Category Archives: Uncategorized

Hikmah di balik Kisah, Al Quran, dan Diriku

Ide tulisan ini tercuat dari hasil kajian halaqah pekanan yang digabungkan dengan kajian yang diadakan oleh Masjid At Taqwa LUK, Serpong pada hari Sabtu, 10 Juni 2017 hari ini. Kajian ini menghadirkan Ustadzah Tri Handayani, seorang Ustadzah dari Bekasi yang memiliki perjalanan hidup yang teramat luar biasa, seorang pendawah yang merupakan seorang Kanker Survivor.

Dan tulisan ini adalah mungkin pembuka atau pendahuluan dari 2 tulisan yang mungkin akan saya buat berbekal hikmah yang saya dapat dari paparan Ustazah.

Jadi initi dari kajian ini adalah sebenarnya yang saya tangkap adalah paparan kisah yang luar biasa yang Allah gubah untuk seorang Ustadzah Tri Handayani untuk diambil dan digali hikmahnya bagi siapapun yang mendengarnya. Si saya sampe tertegun terpana terpesona betapa Allah Yang Maha Pencipta dan Berkehendak yang dengan mudahnya melampaui batas logika manusia.

Adapun di tulisan pendahuluan ini saya mau mengaitkan satu hikmah yang saya dapat dengan Al Quran dan kejadian saya sendiri. Saya yang dari dulunya adalah penyuka kisah dan lebih bisa mendapat hikmah better dengan proses penyampaian kisah jika mungkin dibandingkan dengan hikmah dalam bentuk pengemasan materi. Maka agak wajar ketika dulu titik point hijrah dakwah saya adalah buku “Palestine Emang Gue Pikirin” dan “Bukan di Negeri Dongeng” yang isinya lebih menekankan kepada pemaparan cerita bukan materi. Pun dengan bentukan karakter si saya sekarang yang saya sadari adanya pengaru perjalanan kisah diri sendiri yang menghimpun saya saat ini.

Dikaitkan dengan Al Quran, pernahkah berpikir mengapa Al Quran memiliki banyaaaaak banget kisah yang luar biasa di dalamnya? Kisah 25 Nabi dan Rasul, Kisah ashabul Kahfi, Kisah thalut dan Jalut, dan kisah-kisah lainnya yang bisa dibaca sendiri.

Dan mungkin bagi para dai sudah sangat familiar dengan QS An Nahl 125 yang secara ringkas menyatakan salah satu metode dakwah:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Lihat betapa penekanan metode dakwah pertama adalah “mengajarkan dengan hikmah dan pelajaran yang baik”

Betapa Allah sudah meng-consider faktor kejiwaan manusia bahwa manusia lebih mudah didakwahi dengan menggunakan metode  pengajaran dengan hikmah. Karena bisa jadi itu terjadi pada manusia dan ada kemampuan pencapian logika pada diri manusia untuk menangkapnya, apalagi jika kemudian pelajaran2 itu terjadi pada dirinya sendiri.

Kembali tentang kisah dalam Al Quran, dalam satu literatur (http://quran.al-shia.org/id/qesseh-quran/mukadimah.htm) disebutkan bahwa tujuan penyampaian kisah dalam Al Quran memiliki maksud sbb: Membuktikan kewahyuan al-Quran dan kebenaran misi Nabi SAW, Membuktikan kesatuan agama dan akidah seluruh nabi dan rasul, dan masih banyak lagi. Tapi bagi saya yang utama adalah Allah bercerita betapa Allah Maha Berkuasa Berkehendak, Maha Pencipta… (dan mari sebutkan satu2 sifat Allah di sini 🙂 )

Jadi harusnya manusia lebih dekat dengan Al Quran dibandingkan dengan buku kisah apapun. Karena di sana bisa digali keimanan diri.. karena bagi saya, dengerin paparan kisah Ustadz Tri Handayani aja tadi udah sukses berat nge-boost iman saya lagi subhanallah… nah mengenai kisah Ustadzah ini insyaallah akan diceritakan di tulisan berikutnya… (maklum emak2 udah harus ke dapur sekarang buat bikin tajil wkwkwkwk)

Bersambung yaa…

Nuhun

A Complex Feeling of a Mom to be

Tulisan ini akan dibuka dengan 3 pernyataan

“Tidak ada yang bisa memikirkan seorang anak melebihi ibunya”

“Masyarakat modern memiliki konsekuensi pertanggungjawaban atas pengetahuan-pengetahuan baru yang diterimanya lebih dari masyarakat dari generasi sebelumnya. Generasi masyarakat masa lalu mungkin banyak tidak tahu tapi ketidaktahuannya tidak lantas menghambat kehidupannya”

“jika pengen anak yang shaleh shalehah sabar kuat pinter ya harus bisa dididik bahkan sejak dalam kandungan”

Ketiga pernyataan tersebut berada dalam satu ruang lingkup diskusi yang sama, kegalauan saya puasa. Seminggu terakhir ini memang pikirannya ya tentang itu terus, puasa ga puasa. Kebingungan kebingungan yang takut asalnya dari kelemahan diri ini yang mengakibatkan si saya belum terlalu optimal dalam mengemban amanah mengandung ini. Maksudnya ada terlalu banyak factor yang mengiringi langkah kecil ini termasuk aspek yang disadari maupun aspek2 yang mungkin hanya Allah yang punya priviledge penuh di sana. Dan mudah-mudahan si saya selalu berada dalam kondisi menggantungkan semuanya sama Allah saja.

Kondisi iin sebenarnya iin anggap memungkinkan untuk puasa. Tapi pertanyaan yang muncul dr saya maupun paksu adalah apakah kemudian kalo saya menganggap saya kuat, debay yang di dalam kandungan juga kuat? Sebagai seorang FTM (first time mom), si saya belum paham sinyal-sinyal yang memang harus saya awasi sebagai bentuk warning apakah saya boleh puasa atau ngga.

Adapun di pemeriksaan UK24w, bu dokter bilang “air ketubannya cukup” dan “asal nutrisi, air, dan kondisi bisa tetap dijaga diperbolehkan saja puasa, kalo ga kuat ya buka” menjadi 2 pernyataan yang menjadi bekal saya untuk memperkirakan bahwa saya dan debay mungkin akan kuat puasa. Meski tetap ada pertanyaan “iya debay nya kuat?” dan si saya pun browsing dan nanya2 pertimbangan orang2 yang akhirnya membawa pada kesepakatan saya dan suami untuk puasa sehari buka sehari, alias puasa selang sehari ala ala puasa daud untuk tetap menjamin nutrisi debay tetep terpenuhi.

Kenyataannya minggu pertama bisa dapat 3 hari Alhamdulillah, tapi kemudian dievaluasi lagi karena sempet lemes dll dan wa dengan bu dokter bahwa sebaiknya memang kondisi terbaik itu bumil dalam ukuran hamil iin ga puasa. Understandable, karena target pertambahan debay bulan ke 6 menuju 7 adalah sekitar 600gram.

wp-1496731152509.jpg

Dan ternyata sodara si saya kemarin pas nimbang malah turun bbnya dibandingkan dengan UK 24 yang lalu. Turunnya sekilo padahal puasanya juga cm 4 hari. Diskusi ma paksu dan juga ngobrol ma ummi dan mamah mertua. Dapatnya malah galau. Akhirnya tadi malam pas buka dilanjut pas sahur diskusi agak panjang sama paksu yang ngelihat si saya udah cirembay air mata.

Apa yang dibilang mamah mertua adalah hal yang wajar. Ditambahi dengan apa yang dibilang abah tentang “kalo mau anak sholeh ya harus bisa dididik dr sejak dalam kandungan” make sense though tapi da kumaha geuning ada aja was was dr saya atau juga malah si paksu tentang kondisi debay dalam kandungan si saya.

“orang zaman dulu itu, USG juga paling Cuma sekali 2 kali, ga minum susu atau supplemen vitamin seperti yang iin jalanin sekarang. Tahu sungsang, placenta di mana, cewek atau cowok juga mungkin di akhir saja. Beda sama generasi sekarang yang kadang banyak tahu tapi kemudian malah menimbulkan kekawatiran-kekawatitran yang lain. Mamah itu seperti yang a bilang, 12 anaknya semua puasa dan lancar2 saja. Ga minum susu, ga ngitung pergerakan bayi dst”

“trus a im, tapi ngebiarin iin minum susu sama suplemen”

“itu karena ada tanggung jawab atas pengetahuan yang diberikan yang akan mengandung konsekuensi ketika kita tahu tapi avoid”

Dan keluarlah pernyataan yang kira-kira saya interpretasikan seperti yang saya tulis di kalimat pembuka tulisan ini bahwa terkadang pengetahuan akan memberikan efek pertanggungjawaban dan kekawatiran. Ketidaktahuan terkadang membawa pada situasi yang lebih tenang, tapi tho harus diikuti juga kan, karena fakta bahwa perkembangan zaman itu benar-benar terjadi. Pola yang saya jalani untuk pemeriksaan per bulan, tahu ini tahu itu mengakibatkan adanya keharusan penyikapan dengan sebaik-baiknya karena itu juga adalah tantangan generasi yang kita jalani sekarang.

Yang jelas, tidak ada yang memikirkan seorang anak seperti ibunya. TIDAK ADA. Ini yang mungkin terjadi pada si saya saat ini. Mulai dari asupan makan, posisi tidur dll yang diatur sedemikian rupa sehingga debay dalam kandungan stays safe and comfortable. Bahkan nenek ataupun ayahnya juga ga akan mikirin the way a mother is thinking her child. Beda. Dan yang tahu kondisi badan kita ya kita sendiri ga ada yang lain, even kita jelasin se jelas2nya ke dokter atau suami, da ga akan sama persis seperti apa yang dirasakan. Jika emang harus menempuh jalan ngambil rukhshah ya udah kan diperbolehkan,, niat menjalani yang terbaik menjadi ibu terbaik bagi sang anak..

Well, in Cuma takut bahwa kenyataan bahwa kekuatan ruhiyah iin ga sama menggelora seperti ketika dulu kuliah di mana ghirah keislaman kuat banget, kekuatan kedekatan sama Allah juga. Well I feel that muraqabah yang in rasakan memang punya bentuk yang berbeda tapi semuanya bermuara sama Allah.. apalagi iin mengharap Al Mushawwir memberikan anugerah dan penjagaan terbaiknya for my little one. In Cuma takut kelemahan in yang in punya sekarang akan punya pengaruh dan membuat in ga peka sama petunjuk2 yang Allah kasih. Siapa tahu malah sebenarnya debaynya seneng2 aja diajak puasa.

Kekawatiran ini wajar in rasakan meski efeknya bikin jiwa kaya roler coaster. Tetep semuanya akan kembali pada keputusan Allah.. penetap Takdir terbaik bagi semua hamba2Nya termasuk saya, aim, dan our little one. Just wish and hope the best…

 

Cinta

Siapa sebenarnya di muka bumi ini yang paham secara komprehensif apa arti umum cinta? Dengan banyaknya jenis cinta yang ada, cinta orang tua kepada anaknya cinta suami kepada istrinya, cinta saudara kepada saudaranya, cinta seorang karyawan kepada pekerjaannya atau cinta kepada hobi dan hewan kesayangan… begitu banyak ragamnya.. dan tentu cinta yang lebih kompleks antara hamba dengan Tuhannya dan cinta dari Rasulullah kepada umatnya,.. (di sini si saya ga bahas cinta dari aspek yang ini hehehe).

Dan betapa banyak dari kita mungkin tidak sadar betapa mungkin diri kita dihujani cinta yang tak terbatas dan tulus dari ibu dan bapak kita bahkan sejak dalam kandungan. Dan itu yang kurasakan sekarang. Begini rasanya mencintai dari dalam hati yang paling dalam terhadap sosok yang mungkin wajahnya atau bentuknya saja kita tidak tahu,. Setiap saat mendoakan, setiap saat selalu mengharap Al Mushawwir selalu memberikan anugerahnya kepadanya juga penjagaan terbaiknya.. setiap saat makan selalu membaca bismillah berharap setiap makanan yang ada bisa memberikan barakah kepadanya untuk tumbuh dan berkembang, juga setiap saat mengajaknya bicara ketika akan mulai beraktifitas “ayo nak, kita shalat” dan sejenisnya..

Jadi begini rasanya ternyata membersamai seorang anak mulai dari kandungan.. rasa geli atau nyeri atau terkejut ketika dia tiba-tiba bergerak lincah, rasa kawatir ketika dalam beberapa jangka waktu tertentu dia tidak memberikan feel “bergerak” (mungkin bergerak, ga kerasa aja sama mamahnya). Begini rasanya untuk senantiasa mengharapkan yang terbaik.. penjagaan dan perlindungan terbaik. Asa was2 terus juga hehehe.. dan akhirnya aku mengerti bagaimana rasa ibuku terhadapku.

Well… cinta seperti ini adalah satu cinta yang lahir dari cinta jenis lain yang juga baru kurasakan setelah Allah menakdirkanku bertemu dengan orang itu. Sebelumnya aku Cuma bisa mengira dan menerka seperti apa rasanya ketika dua orang saling mencintai.. belum kebayang karena sebelum nikah belum ngerasain. Cuma bisa nyimak dari apa yang mungkin dibaca atau apa yang ditunjukan oleh orang lain. Dan akupun had no clue bagaimana mencintai seorang asing sebelumnya meskipun ada perasaan “mengharapkan untuk dicintai” yang selalu ada.

Ada sedikit gambaran yang berbeda antara bayangan sebelum dan sesudah nikah. Dan kenyataan yang ada ternyata jauh lebih indah significantly but it takes time to know each other, isn’t it? Ada banyak yang harus di-adjust, ada banyak yang harus dipahami dan di-sabar-I (mungkin lebih banyak dia yang sabar hahaha.. kalo iin kan tinggal mencuat crying in pojokan).. ada banyak cerita masa lalu yang ingin dishare atau cerita masa depan yang ingin digubah bersama,. Ada banyak diskusi politik atau agama yang juga mewarnai atau ada banyak tingkah yang kemudian membuat dahi berkernyit.. dan terutama ada banyak yang harus disyukuri… sungguh.. sangat banyak dan aku bersyukur padaMu Ya Rabb atas kehadirannya dalam hidupku juga atas benih yang kemudian ditanamnya yang kini menggeliat-geliat (kelaparan) di dalam perutku.. atas keluarganya yang lucu-lucu juga atas apapun yang Kau berikan seiring dengan kehidupan kami yang berjalan.. semoga Kau selalu memberikah mahabbah barakah sakinah mawadah dan rahmah dalam kehidupan kami…

Ramadhan pertama kami sebagai keluarga

Dulu ketika single saya pernah menerka-nerka bagaimana nanti Ramadhan ketika saya berkeluarga. kayakya romantic bisa  jalan bareng ke masjid buat tarawih atau buka saur bareng, itikaf bareng dan impian manis lainnya hihi.. kenyataannya memang manis juga sih hihi,, ada tambahannya seruu wkkwkw..

Well Ramadhan tahun lalu saya masih bernaung di bawah Ummi dalam penyediaan makanan sahur buka dll hihi, sekarang bejibaku buat nyiapin sahur buka berdua yang seru abis hihi. Di tahun inilah saya ngeh kalo yang namanya jadi seorang istri yang menjalankan fungsi di bulan ramadhan, ga bisa tuh mulai masak jam 4 wkkwkw. Keteteran di ujung. Masih kekejar tapi ngosngosan hihi. Tapi nikmatnya pas buka dan sahur (terutama buka) terhidang itu rewardnya sungguh langsung terasa.

Pola makan sebelum dan sesudah ramadhan juga berbeda. Kalo hari-hari biasa, masak Cuma sekali doing karena biasanya pagi roti dan siang makan di kantor (weekday) atau emang masak (weekend). Nah pas ramadhan, yayang sih ga masalah Cuma masak sekali pas buka dan sahur cukup ngangetin makanan yang ada. Tapi kok ya ga tega karena karakter doi biasanya ga suka makan makanan sama dalam 2 waktu makan yang berdekatan. Akhirnya ngakalin nya biasanya kalo buat sahur mostly focus ke Protein atau abis traweh nyiapin makanan buat sahur biar tinggal masuk2in aja tapi makanan tetep seger.

Tantangan lain adalah nyiapin makanan khusus buka ^_^. Ini si saya kumat perfeksionisnya pengennya nyiapin sendiri hidangan buka puasa. Hari pertama ager ma sirop timun suri, hari kedua bikin kue bolu kukus, dan hari ketiga bikin biji salak alias candil. Kebayang kan rempong dan serunya hihihi. Yang nambah seru itu karena si saya harus bejibaku dengan waktu. Yang hari pertama belum ngeh apa saya bisa ngejar atau ngga. Start masak jam 4.. keteteran. Hari kedua oke amaaan disiapkan dari jam setengah 3. Nah hari ketiga kemarin, pulang dr kantor jam 2.30 tapi ternyata muaceeet dan nyampe di rumah jam setengah 4 (untungnya sempat beli lauk dan es kelapa). Tetep keteteran hihi tapi ga separah hari pertama, karena kemarin juga harus transfer buat fidyah hihi..

As I mentioned before, meskipun seru tapi nyes pahala nya subhanallah langsung kerasa. Ngeliat suami menikmati makanan yang kita hidangkan sukses maupun gagal hahaha.. karena kue bolu kukus si saya bantat soalnya wkkwkwk.. dan kuah biji salak yang dibikin ternyata kemanisan hihi.. tapi tetep dimakan 🙂

wp-1496025469683.jpg

Bukan apa-apa, kan kalo makanan kita dimakan sama yang lagi puasa bisa dapat pahala yang sama. Si saya udah bolong 2 hari tapi mudah2an bisa dapat pahala dari makanan yang si saya sediakan buat aim J

Hihi,,, so jadi terasa ya begini luar biasa serunya ngeburu pahala di bulan ramadhan dengan status sebagai seorang istri. Eh saya juga belum cerita serunya puasa pas hamil ya hihi..

Hari pertama dan ketiga jadinya ga puasa. Hari pertama dan hari kedua judulnya sih observasi, ngeliat gimana polanya debay terhadap perubahan jam makan. Tapi jadinya kesepakatannya emang sehari puasa sehari ngga buat ngejaga asupan kalori 2300 per hari supaya tetap tercukupi. At least kalo pas puasa ga cukup, nah hari berikutnya bisa terpenuhi kebutuhan nutrisinya. Tapi kalo ga kuat ya buka. Atau kalo ada indikasi yang membuat harus buka kayak pusing muntah dll,. tapi so far begitu rencananya, moga debay tetep sehat dan jadi anak shaleh/ah diajak mamahnya puasa. Well, target pertambahan berat bulan ini 600gram minimal.. moga kecapai 🙂

Salman, Radikalisme, dan #tehsalmanmanis

Berawal dari artikel yang dimuat di media publikasi online yang menceritakan pernyataan seorang ketua PBNU Bapak Said Aqil Siradj tentang radikalisme yang mewabah ke banyak universitas terutama masjid Salman ITB. Lingkaran interaksi si saya yang kebanyakan memang mahasiswa S1 ITB dan aktifis masjid Salman atau yang pernah berinteraksi dengan Salman akhirnya kemudian bersuara, sebagian besar menolak langsung pernyataan radikal yang diungkapkan oleh Bapak Ketua PBNU tersebut.

Yang manis adalah, penyikapan dari ntah siapa pencetusnya yang menanggapi pernyataan tersebut tidak dengan hawa nafsu menggelora yang berupa penolakan. Instead, dari fanpage FB Masjid Salman, mengajak semua orang yang pernab berinteraksi dengan Salman menuliskan kisahnya dan memberi hastag #tehsalmanmanis pada tulisan tersebut.

Serentak banyak yang tergugah untuk menuliskan keping demi keping kenangan mereka di Salman yang kalo dibaca meni lucu-lucu dan luar biasa. Menjadi sebuah bentuk pembelaan bahwa Masjid Salman bukan tempat radikal seperti yang dituduhkan oleh Bapak SAS juga menjadi sebuah sarana penyaluran memori tentang bagaimana indah dan berkesannya Salman dalam hidup mereka. (definisi Radikal sendiri mungkin akan dibahas kemudian)

Dari tulisan-tulisan yang ada yang bisa saya baca, jelas tersirat dan tersurat bagaimana peran sebuah masjid kampus dalam menjadi bagian jati diri dari seorang mahasiswa. Bagaimana sebuah masjid kampus mengambil peran penting dalam pembentukan karakter seorang mahasiswa, dan bagaimana sebuah masjid kampus menjadi titik tolak pergerakan dan pergolakan perjuangan mahasiswa-mahasiswa tersebut selepasnya mereka keluar menuju medan nyata. Intinya saya berdecak kagum luar biasa akan kiprah yang diambil masjid Salman dan orang2 yang berjuang di dalamnya yang melanjutkan estafet dakwah dan perjuangan untuk melakukan fungsinya membentuk karakter muslim pada jiwa seorang mahasiswa.

Dan si saya…. merasa begitu sangat bersyukur alhamdulillah, telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk jatuh cinta kepada Masjid Salman di awal pertemuan kami, hingga menjadi korban pembinaan dan akhirnya menjadi bagian dari pelaku pembinaan di Masjid Salman..

Well, interaksi super intensif saya selama 5 tahun sejak Februari 2005 hingga 2010 telah melekatkan pengaruh yang teramat signifikan dalam karakter yang saya miliki saat ini. Pun dengan kenyataan yang Allah takdirkan bahwa pasangan saya pun memiliki kisah perjalanan interaksi kesalmanan yang mirip dan bahkan beririsan.

Mungkin juga saya udah banyak membahas di artikel2 sebelumnya bagaimana pengaruh Salman (yang dalam hal ini diterjemahkan menjadi Mata’ dan Asrama) dalam diri saya. Dan saya bangga dan bersyukur atas itu. Bahkan Mata yang mungkin bisa jadi dianggap paling radikal adalah bagian yang sangat tak terpisahkan dari dalam jiwa saya, sampai kapanpun.. tidak akan bisa terlepas. (mau gimana lepas juga sih, ini yayang adalah salah satu masul divisi Mata’ wkkwkwkwk)

cropped-547436_3210153298821_1415881245_32249996_1974463566_n.jpg

Btw, kembali tentang radikal. Mungkin sudah banyak orang yang ter-frame tentang radikal dari media yang sekarang menggaungkan kata2 tersebut again dan again. Pemicu yang paling mungkin menurut saya adalah Pilkada DKI.. well.. panjang ini mah dan saya pernah nulis 1 artikel tentang ini sebelumnya. Intinya dari apa yang bisa ditangkap adalah radikal dan radikalisme memiliki konotasi yang sangat negatif, padahal, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Radikal adalah secara mendasar (sampai kpd hal yg prinsip): perubahan yg –; 2 Pol amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); 3 maju dl berpikir atau bertindak; (tentu saya ga akan bahas definisi radikal menurut kamus kimia wkwkwkwk).

Untuk memantapkan, saya sertakan definisi radikal dari pemahaman internasional (diambil dari kamus Merriam Webster): Read the rest of this entry

Cara Menghentikan Overthinking

Manusia memiliki perasaan dan pikiran yang sangat kompleks. Kadang pikiran-pikiran itu menjelma menjadi sebuah kompleksitas yang mungkin dapat menyebabkan masalah. Salah satu kompleksitas yang ada disebut overthinking ketika kita manusia memikirkan satu hal lagi dan lagi dan lagi ga bisa berhenti.  Mulai dari menganalisis stu hal hingga menyesal atas hal tersebut. Overthinking, pada dasarnya memikirkan sesuatu hingga ga bisa mikir yang lain dan efeknya negative buat pikiran atau bahkan hingga ke badan. Si overthinking inikerap memberikan pengaruh tekanan kejiwaan yang sebenarnya tidak perlu ada. Negatifitas yang timbul juga dapat menyebabkan penyakit lainnya muncul, misalnya sakit kepala, dll. di banyak  kasus overthinking bisa menimbulkan depresi dan cemas berlebihan.

Tentu bagi seorang muslim, overthinking bisa disembuhkan dengan menyerahkan segala sesuatu kepads Allah, meminta pertolongan dan petunjuknya, pasrah ikhlas, dan tawakal. Tapi benar bahwa apa yang dikatakan, bisa jadi tidak semudah itu untuk dilakukan. Makanya effort menghentikan overthinking juga harus didukung usaha nyata. Dan berhubung ini kasus universal, yang ga Cuma terjadi pada satu atau dua orang maka ada banyak hal yang pernah masuk list bagaimana menghentikannya.

Adapun cara yang pernah diidentifikasi untuk dapat menghentikan kebiasaan ini adalah sbb:

  1. Visualisasi, relaksasi, dan meditasi.
  2. Bernafas dalam untuk mengkondisikan badan supaya lebih tenang dan terkendali
  3. Jalan ke luar, liat pemandangan dll
  4. Menulis diary/jurnal
  5. Melakukan penyaluran hobi, menyulam, belanja, dll.. intinya yang bisa mengalihkan pikiran dan membuat bahagia.
  6. Memberikan perhatian penuh pada apa yang sedang dilakukan (tidak kepikiran sumber masalah penyebab overthinking)
  7. Overthinking biasanya adalah kegiatan memikirkan masa lalu atau masa depan, so, be here right now
  8. Mengisi kepla dengan hal-hal positif termasuk dengan kegiatan membaca buku yang berefek positif, atau menonton video inspiratif,
  9. Fokus mengejar target goal yang memang ingin diraih. Ada banyak hal yang menunggu untuk dikerjakan yang pengaruhnya akan berdampak pada kebaikan kita di masa depan. Jadi, daripada berkutat dengan pemikiran negative, mending mengubahnya menjadi positif dengan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan saat ini.
  10. Ubah tempat duduk, ubah posisi, dan lakukan sesuatu yang bersifat fisik
  11. Coba lihat hal yang dipikirkan tersebut dari sudut pandang yang lain. Mungkin akan ketemu hal yang bisa melegakan hati dan membebaskan pikiran
  12. Berhenti menuntut kesempurnaan
  13. Sadarlah bahwa kita tidak akan pernah bisa mengubah masa depan.. hanya bisa melakukan dan mempersiapkan yang terbaik saja.
  14. Mensyukuri segala sesuatu yang telah terjadi. Ini prinsip dalam Islam banget lah… mensyukuri artinya kita memenuhi pikiran kita dengan hal positif, membandingkan hidup kita dengan orang yang mungkin kehidupannya jauh lebih tidak baik dari kita. It can release the stress a bit I think.

 

Mungkin ada banyak cara2 lainnya yang bisa dilakukan. List ini hanya sebagian dari apa yang sudah diidentifikasi oleh orang banyak.

Kasus saya sendiri, ada beberapa hal yang sekarang teridentifikasi mudah sekali memicu daya overthinking nya si saya. Cara yang paling sering dilakukan adalah nangis, nulis, sama liat2 foto Alula.. tapi itu saja kayanya ga cukup. Yang paling utama yang harus saya lakukan adalah bertekad hati mengenyahkan overthinking ini demi dede bayi yang iin kandung sekarang. Kasihan kalo harus dibanjiri hormone setres.. kan ga enak juga kepalanya si saya jadi pusing dan pening.

 

https://www.inc.com/lolly-daskal/10-simple-ways-you-can-stop-yourself-from-overthinking.html

http://www.wikihow.com/Survive-Overthinking

http://www.huffingtonpost.com/bob-miglani/mindfulness-practice_b_3976316.html

http://lifehacker.com/how-to-stop-overthinking-everything-and-find-peace-of-m-1609850688

http://www.wikihow.com/Survive-Overthinking

https://www.inc.com/lolly-daskal/10-simple-ways-you-can-stop-yourself-from-overthinking.html

 

 

 

 

Jasa titip online berdasarkan ajaran syariah

Perkembangan dunia teknologi yang semakin maju yang diiringi pemenuhan kebutuhan dengan cara yang semakin advance, membuat teknologi dalam jual beli pun ikut berkembang. Jual beli online, titip beli online, e-money, online shopping. Live shopping dan masih banyak sekali istilah-istilah yang muncul pada satu decade terakhir terkait perkembangan teknologi informasi. Kala mungkin sebagian besar masyarakat menengah ke atas memiliki akses yang terbatas atau tidak terbatas pada dunia yang namanya internet yang didukung oleh system ntah itu android, atau windowsphone atau apapun yang juga ikut berkembang sedemikian pesat.

Namun perkembangan ini perlu juga didukung dengan pemahaman syariah yang jelas karena bisa jadi ada unsur-unsur haram yang tanpa disadari ikut terlibat dalam proses jual beli online yang kita lakukan karena Allah sudah dengan sangat jelas menyatakan dalam Al Quran Surat Al Baqarah:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqarah: 275]

Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas tentang semua jenis atau semua istilah dalam jual beli onlen. Hanya tentang jasa titip online yang kemarin sempat memenuhi beranda FB saya dan banyaknya kasus yang dilakukan oleh senior, teman seangkatan, dan junior saya dari kampus dulu. Dan bahasan ini adalah berdasarkan satu bagian dalam buku  “Harta Haram Muamalat Kontemporer” yang ditulis oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. MA, juga hasil diskusi dengan beberapa orang yang punya link langsung ke Ustadz.

Titip beli online atau yang lebih dikenal dengan istilah “jastip” atau jasa titip merupakan system yang ditawarkan oleh perorangan untuk “membelikan” sesuatu yang kemudian ditambahkan biaya imbalan atau uang jastip nya. Misalnya sebuah barang yang bernilai harga 50rb kemudian ditawarkan untuk dibelikan dengan tambahan jastip 5rb atau berapapun tergantung dengan kondisi yang ditetapkan oleh orang yang menawarkan jastip. Dan ini kasusnya buanyak pake banget. Inget BBW, IKEA, atau jastip mall mall yang menawarkan diskon besar-besaran?

Di satu sisi, kegiatan ini memudahkan begitu banyak orang yang tidak punya akses terhadap suatu tempat perbelanjaan tertentu, atau untuk mendapatkan barang diskon tanpa harus mengantri capek. Tapi di sisi lain, ada celah yang sangat harus diwaspadai terkait mekanisme “imbalan jasa” yang ditetapkan dalam system.

Berdasarkan pemaparan Ustadz Erwandi dalam bukunya, juga ditambah penjelasan beliau dalam kajian perkantoran yang dihadiri oleh salah seorang anggota ITBMotherhood, pada dasarnya akad yang sah dalam titip beli online ada 2, yaitu:

  1. Wakalah bil ujrah
  2. Qardh

Jadi misalnya ada 3 orang pihak. A sebagai pihak konsumen, B sebagai pihak yang “dititipi” dan C adalah pihak penjual. Tidak ada interaksi antara A dengan C melainkan melalui perantara B. Pada akad yang pertama, Wakalah bil ujrah berarti A mewakilkan proses pembelian barang dari C kepada B dengan atau tanpa imbalan. Mewakilkan di sini artinya “memberikan uang titip barang lebih dulu”, jadi B tidak menanggung dan tidak ada hutang piutang di sana. Murni jasa dan jual beli saja. Sementara pada akad qardh, A tidak memberikan uang membeli terlebih dahulu kepada B untuk membeli barang yang diinginkannya melainkan B yang akan menanggung (menghutangkan) uangnya untuk A. Dalam akad qardh, karena ada akad utang piutang, tidak boleh statusnya si B meminta imbalan dari A atas barang yang dibeli. Jatuhnya Riba.  Lain lagi jika si B membeli barang dulu (tanpa akad apapun antara A dan B di awal) kemudian menjualnya ke A dengan imbalan keuntungan.. kalo yang begini mah jual beli biasa aja statusnya. Oiya tentau imbalan yang disampaikan di sini di luar ongkir.

Nah, sementara kasus yang banyak terjadi adalah, barang belum ada alias PO, B menawarkan “siapa yang mau beli barang ini? Imbalannya 15rb per pc”. Jika para penitip tidak memberikan uang titip kepada yang dititipi maka “imbalan 15rb per pc” ini yang kemudian membuat si mekanisme jual beli menjadi ternodai karena akad qardh yang tidak sempurna.

Hukum akad wakalah bilujrah boleh berdasarkan dalil-dalil berikut: – Firman Allah taala yang mengisahkan tentang ashabul kahfi yang tertidur dalam suatu gua selama 300 tahun lebih lalu pada saat terbangun mereka mewakilkan kepada salah seorang diantara mereka untuk pergi ke kota membelikan makanan: ُ

“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemahlembut”. (QS AlKahfi: 19).

Bila hukum akad wakalah ini boleh maka dibolehkan juga mengambil upah dari transaksi tersebut sebagai imbalan atas jasa yang halal dari orang yang menerima perwakilan

Sementara itu, untuk akad qardh, dalil dan hujjah yang harus diperhatikan adalah sbb:

“Setiap pinjaman yang memberikan keuntungan bagi pemberi pinjaman adalah riba”

“Tidak halal menggabungkan antara akad pinjaman dan jual-beli”. (HR. Abu Daud. Menurut AlAlbani derajat hadis ini hasan shahih).

Dalam bukunya, Ustadz Erwandi mengutip pernyataan dari Al Mawardi, Al Hawi, jilid V, hal 356, Sihnun, Al Mudawwanah Al Kubra 4/133 yang menyatakan bahwa Seseorang berkata, “Belikan untukku barang dengan spesifikasi ini seharga 10 dinar, nanti saya akan membelinya dari anda seharga 12 dinar dengan cara tidak tunai”. Ini hukumnya haram, tidak halal dan tidak boleh, karena ia telah memberikan pinjaman yang berlebih (riba) … menurut Said bin Musayyib bahwa orang yang dititipi tidak boleh mendapatkan upah/fee; karena dengan adanya fee tersebut maka terjadilah riba dengan sempurna”. Ini dikategorikan riba karena bentuk akadnya bukanlah jual-beli antara penjual kedua dengan pembeli kedua, melainkan pembeli kedua mewakilkan kepada penjual kedua untuk membelikan barang seharga 10 dinar dengan meminjamkan uang penjual kedua terlebih dahulu, karena pembeli kedua mengatakan “belikan untukku”. Ini adalah pinjaman maka penjual kedua tidak boleh mengambil keuntungan sebanyak 2 dinar dari piutangnya. Kalaulah fee itu adalah biaya yang nyata-nyata dikeluarkan oleh orang yang dititipi seperti ongkos transportnya dari penginapan menuju tempat penjualan barang yang dititipi ini dibolehkan. Akan tetapi, biaya riil tersebut tentu dalam jumlah tetap berapapun item barang yang dititipkan bukan ditentukan dengan harga Rp.20.000,- per item sebagaimana yang tercantum dalam penjelasan situs yang menerima layanan “titip beli”. (Tarmizi, 2017)

Jadi solusinya jika ingin menjadi A yang membeli, atau B yang menjual jasa titip, maka:

  1. Berikan uang untuk membeli barang di awal. Maka halal bagi B untuk mengambil atau tidak mengambil keuntungan, dan tidak ada transaksi utang piutang di sana. Kalau ternyata setelah dijumlah kelebihan, ya tinggal dibicarakan untuk proses pengembalian atau kalo mau dihadihkan ya boleh (akad wakalah bil ujrah)
  2. Jika B menghutangkan untuk membelikan barang, maka no imbalan… (akad qardh)
  3. Jika uang tidak diberikan di awal, maka tidak boleh ada keterikatan antara A dan B.. (statusnya B membeli barang/Ijarah biasa) lalu dijual ke B. jadi system ready stock (ijarah/jual beli biasa)

Begitu yang bisa saya sampaikan… ngerasa perlu menyampaikan karena prakteknya buanyak luar biasa, ntah kita mungkin sebagai A atau sebagai B. Dan saya yakin bahwa prosedur ini bukan untuk menyulitkan melainkan melindungi kita semua dari riba…

Dan ketika banyak yang mempertanyakan tentang ke-strict-an Ustad Erwandi, bagi saya selama hujjahnya bisa diterima mengapa harus ditolak? Tentu akan lebih baik jika ada second opinion juga biar ga taklid. Nah di sini saya baru menyampaikan dari satu sumber saja. Tapi selama itu ada hukumnya dan jelas logikanya maka tidak ada salahnya mengikuti daripada hanya mengikuti hokum yang belum jelas. Hati-hati sebagian dari takwa bukan?

Wallahu a’lam bis shawab..

Yang benar hanya datang dari Allah. dan  saya berlindung dari segala keburukan dan ketidak sempurnaan penyampaian saya ini. Mudah2an Allah senantiasa melindungi kita semua… aammiiin ya Rabbal ‘aalaamiin

Referensi:

Tarmizi, E. (2017). Harta Haram Muamalat Kontemporer. Bogor: BMI Publishing.

 

 

Secercah Kesempatan yang terbuka, Allah Maha Kuasa atas segalanya

Allah Maha Besar dan Allah Maha Berkuasa. Betapa mudah Allah membuka menutup jalan, membuktikan salah atau benar, menunjukan betapa DIA satu-satunya yang memang harus dijadikan sandaran.. karena hal-hal di luar logika yang Allah tunjukan never stops making me so amazed. Baru kemarin si saya curhat how I felt insecure towards my passion in BPPT. Tentang gmana si saya ngerasa kemungkinan si saya melanjutkan penelitian dan pengabdian saya di ilmu yang saya punya dan saya suka “terlihat” tertutup, dan how si saya masih belum terasa ikhlas melepas dilepaskan oleh kelompok biogas. Hari ini, tepatnya pagi ini ALLAH membuktikan bahwa apa yang saya pikirkan tentant tertutupnya kemungkinan bagi saya untuk melanjutkan penelitian kelapa sawit adalah salah. PINTUnya masih terbuka lebar dan Allah berkuasa membuka dan menutupnya dengan SANGAT MUDAH.

Cuma sekedar komen yang mem-flip up semangat saya balik ke 100%. Komen yang ga sekedar komen sih haha. Karena komennya datang dari seorang Profesor Program Studi Teknik Kimia ITB hihi.. yang dulu adalah dosen si saya, yang si saya pernah jadi asistennya dan yang saya maintain surat rekomendasi ketika saya  sedang berjuang meraih kesempatan S2 di Amerika.

wp-1494994532675.png

Pagi ini iseng aja liat FB salah seorang temen S1 dulu yang upload gambar TKS. Trus si saya komen nanya penelitian dia. Dijawab sama dia dan ternyata focus kami beda sih, dia lebih ke biomaterial while my interest is in biofuel.

Eh g ada angin g ada ujaaan…. Itu Bapak komen… komennya bikini in sempet lonjak lonjak kegirangan ga karuan di kantor. Ya mau gimana ga seneng, udah agak hopeless, tapi kemudian secercah cahaya kesempatan tiba2 datang menghampiri gitu aja. Kehendak Allah luar biasa. Siapa yang menggerakkan si bapak buat buka facebook atau menggerakkan tangan si bapak buat ikutan komen.

Intinya artinya kesempatan itu belum mati.. kalo ga di BPPT, pasti ada jalan lain… pasti ada jalan… siapa tahu jalan ini malah akan membawa kepada hal yang jauh lebih besar dan barakah… yakin Allah akan memberikan jalan bagi yang berkeinginan dan berusaha.. keinginan iin sudah ada, tinggal memfollow up dengan jalan usaha terbaik.

Dan tinggal gimana saya mem-follow up permintaan si Bapak buat share.. mudah2an ada jalannya aaamiiin.

Dan dari sini saya berpikir,.. sebenarnya si saya teh udah ga dibukain gimana sebenarnya.. di belahan bumi Amerika sana ada yang nunggui paper saya yang ga kelar-kelar.. udah mau difasilitasi gitu loo buat dipublish di jurnal internasional. Tapi iin nya aja yang males beresin..

Nah dari sini, mumpung lagi semangat empat lima, insyaallah digarap lagi itu si paper. Soal si bapak, mudah2an Allah memberikan iin petunjuk terbaik buat menjawab dengan jawaban terbaik. Jawaban yang membuka kesempatan bagi si saya buat ber-aktualisasi lagi J .

 

Alhamdulillah y Allah… Alhamdulillah..

Dan seperti mudahnya Allah melakukan hal ini, in yakin dengan mudah Allah memberikan perlindungan terbaiknya buat yayang kecil dalam perut dan juga yayang gede yang lagi menjalankan tugas ke-dosen-an nya di sana J

Post Power Syndrome

Segala sesuatu yang menjadi jalan itu pada dasarnya sudah ditakdirkan bukan? Meski hati kecil masih meragukan apakah masih perlu mengusahakan atau justru mencari jalan lain yang lebih baik. Lepasnya si saya dari kelompok itu sedikit meninggalkan rasa “post power syndrome” yang tidak bisa saya pungkiri. Masih meyakinkan diri bahwa ini yang terbaik, tapi tetap ada rasa envy dan insecure yang menjadi ganjalan hati,. Well sepertinya saya sepenuhnya belum ikhlas melepas.

Bukan apa-apa sih.. tapi area di mana saya bisa mengaktualisasikan ilmu yang selama ini sempat menjadi passion saya seperti terlihat tertutup. Saya yang pertama kali menutupnya duluan, tapi mungkin ini sudah menjadi ketentuan yang juga harus saya jalani. Dari atasan utama memang sepertinya tidak memberikan lampu hijau juga pada awalnya untuk saya kembali ke kelompok itu setelah saya purna menyelesaikan tugas belajar S2 di US. Dan si saya nya ngikut, karena saya juga tahu dalam diri bahwa itu seperti menjadi jalan untuk saya lepas dari sana. Inget waktu dulu apply sekolah juga karena ada masa mumet di kelompok itu.  Akhirnya memang banyak menolak tugas yang diberikan oleh kelompok itu. Alasannya memang karena tugas dari kabagpro juga buanyaak.

Tapi makin ke sini, terutama ketika kemudian ada proyek tentang biogas dari POME KS, nah mulai baper. That project is what I actually wanna be deepened more. But since I am no longer there, jadinya baper hahaha.. sementara kerjaan lain yang tidak termasuk si passion juga masih tetep ada. Dan ujungnya merasa terasingkan karena si saya tidak menjadi bagian apapun di sini. Tidak ada senior yang bisa jadi “pegangan”. Tidak di kelompok 1, kelompok 2, maupun kelompok 3. Jadi kalo berpikir ke depan, untuk pengembangan karir mah, sepertinya saya harus cerdas mengambil langkah lain yang sampe sekarang belum keliatan kecuali ngambil sekolah S3 lagi. Nah udah dari sana mah gatau hahhaha…

Pernah berpikir, ya udah kerjain apa yang menjadi amanah iin. Lagian kalo masih di sana belum tentu bisa catching up dengan kondisi si saya yang seperti sekarang ini. Bisa jadi malah bikin setress.. makanya pikiran bahwa ini adalah yang terbaik dari Allah adalah pikiran yang selalu saya dengung-dengungkan.. Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat hamba-hambaNya. Itu pasti. Cuma yang iin takut teh, jangan2 ada yang keskip dari usaha si saya untuk tetap melakukan yang terbaik.. karena passion saya di sana.. mudah-mudahan bukan tanda si saya kufur nikmat.

Kalo soal ngejar S3, masih mempertimbangkan ikatan dinas setelah purna tugas nanti uy. Padahal mah ini teh sebenarnya jalan di mana si saya bisa menghindari LDM sama aim. Jadi lepasnya si saya dari kelompok ini Nampak jadi jalan berpikir bagi si saya juga untuk serius mikirin gmana caranya si saya bisa nyusul segera aim yang insyaallah akan berangkat September besok. Bagaimana pun si saya gamau lama2 LDM nya,… ditinggal 2 malam setiap minggu aja kadang bikin perasaan ga menentu. But well,, tentu semua niat harus diluruskan karena Allah… tapi kan mencegah LDM mah bisa directly related to that objective, bukan…

Nah atuh sok kalo gt mah geuraan….

 

BabyCenter, A Useful Resource to Guide Your Pregnancy

Di zaman dengan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat seperti sekarang ini, masyarakat disuguhkan berbagai resource tentang segala sesuatu dengan mekanisme yang amat menakjubkan. Pun dengan informasi kehamilan. Ada buanyaaak sekali website yang bisa diakses secara free (pake paket data atau wifi) yang bisa digunakan untuk pertambahan pengetahuan. Apa yang boleh atau apa yang ga boleh. Namun overwhelming resource yang ada tersebut, jika tidak dipilih dengan baik maka justru akan bikin setress…

Misalnya ada website yang isinya artikel tentang pantangan-pantangan selama kehamilan. Isinya bikin wow yang sampe saya berpikir “la terus saya makan apa kalo ini ga boleh itu ga boleh?”. Sayangnya kebanyakan website info kehamilan itu banyak yang tidak mencamtumkan referensi terpercaya. Misalnya di mana referensi yang bilang mangga muda ga boleh dikonsumsi karena banyak bakteri nya? Atau bukannya enzim papain itu adanya d pepaya muda, kalo pepaya tua mah udah ga ada. Sementara si website (or**i.magazine.co.id) bilang pepaya mateng juga ga boleh karena ada enzim papain nya.

Sebenarnya asal berpatok pada apa yang dibilang dokter aja sih.. kan mereka belajar S1 atau bahkan studi lanjutan tentang pengetahuan kehamilan pada referensi yang jauh lebih shahih daripada kata orang.. tapi kalo ngerasa ga cukup ya gapapa asal resource nya terpercaya, reliable, dan ga bikin setress. Misal website ibuhamil.com bisa bikin saya setres pake banget di masa trimester pertama yang saya jalani.

Nah, terkait itu. Ada satu resource yang menjadi andalan saya. Resource ini bisa diakses via website ataupun bentukan aplikasi di android HP. Kalo di website, nama websitenya http://www.babycenter.com, kalo di android, tinggal ketik search “baby center” di playstore trus download deh aplikasinya.

Selain menyajikan info-info yang berdasar atas referensi ilmiah, resource ini memiliki forum juga yang bermacam-macam. Forum paling prioritas yang ditawarkan adalah forum bersama ibu2 yang due date HPL nya samaan atau deketan. Misalnya si saya masuk klub “September 2017”. Asyik serasa ada barengan…kalo ada keluhan-keluhan teh kadang ngerasa itu keluhan si saya jg.. misalnya soal mual, muntah, atau pain yang berada di sekitar area perut. Banyak info juga yang menarik, misalnya soal bagaimana sound can achieve si dede bayi… bukan dengan masangin earphon atau headphone ke perut loooo (seperti yang banyak dilakukan orang). Tapi well, di forum ini kita juga bisa liat siapa yang berguguran dan itu yang biasanya bikin sedih dan setres. Tapi juga bikin kita bisa semakin menggantungkan segalanya kepada Allah SWT atas apa yang terjadi pada diri kita dan bayi kita.

Di resource, ini kita bisa tahu perkembangan dede bayi dan juga sebesar apa jadinya.kita bisa tahu juga apakah bayinya bertambah berat sesuai dengan yang seharusnya. Yang paling bikin nyaman ya itu tadi, si website ini menyajikan banyak artikel yang berdasarkan referensi ilmiah, itu yang ga banyak dilakukan website2 berbahasa Indonesia.

Tapi sebenarnya ada 2 website yang saya sering kunjungi juga sih. Pertama, fanpage FB Prenagen World, keduanya fanpage dr. Yudistira SPOg. Lumayan ga bikin setress kayak forum ibuhamil.com. Oh dan tentu saja wag itbmotherhood dari Jaktangsel yang ga segan2 share kisah2 nyata mereka meski si saya cuman nyimak aja wkwkwkw…

Manusia cm bisa berusaha yang terbaik, selebihnya hanya Allah SWT saja Yang Maha Berkehendak yang mengatur segalanya dan menjaga bayi dalam kandungan kita…. I am enjoying this phase so much, when I and my lil bean are togetheeeer for everything for now.. kalo udah dilahirkan kan fasanya beda lagi ^__^ and I will wait for that too excitedly.