pilihan adalah sebuah kepastian
Manusia adalah makhluk yang diberikan Allah Swt akal untuk berpikir, berpikir untuk menentukan berbagai pilihan hidup yang mau tak mau harus ada yang dipilih, harus ada yang dijalani, baik atau buruk, yakin atau tidak, dengan segala konsekuensi yang mengiringinya… karena pilihan dalam hidup adalah sebuah kepastian,, sebuah kepastian yang akan menyusun puzzle puzzle kehidupan seorang manusia, menyusun kisah, bahkan menyusun orang-orang di sekitarnya. Ketika dia memilih jalan yang baik adalah sebuah konsekuensi kebaikan yang ada di ujung pilihan tersebut, meskipun pada prosesnya, berteguh hati pada pilihan baik ini tak mulus jalannya. Dan bahkan mungkin di awal ada dan terbersit keraguan apakah benar pilihan tersebut adalah pilihan terbaik atau tidak. Ketika berada dalam proses, juga akan terbersit apakah sanggup atau tidak menjalani semua konsekuensinya ataukah ketika di ujung mungkin timbul kekecewaan ketika melihat hasil yang diinginkan tak kunjung datang. Manusia harus memilih, karena manusia tidak memiliki pengetahuan masa datang yang akan menghampirinya. Dengan memilih, maka paling tidak dengan akal yang dimilikinya, manusia akan memiliki gambaran bagaimana kehidupan yang harus dijalaninya, dan bagaimana akhir kehidupan tersebut.
Katakanlah ketika memilih sekolah, memilih jurusan ketika mau kuliah, memilih teman, memilih mata kuliah, memilih unit kampus mana yang akan dimasuki, lebih luasnya adalah ketika memilih jalan hidup, memilih komunitas pembinaan, memilih pekerjaan, dan bahkan memilih jodoh. Rangkaian-rangkaian pilihan ini yang akan menguntai kisah hidup manusia beserta apa yang dijalaninya.
Banyak analogi yang bisa diambil untuk mengungkapkan kompleksitas pemilihan sebuah keputusan. Misalnya saja analogi perjalanan yang kudapatkan selama perenungan ketika aku pulang dari Cipanas menuju ke Jakarta pada tanggal 24 Jan kemarin. Berdasarkan pertimbangan kemacetan, jarak tempuh, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melangsungkan perjalanan dari Cipanas menuju Jakarta, akhirnya aku keluar bertekad untuk menggunakan moda transportasi bus, dengan pertimbangan terbaik bahwa ini adalah pilihan terbaik, meskipun moda transportasi kereta api juga menawarkan sisi-sisi kebaikan yang tak kalah baik. Namun ketika sampai di jalan untuk menunggu bis, seketika pilihan moda bus berganti dengan pilihan moda kereta api yang nampaknya lebih menjanjikan perjalanan dengan kondisi paling optimum. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika menggunakan moda transportasi bus, kok rasa rasanya lebih cepat menggunakan kereta api yaa.. begitulah pikirku. Masuklah aku ke dalam mobil kol putih yang mengantarkan aku sampai ke Terminal Baranangsiang untuk kemudian kusambung dengan kereta api menuju Jakarta.
Di dalam perjalanan, dengan kelemahan penggunaan mobil kol, ganjalan demi ganjalan menghampiriku, melihat kondisi mobil kol yang ngetem dan akhirnya dilewat oleh bus Cianjur-Kp Rambutan. Rasanya gemeretak hati ini, ada sedikit penyesalan mengapa tidak menunggu bus saja, nampaknya lebih cepat. Berbagai perenungan sempat menghampiri kepalaku, sampai tiba ide untuk menuliskan kisah ini.
Namun ketika memasuki terminal Ciawi, aku melihat bus yang tadi melewatiku ternyata ngetem untuk cari penumpang. Mobil kol yang kunaiki melewatinya dan kemudian berlalu sampai Term Baranangsiang. Ada rasa lega melihat dan menyadari bahwa nampaknya aku telah mengambil keputusan terbaik dengan menumpang mobil kol daripada bus.
Sejenak kuresapi perenungan yang kuperoleh ketika itu,, lihat betapa diriku begitu mudah mengubah pilihan, dan betapa ketika berada dalam pilihan itu, kebaikan kebaikan pilihan yang lain muncul di pelupuk mata dan menjadi godaan tersendiri yang cukup meresahkan jiwa sampai membuat penyesalan tersemburat dari pilihan yang kupilih. Ketika naik bus, kayanya naek kol lebih cepat (yang ini sudah pernah kurasakan), ketika naik kol, kayanya naik bus lebih cepat (yang ini pun sudah pernah kurasakan). Semuanya berarah pada kesimpulan bahwa pada dasarnya pilihan ini bisa menjadi sama saja ketika di awal sudah dilakukan pertimbangan terbaik, dan pada proses menjalani pilihan tersebut, prosesnya diisi dengan hal hal terbaik yang bisa dilakukan. Tak masalah kan sebenarnya dengan jarak tempuh bis yang lebih lama dari kereta, jika sepanjang perjalanan kita bisa memanfaatkan dengan tilawah atau membaca untuk memperkaya tsaqafah, tidak masalah bukan ketika dengan harga transportasi kereta yang lebih mahal jika kita anggap uang yang kita keluarkan adalah infak atau untuk membantu pembangunan moda transportasi kereta api yang lebih baik, membagi rezeki dengan bapak supir mobil kol dan mobil angkot 03 Bubulak Baranangsiang…… semuanya tidak akan menjadi masalah.
Dan ketika kemudian di tengah jalan harus memutar arah, tak masalah selama kedua syarat tadi terpenuhi, memutar arah, turun dari kol dan kemudian nyetop bis. TAK MASALAH!!! selama kita berpikir itu adalah jalan terbaik.
Yang perlu diingat adalah HAL MENDASAR dari kedua prasyarat tersebut. Yaitu, pertimbangan terbaik haruslah berdasarkan pertimbangan ruhiyah yang bertumpu pada keagungan nilai2 Islam yang Allah turunkan, yang Rasulullah ajarkan. Hal ini berlaku pulan untuk proses yang dijalankan dari pilihan tersebut. Hal-hal terbaik yang harus dilakukan adalah hal terbaik berdasarkan syariat Islam. Tilawah, baca buku untuk upgrade kondisi diri, dzikir, tahfidz, misalnya. Beda dengan cuma tidur, dengerin musik dan ngelamun—ngelamun beda lo dengan merenung!!!
So ketika harus teguh dengan sebuah pilihan, dan atau memutar arah untuk mengubah pilihan selama 2 prasyarat ini dijiwai nilai2 yang disebutkan tadi, yakinlah TIDAK APA-APA!!! Apa yang kau inginkan dari menjalani pilihan tersebut akan bisa kau capai atau bahkan Allah memilihkan ujung jalan yang sama sekali tak kau duga karena jauh lebih baik daripada dugaan dan perkiraan konsekuensi pilihan yang kaupikirkan sebelumnya. Karena Apa?? Karena KAMU MELIBATKAN ALLAH dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Maka Allah yang akan mengambil alih. Allah yang akan menentukan konsekuensi akhir. Ketika misalnya tak sesuai dengan apa yang kau pikirkan, maka tidak akan tercuat secuil pun rasa kecewa, karena apa?? KARENA KAMU SUDAH MELAKUKAN YANG TERBAIK untuk menjalani pilihan yang kamu tetapkan untuk dirimu sendiri!!! dan ketika pilihan ini begitu sulit untuk dijalani, jika keyakinan terhadap Allah menhunjam dalam hatimu bahwa pilihanmu adalah yang terbaik dan bisa memberikan kebermanfaatan yang banyak, maka sesulit apapun itu, yakinlah ALLAH AKAN MEMINJAMKAN KEKUATANNYA Untuk kaugunakan menjalani pilihan tersebut….
So, do not hesitate again!!! Move Forward and Get What Do You Wants, Get Your Dream, Let it sparkle in front of your eyes. AND CHOOSE THE RIGHT PATH!!! THE BEST DECISION YOU HAVE FOR YOUR SAKE AND THE OTHERS!!!PROVE IT!!
Why are we here, where we come fromWhere’s our future, leading us
Where’s our life, taking us
Show us the path, dear Allah
What are we, to do here
There must be a reason to be here
Ya Allah the greatest
Nor of these You create for waste
Show me the right path
The path of the favoured one with Your grace
Show me the right path
The path of Rasulullah and His companions
Don’t leave me please Your guidance I need
Show me the way, light up my life
Don’t leave me please Your guidance I need
Show me the way, to gain Your love (Raihan, Right Path)
Kehidupan dan Kematian-Kajian shubuh Baitul Ihsan 1 Jan 2012
Kajian Shubuh bersama Ustadz Fuad Muhsin pada acara mabit bersama Daarut Tauhid Jakarta, Masjid Baitul Ihsan 1 Januari 2012.
Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 28 yang memiliki arti sebagai berikut “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”
Ayat tersebut menyatakan bahwa manusia mengalami 2 kali kematian dan 2 kali kehidupan. Fase kematian pertama adalah proses menjelang pembuahan sampai zigot kita berumur 120 hari. Fase kehidupan pertama adalah ketika kita setelah berada dalam kandungan selama 4 bulan sampai dengan fase kematian kedua yakni kematian yang akan kita alami setelah jatah usia kita di dunia ini berakhir.
Allah menetapkan beberapa ketetapan untuk fase kehidupan pertama setiap manusia di antaranya adalah jatah umur hidup di dunia, kematian, rizki, dan jodoh. Rahasia kematian mencakup tiga hal yakni: waktu, cara, dan tempat. Hal ini dirahasiakan dengan tujuan salah satunya adalah supaya manusia melakukan yang terbaik untuk kehidupan dan kematiannya.
Rasulullah mengingat kematian (seperti yang disampaikan dalam kitab Riyadus Shalihin) sebanyak 104 kali sehari. Kita????? Berapa kali????
Manusia dalam menjalani fase2 kehidupan dan kematian ini akan mengalam 5 alam yaitu alam ruh dan alam rahim (yang udah kita lewati), alam dunia (yang sedang kita alami sampai habis masa usia kita) , alam barzah, dan alam akhirat.
Alam akhirat memiliki satuan ukuran waktu yang sama sekali berbeda dengan masa alam dunia. Dalam QS AL Hajj ayat 47 Allah menyampaikan bahwa 1 hari di akhirat adalah 1000 tahun di dunia. Dengan demikian bisa dikalkulasikan bahwa 1 jam di akhirat adalah 41,67 tahun di dunia. Usia manusia yang rata2 memiliki angka harapan hidup 63 tahun di dunia berdasarkan perhitungan ini ternyata hanya menghabiskan 1,5 jam di akhirat. Namun 1,5 jam versi akhirat (62,5 tahun versi dunia) ini yang menentukan nasib kehidupan di akhirat yang lamanyaaaaaaaaaaaa bukan maiiiin..
Jadi jangan sekali kali mennyiakan kehidupan dunia uni dengan sesuatu yang kecil dan tak berguna karena sungguh waktu 1,5 jam ini terlalu sayang untuk disiakan begitu saja. SANGAT TERLALU BERHARGA!!!! So change yourself to be better
Memaknai Makna Syahadatain
Memaknai makna syahadatain
Ustadz Muhsinin Fauzi pada acara mabit bersama Daarut Tauhid Jakarta, Masjid Baitul Ihsan 31 Desember 2011.
Mungkin syahadatain sudah sangat tidak asing di kepala kita semua. Setiap hari kita membaca kalimat tersebut dalam shalat wajib maupun shalat sunnat kita. Namun apakah hal itu menjadi jaminan bahwa makna syahadat sudah terhujam dalam hati dan jiwa kita? Sementara pada zaman Rasulullah SAW, syahadain adalah kalimat yang mengubah kehidupan seseorang, sedemikain dahsyatnya sehingga Abu Jahal sama sekali tidak berani mengucapkannya karena tau dengan sangat akan konsekuensi logis dari pengucapan kalimat tersebut.
Syahadatain adalah kalimat yang bisa mengubah kehidupan manusia dari kikir menjadi dermawan, dari jahat menjadi baik, dari sombong menjadi rendah hati, dari lemah menjadi kuat, dan lain sebagainya. Dengan kalimat itulah Rasulullah mengubah dunia,, dari kegelapan jahiliyah menjadi dunia yang terang benderang sedemikiam rupa….
Syahadatain adalah akar iman,, ia adalah sebuah pembuktian cinta dari serorang makhluk kepada Sang Khalik, sebuah pernyataan yang menyatakan kesadaran sepenuhnya akan tugas yang diemban sebagai alasan penciptaannya, sebuah kalimat yang menjadi bukti atas segala ketaatan di atas segalanya.
Iman, yang seperti kita ketahui definisinya bersama-sama. Menjadi familiar dan biasa. Padahal kata kata agung ini yang menjadi pembeda seorang manusia dengan manusia lainnya. Dan yang menjadi dasar keimanan itu adalah syahadatain. Karena tanpa pengucapan kalimat ini maka tidak bisa dikatakan seseorang itu beriman kepada Allah atau tidak. Diibaratkan, syahadat seperti pernyataan cinta seorang kekasih (katakanlah Fulan) kepada kekasihnya (Fulanah) Dari mana Fulanah bisa tahu bahwa ada Fulan mencintainya ketika Fulan tidak mengatakannya, meskipun Fulan bejibaku menmenuhi semua keinginan Fulanah, menemani, menggembirakan dan lain sebagainya, tapi ketika pernyataan cinta tidak diucapkan maka Fulanah tidak akan tahu perasaan Fulan yang sebenarnya kepada dirinya, apakah hanya bentuk perhatian seorang sahabat atau apa? Analogi yang lain adalah syahadatain diibaratkan pernyataan ijab qabul sebuah pernikahan. Sebuah pernyataan yang mengungkapkan kesiapan sang suami terhadap isterinya akan setiap hak dan kewajiban yang terjadi di antara mereka ketika resmi nantinya, misalnya siap memberi nafkah, dll. Kedua analogi ini adalah analogi sederhana yang cukup tepat menggambarkan bagaimana posisi syahadatain dalam pengakuan status keislaman dan keimanan seseorang.
Keimanan yang terhujam dalam hati yang teaktualisasikan dalam bentuk amalan yang nyata tidak akan sempurna tanpa pernyataan dari lisan. Contoh yang sangat nyata adalah paman Rasulullah SAW, yakni Abu Thalib yang sampai akhir hayatnya tidak bisa mengucapkan syahadatain. Ketiga aspek yakni keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan aktualisasi dengan amal perbuatan menjadi komponen dalam menyusun keimanan seorang manusia secara utuh.
Dalam tata pergaulan kita mengenal kata gombal, ketika seorang A menyatakan cinta kepada B tanpa mengerti kata cinta itu dalam hatinya. Dalam Islam, ketika seseorang menyatakan ISLAM dengan bersyahadat namun tidak mengerti dan memahami arti penting, posisi, dan makna dari syahadat yang diucapkannya maka dia disebut sebagai perbuatan NIFAQ, dan orang yang nifaq disebut MUNAFIQ. Sementara yang tidak mau sama sekali mengucapkan syahadat, kita sebut dengan istilah KAFIR.
Terhujamnya makna syahadatain dalam hati dengan sendirinya akan melahirkan keyakinan yang sedemikain kuat akan apa2 yang ditetapkan oleh Allah semisal Rizki, jodoh, keselamatan, dll. Seperti disampaikan sebelumnya bahwa Syahadatain mampu mengubah kehidupan manusia. Ketika syahadat terucap dan sang manusia tidak berubah sesuai dengan yang seharusnya maka PASTI ADA YANG SALAH DENGAN PENGUCAPAN ATAU PEMAKNAAN SYAHADATAIN YANG DILAKUKAKNNYA. Hal ini perlu dievaluasi, karena bagaimanapun ketika syahadatin terucap dan terinternalisasi dengan baik dan benar akan berdampak pada aktualisasi akhlaq dan amal ubadah yang signifikan pengaruhnya.
Terdapat 4 jenis orang yang akan mendapat nikmat di akhirat kelak. Yaitu:
- Nabiyyiin: Orang yang sudah tidak memiliki urusan dunia untuk dirinya sendiri, melainkan hanya urusan Allah semata. Orang2 ini adalah orang yang memilki PEMBUKTIAN TOTAL dari semua aspek kehidupannya yang diserahkannya 100% hanya untuk Allah, menegakkan kalimat Allah, melaksanakan segala yang diperintah Allah.mereka tidak akan marah ketika mereka diejek atau dicelakakan. Tapi mereka akan marah ketika nama Allah yang direndahkan. Orang2 ini adalah para nabi dan Rasul, bagi kita manusia biasa HARAM memasuki ranah ini, karena setelah Nabi Muhammad SAW tidak akan ada lagi Nabi.
- Siddiqin adalah orang2 yang memiliki totalitas pengabdian dan pembuktian total kepada Allah yang derajatnya lebih rendah dibandingkan derajat para nabiyyin. Contoh sosok siddiqiin adalah Abu Bakar, yang ketika perang Tabuk hanya meninggalkan Allah dan RasulNya (tapi subhanallah meninggalkan Allah dan Rasyl untuk keluarganya itu adalah cukup) untuk keluarganya, dan membawa semua harta yang dimilikinya untuk jihad di jalan Allah.
- Syuhada: adalah orang2 yang mengorbankan Harta yang paling berharga setelah agama yaitu NYAWA. Mereka berani kehilangan nyawa mereka untuk mendukung tegaknya islam di muka bumi.
- Shalihin adalah orang2 yang mengorbankan sebagian yang dimilikinya untuk Allah. Derajat ini merupakan level paling rendah yang mau tidak mau harus bisa kita masuki. Karena jika tidak, maka tidak akan ada celah dan kesempatan bagi kita manusia biasa ini untuk bisa menjadi bagian dari orang2 yang merasakan surga Allah nanti. Dan besarnya pengorbanan yang kita berikan menjadi BESARAN IMAN yang kita miliki
Yang kusuka ketika hujan turun
Termenung dalam suasana rintik hujan yang teduh dan syahdu, mengiringi rasa damai yang diselimuti suasana tenang dan romantisme yang membangkitkan perasaan yang begitu sangat indah.. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……..
Dalam suara rintik yang diiringi butir air yang turun dari langit satu per satu, membasahi kekeringan dunia yang membawa juga pada dinginnya hati yang merasakannya.. sejuk dan terasa begitu sangat khusyuk.. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……
Hujan membawa pada suasana tenang, hangat, dan damai, menggali kepingan kepingan memori indah yang dulu pernah terjadi. Hujan mendekatkan keluarga dengan keluarganya, mendekatkan saudara dengan saudaranya, mengakrabkan sahabat dengan sahabatnya.. .. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……
Hujan membawa keriangan dalam tawa ceria anak-anak yang bermain di bawahnya.. berlari kesana kemari tanpa peduli lumpur dan kotor, yang ada hanya gembira karena bisa bermain bersama… .. .. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……
Hujan membawa rintik kesyahduan yang berirama dengan alunan merdu suara langit yang sedang begitu ramah.. dan yang paling istimewa adalah betapa Allah sangat mengistimewakan hujan.. .. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……
Dalam QS Al Anfal ayat 11 disebutkan bahwa “(ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kakimu (keteguhan pendirian)”.
Selain itu dalam QS Al Furqan ayat 48 juga disebutkan bahwa Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang amat bersih,
Kedudukan hujan yang istimewa ini juga didukung dengan pengkhususan waktu hujan sebagai waktu diijabahnya doa para hamba Allah. Seperti yang disampaikan oleh hadits-hadits berikut ini.
“Doa tidak tertolak pada dua waktu yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Al bani di Shahih Al Jami’, 3078)
“Allah berfirman: di pagi ini ada di antara hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan yang ingkar kepada-Ku. Adapun orang yang mengatakan, ‘kami diberi hujan karena rahmat Allah, rizki dan karunia-Nya,’ maka ia beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Adapun orang yang mengatakan, ‘kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu,’ maka ia beriman kepada bintang-bintang dan kufur kepada-Ku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim, lafaz milik Al-Bukhari)
“Carilah pengabulan doa pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah shalat, dan saat turun hujan.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak: 2/114 dan dishahihkan olehnya. Lihat Majmu’ fatawa: 7/129. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1469 dan Shahih al-Jami’ no. 1026)
Allah mengistimewakan saat hujan, dan saat hujan adalah waktu di mana Allah berkenan mengijabah doa yang disampaikan kepadaNyasaat itu… oleh karena itu maka marilah kita berdoa
karena ga mampu beli oleh-oleh heuheu
Barang-barang imut dan cantik itu terpajang dengan sangat baik di etalase airport. Sungguh menarik hati, namun apa daya tangan tak sampai, hehe, yang aku bisa baru mengabadikannya dan mungkin suatu hari nanti bisa beli hehehe.. bukan apa2, oleh2 pernak-pernik Belanda ini sangat menarik.
Aku teringat dulu ketika SMU Kelas 3, aku mndapat PIN ITB dari seorang teman. kupajang dan kubawa kemana-mana pin tersebut, cuma sebagai motivasi saja, mengejawantahkan impian dalam bentuk nyata, heheh. Dan sebenarnya berniat kulakukan lagi sekarang.. semoga cita2 menuntut ilmu di negara kincir angin yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun tersebut, kesampaian.
Kau bisa menembus angkasa dan melihat keindahan bumi yang diciptakan Allah
Langit biru bersih yang dihampari gumpalan putih awan yang bergulung bagai kapas dan terkadang bagai lapisan tipis bulu halus. mengguruh burung baja ini membelah angkasa, membawa kadar mobilitas tinggi bagi para penghuninya saat itu. Bukan mustahil kini manusia menembus awan dan membumbung tinggi ke angkasa,, sebuah impian yang kugenggam di tanganku benar2 terwujud… tak ragu kumenyimpan impian-impian baru lainnya……………
Amsterdam dari atas udara (dijepret dengan kamera dan kemampuan jepret amatiran)
Malam gelap tanpa cahaya rembulan maupun mentari, hanya kelip bintang di atas awan yang kelap-kelip megah, memamerkan cahayanya yang lembut dan teduh. cahaya bersambut cahaya, di bawahnya terhampar titik titik cahaya kecil yang bersatu padu membentuk mozaik peradaban sebuah komunitas yang dihuni manusia. Hanya sayang alat buatan manusia (kamera:red) ini tidak mampu dengan sempurna menangkap keindahannya menjadi sebuah bentuk jpeg yang bisa dipamerkan. hanya kedua bola mata yang dilengkapi dengan tool analyzer bernama otak yang mampu merekam keindahan tersebut bahkan hingga sekarang, terekam dengan baik di sela-sela jaringan neuron dan dendron yang menyusun mozaik karya cipta Allah Yang Maha Kuasa. Maha Besar dan Maha Suci Allah atas ayat2 yang ditebarkannya di permukaan bumi dan permukaan langit
A review- my first journey to Germany
Mendapat kesempatan untuk bisa mengunjungi negara Hitler, sungguh sangat menyenangkan, meskipun di awal ada beberapa masalah yang harus dilewati, namun akhirnya alhamdulillah dengan izin Allah, pada tanggal 26 November 2011, aku pun menjalani penerbangan pertamaku ke luar negeri yang juga merupakan kali pertamaku merasakan dahsyatnya teknologi aeronautika dan aerodinamikanya pesawat terbang.
Dengan berbekal satu koper dan satu tas ransel, aku berangkat dari kosan pukul 14.30 dan terbang dengan menggunakan pesawat KLM-Royal Dutch pada pukul 19.30. sempat transit di Kuala Lumpur, dan mengintip kecanggihan Malaysia yang tampak di bandara, plus transit di negeri kincir angin, negeri yang kujadikan impian untukku jadikan tempat menimba ilmu teknik kimia lebih dalam.
Setelah mengalami perjalanan selama kurang lebih 18 jam, akhirnya sampai di airport Dusseldorf, Jerman, dan akhirnya menginap di kota Essen.
Ada banyak hal yang kudapat selama perjalanan sampai Essen,, banyak sekali hikmah yang mampir di kepala, renungan tentang nasib, perjalanan waktu, perbedaan antara Indonesia dengan Malaysia dan bangsa Arya lainnya, termasuk pula renungan teknologi aerodinamika yang membuatku terpukau,, bagaimana tidak, teknologi inilah yang bisa membuatku terbang melayang di langit setinggi 3500 feet. Melayang di belahan benua dan samudera yang luas,, mengitari belahan bumi… ya… perjalanan ke Jerman ini sangat menakjubkan… alhamdulillah alhamdulillah.. Segala puji hanya untuk Allah.
Satu hal yang ingin kulihat ketika menginjakan kaki ke jerman adalah salju. Hehe,, namun ternyata, winter di Jerman belum sampai pada tahap salju turun.. meskipun begitu, di hari ketiga ketika perjalanan ke Glessenwasser aku melihat salju putih di rerumputan dan atap-atap rumah Jerman yang bentuknya sangat khas itu.. sangat efektif.
Hal yang membuatku begitu exciting juga adalah kesadaran bahwa aku kini berada dalam level pertemuan internasional, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan,, menyadari bahasa inggrisku agak pas2an aku kawatir juga sebenarnya, cuma ya.. namanya juga belajar!!! kapan lagi!!
Aku di sini bersama 15 orang peserta lainnya yang berasal dari Indonesia dan India, 5 termasuk aku adalah Indonesian, dan 11 orang lainnya adalah Indian,, ada banyak hal yang menarik antara India dan Indonesia di sini.. banyak hal… hehehe
Yang mejadi sedikit kekawatiran di kepalaku adalah bahwa aku bersama para petinggi dari masing masing perusahaannya. Of course, aku yang baru menjalani 10 bulan masa kerja di instansi pemerintahan merasa aku tidak ada apa2nya dibandingkan mereka,, namun bismillah saja, dengan niat belajar aku pun berusaha mengikuti flow acara ini.. meskipun di kenyataan pun juga bener2 mereka menunjukan keahlian dan pengalaman mereka yang benar2 membuatku terpana—haha berhubung aku yang dari instansi pemerintah, agak agak gimana gitu. Pada beberapa hal, aku memang tidak bisa mengimbangi mereka, udah mah bahasa inggris, hahah bahasa dan istilah yang digunakan dalam program training ini juga teknis banget.. hahaha untungnya bawa diktat Sistem Utilitas II yang cukup banyak membantu, karena jujur bahan traingin energy effisiensi ini adalah pure dari SU,,, sempet gimana gimana juga berhubung aku pun tidak menguasai materi SU yang dominasinya sebenarnya memang garapan teknik mesin.. tapi lumayanlah.. sedikit sedikit mah dapet dan nyangkut di kepala.. Banyak hal baru bagiku, termasuk misalnya trigeneration, photovoltaic system, energy management system, building management system, green building, green retailing system, dan masih banyak lagi.. dan buat ini alhamdulillah banyak sekali ilmu baru yang membuatku semakin bersemangat dalam menimba ilmu—haha termasuk mempertanyakan kembali cita-citaku heuheu karena ternyata di sini kusadari bahwa aplikasi keteknikkimiaanku ternyata belum semantap yang kukira, jika mau benar2 aplikasi ya mau tidak mau ke swasta, hehehhe…. untuk ini, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan karena ku tahu bahwa Allah yang menunjukan jalan, tapi pada hakekatnya kita juga yang milih, benar??
Di sini banyak sekali renungan tentang komparasi antara banyak hal, misalnya kebijakan antara pemerintah jerman dengan pemerintah Indonesia, integritas dan kepribadian antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat jerman, teknologi yang mendarahdaging di Jerman dan belum di Indonesia,, heuheu,, asa banyak kepikiran pisan.. banyak pelajaran, banyak pertanyaan, banyak kesan, banyak pemikiran,, namun yang jelas, akan menuntun pada aksi yang nantinya akan kulakukan..
Semoga Allah membimbing jalan yang kutempuh… aamiin.
Hal menarik lain yang kudapat misalnya, kecenderungan masyarakat Jerman yang lebih suka berbahasa Jerman daripada Inggris.. bukan karena mereka gabisa, tapi karena prinsip bahwa sebenarnya mereka merasa bahwa negara Inggris (England) tidak jauh lebih baik.. gengsi kali ya.. tapi kalo di ranah bisnis dan akademik sih mereka mau juga.
Hal yang lain2 mungkin berkisar antara betapa bangsa Arya dikaruniakan Allah penampilan yang subhanallah.. di sini banyak mengucap subhanallah juga karena terpana kecantikan rupa yang diberikan Allah kepada mereka. Bukan berarti aku tidak bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada rumpun bangsa melayu toh setiap bangsa punya kelemahan dan kelebihan, tapi ya cuma subhanallah aja…hehe agak wajar juga kalo mereka mementingkan banget yang namanya penampilan, makanya fashion di sini bener2 waah… dan harganya pun waaah.. mahal mahal!!!
Jerman negara yang kaya ini memang tidak terlalu banyak menemui kesulitan dalam aplikasi teknologi yang canggih sekalipu.. beda pisan ma Indonesia, udah mah miskin banyak pula korupsinya, tapi ntah mengapa aku punya feel, meskipun kaya-kaya, negeri2 bangsa Arya tetep punya keinginan menjajah.. hahha,,, dalam bentuk yang modern tentunya..
Seminggu di sini juga menumbuhkan keinginan bagiku untuk mencoba menjadikan Jerman sebagai salah satu tujuan sekolah nanti hehehhe… meskipun Netherland is the best for me, but Deustchland is also good.. ^_^. kalo dapet Ermun mungkin bisa dua duanya sekaligusss.. hahaha ngarepdotcom.
Di sini aku bersama 1 akhawat cantik yang menjabat CRO PT Energi Management Indonesia, satu orang bapak yang menjabat sebagai Estate General Manager di PT Besland Pertiwi, satu orang Bapak yang menjabat sebagai President Director-nya PT Mitra EnergI Batam-Medco, dan satu orang Bapak yang menjabat sebagai Technical Superintendent PT Riau Andalan Pulp and Paper. Look how the precious person they are, and me?? hohoho… insyaallah…. orang yang mencoba baik di hadapan Allah.. aamiiin.
Di sini banyak sekali apotek, mall, tapi lebih banyak lagi lahan lahan kosong dan indah.. deeuuuh betapa mereka menjaga lingkungannya agar tetap asri. Jadinya seger terus, meskipun dominasi warna pohonnya merah-karena winter, tapi tetep we indah.. jadi bertekad bisa kesini lagi di musim semi iiih.. moga Allah mengabulkan. Aamiiin.
Hawa jerman sekarang sampai 5 derajat, untung ga 0 atau bahkan minus, karena 5 derajat the udah dingin pisaaan.. alhamdulillah peralatan untuk ngadepin dngin ini sudah disiapkan cukup maksimal, meskipun ternyata tetep aja ada yang ga kepake ^___^.
Segitu dulu aah.. ini hari kelima kutulis, masih tentang gambaran umum perjalanan.. insyallah kalau sempat mau nulis tentang yang lainnya.
menikmati perjuangan-genießen den Kampf
Menikmati perjuangan.. itu yang sekarang sedang hangatnya kurasakan. Sebuah kesempatan menimba ilmu yang nyata terpajang di depan mata, bisa kandas ketika tidak ada kesungguhan dalam perjuangan yang kulakukan. Meskipun waktu menimba ilmu-nya relative singkat-hehe training seminggu saja. Tapi belum mulai trainingnya, sudah banyak sekali ibrah yang aku peroleh. . sangat banyak sampai2 kepala ini kadang tak sanggup menampungnya. Makanya cara positif untuk mengeluarkannya adalah dengan menulis.
Allah tidak akan salah.. jika memang ketetapanNya sudah fix, ya pasti ga akan ke mana.. hanya ikhtiyar yang harus terpancang sedemikian sungguh-sungguh hingga menggetarkan alam semesta, yang mampu membuatku merasa sedemikian nikmatnya harus wara wiri dan hilir mudik, sambil setengah berlari atau bahkan berlari.. jadi teringat masa2 di kampus.
Hanya ketetapan Allah sekarang, ketika besok rabu kamis dapat passport, senin bisa appointment dengan embassy, maka chance untuk berangkat sangat mungkin…namun jika tidak,,sudah banyak hal positif yang kulakukan dalam mengejar salah satu kesempatan di antara banyaknya kesempatan Allah untuk meng-upgrade diri. Hal yang tak berani kulakukan ketika di kampus dulu, karena tidak pd dan kadar courage-yang kurang, sementara teman2 yang lain sedemikian gigihnya meng-upgrade diri.. ya baru sekarang terasa,, Alhamdulillah, bisa berbincang dengan bapak dan Ibu dari Negara luar Indonesia, meskipun dengan English yang pas-pasan. Namun sedikit demi sedikit courage-nya muncul.. menanggapi satu demi satu tantangan di depan mata, dan justru memperbesar minat untuk mencoba yang lebih besar… baiklah… akan saya teruskan.
Sampai di mana perjuangan ini berakhir, nampaknya tidak akan berakhir, dan aku sangat menikmatinya.. tantangan ini sungguh mencengangkan…
Ya Rabb…ku percaya, jika memang takdirMu aku bisa menginjakkan kakiku di winter-nya Dusseldroft dan kota2 sekitarnya pada tanggal 26 nanti (yang nasibnya bergantung paspor dan visa besok heuheu), maka takdirMu yang terbaik, akan ada banyak hal baru yang bisa menstimulus tantangan2 besar yang lainnya..namun jika tidak,, kabar gembira lulusnya aplikasiku yang disertai nikmatnya mengeluarkan peluh menjalani setiap prosesnya,, sungguh nikmatnya tidak tergantikan. Bismillahirrahmanirrahim… satu langkah menuju impian……….

























