeles. Tapi di kota sekecil Pullman dan Lawrence saja ada, pikir saya apalagi di kota besar. But it seems, ini si public library ini lahir dari orang-orang yang memang punya concern besar untuk membagi pengetahuan dan meningkatkan day abaca penduduk terutama anak-anak. (trus udah gt tapi si saya heran mengapa tapi banyak American yang juga close minded, Sarah misalnya wkkwkwk).

Jadi tuan dan nyonya, public library nya Pullman dan Lawrence ini keren banget sampai si saya berangan-angan kalo Cipanas dan Serpong juga punya masing-masing 1. Kota Cianjur punya 1, tapi atuhlah tapii,, ga terlalu menarik kayak public librarynya, tbh. Udah gt kalo ga salah weekend malah tutup (2012) tapi gatau kalo sekarang, udah lama banget juga ga ke sana. Well kalo tutup juga it is understandable since it is under Local Government authorities.. padahal kan weekend bisa jadi waktu berharga buat para penduduk termasuk anak2 maen dan baca2 di sana. Hal ini juga mungkin yang memang jadi salah satu factor penyebab atau malah akibat dari rendahnya minat baca di Indonesia. Menurut berita, dari study yang dilakukan pada Maret 2016 lalu oleh Central Connecticut State Univesity, rangking Indonesia menduduki ke-60 dari 61 negara yang disampling. No 1 nya again ditempati Finlandia yang juga dianugerahi gelar Negara dengan system pendidikan terbaik (list rangkingnya bisa dilihat di sini: http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data).

Nah, mungkin lingkaran setannya adalah antara minat baca yang rendah yang mungkin menyebabkan  fasilitas perpustakaan tidak memadai, atau karena fasilitas perpustakaan tidak memadai makanya minat baca Indonesia rendah banget.

Tapi kalo menyaksikan dan merasakan sendiri, dengan fasilitas memadai, minat baca penduduk akan bisa terdorong. Misalnya, si saya yang juga punya “minat baca” rendah pada buku-buku selain textbook di kampus, ketika ngerasain Neill Public Library Pullman yang si saya sering maen ke sana sama Mba Hera dan keluarganya, jadinya termotivasi juga buat baca buku2 selain textbook. Not to mention, di Neill Public Library juga ada komiknya heuheuheu…oiya, kedua puterinya mba Hera (Haniya dan Fathina) kadang suka bikin ngiri, karena mereka mampu menghabiskan puluhan buku hanya dalam waktu sepekan. Jadi kalo ke Neill itu bisanya bawa tas besar, dan pinjamnya ga kayak di Indonesia yang terbatas cuma 2 tapi bisa puluhan buku sekaligus. (gimana ga termotivasi hehehe)

20150415_171023.jpg

Neill Public Library di Pullman, WA State.. liat betapa banyaknya buku yang ada, betapa menariknya dekorasi, dan betapa asyiknya mba Hera milih2 buku buat Haniya dan Fathina

20150415_171004.jpg

One of my favorite places in Pullman,

Selain pengkondisian ruangan dll, jam buka perpus yang memang enak buat penduduk untuk datang, Public library di Pullman misalnya juga punya serangkaian program yang suangat suangat menarik. Unfortunately, si saya ga berkesempatan ikutan program2 tersebut, hanya dapat newsletter tentang acara yang biasa saya terima tiap bulan (bahkan hingga sekarang) dan denger kabarnya dari Jonathan (temen dari Colombia) yang menikmati kelas conversation bahasa Inggris yang diadakan free dari library.

Ih asyiknya kalo tiap kota Indonesia punya public library yang macem begini. Kali aja beneran bisa mendongkrak kualitas karakter bangsa. Jangan Cuma mengandalkan bacaan dari berita onlen yang kadang kebenarannya diragukan..

Well again, impian hari ini adalah kenyataan esok hari, dan saya percaya, suatu saat nanti Indonesia juga bisa punya public library yang bagus2 yang anak2 atau orang dewasanya bisa berdayakan secara maksimal..

Apa yang kurasakan setiap kali mengasuh Alula

Satu hal yang selalu kunantikan setiap hari Jumat biasanya adalah kepulangan ke rumah yang berarti temu kangen sama Ummi, Aa, Iis, dan semua keponakan iin.. dan tentu saja boneka cantik yang super duper cute, neng Alula. Ada banyak hal yang si saya rasakan ketika berkesempatan mengasuh si dede. Mengamati tumbuh kembangnya yang semakin membuatnya tambah menggemaskan, mulai dari cuma ekspresi wajah, sampe sekarang udah mulai ngeluarin bunyi2 cute.

Kalo Alula sedang lapar (pengen mimi), gerakan mulut dan tatapannya berubah mengiba.. “lapar uwa lapaar”. gerakan bibirnya seolah seperti berkata demikian dan si saya ntah sepertinya mengerti. Kayak kemarin tanggal 3 Sept, pas Maminya Alula sudah mulai kerja, dan akhirnya tim pengasuh yang terdiri atas si saya, Teh ‘ia, ma Ummi lah yang kemudian bertugas mengasuh Alula, kadang bergantian, kadang bareng2 keroyokan. Pas lapar, kayak ada diskusi “dede kangen mbu ya de” trus Alula nya ngerespon kayak mengiyakan dari matanya yang berbinar.. “dede lapaer yaa… bentar ya susunya lagi diangetin dulu”.. saat itu udah kayak ada komunikasi yang terjalin via mata yang seolah si saya ngerti apa yang Alula bilang dan Alula ngerti apa yang saya bilang.

Ngasuh Alula yang sekarang paling sering cuma sepekan sekali tetep membuat saya antusias. kayak ada hormon oksitosin yang ngalir lancar setiap kali mangku si dede. Mungkin hormon2 cinta ini lah yang berperan yang membuat si saya begitu bahagia. dan biasanya drama pengasuhan ini akan diakhiri ucapan si Adek yang bilang “hayo teh makanya geura bikin jadi bisa punya sendiri”

Well, banyak banget pembelajaran yang iin dapat dari gaya iis ngasuh Alula, atau gimana sikap nenek dan kakeknya sama Alula, gmana peran si bapak, dan gmana ketika Iis memang terpaksa harus bekerja.

Semoga we, pembelajaran yang saya dapet ini bisa dipraktekan suatu hari nanti sama bayi sendiri.. tanpa mengurangi rasa sayang saya sama si dede cantik tapinya ^__^