Pullman dan segala kecantikan untuk dikenang

Ketika pertama kali memutuskan memilih Washington State University, saya sama sekali buta bayangan mengenai kota tempat saya akan tinggali tersebut. Hanya tahu namanya Pullman, dan Bapak Ibu di kantor tertawa karena mereka bilangnya bahwa saya ga ninggalin BPPT melainkan hanya pindah gedung saja karena masih di area Jakarta.. well di Jalan Thamrin memang ada hotel yang namanya Pullman. Dan saat itu, stalking power saya ga nyampe ke google map yang ternyata memiliki kemampuan jauh dari yang saya bayangkan. 

Baru aktif nyari bagaimana Pullman dan Washington State University adalah ketika menginjakan kaki di Lawrence, Kansas, tempat saya belajar sementara selama 6 minggu sebelum turun ke medan laga yang sesungguhnya. Dan hasil browsing saya membawa pada kesimpulan bahwa Pullman dan WSU adalah tempat yang sangat indah. Udah gt doang tahunya ^_^.

Sayangnya kesan pertama saya mendarat di Pullman adalah gelap, karena saya nyampe tengah malam. Baru explor WSU keesokan harinya..dan tadaaaaa…. Cuantik sangat.. jauh lebih cantik dari yang pernah saya liat di gambar2 yang tersebar di google (again belum maksimalin google map hihihi). Hari pertama Cuma bs explor WSU aja dulu dan itu pun ga semua saking luasnya (album completenya saya share di FB).

Washington state university berbeda dengan University of Washington dan tidak berlokasi di Washington DC. Itu yang biasanya jadi kendala si saya ketika orang2 nanya, ntah itu ketika berangkat ke sana ataupun ketika saya kembali menginjakan tanah air.. hehehe.. well saya tahu kampus saya ga terkenal-kenal amat, but I love it so much. Di kampus inilah saya mungkin dapat banyak hal (passion research, kemampuan networking, bercasciscus bahasa inggris, nge-laaaaab, etc.).

Beda jarak antara Washington State ma Washington DC itu ibarat dari Aceh ke Papua New Guinea. Saking jauhnya. Itu dari ujung ke ujung. Kesalahan umum kedua, Washington State University itu bukan University of Washington yang lokasinya di kota Seattle.

Lokasi Pullman ada di ujung timur Washington State, 5 jam dari Seattle dengan menggunakan mobil atau 45 menit kalo pake pesawat. Pullman merupakan area perbatasan antara Washington State dengan Idaho State. Kota Moscow di Idaho yang ada U of I (Bukan university of Indonesia tapi University of Idaho), hanya berjarak 15 menit by car atau 1 jam kalo naek sepeda ^_^.

Pullman adalah kota kecil yang sepanjang mata memandang maka ladang gandum lah yang bisa kita lihat. Kalo lagi spring ma summer warnanya antara cokelat ke hijau, kalo lagi fall cantik banget warna keemasannya.. nah kalo winter, kota ini udah kayak gurun salju ^_^.

20151223_093639

Area Apartment di Pullman kala tertutup salju

20160102_135303

Gurun Salju di Pullman

20160501_074742

Bukit Teletubbies ^_^

DSC05339

cantik banget langitnyaaaaa

DSC03090.JPG

Pullman Islamic Center, tempat para muslim dan muslimah penduduk Pullman shalat,  bertemu , bersilaturahm 😊

Pullman adalah kota yang orang-orangnya sangat ramah (kecuali seorang african american yang bernama neng Sarah). Kota kecil yang kalo summer maka 2/3 penduduknya sirna karena pulang kampung atau liburan ke tempat lain (Jose suka ngamuk soal ini dikira grad stud ga seberharga undergrad karena ga disediain bus yang cukup). Kota kecil yang bahkan ga punya area mall atau sejenisnya wkkwkw. Ross tempat fav iin belanja adanya di Moscow ID ^_^. Tapi Pullman masih punya Walmart kok Alhamdulillah.. dan tetep bisa belanja onlen pake amazon.

Pullman adalah kota yang super dupeer amaaaaan, yang kalo anda liat police lognya Pullman Police Dept dan WSU police, maka jarang banget ada kejahatan serius yang ditemukan (selama saya tinggal cuma ada 2 kasus serius, buronan yang lari dari Idaho ke Pullman sama yang ngacung2 riffle). Jadi kalo liat majalah Evergreen, halaman pertama yang saya buka adalah police log duluan.. dan suka ngikik bareng2 liat isinya.. karena isinya sejenis: penculikan tanaman, orang kekunci di lab, terjadi kegaduhan karena party.. dan sejenisnya. Makanya suka bersyukur Alhamdulillah, karena selama saya tinggal di sana, ga pernah ada kasus2 semengerikan yang biasa terjadi di Ameriki (penembakan, pembunuhan, dan sejenisnya). Atau roommate saya yang pulangnya di luar jam operasi bus juga masih aamaaan kalo mau pulang jam subuh hihihi… tapi kalo  si saya mah ga berani sih tetep wkwkkw… di atas jam 12 biasanya milih nginep di perpus atau nginep di lab..

Meskipun objek wisata Pullman mungkin ga sebanyak kota2 lain di US, tapi bagi si saya, Pullman adalah kota yang walkable dan bikeable. Sering mengembara sendiri hanya untuk muterin di Pullman tanpa ada rasa kawatir kesasar.. pernah sih nyasar juga.. tapi da berhubung Pullman mah sebagian besar adalah ladang gandum, jadi weh ga terlalu kawatir.

DSC05296

Summer d Pullman

DSC04626

GreenBike nya WSU yang selalu menemani petualangan si saya mengembara di Pullman

Satu hal yang saya paling cintai dari Pullman (yang juga saya mention di postingan sebelumnya) adalah langit Pullman (baik langit malam maupun langit siang). Saya di Lawrence 6 pekan, dan sekitar 1 pekan melakukan perjalanan darat dari Pullman-San Fransisco-Seattle pas winter menggunakan jalan darat, tapi rasa-rasanya langit Pullman so far adalah langit terindah yang bisa saya nikmati. Mungkin factor emosi juga terlibat sih, tapi seriusan langitnya clear banget.. Kalo siang bisa terpana banget sama birunya yang bener2 memesona. Kalo malam, bisa lirik-lirikan ma Polaris dengan sesuka hati di sana mah.. bisa ngamatin Polaris posisinya di sini kalo summer kalo winter mah pindah di ujung laingit satunya.

Faktor emosi yang melekat di hati dari langit Pullman adalah ketika misalnya harus bergadang sampe mepet-mepet jam operasi bus selesai, maka itu cape galau semua keresahan seketika sirna kalo liat langit malam pas jalan pulang menuju apartement. Saking indahnya yang si saya ga akan pernah bisa mendeskripsikan itu lewat puisi secantik apapun yang saya buat,.

Makanya, ketika tanggal 11 Mei 2016, pesawat Alaska Air yang saya naiki mengudara, 15 menit pertama si saya habiskan pake nangis menatapi langit cantik Pullman yang biru berpadu dengan hijaunya ladang gandum. Satu pemandangan yang teramat sangat melekat di hati.. 1 tahun 10 bulan di Pullman adalah masa yang sangat berharga yang tak akan pernah bisa terlupakan… banyak hal yang terjadi di sana, ada suka duka, tawa tangis.. kebersamaan, kesedihan, etc.

2016-08-31

pemandangan terakhir Pullman yang saya ambil ketika d dalam pesawat Alaska

Tapi berpisahnya saya dari Pullman bukanlah satu hal yang saya sesalkan.. karena saya yakin dan akan terus yakin skenario kehidupan yang Allah buat selalu beyond my expectation. Takdir saya harus ke Pullman pun adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, yang ternyata kota kecil di state paling ujung kiri atas ini telah melekat dan menjadi bagian kehidupan saya yang teramat berharga.. makanya ada juga saat saat saya kangen dan merasa bahwa keindahan2 itu hanya mimpi.. tapi toh si saya lagi ngudag keindahan yang lain juga ^___^.. kan Surga Allah mah pasti jauuuuuuuuuuh lebih indah…

NB: Akhirnya bisa nulis tentang Pullman jugaaaaa… kangeeeen iiiih..

Sang Bintang

Setelah 3 purnama berlalu, sebuah kehidupan yang sama sekali berbeda memelukkan sayapnya mendekapku erat. Sebuah kehidupan yang penuh kejutan, penuh dinamika, penuh antisipasi, penuh harapan.. yang di dalamnya kuharapkan penetrasi kecintaan teramat dalam dariku untukNya dan dariNya untukku…

Setelah 3 purnama berlalu, kutahu satu yang kurindu dari malam-malam Pullman yang jernih adalah langitnya yang senantiasa berani mempertontonkan kelembutan cahaya-cahaya bintang berkilauan dari gugusan langit utara.

Setelah 3 purnama berlalu, ku bahkan tak berani menghayal bahwa sang bintang akan muncul lagi di hadapanku, berdiri gagah perkasa di langit cakrawala khatulistiwa. Gugusan bintang paling kekar berdiri tegar yang biasa kulihat menghiasi langit utara, kini mereka hinggap di langit gelap Indonesia.

Haru biru memenuhi jiwa yang sekejap saja lupa bahwa ada tetesan bening keluar dari sudut mata. Sungguh setengah percaya bisa melihat lagi Rigel dan Betelgeux mengerlingkan cahaya mereka ke arahku. Setengah percaya ku hingga ku merangkai cerita bahwa mereka menyeberang samudera Pasifik hanya untuk menemukanku di sini..Sungguh ku merasa terhibur akan hadirnya mereka yang seolah menyatakan “keindahan yang pernah kau saksikan di 24 purnama di langit utara bukanlah sekedar mimpi, melainkan sebuah kenyataan yang memang telah berlalu”.

Ah iya… aku sering mendengungkan kata-kata luar biasa dari Ustadz Hasan Al Bana yang juga kujadikan sebagai motoku untuk tidak pernah berhenti bermimpi… i”impian hari ini adalah kenyataan esok hari” tapi rasanya sempat jiwa ini mempertanyakan impian-impian indah yang sempat mengejawantah nyata itu apakah benar sejati terjadi atau dia benar menjadi hanya sebuah mimpi indah penghias masa lalu.

Manusia adalah makhluk lemah, tapi ketidakberdayaannya ini yang kemudian akan membawa jiwanya berlabuh kepada Dzat Yang Maha Kuat. Yang tanpa kekuatanNya manusia tak bisa apa-apa. Sebuah kekuatan teramat kompleks yang bahkan manusia tak bisa pahami sepenuhnya.

Dan lihatlah sang bintang dengan gagah menghias langit angkasa. Langit yang kukira terlalu kotornya tidak akan mampu menampakan betapa cantiknya Aldebaran, dan 3 bintang cantik penghias sabuk sang pemburu angkasa. Dan tetap Rigel dan Betelgeux adalah yang paling merona… mungkin mereka benar-benar mencariku karena merindu…

Namun sayang, belum ada yang mengalahkan perasaanku pada Polaris yang bahkan hingga kini belum dapat ku lihat. Tapi tak mengapa, kehadiran Orion saja telah berhasil mengguncang alam sadarku, mengembalikan kesadaranku bahwa keindahan-keindahan yang Allah berikan untukku di langit Amerika bukanlah sesuatu yang semu… mereka nyata dan berwujud…  demikian pun mungkin keindahan sulaman jaring harapan yang kuuntai sedikit demi sedikit saat ini.. aku yakin itu pun bukan mimpi meski terasa seperti mimpi.

Salah Satu Metode Belajar Al Quran

Ada banyak cara yang tersedia untuk belajar membaca dan memahami Al Quran. Sarana halaqah Quran yang tersedia offline dan online sudah banyak tersedia, di mana para hamba Allah pejuang Al Quran sedang berlomba-lomba dalam kebaikan menjadi fasilitator hamba-hamba Allah yang lain untuk belajar. Amazed dan envy sama orang-orang keren di luar sana yang beneran dedicated dalam optimizing all of possible resources they have buat menjadi sarana pembelajaran Al Quran.

Bagi sebagian orang, belajar Al Quran offline hadir talaqqi di majelis gabisa digantikan sama belajar di depan computer. Tapi buat sebagian orang media-media online adalah media yang sangat efektif di sela pertarungan dunia digital yang makin luar biasa berkembang. Tapi di sini saya tidak bermaksud membahas persamaan dan perbedaan kedua metode ini ^_^. Saya Cuma mau share satu metode yang saya pakai untuk sedikit menambah pengetahuan dan wawasan ke Al Quran-an yang saya harapkan bisa membawa pertambahan keimanan dan kecintaan Allah terhadap saya. Bagi yang membaca tulisan ini dan ada masukan, silakan bisa dishare juga insight nya ^_^.

2016-08-27

Jadi telah sejak lama sekali (yang saya ga ingat sejak kapan) bahwa saya punya satu folder berisi sejenis program Al Quran dan Hadits (ga yakin namanya program atau software atau installer, saya bukan anak IT, harap maklum). Dan saya ga inget sama sekali gmana cara memperolehnya. Tapi program2 ini teh kalo kata saya mah sangat membantu proses saya untuk menambah pemahaman saya terhadap Al Quran. Bisa jadi obat galau yang mujarab, juga kalo lagi kepengen banget tahu tentang satu topic dalam Al Quran.

Misalnya, ada yang pengen tahu banget tentang sabar dan syukur yang dibahas dalam Al Quran. Tinggal ketik “sabar” atau bisa juga “bersabar” di bagian tab “search”. Maka program ini akan mendeteksi ayat-ayat yang mengandung kata yang sedang kita cari tersebut. Misalnya untuk kata sabar, muncul 39 tampilan, sedangkan bersyabar ada 17 hasil. Dari sana, tinggal di klik ayatnya dan dibaca ^_^. Mudah bukan?

2016-08-27 (1)

2016-08-27 (2)

Dari sini kita tahu bahwa ada yang namanya sebaik-baik sabar “Shabran jamila” yang tertera di QS Al Ma’arij ayat 5 , atau bahwa kata sabar ini seringkali muncul bersama kata “syukur”(seperti di QS Saba ayat 34).

Saya tahu ini mah beneran cara belajar yang beneran simplifikasi karena memang tidak ada pelibatan kaidah bahasa arab nahwu shorof atau kaidah kebahasaan yang mendalam yang bisa membawa kita lebih dalam.  misalnya antara shaabirun dengan halim. Program ini intinya hanya mencoba mendeteksi terjemah indonesia yang mengandung mutlak kata yang kita ketik  di dalamnya. Tapi kalo untuk pencarian topic2 tertentu secara cepat dan kilat, bagi saya, program ini sangat useful.

Contohnya lagi yang lain misalnya pengen tahu tentang syaitan. Caranya sama tinggal ketik syaitan, dan kita bahwa liat bahwa ada beberapa ayat yang menjelaskan syaitan itu begini dan begitu.

2016-08-27 (3)

Ini hanya langkah awal yang mudah, buat temen-temen yang penasaran dengan makna yang lebih mendalam, bisa menggunakan tafsir Quran yang beneran buat memahami secara lebih serius. Bagi yang tertarik memiliki program2 ini, bisa kontak saya di email iin.tkitb@gmail.com.

Semoga yang disampaikan mengandung kebenaran, dikaruniai kebarakahan, dan membawa manfaat. Kalo salah, mohon dikoreksi ^_^.

Alula Farzana Ayunindia

Lahir 9 Juni 2016, Alula adalah seorang bayi yang sangat cantik dan relatif tenang. Ibunya bahkan ketika melahirkan tidak mengeluarkan jeritan-jeritan melahirkan seperti yang saya bayangkan atau seperti yang ibu-ibu lainnya lakukan di ruangan bersalin (yang kira-kira ada sekitar 4 orang calon Ibu yang melahirkan saat itu).

13415566_10209468524334817_6094996987762481516_o

Alula ketika berumur 15 menit-an

Mungkin sayalah keluarga pertama setelah Ibunya yang menyambut Alula ke dunia. Keluar dari ruangan yang ditutup tirai hijau, mataku serta merta mengeluarkan air mata haru bahwa adikku telah berhasil melalui masa 9 bulan mengandung Alula dengan selamat. Saya juga yang menyaksikan pembersihan Alula hingga kemudian dia dibawa ke ruang inkubator di lantai 2 untuk diobservasi.

Alula, adalah salah satu di antara sekian alasan mengapa si saya ingin pulang segera dari Amerika. Mungkin ikatan batin antara uwa-suan sudah memang terbentuk lama ketika tahu Iis hamil. and guess what, it was such an honor to be the person who can have a proper training how to handle a baby when the mother is still in recovery. Biasanya kalo malam tiba, si saya adalah petugas yang mengantarkan Alula ke tangan Ibunya untuk disusui. Dan Alula sungguh anak yang sangat shalihah dan tidak merepotkan. Alula hanya terbangun 3 kali ketika malam dan hanya untuk minta susu. jam 10, jam 12, dan jam 2 malam. Selain itu, dia ga pernah rewel nangis tanpa alasan.

Selama kurang lebih 40 hari-an (dipotong itikaf @masjidsalman dan bulak baik Serpong-Cipanas) si saya nginep selama Iis dalam masa wiladah dan nifas. Belajar gmana gantiin popok, ngelap, ganti baju, ngabedong, dll. Membuat si saya juga bisa menyaksikan bagaimana tumbuh kembang Alula.

Dan subhanallah walhamdulillah, anak cantik ini tumbuh dengan baik dan menggemaskan. Sang Ibu setiap hari mengirim foto cantiknya dengan kostum2 lucu untuk sekedar mengobati kerinduan karena tidak bs hadir bersama segenap keluarga besar.

Screenshot_2016-08-26-16-10-27

Alula usia 2 minggu.. udah bisa ngelel🙂

Screenshot_2016-08-26-16-10-00

Alula 1 bulan seminggu, udh bisa pegang pipi ma rambut

Screenshot_2016-08-26-16-14-04

Alula 2 bulan 12 hari udah makin lucu ajaaa

Just hope and pray that she will be a great woman who can make her parents and family become proud. Rabbana Hablana min Azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqiinaimama.

 

The Source of Happiness

Inget apa yang menjadi cita-cita Tamaki Shuoh dalam Ouran High School Host Club. Cita-cita Tamaki adalah menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Kenapa tiba-tiba inget itu? Simple karena pas nulis salah satu esay buat LPDP si saya nulis bahwa si saya pengen jadi sumber kebahagiaan nya keluarga terutama Ummi (Ibu) ma Aa (Bapak, aneh emang manggil bapak sendiri pake sebutan aa.. si saya sendiri ga inget gmana sejarahnya). Tapi untuk bisa bikin mereka bahagia teh butuh continuous hard work effort yang ga main-main kalo based on my standard. Soalnya kalo menurut standard mereka mah mungkin ga yang gimana gimana banget.. iin bahagia maka ummi aa bahagia.. itu yang sering disampaikan Ummi ma Aa. Well mereka ga pernah secara spesifik minta iin kuliah di ITB, atau dapet beasiswa ngambil master di US, atau kerja di BPPT. Mungkin tipical orang Sunda yang memang mudah pisan dibahagiakan. si saya makan dengan baik juga sudah nyampe level membahagiakan Ummi, begitu ummi bilang ^_^

10834893_10209698280638581_3444845417773120980_o

Kalo kebahagiaan mereka ada dalam kebahagiaan iin lalu kebahagiaan iin teh yang kayak gimana? Sebenarnya dibalik juga bisa karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan iin. Melihat mata mereka berbinar ketika iin bilang iin pengen bikin mereka seneng aja udah bikin iin seneng bukan main..

Tapi iin sadari bahwa meskipun kebahagiaan standard orang bisa sama, tetep we ada yang spesial kayanya mah. Kayak iin sendiri, masih punya list yang masih iin pengen capai yang iin yakin kalo iin bisa memenuhinya maka iin, mereka (atau juga orang lain) akan ikut bahagia. Dan masih long way to go buat iin bisa memenuhi list tersebut. Tapi bukan tidak mungkin.

So, seperti yang judul tulisan ini sebutkan “the source of happiness”, iin pengen jadi the source of happiness bagi orang yang menyayangi iin dan iin sayang.Seperti halnya keluarga iin jadi sumber kebahagiaan iin, iin pengen juga jadi sumber kebahagiaan  mereka. Of course tidak ada bahagia di atas bahagia me lain kan bersumber dari Allah saja. Rabbanaa aatinya fid Dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzan ban naar.

Ada satu gambar di instagram yang kurang lebih menyebutkan it feels really great to be someone who is an answer for somebody’s prayer.

Masih banyak di kepala tentang ini tapi udahan ajah geuning wkwkkw.. maaf geje siang-siang.. lagi nyari semangat dan motivasi di balik proses adjustment di kerjaan🙂

Terikat dengan Masjid

Living near to Masjid Perumahan Batan Indah Serpong (Dzarratul Muthmainnah) makes me wondering over and over again about how Allah sets my life wonderfully. It just reminds me on how Allah makes most of my residences were that close to Masjid. And how wonderful Masjid Batan indah serpong makes me thinking on how to create such a wonderful system like that. I will explain later


I spent my life living with my family who live very close to our precious masjid, Masjid Al Jihad, until I finished my senior high school. Afterwards, as you know how much I love Masjid Salman ITB that was the place where I found myself and what kind of person I wanna be.  Five years I have been there.. tarbiyah and such. Until I move out to Etos dormitory as a supervisor.

Working in BPPT is other wonderful thing. My home was not close to masjid, but really love Masjid Baitul Ihsan, and Masjid Iqra-BPPT where I can find those wonderful people who dedicated their lives to serving people (in science and knowledge).

2014, I moved to Pullman, Washington State, US. For the first year, my apartment was only 10 minutes walking distance to Pullman Islamic Center. Been able to participate in the Sunday science class for kids there were another precious experience that I have.

And now, 2016, takdir and rahmat Allah I am able to live so close to one of the wonderful masjid that never stops making me so dazzled every day. People are so tied to masjid to the point that you can see the parking lot in Shubuh time is sooo full of vehicles people use to go to the masjid to perform Shubuh prayer. I have never seen something like that before in my life, where almost 300ish people are coming for shubuh. I am becoming so optimist and so amazed at the same time. This masjid’s presence is something that people there treasure a lot. And in the deepest of my heart I am always thinking on how some people can do that. I mean the people who have been the real initiator to make the people in Perumahan Batan Indah Serpong are so attached to the masjid. I guess, it must be a lot of effort and struggling to create such a thing.

​ 

Ah, I only hope, my life next can also be blessed by the closeness of my body and heart to a masjid. It would be wonderful insyaallah.. wanna be an initiator if there is no such a system yet ..

 

Setelah Pulang dari Ameriki ^_^ (Part 2)

Masa adjustment si saya bersama Indonesia saya anggap alhamdulillah berjalan dengan cukup lancar. Meskipun well, penyesuaian udara Cipanas akan total berbeda dengan Serpong dan sekitarnya. Dan next step is adjustment sama dunia kerja yang mulai si saya jalankan kembali. Asalnya mau masuk secara resmi tanggal 11 Juli,tapi kata Bapak pusbindiklat mending ikutan surat setneg saja yang menyatakan saya masuk tanggal 1 Agustus.

Meskipun demikian, sudah mulai ngerjain kerjaan kantor sedikit demi sedikit sejak bulan Juni. Juga mengunjungi kantor beberapa kali sebelum lebaran. Semi resminya saya ngantor tanggal 19 Juli 2016 dan mendapat kos di Perumahan Batan Indah Serpong. Dan sudah si saya duga, kondisi udara Serpong lawan Cipanas bukan main bedanya. Tidur aja kalo di Serpong udah keringetan ^_^.

Si saya memutuskan ngekos di Serpong dengan harapan akan memudahkan mobilitas ke Puspitek dan menyesuaikan dengan kondisi Serpong (because well…. ). Tapi subhanallah takdir Allah sepekan pertama resmi bekerja,,, bulak balik ke Jakarta-Serpong dan mengikuti arus dinamika urban movement (baca: dempet2an di gerbong wanita commuter line) dan juga kemudian mengalami kembali rasanya terjebak macet di Jakarta. But well.. hidup adalah perjuangan, ne?


Tapi pas giliran ngantor di Geostech I enjoy it a lot to the point that I like it so much. Jam 7.00 am dari rumah, jalan kaki ke Jalan Raya Serpong lalu dilanjut angkot ke arah Pasar Prumpung. Turun di depan Puspitek, jalan ke Geostech. It usually takes 30 minutes, 2700 langkah dan lumayan seger buat olahraga pagi. Pulangnya juga gitu hehhehe… biar sehat. Maklum di US sana kan enjoy banget walking makanya bisa turun 5 kilo-an hihi…

Kerjaan kerjaan yang dikasih ke saya baru satu yang ada hubungannya sama dengan biogas dan biomas. Sisanya uhuk uhuk.. agak jauh to be honest. Si saya memang sepertinya harus segera mbuang jauh-jauh euphoria pulang ke indo dengan menemukan idealism kalo si si saya bisa ngelanjutin riset yang saya suka itu dengan segera. Well perhaps not very soon, tapi Pak Dir bilang ada kerjaan Pak Hadiyakso yang tentang kelapa sawit di mana iin bisa ikutan. Tapi so far kerjaan iin sementara sekarang adalah tentang AC hemat energy dan ngelanjutin tulisan paper ke 2 karena bos Liang dari Pullman sudah beberapa kali mengirimkan reminder kalo si saya harus submit the manuscript.

Tapi taka pa juga sih, selama bisa bantu mah hayuk aja iin coba lakukan dengan sebaik mungkin J. Lagipula si saya tahu ini masa adjustment dan si saya juga masih melakukan observasi terhadap orang dan lingkungan sekitar for some particular topic that I need to learn more deeply.

Intinya mulai menikmati dan menikmati. Mencoba mensyukuri setiap penggal kesempatan yang masih Allah kasih. Menikmati obrolan2 berharga dengan Bu kos (Ibu pemilik rumah yang iin tinggal..banyak banget yang iin dapatkan dari sharing yang beliau berikan tentang kehidupannya), menikmati hirukpikuk perjalanan yang ditempuh ke Jakarta juga menikmati hijaunya Puspitek serpong. Menikmati kesempatan bisa shalat berjamaah full time (shubuh-Isya J ), juga menikmati setiap bacaan yang lagi iin baca sekarang (buku2 yang iin culik dari lemari Bu Kos), dan menikmati suasana komunitas Perumahan Batan Indah Serpong yang iin rasakan begitu mendamaikan (bayangkan: shalat shubuh di masjid dengan jumlah shaf wanita yang selalu penuh 4 shaf).

Ada banyak hal juga yang pengen banget iin share. Kisah2 hikmah dan observasi yang iin dapat ketika bareng Ibu kos (buanyaaak banget soalnya…asa kayak di-halaqah setiap hari), belum lagi diajarkan teknik teknik memasak yang super duper keren (di US kan totally autodidak), cerita ketemu Pak Habibie, cerita ketika penganugerahan perekayasa utama kehormatan, dan juga cerita tentang internasional symposium di mana ketemu 4 wonderful girls dari Universitas Andalas.  Mudah2an sempet nulisnya nanti… ^__^

segini dulu resumenya.. (oiya ada beberapa hal yang ga diresumekan di sini.. tapi mudah2an bisa iin tulis juga J. ) dilanjut nanti InshaAllah.

Setelah Pulang dari Ameriki ^_^

Si saya belum selesai (tepatnya belum mulai lagi) nulis tentang perjalanan saya di US dengan segala tetek bengeknya di blog ini, tapi kemudian yang si saya tulis ini adalah ketika saya udah balik ke Indo lagi. Hehehe.. Tapi tak mengapa I would like to share some insights I got after si saya berwaswiswus di negeri Barrack Obama.

Si saya pulang ke Indonesia 4 hari setelah wisuda yang diadakan pada tanggal 7 Mei 2016. Because of that, I have to answer the same questions over and over again: “kenapa pulangnya cepet amat? Ga jalan-jalan dulu?”. Jawaban yang biasa saya kasih ke all of those people (my international friends and of course my Indonesian friends) adalah senyum manis dan sepotong kata “My Mom misses sooo much that I cannot bear having longer time here in the US”. Well it is true. I was not lying, you can ask my mom as a prove. But well.. there are sooooome other reasons that I had. Salah satunya adalah, I don’t feel like traveling around alone by myself. Kejadian Mba Herma cukup menjadi trauma tersendiri meskipun nyadar bahwa  yang namanya kematian mah sudah menjadi takdir tercatat di Lauhul Mahfud. But still you know, kalo bs ga sendiri ya alhamdulillah.. masalahnya saat itu dari Pullman kayanya susah nyari temen travelling ahahhaa.. but it’s alright. I don’t mind at all not spending money or time in the US longer. Ga nyesel sama sekali, since US is not really my fav. Ya kalo ada kesempatan sih alhamdulillah, tapi kalo g ada ya mogmana lagi. Nanti aja balik lagi kalo udah ada temen. Wkkwkwkw….

Dan di sini si saya g akan ngebahas perkiraan apa yang temen2 saya punya karena si saya masuk kategori “buru-buru banget pulang”. Read the rest of this entry

Khadijah binti Khuwailid, the true love story of Muhammad

Siapa tidak kenal Khadijah  binti Khuwailid? Seorang wanita luar biasa yang dengan segala kekuatan dan cintanya dicurahkan kepada manusia terbaik di alam semesta, Rasulullah SAW.Seorang wanita yang (seingat saya) merupakan satu-satunya wanita yang diberikan salam dari Allah dan Jibril. Seorang wanita yang memiliki status pemmpin wanita ahli surga. Wanita terbaik yang  dimiliki Rasulullah SAW yang dengannya Rasul menjalani fasa kehidupan paling penting dalam sejarah risalah juga perkembangan Islam. Khadijah jugalah sosok wanita yang yang taksegan memperjuangkan kehidupan abadinya dengan keberaniannya melamar Rasulullah terlebih dahulu, sesuatu yang mungkin wanita-wanita di wilayah timur sedikit terkendala melakukannya karena masalah budaya.

Sudah sejauh mana kita sebagai ummat Islam mengenal sosoknya yang luar biasa, mengenal karakternya, mengetahui sejarahnya, mengingat perannya sepanjang perjalanan perkembangan Islam? Mungkin selain ingat hal yang paling utama dari yang beliau contohkan yaitu meminang  nabi Muhammad duluan, ada paling tidak setidaknya 2 hal lain yang paling mencolok yang beliau contohkan. Yaitu fakta bahwa seorang wanita juga memiliki hak-hak yang sama untuk berprestasi dan bekerja, dan fakta bahwa terdapat gap usia yang besar yang dimiliki Khadijah dan Nabi Muhammad SAW yang tidak menjadi penghalang bagi kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah.

Untuk menjawab keingintahuan2 tersebut, mungkin tidak banyak buku yang beredar yang bisa digunakan untuk hanya focus kepada Khadijah semata-mata (mungkin ada,hanya si saya saja belum menemukannya). Yang saya temukan satu buku yang sangat menarik dari Pena Publishing yang memiliki info sebagai berikut:

Judul Buku: Khadijah, the true love story of Muhammad
Judul asli: Khadijah, ummul Mu’minin Nazharat Fi Isyaraqi Fajril Islam
Penulis: Abdul Mu’min Muhammad
Penerbit: Pena Publishing
Tebal: 363 halaman

image

So, tulisan ini basically adalah sebuah resensi yang saya sarikan dari apa yang saya baca. Berhubung memang lagi gencar belajar shirah juga (. Here it is

As I mentioned Read the rest of this entry

Belajar Shiroh Nabawiyah dari yutub2 keren

Bismillah. Tulisan ini adalah tulisan yang terkait sama tulisan sebelumnya tentang pemanfaatan internet untuk peningkatan keimanan. Kalau di tulisan sebelumnya saya banyak mention tentang resource dari ustadz skala internasional, meskipun mention juga tentang ustadz Salim A fillah sebagain starting point si saya ngubek2 yutub buat bahan ilmu si saya, Nah di sini saya mau cerita tentang yutub shirah berbahasa Indonesia yang dibawakan oleh Ustadz Khalid Basalamah. Satu kata: AWESOME..

image

Mungkin temen-temen udah ngubek2 buku shirah Nabawiyah dari Syekh Al Buthy atau dari Syekh Mubarrakfurry, atau yang enak banget dibaca misalnya pembahasan shirah nabawiyah dengan penekanan ke Khadijah (yang insyaallah tulisannya akan saya sampaikan next after tulisan ini). Tapi buat para pembelajar audio (kaya saya) maka apa yang disampaikan oleh Ustadz Basalamah ini adalah suangat suangaaat membantu banget buat paham dan inget tentang seluk beluk shirah.. dan you will know how significant learning shirah for our life..
Si saya tahu ada yutub2 ini dari neng Agtri di suatu obrolan sore di tanggal 20 Juni 2016. Dan ternyata sodara2 bikin ketagihan pisan.enak pisan Ustadz menyampaikan materi shirahnya. Saya sarankan nonton pendahuluannya dahulu. Langsung kepincut buat nonton yutub2 shirah beliau yang lainnya. Seems like it is a special class yang diconduct sama majelis ta’lim tertentu (I guess).. heheh jadi inget tatsqif Mata’ Salman tahun 2006-2007 dulu ^__^. Ga secanggih yang ini kit amah dulu.
Jadi intinya ada 2 point. Betapa kemudahan sudah disediakan Allah sedemikian sehingga sebenarnya kalo kita mau dan sungguh2, Allah sudah sediakan medianya. Buat si saya, yutub2 ini membantu banget.Cuma kendalanya, paket dataaa hiiiks. I have a serious terrible problem with significant changes between internet connection di US ma di Indonesia. But well.. you cannot have something precious without sacrifice, right? Point kedua yang mau saya mention adalah bahwa beneran yang namanya fastabiqul khoyrot teh meuni luar biasa. Ada banyak di luar sana orang2 yang berjuang dengan internet connection menyebarkan kebenaran, menyebarkan pengetahuan islam. Keren.. si saya juga pengen bisa kayak gt, makanya mulai dari yang kecil2 ya begini ini lah tulisan meskipun sekedarnya.. mudah2an bisa diseriusin.
Jadi… sok temen2 yang haus tentang ilmu… da Allah mah Maha Pemurah Maha Penyayang yang menyediakan sarana2 luar biasa yang bisa kita manfaatkan. Serius ga bosen nonton nya,apalagi kalo internetnya oke, dan waktunya tersedia.
Sebenarnya udah lama pengen bikin resensi tentang video2 yutub yang sudah saya tonton, tapi belum keburu wae. Mudah2an ke depannya bisa beneran diseriusin lagi nulisnya hehehe… but my next writing will not be about notulensi video2 yutub, tapi tentang resensi buku Khadijah.. mudah2n bisa saya upload besok lusa paling telat ehhehe.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 139 other followers